Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
306 = KEKUATAN DARAH TERKUTUK


\=Chapter 306. KEKUATAN DARAH TERKUTUK\=


\=


\=


Kini Li Yian dan Baba Yaga sudah saling berhadapan satu sama lain, mereka memilih daratan paling barat di alam Daulu, untuk mereka saling bertarung. Karena di sana tempat yang paling aman untuk bertarung sekuat tenaga bagi Baba Yaga maupun Li Yian.


Li Yian sudah memastikan bahwa di daratan itu belum di huni oleh manusia, melainkan daratan bagi hewan buas yang kebanyakan sudah berevolusi menjadi siluman.


Li Yian memilih tempat ini, karena dia tidak ingin pertarungan dirinya dengan Baba Yaga di ketahui oleh orang-orang dari alam Daulu.


Mereka sudah melakukan perjanjian untuk bertarung dengan seluruh kemampuan masing-masing.


Keduanya kini berdiri di puncak pohon yang besar, jarak Li Yian dan Baba Yaga cukup jauh! Agar memulai pertarungan dengan adil.


"Teman, kita akan melakukan pertarungan dengan tangan kosong atau dengar senjata?" ucap Li Yian ingin memastikan.


Sebenarnya dia ingin melakukan pertarungan dengan tangan kosong, karena Li Yian yakin kemapuan Baba Yaga menggunakan senjata sedikit kurang efektif karena senjata Baba Yaga yang terbilang sangat berat.


"Terserah kau saja saudara Li Yian, aku tetap menggunakan tangan kosong! Jika kau ingin menggunakan senjata aku persilahkan!" jawab Baba Yaga di sebrang sana.


Baba Yaga sedikit sesumbar karena ingin menumbuhkan tekanan mental terlebih dahulu terhadap Li Yian, namun Li Yian hanya mengangguk kecil karena dia juga setuju tidak menggunakan senjata.


"Aku juga tidak akan menggunakan senjata!" ucap Li Yian dengan senyum cerah.


Karena Baba Yaga memilih sesuai yang di inginkan dirinya, setelah itu Li Yian langsung bersemangat.


"Baiklah, kita mulai sekarang!" ucap Li Yian kembali.


Li Yian bersemangat karena ada taruhan dalam pertarungan kali ini, apa bila dirinya memang secara tidak langsung dirinya memaksa Baba Yaga untuk mengantar dirinya menuju ke alam Tanasilam.


Wuuuunng..!


Beeesss..!


Li Yian langsung mengeluarkan aura penekanan, aura kuat menuju ke arah Baba Yaga dan sekitarnya! Namun lebih fokus menyerang ke Baba Yaga.


Tidak ingin kalah dari Li Yian, Baba Yaga juga mengeluarkan energi siluman miliknya yang selama ini tidak pernah dia keluarkan sebelum.


Baaammm..!


Aura gelap seketika langsung menyebar ke segala arah, bahkan binatang buas yang ada di sana yang tadinya sudah ketakutan dengan aura Li Yian kini semakin kalang kabut, mereka lari menjauh karena menerima tekanan dari aura siluman Baba Yaga yang sangat hitam dan pekat.


Melihat ini Li Yian tersenyum, dia merasakan hal yang sama saat sedang menghadapi Nam Lutu.


"Hemmm, sekarang aku percaya kau adalah anak dari Nam Lutu teman, karena aura ini sangat mirip dengannya." ucap Li Yian kepada Baba Yaga.


"Saudara Li Yian, sebenarnya aku tidak berniat menggunakan kekuatan ini! Karena menurut ku ini adalah kekuatan darah terkutuk yang ikut mengalir ke dalam nadi darah ku!" jawab Baba Yaga.


Baba Yaga sebenarnya sangat enggan menerima kekuatan yang di turunkan dari darah ayahnya, karena kekuatan ini muncul sangat lama setelah dirinya menerima perlakuan yang menyiksa mental dan batinnya.


Dia ingin kekuatan ini tidak muncul di dalam dirinya saat ini, karena di saat sudah di anggap sampah oleh ayahnya. Malah kekuatan ini baru bangkit belakangan.


Sehingga Baba Yaga berniat tidak akan menggunakan kekuatan ini, namun di tantang oleh Li Yian dirinya tidak ingin kalah begitu saja jadi terpaksa menggunakannya.


"Aku ingin tahu, seberapa kuat kekuatan terkutuk yang kau maksud itu!" ucap Li Yian kembali.


Wooooosss..!


*


*


*


Li Yian langsung menghilang dari pandangan Baba Yaga, mengetahui Li Yian sudah tidak ada di tempatnya semula, Baba Yaga langsung waspada.


Wuuut..!


Baaammm..!


Pukulan Li Yian yang begitu kuat tiba-tiba muncul di samping Baba Yaga mengarah ke bagian kepalanya, kedua pukulan beradu karena Baba Yaga merasakan datangnya pukul dari arah samping sebelum mengenainya.


Pepohonan di hutan itu langsung berpatahan dan tumbang seketika, setelah di tabrak oleh Li Yian dan Baba Yaga yang terpental ke arah yang berlawanan akibat bentroknya pukulan mereka.


'Hemmm, ternyata menggunakan dua persepuluh kekuatan ku Baba Yaga masih bisa menahannya!' ucap Li Yian di benaknya.


Dia berhenti setelah menabrak puluhan pohon besar di sana, hutan yang dulunya lebat dan hijau kini terbentuk bentangan lurus, akibat terpentalnya Li Yian dan Baba Yaga.


Li Yian langsung bangkit dan terbang kembali, lalu menuju ke arah jatuhnya Baba Yaga.


Sedangkan Baba Yaga terbatuk-batuk sesaat, dia langsung mengeluhkan.


"Ternyata kekuatan ini malah membebani tubuh ku!" gumam Baba Yaga dia segera bangkit dari posisi jatuhnya.


Baru juga bangun, tendangan Li Yian sudah mengarah ke bagian perut dirinya, membuat Baba Yaga hanya bisa refleks mengelak saja karena dia belum mempersiapkan pukulan berikutnya.


Serangan Li Yian dua kali berturut-turut dapat Baba Yaga hindari, meskipun dengan susah payah.


Wuuusss..!


Buuuummmm..!


Kraakk..!


Tendangan dan pukulan keduanya saling beradu, Li Yian kali ini masih berdiri tegak di ambang udara saat ini.


Sedangkan Baba Yaga, terkapar dan membentur tanah di bawah dan kembali merusak hutan dengan menimbulkan cekungan yang sangat besar dan dalam.


Uhukk.. Uhukk..!


Baba Yaga batuk dan muntah darah, dia bangun kemudian ingin berdiri lalu jatuh berlutut karena cukup lemas.


"Bagiamana ini bisa terjadi, kenapa kekuatan kami berbeda sangat jauh?" ucap Baba Yaga tidak begitu percaya.


Padahal dirinya sudah menggunakan kekuatan tersembunyi yang di miliki tubuhnya, Baba Yaga berharap menggunakan kekuatan itu karena ingin melihat Li Yian di kalahkan dengan mudah, namun Baba Yaga sendiri yang di kalahkan dengan mudah.


Baba Yaga masih berlutut, lalu muntah darah segar seketika! Namun dia tidak terkapar di sana.


Baba Yaga menggunakan semua kekuatan penuh yang tersembunyi di dalam tubuhnya, sedangkan Li Yian baru menggunakan kekuatan dirinya hanya setengah saja.


Namun analisis Li Yian cukup salah, bahwa Baba Yaga dapat menahan serangan yang terjadi tadi, namun nyatanya Baba Yaga tidak bisa menahannya melainkan langsung terpukul dan terkapar.


Karena cukup cemas, Li Yian bergerak cepat menghampiri Baba Yaga, lalu langsung bertanya.


"Teman, apa kau baik-baik saja?" ucap Li Yian.


Dia langsung menyentuh Baba Yaga dengan cepat untuk mengetahui keberadaan Baba Yaga.


'Hemm, ternyata tubuh Baba Yaga tidak bisa menahan dampak dari kekuatannya sendiri?' ucap Li Yian di benaknya.


Saat di tanya Li Yian, sebenarnya Baba Yaga dengar dan ingin menjawab. Namun yang dia keluarkan kembali muntahan darah segar.


"Telan ini teman!" ucap Li Yian, setelah membantu menyuapkan pil penyembuh kepada Baba Yaga.


Baba Yaga tidak menjawabnya, melainkan langsung menelan pil penyembuhan dengan susah payah hingga akhirnya Baba Yaga berhasil menelan pil itu.


Li Yian terus mengalirkan Energi Qi miliknya ke tubuh Baba Yaga, Li Yian cukup khawatir sebenarnya tidak berniat menyakitkan Baba Yaga seperti ini.


Baba Yaga masih bisa menjaga kesadaran dirinya saat ini, setelah bantuan Li Yian untuk mencerna pil penyembuhan yang tekan Baba Yaga, akhirnya Baba Yaga langsung berucap.


"Aku sudah tidak apa-apa saudara Li Yian! Bagiamana kekuatan kita sangat berbeda jauh, apa yang kaku lakukan baru-baru ini saudara Li?" ucap Baba Yaga hanya lirih saja.


Mendengar pertanyaan itu dari Baba Yaga, Li Yian hanya bisa pasrah dengan menghembuskan nafas pelan.


"Itu adalah kekuatan dahulu ku saat aku hidup di alam langit!" jawab Li Yian singkat.


Mendengar jawaban itu Baba Yaga hanya bisa tersenyum pasrah, dia akhirnya terima dengan kekalahan dirinya kali ini, karena Li Yian juga menggunakan kekuatan dirinya yang dahulu.


\=


\=


...