Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
310 = ALAM TANASILAM KEMBALI TERGUNCANG


\=Chapter 310. ALAM TANASILAM KEMBALI TERGUNCANG\=


\=


\=


Di sisi lain sebelah selatan, Baba Yaga hanya bisa tersenyum cerah dia melihat banyak sekali berbagai binatang siluman, maupun binatang roh! Baba Yaga langsung mengenai mana binatang yang sudah berevolusi menjadi siluman karena dia bisa merasakan itu.


"Daratan ini benar-benar daratan yang di kuasai siluman!" ucap Baba Yaga.


Dia tanpa basa-basi lagi langsung menyerang berbagai binatang siluman yang menargetkan dirinya, karena aura siluman Baba Yaga yang cukup kuat membuat mereka tertarik untuk memangsanya.


Namun sebaliknya Baba Yaga membantai mereka semua dengan muda, karena dia sangat bersemangat untuk mengambil inti kristal siluman milik mereka, di tambah dia sedang bertaruh dengan Li Yian.


*


Li Yian berkata membasmi siluman sebagai anggapan umum membantu pekerjaan dewa! Karena setiap beberapa ratus tahun para dewa di turunkan untuk membasmi siluman yang ada di alam Daulu, karena seharusnya alam Daulu hanya untuk manusia.


Itu di adakan karena untuk menyelaraskan keseimbangan alam, namun karena para dewa di turunkan lebih dari ribuan tahun lamanya siluman dan manusia hampir berbaur sehingga para dewa seperti membasmi manusia juga.


Kebijakan ini di adakan setelah Nam Lutu berkuasa di alam langit, malah semakin lama dia berkuasa yang di basmi adalah manusia! Sedangkan siluman seperti di biarkan, sehingga para siluman di alam Tanasilam semakin mengerikan, entah itu tujuan apa.


...****************...


Di alam Tanasilam.


Nam Lutu yang baru saja selesai meditasi untuk membuka segel pengekangan yang ada di tubuhnya, namun setelah berusaha cukup lama dan menguras banyak tenaga tetap saja gagal, sehingga dia ingin mencari cara lain.


Yaitu dengan melahap energi siluman yang sebesar-besarnya, setelah itu dia akan menghancurkan segel pengekangan dari dalam menggunakan aura yang meluap itu. Sehingga Nam Lutu langsung menuju ke alam Tanasilam secepat mungkin.


*


Di ruangan istana salah satu klan siluman, yang berada di sebuah puncak dan lereng salah satu gunung besar di alam Tanasilam! Di sana terdapat sebuah Istana besar yang di lindungi oleh penghalang yang tidak sembarang orang bisa masuk.


Terlihat salah seorang berlutut di hadapan seseorang yang sedang duduk di singgasananya.


"Ada apa Tetua Lun? Kenapa kau begitu tergesa-gesa ke mari?" ucap seseorang yang sedang duduk di singgasananya.


Ruangan itu sangat luas, dengan dinding dan lantai batu marmer putih, banyak tempat duduk yang besar dan empuk terdapat di sana, di tengah-tengah ruangan terdapat meja besar yang setiap saat bisa di gunakan untuk perjamuan.


"Yang mulai Lang, alam Tanasilam sedang gawat! Raja siluman Nam Lutu telah kembali!" ucap tetua terhormat klan Nam.


Nam Lang adalah adik dari Nam Lutu, dia sekarang adalah pemimpin dari klan Nam klan yang mendominasi di alam Tanasilam di atas klan Baba, namun Nam Lang bersikap lebih tenang dan lebih mementingkan perdamaian di alam Tanasilam, sedangkan Nam Lutu sangat terobsesi dengan kekuatan dan kekuasaan.


Bahkan cita-cita dari Nam Lutu adalah menjadi raja dari tiga alam sekaligus, namun keinginan itu di bilang sangat serakah hingga Nam Lutu mengorbankan segala cara.


Bahkan anaknya tidak di pedulikan sama sekali, malah lebih memilih melenyapkan Baba Yaga yang tidak di anggap sebagai anaknya, sehingga Baba Yaga mengikuti nama dari ibunya yang berasal dari klan Baba.


"Apa Tetua Lun yakni?" ucap Nam Lang sedikit terkejut.


Dia terkejut sedikit senang, karena kakaknya kembali lagi, namun rasa senang itu kalah dengan rasa khawatir dengan kedatangan kakaknya ke alam Tanasilam kembali, karena jika dia kembali alam Tanasilam akan kembali terguncang olehnya.


Karena sifat kakaknya yang sangat ambisius, yang selalu melakukan segala cara yang di anggap dirinya bakal menguntungkan maka Nam Lutu akan ambil, meskipun sangat merugikan untuk orang lain maupun klanya sendiri, namun Nam Lutu tidak peduli akan itu semua.


"Hamba sangat yakin Yang mulia, karena hamba sangat mengenal aura dari raja siluman Nam Lutu! Bahkan aku sudah menyelidiki dan benar hingga sekarang sudah dua klan besar yang di ratakan dengan tanah, oleh raja siluman!" ucap tetua terhormat dengan sangat tegang.


Dia memberitahukan seperti itu pada Nam Lang saja sudah bergidik ngeri, apa lagi dia menyaksikan sendiri bagaimana keganasan dari Nam Lutu itu.


"Terimakasih atas informasinya tetua Lun!" ucap Nam Lang dengan senyuman.


Nam Lang tidak menjawab lagi, hanya mengangguk kepalanya sedikit! Karena dia sekarang sedang berpikir bagaimana sekarang dia akan menangani kakaknya yang sangat keterlaluan dari dulu hingga saat ini.


*


*


*


Alam Daulu.


Hari sudah menjelang sore. Matahari sudah hampir mencapai titik peraduannya di sebelah barat, Li Yian sedang baru saja selesai mengumpulkan semua inti kristal siluman banteng.


Setelah melihat saking banyaknya inti kristal siluman di cincin samudra miliknya, Li Yian berpikir.


"Apakah aku tidak berlebihan memusnahkan terlalu banyak siluman seperti ini?" ucap Li Yian setelah selesai mengumpulkan semua inti kristal siluman.


"Sudah lah ini sudah terjadi!" ucap Li Yian sambil membuang nafas panjang.


"Kenapa juga sebelumnya aku tidak berpikir dahulu tentang tugas dewa yang membasmi siluman dan manusia itu benar apa salah?" lanjut Li Yian berucap.


Dia sekarang baru terpikirkan, bahwa raja para dewa di alam langit kala itu adalah Nam Lutu yang ternyata adalah raja siluman, Li Yian sekarang cukup kesal terhadap dirinya sendiri karena dia tidak membaca sejarah yang sebenarnya dari alam langit, jika saja dia rajin membaca sejarah mungkin dia tidak akan sebodoh sekarang yang tidak tahu asal usul Kekaisaran Langit terbentuk.


Karena itu semua sudah terjadi Li Yian tidak memikirkan lebih dalam lagi, dia akhirnya terbang menuju ke arah timur.


Li Yian juga membawa cukup banyak tubuh dari binatang roh yang belum menjadi siluman, karena dia akan menjualnya ke rumah makan atau semacamnya.


Di karenakan daging dari binatang roh dapat memperkuat tubuh pendekar yang akan menaikkan tingkat ke pelatihan yang lebih tinggi.


Li Yian kini sudah sampai di titik pertemuan dengan Baba Yaga, namun Baba Yaga beluk terlihat di sana.


"Seperti biasa dia selalu saka terlambat dalam melakukan sesuatu!" Keluh Li Yian.


Li Yian akhirnya memilih menunggu Baba Yaga di sana, dia memilih pohon besar untuk duduk bersantai.


Cukup lama Li Yian menunggumu, namun Baba Yaga belum juga kembali ke titik pertemuan. Saat Li Yian akan memakai Baba Yaga dia merasa aura Baba Yaga yang mendekati.


Akhirnya Li Yian tidak jadi memaki Baba Yaga, dia menengok ke arah datangnya Baba Yaga! Dari kejauhan Baba Yaga mulai terlihat sambil melompat ke sana kemari hinggap di pepohonan.


Hingga akhirnya, Baba Yaga sampai di hadapan Li Yian yang berada di salah satu cabang pohon yang cukup besar, baru saja dia mendarat di cabang itu Li Yian langsung membentak.


"Kenapa kau sangat lama teman?" Bentak Li Yian kepada Baba Yaga.


"Lihat, matahari sudah tenggelam begitu lama! Namun kau baru datang sekarang." lanjut Li Yian berucap, sambil menunjuk ke arah barat.


"Maaf saudara Li Yian, aku kehabisan tenaga hingga aku tidak bisa terbang untuk kembali ke sini! Sehingga hanya bisa berlari dan melompati dari pohon ke pohon." jawab Baba Yaga.


Dirinya tahu bahwa dia telah terlambat, sehingga dia tidak menyangkal ucapan Li Yian barusan.


"Sudahlah tidak perlu banyak alasan, segera kita kembali ke kota Wuhan!" jawab Li Yian.


Dia langsung membentuk segel, lalu dengan cepat langsung hilang dari daratan paling barat itu yang hanya di huni oleh binatang buas dan binatang roh maupun binatang yang berevolusi menjadi siluman.


\=


\=


...