
\=Chapter 287. MUNDURNYA PASUKAN KEKAISARAN MING\=
\=
\=
Komandan pasukan Kekaisaran Ming langsung terkaget, dia tidak tahu siapa yang menyerang dirinya dan pasukannya karena tidak ada orang di sekitar mereka selain pasukan elit Kekaisaran Ming.
Komandan pasukan Kekaisaran Ming masih berusaha memegangi kudanya agar kuda itu tidak lari ketakutan karena tekanan berat yang tiba-tiba muncul.
Begitu juga dengan pejabat tinggi Kekaisaran Ming, dia yang merasakan tekanan berat langsung melompat turun dari kudanya lalu mencoba menenangkan.
Sedangkan banyak kuda-kuda dari pasukan elit lainnya berlarian, karena orang-orang yang memiliki kuda itu jatuh terkapar di tanah terkena tekanan yang entah datang dari mana.
"Semuanya tetap bertahan, jangan ada yang panik! Kita di serang oleh kekuatan yang tidak tahu dari mana datangnya!" ucap komandan pasukan Kekaisaran Ming.
Dia sedikit mendengar ucapan dari salah satu anggotanya bahwa ini adalah kekuatan dewa, sehingga dia mengingat kembali apa yang sering di ceritakan oleh leluhurnya.
Dia mengingat bahwa yang bisa menyerang manusia tanpa menyentuh adalah dewa yang di utus untuk memusnahkan manusia.
'Apa ini kekuatan dewa?' ucap komandan pasukan Kekaisaran Ming di benaknya.
Dia memandang ke segala arah namun tidak menemukan sesuatu, di tambah hari sudah sore! Bahkan hampir gelap hanya cahaya matahari yang berwarna keemasan yang terlihat di ufuk barat.
Membuat pandangan dirinya terbatas, dirinya memberikan perintah agar tidak panik terhadap pasukan yang ada di belakang, namun sendirian juga sedikit panik karena memiliki tanggungjawab yang besar terhadap pasukan yang di bawahnya kali ini.
*
Li Yian yang masih terbang di ketinggian, dia langsung menarik kembali aura penekanan yang di lancarkan karena menurut Li Yian itu sudah cukup.
Li Yian hanya berniat menggertak saja tidak berniat melukai mereka, sehingga hanya menggunakan sedikit saja kekuatan yang di milikinya.
"Kalian semua kembalilah, sebelum malapetaka menimpa kalian semua!" ucap Li Yian.
Suara Li Yian menggema di seantero daratan luas itu, orang-orang yang di bawah sana yang tadinya menerima beban berat kini mulai berangsur-angsur membaik.
Lalu mereka bangun perlahan, setelah bangun mereka semua langsung mendengar kata-kata yang sepertinya di tunjukkan kepada mereka semua.
"Apa kau mendengar suara yang menegur kita untuk kembali?" ucap salah satu dari mereka.
"Ya aku dengar, sepertinya itu adalah suara peringatan dari dewa!" jawab temanya.
Dia langsung mengungkapkan apa yang di pikirkan kali ini, karena dia cukup percaya adanya dewa dari alam lain yang dapat memusnahkan alam Daulu.
Suara saling bertanya tentang kebenaran itu terjadi di kerumunan pasukan Kekaisaran Ming, hingga akhirnya komandan pasukan Kekaisaran Ming langsung mengumumkan.
"Semuanya, sebaiknya kita kembali untuk melaporkan kejadian ini kepada Yang mulia Kaisar Ming!" ucap komandan pasukan Kekaisaran Ming.
"Apa kau takut hanya karena peringatan yang entah dari mana datangnya?" ucap pejabat tinggi Kekaisaran Ming.
Dia langsung membentak komandan pasukan Kekaisaran Ming, karena dia ingin misi ini berjalan baik dan mendapatkan hasil, bukan hanya pulang tanpa keberhasilan seperti yang di usulkan komandan pasukan Kekaisaran Ming.
Pasukan elit Kekaisaran Ming yang tadinya senang mendengar ucapan komandan mereka, malah kini di buat tidak senang karena di tentang oleh pejabat tinggi! Sedangkan mereka takut peringatan itu benar-benar mereka alami kedepannya.
"Pejabat tinggi Ming Yu, apa yang kau bicarakan? Bagaimana jika ini benar sebuah peringatan dari dewa untuk kita!" ucap komandan pasukan Kekaisaran Ming.
Dia mencoba membujuk pejabat tinggi Ming Yu, karena dirinya salah satu orang yang percaya adanya dewa.
"Apa kau menjadi orang yang penakut komandan?" ucap pejabat tinggi Ming Yu dengan tatapan tajam.
"Pejabat tinggi Ming Yu, tapi?" ucapan komandan pasukan Kekaisaran Ming terhenti.
Baammm..!
Pejabat tinggi Ming Yu Kekaisaran Ming langsung terkapar dan muntah darah, dia seperti hendak bicara namun tidak bisa yang keluar terus saja lelehan darah kental dari mulutnya.
Begitu juga dengan komandan pasukan Kekaisaran Ming, yang jaraknya sangat dekat sedikit merasakan tekanan berat yang muncul seketika.
Sehingga dia langsung mundur karena takut terkena dampak dari serangan yang menyerang pejabat tinggi Ming Yu.
*
*
*
Sedangkan di tempat lain di ketinggian udara, Li Yian yang samar-samar mendengar percakapan mereka seketika geram, dia mencoba tidak menggunakan cara kasar namun salah satu dari mereka memaksa.
Sehingga Li Yian melancarkan serangan aura penekanan terhadap salah satu dari mereka yaitu, pejabat tinggi Ming Yu.
Sehingga dia langsung terkapar dan muntah darah, bahkan untuk berbicara meminta pertolongan saja dia tidak sanggup.
Li Yian geram, dia sudah memperingatkan namun tidak di dengar oleh pejabat tinggi Ming Yu sehingga dia melakukan sedikit kekerasan terhadapnya.
"Apa kalian tidak dengar apa yang aku katakan! Jika masih ada yang membangkang, maka akan terjadi seperti dia kelak." ucap Li Yian.
Suara Li Yian kembali bergema, di tambah aura dingin kini muncul di sana! Orang-orang di bawah sana langsung merasakan turunnya suhu yang begitu drastis membuat tulang dan gigi mereka langsung ngilu.
"Komandan, cepat kita mundur! Ini benar-benar kekuatan dewa, kita tidak akan bisa membendung kemurkaan atas dewa!" ucap salah satu dari mereka mencoba membujuk untuk segera mundur.
"Benar komandan, kita laporkan saja nanti kepada Yang mulia Kaisar Ming apa yang sebenarnya terjadi, kami siap bersaksi untuk anda!" ucapan lainnya dari salah satu pasukan.
Semakin banyak uang memohon untuk mundur, akhirnya komandan pasukan Kekaisaran Ming langsung membawa paksa pejabat tinggi Ming Yu.
Lalu mereka mundur, meskipun kini kuda mereka sebagian sudah ada yang kari mereka menggunakan seadanya saja untuk kembali ke Kekaisaran Ming.
Mundurnya pasukan Kekaisaran Ming, Li Yian langsung bernafas lega! Karena dia tidak menggunakan kekerasan yang berlebihan.
Li Yian terus melihat pasukan Kekaisaran Ming yang kembali mundur dari kejauhan! Setelah di rasa mereka benar-benar mundur Li Yian langsung berbalik arah dan terbang kembali ke kota anggrek putih.
Sebenarnya dia ingin langsung kembali ke kota Wuhan, namun dia tidak ingin pak tua terkejut dengan hasil pekerjaan dirinya yang sudah selesai dengan secepat ini, sehingga dia ingin beristirahat di kota anggrek putih untuk malam ini.
Li Yian terbang kembali ke kota anggrek putih dengan kecepatan lambat, karena tidak ada sesuatu yang terdesak.
*
Di tempat kejadian pasukan elit Kekaisaran Ming di pukul mundur oleh sesuatu yang tidak di ketahui, tidak jauh dari sana ada beberapa pohon yang besar dan rindang di sana dua orang bersembunyi.
Dua orang ini tidak tahu apa yang terjadi dengan pasukan elit Kekaisaran Ming, tiba-tiba mereka banyak yang terkapar dan tidak bisa berdiri.
Bahkan salah satu dari mereka ada yang terluka dalam cukup parah, dua orang itu kaget karena pasukan Kekaisaran Ming langsung kocar-kacir.
Lebih terkaget lagi dua orang itu juga mendengar suara yang mengancam pasukan Kekaisaran Ming.
"Sial, sebaiknya kita segera mundur dan laporan kejadian ini kepada ketua!" ucap salah satu dari mereka.
Dia tubuhnya bergetar karena dirinya juga takut dengan aura ancaman yang di dengar barusan, apa lagi ada kejadian yang sangat aneh di depan matanya yang menimpa pasukan Kekaisaran Ming.
"Baiklah, itu ide bagus! Dari pada kita di tempat terkuat ini!" jawab temanya, dia juga ketakutan sehingga usulan temannya langsung di setujui.
Dua orang itu langsung melompat turun dari pohon yang rindang dan segera lari menuju ke wilayah selatan Kekaisaran Ming.
\=
\=
...