
\=Chapter 241. SARANG RAMPOK\=
\=
\=
Alam Daulu.
Xu Wuzao meninggalkan dua orang yang telah di buat tidak sadarkan diri olehnya begitu saja, karena dia yakin jika para perampok itu hanya di tekan oleh seseorang yang lebih berkuasa.
Sehingga dia tidak berniat membunuhnya, hanya memberikan sedikit pelajaran kepada anak muda itu.
Karena hari masih sangat pagi, bahkan matahari masih belum memunculkan dirinya, hanya cahaya keemasan yang baru terlihat di ufuk timur saja.
Xu Wuzao berjalan di kota kecil itu, kota yang semalam sangat ramai kini menjadi sangat sepi! Bahkan lampion di sepanjang jalan hanya sedikit sekali yang menyala, berbeda jauh saat malam baru menjelang datang.
"Sebenarnya kemana perginya orang-orang yang semalam ada di kota ini? Ini bahkan seperti kota mati!" ucap Xu Wuzao.
Dia memandang lurus ke arah jalan utama, jalan yang tadinya ramai kini sangat sepi! Membuat Xu Wuzao cukup curiga dengan keadaan seperti ini.
Saat sedang berjalan menyusuri jalan itu, seketika ratusan orang dapat Xu Wuzao rasakan muncul dari arah kanan Xu Wuzao! Meskipun cukup jauh Xu Wuzao dapat merasakan bahwa di sana ada ratusan orang.
Wooooosss..!
Dengan cepat Xu Wuzao langsung melompati bangunan tinggi yang ada di pinggir jalan utama, Xu Wuzao langsung berlari di atap bangunan karena ingin tahu apa yang sedang terjadi di sana sebenarnya.
Hanya membutuhkan beberapa menit saja, Xu Wuzao sampai di bangunan terakhir! Dari bangunan terakhir itu Xu Wuzao melihat orang-orang keluar dari ruang bawah tanah.
"Sepertinya kota ini benar-benar tidak beres?" ucap Xu Wuzao.
Wooooosss..!
Xu Wuzao langsung melesat turun ke tanah sedikit terbang, melompat dengan cepat untuk melewati perkebunan yang di miliki oleh kota kecil itu.
Saat sampai di kerumunan orang yang baru keluar dari ruang bawah tanah, orang-orang itu langsung kaget dan kericuhan langsung terjadi.
"Ada orang asing yang mengetahui markas!" bentak salah seorang dari mereka yang berkumpul banyak.
"Cepat laporan walikota!" seseorang langsung memberitahukan kepada rekannya.
"Baik kak!" jawab orang yang ada di sana.
Setelah menjawab, seseorang dari mereka langsung berlari dan segera masuk ke dalam ruang bawah tanah itu kembali, untuk segera melapor ke walikota yang di lalui Xu Wuzao saat ini.
Xu Wuzao langsung tahu dari ucapan beberapa dari mereka bahwa yang dirinya datangi kali ini adalah sebuah markas rahasia dari rampok.
Setelah tahu bahwa itu sarang rampok Xu Wuzao berdiri tegap di sana dengan mata menatap tajam ke arah mereka semua, puluhan orang menatap Xu Wuzao kembali dengan tatapan yang sama tajamnya.
"Siapa kau orang tua? Apa yang kau lakukan di sini?" ucap seseorang yang paling depan.
"Aku tertarik untuk ke sini, karena kata seseorang yang merampok ku beberapa waktu lalu! Bahwa di sini adalah markas utama!" ucap Xu Wuzao dengan senyum kecil di wajahnya.
"Sial, ternyata dia adalah salah satu mangsa yang berhasil lolos dari kelompok kita!" ucap orang yang tadi membentak.
"Kepung dia, habisi jika perlu!" dia kembali berucap kepada rekan-rekannya di sana.
Sepertinya dia adalah seseorang yang memiliki kedudukan yang cukup tinggi di kelompok rampok yang ada di kota ini, sehingga setiap kata-katanya selalu di patuhi oleh anggota yang lain.
Setelah ucapan perintah itu di jatuhkan, puluhan orang langsung bergerak mengepung Xu Wuzao! Dengan berbagai senjata yang mereka miliki langsung di todongkan terhadap Xu Wuzao.
"Hemmm, sepertinya latihan pagi hari ini cukup berat buat ku!" keluh Xu Wuzao.
Dia mengeluarkan pedang yang ada di pinggangnya, meskipun menghadapi puluhan orang banyaknya, Xu Wuzao tidak lah gentar sedikitpun! Karena Xu Wuzao tahu bahwa kekuatan mereka tidaklah sehebat dari sekte Wuhan yang menyerang dirinya semalam.
"Kakek tua, kau jangan sombong dan mencoba untuk melawan kami! Sebaiknya segera berlutut dan meminta ampun, jika tidak maka nyawa anjing kau yang akan melayang." ucap seseorang lain yang ada di sana.
Dia melihat Xu Wuzao sangat sombong, sehingga membuat amarah dirinya langsung bangkit! Karena melihat Xu Wuzao yang sangat tua namun begitu sombong ingin melawan para pendekar muda yang sedang mengepungnya.
Seharusnya jika Xu Wuzao orang yang tidak sombong dan tahu keadaan, melihat pengepungan seperti itu dia harus tersungkur dan bersujud meminta ampunan.
Mendengar ucapan yang begitu kasar dan merendahkan terhadap dirinya yang terlihat begitu tua dan tidak berdaya, Xu Wuzao langsung tersenyum tipis.
"Kau yang harus jaga nyawamu bocah!" ucap Xu Wuzao.
Wooooosss..!
Slaazz..?
Braaakk..!
Xu Wuzao bergerak dengan kecepatan kilat, tidak ada orang yang dapat merasakan pergerakan Xu Wuzao maupun melihatnya.
Kini Xu Wuzao sudah berdiri di dekat dengan tubuh yang tergeletak dengan kepala terpisah, tubuh itu adalah orang yang tadi menghina Xu Wuzao.
Dia sengaja tidak kembali ke tempatnya semula, karena ingin memberikan intimidasi yang nyata terhadap para bocah yang baru belajar ilmu beladiri itu.
Saat melihat rekan mereka yang mati begitu saja tanpa perlawanan, mereka yang dekat dengan Xu Wuzao langsung heboh dan bergerak mundur sangat jauh.
Karena saking takutnya melihat keganasan Xu Wuzao, mereka melihat Xu Wuzao seperti dewa kematian bagi mereka semua yang ada di sana.
"Bagaimana bisa aku tidak melihat pergerakan orang tua itu?" ucap salah satu dari mereka berucap lantang.
Dia berucap demikian karena saking tidak percayanya terhadap kehebatan dari Xu Wuzao itu.
"Ya, aku juga tidak tahu kapan dia bergerak, sampai ke tempat lawannya!" jawab salah satu dari temannya.
Saat Xu Wuzao ingin membuka suara untuk memberikan peringatan terhadap pendekar pemula itu, dari belakang ada suara yang menggelar terdengar.
*
*
*
"Siapa yang berani mengacau di markas besar dari kelompok ku?" bentak orang itu dengan sangat keras.
Sura yang tinggi dan keras itu, sukses membuat semua orang yang ada di sana langsung menengok ke arah belakang, lalu mereka semua langsung memberikan celah agar orang yang baru datang itu langsung berhadapan dengan Xu Wuzao.
Xu Wuzao melihat orang yang datang dengan tatapan seperti pernah mengenalnya! Lalu dia berusaha untuk mengingat, kapan dia pernah bertemu dengan orang itu.
Beda halnya orang yang baru datang, setelah melihat Xu Wuzao dia langsung mundur beberapa langkah tubuhnya langsung menggigil ketakutan.
*
Kejadian 20 tahun yang lalu langsung terbayang olehnya! Sehingga tubuhnya langsung menggigil secara tiba-tiba, bahkan dia hampir merasakan bahwa tanah di sana tidaklah keras.
Sehingga badannya hampir limbung dan tersungkur ke tanah, namun dia berusaha untuk bertahan dengan kuat.
"Pak tua Xu Wuzao, ap-apakah itu anda?" ucap orang itu langsung tergagap.
"Lihat, tuan walikota sudah tiba! Tua bangka itu pasti mati!" ucap seseorang dari belakang sana.
"Ya, tua bangka yang telah membunuh rekan kita pasti akan di adili oleh tuan walikota!" jawab yang lain.
Suara riuh, langsung bersautan satu sama lain! Membuat muka walikota itu semakin jelek dan memerah karena menahan amarahnya yang sangat tinggi.
"Diam kalian semua para bajingan!" bentak walikota, terhadap semua anggota perampok miliknya.
Sura keras yang menggema kedua kalinya dari walikota, sukses membungkam semua orang yang ada di sana.
Xu Wuzao semakin tidak mengerti, karena orang yang menjadi walikota mengenal dirinya!.
\=
\=
...