Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
140 = MENJALANKAN RENCANA


\=Chapter 140. MENJALANKAN RENCANA\=


\=


\=


Li Yian sudah kembali ke jalan Gope yang ramai pengunjung, dia ingin segera kembali ke penginapan lalu mencari Baba Yaga.


Setelah menjanjikan itu terhadap kelompok informasi bayaran, Li Yian tidak bisa tenang! Sehingga ingin segera mencari Baba Yaga sedang berada di mana.


"Sial, aku harus mencari dia ke mana! Setelah seperti ini aku menyesal membiarkan dia pergi bebas seperti itu!" kalah Li Yian sambil berjalan.


Hari sudah siang benderang, matahari sedang berada di titik tertingginya! Namun jalan Gope masih saja rami pejalan kaki.


Membuat langkah Li Yian tidak bisa begitu cepat, di tambah di sana jarang sekali pengunjung pendekar! Rata-rata di sana adalah orang biasa.


Setelah keluar dari jalan Gope, Li Yian mulai mempercepat langkahnya! Bahkan seperti berlari kencang, karena perbatasan wilayah utara dengan wilayah istana Kekaisaran Tang cukup jauh.


*


*


*


Di tempat lain.


Karena sudah mengulangi pekerjaan semalam beberapa kali lagi, Baba Yaga kembali tertidur di pagi hari itu.


Kini dia terbangun karena panggilan dari perutnya yang sudah keroncong, Baba Yaga segera mengenakan pakaian miliknya dengan cepat! Lalu segera keluar dari kamar itu, meninggalkan tiga wanita di dalamnya.


Setelah keluar dari sana Baba Yaga menuju ke tempat makan yang di sediakan di rumah hiburan itu, sebenarnya Baba Yaga bisa saja memesan makanan dan di bawa ke dalam kamar.


Namun Baba Yaga tidak mengetahui.


"Sangat lapar, ternyata kegiatan seperti itu sama halnya mengurus energi!" keluh Baba Yaga.


Saat sampai, dia langsung memesan semua menu yang tersedia kepada pelayan bagian rumah makan.


Dia tidak memilih tempat duduk terlebih dahulu, melainkan memesan terlebih dahulu baru duduk.


Baba Yaga mencari tempat duduk yang paling pinggir, langsung duduk saja tanpa memikirkan orang di sekitar tempat makan itu.


Tidak menunggu waktu lama meja besar di hadapan Baba Yaga sudah di penuhi oleh makanan yang tadi Baba Yaga pesan di awal. Kini dia sudah mulai makan, suara kunyahan Baba Yaga sangat keras saat makan membuat orang yang ada di sana yang tadinya tenang dan tidak peduli kini mulai memandangi.


"Hei, apa kau lihat pemuda itu?" ucap salah seorang pengunjung rumah hiburan itu.


"Ya aku lihat, dia adalah orang yang memperebutkan dewi malam di tempat ini bersama panglima perang Kekaisaran Tang! Memangnya ada apa?" tanya kembali temannya.


"Bodoh, apa kau tidak menyadari? Bahkan dia seperti titisan siluman, karena begitu banyak dan kotornya dia dalam cara makan!" ucap orang yang pertama berucap secara berbisik.


Di sebrang sana Baba Yaga langsung menaikan kepalanya, lalu menengok ke segala arah setelah itu dia langsung memakan kembali.


Kedua pemuda yang membicarakan langsung menunduk ketakutan, karena telah membicarakan hal buruk pada Baba Yaga sebelumnya.


"Kau, jika membicarakan seseorang jangan keras-keras seperti itu!" temannya langsung mengingatkan.


"Kau juga sama, sudahlah lebih baik kita diam saja!"


Akhirnya mereka diam, lalu melanjutkan makan kembali, sedang Baba Yaga sudah hampir selesai menghabiskan makanan miliknya yang ada di meja besar di hadapannya.


Saat dia hendak nambah kembali, dia langsung ingat.


"Sial, aku sudah terlalu lama meninggalkan saudara Li Yian! Aku harus kembali." gumam Baba Yaga lalu segera menaruh sumpit yang sedang dia pegang.


Setelah itu dia langsung berjalan kembali ke dalam kamar yang tadi di gunakan untuk bermalam bersama tiga gadis penghibur.


Sesampainya di kamar itu Baba Yaga sudah menentang tiga kantong berisi koin emas yang cukup banyak, tiga gadis itu juga sudah bangun dan sedang membersihkan dirinya.


"Kalian ternyata sudah bangun?" ucap Baba Yaga.


"Aaaaahhh..!" tiga gadis muda itu langsung menjerit karena ada orang yang tiba-tiba masuk.


Baba Yaga melihat ini hanya bisa melongo saja, dia berpikir lambat! "Sial apa-apaan tiga gadi ini? Semalam begitu semangat menujukan miliknya, sekarang kenapa jadi malu?" Baba Yaga langsung membatin.


"Ah ternyata tuan, kami kira siapa?" salah satu gadis itu berucap.


"Ya aku akan segera pergi, ini bonus untuk kalian! Krincang." ucap Baba Yaga, setelah itu dia melemparkan tiga kantong berisi koin emas di tangannya.


Bunyi dari tiga kantong yang di lemparkan itu membuat tiga gadis itu cukup penasaran.


Belum juga tiga wanita itu menjawab, Baba Yaga langsung pergi sambil melambaikan tangannya.


Salah satu dari mereka mengambil kentong itu lalu dengan cepat membukanya, dia langsung terdiam.


"Koin emas yang sangat banyak!" ucap salah satu gadis itu.


Dengan cepat dua gadis lainnya langsung mengambil bagian mereka masing-masing, mereka cukup senang mendapatkan bonus besar hari ini.


Baba Yaga keluar dengan cepat, dia menghabiskan banyak koin emas kali ini! Tapi menurut Baba Yaga itu murah, karena rumput di hutan kabut ilusi saja harganya bisa 3 kali lipat mahalnya.


*


*


*


Li Yian sudah sampai di penginapan yang di tinggali semalam, dia baru sampai di depan pintu masuk namun dari belakang ada yang memanggilnya.


"Saudara Li Yian, kau rupanya sedang bersenang-senang juga yah?"


Li Yian langsung menengok dari kejauhan dia melihat Baba Yaga, dia bergumam.


"Bersenang-senang apa meningkatkan latihannya, bagaimana aura siluman dirinya sudah tidak bisa di rasakan oleh ku?"


Dengan cepat Baba Yaga sampai di hadapan Li Yian, lalu menepuk pundaknya.


"Apa ada masalah?" tanya Baba Yaga dengan sangat bersemangat.


"Kau habis bersenang-senang apa habis meningkatkan kekuatan kau teman?" tanya Li Yian sedikit menyelidiki.


"Ada apa, kenapa kau melihat ku seperti aku ini luar biasa! Tapi memang semenjak mendalami teknik yang kau ajarkan aku memang terlihat luar biasa! Ha-ha-ha-ha." dia berbicara lalu tertawa terbahak-bahak.


"Sudahlah abaikan saja, tunggu di sini sebentar!" ajak Li Yian.


"Kita akan kemana?" Baba Yaga langsung penasaran, karena jika Li Yian langsung serius seperti itu berarti dia akan melakukan hal-hal menarik.


"Kita akan menjalankan rencana!" jawaban Li Yian, lalu langsung melangkah masuk ke dalam penginapan yang sudah di sewa sebelumnya.


"Rencana apa, kau belum bilang apa-apa. Bagaimana aku bisa tahu nantinya!" Baba Yaga ingin mengetahui sehingga terus bertanya.


Dia mengekori Li Yian dengan cepat, padahal Li Yian menyuruhnya untuk menunggu.


Li Yian mendatangi bangunan utama dari penginapan yang di tempati semalam, dia langsung mendatangi resepsionis.


Setelah sampai Li Yian langsung memberikan kunci kamar yang di tempati.


"Permisi nona, kami akan mengembalikan kunci ini! Karena kami akan melanjutkan perjalanan." ucap Li Yian.


Kunci itu di terima oleh pelayan yang menyambut tamu! " Terimakasih tuan-tuan, semoga perjalanan tuan menyenangkan!" ucapnya dengan senyum ramah.


Li Yian langsung pergi dari sana, di ikuti oleh Baba Yaga dengan cepat! Mereka berdua langsung pergi dari penginapan itu dengan cepat, karena akan menjalankan rencana, hingga Li Yian lupa telah merusak kamar yang di huni semalam.


"Orang-orang aneh, hanya satu malam menginap tapi memesan penginapan ini hingga empat malam ke depan, pemborosan yang tidak berarti!" keluh pelayan penerima tamu.


Dia langsung tahu setelah memegang kunci kamar yang di kembalikan.


\=


\=


..