Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
326 = KERIBUTAN BESAR DI LUAR KOTA WUHAN


\=Chapter 326. KERIBUTAN BESAR DI LUAR KOTA WUHAN\=


\=


\=


Xu Wuzao dengan cepat keluar dengan orang yang membawa berita, sedangkan Hau Lin tetap fokus mengurus pelelangan yang akan di adakan esok hari.


Xu Wuzao menyuruh tetap tenang, karena itu urusan dirinya dengan sekte Wuhan pastinya! Karena Hau Lin bukanlah petarung di garis depan dia adalah ahli dalam hal obat-obatan herbal.


Sehingga Xu Wuzao tidak memberikan beban masalah yang berhubungan dengan kekerasan maupun keributan pada umumnya.


Xu Wuzao pergi sendiri, sedang untuk semua penjaga keamanan sudah di beritahukan oleh Xu Wuzao harus tetap waspada apapun yang terjadi.


Xu Wuzao memilih menggunakan kuda, agar tidak terlalu mencolok di hadapan para warga kota Wuhan bahwa sedang terjadi keributan besar di luar kota Wuhan.


Dia tidak ingin memberikan tekanan ketakutan terhadap penduduk kota Wuhan yang mayoritas adalah orang-orang biasa bukan pendekar, meskipun hari ini dan beberapa hari yang lalu orang-orang dunia persilatan berdatangan ke kota Wuhan, namun mereka hanyalah tamu sedangkan yang harus bertanggung jawab atas keributan ini adalah tuan rumah.


*


Di luar kota Wuhan.


Beberapa jam yang lalu, kira-kira 100 orang banyaknya datang dari arah Utara! Orang-orang ini bergerak dengan cepat, namun saat hendak masuk ke kota Wuhan mereka di hentikan oleh penjaga gerbang kota Wuhan.


"Tunggu, kalian semua berhenti untuk membayar pajak masuk kota!" ucap seseorang yang sedang menjaga gerbang.


Sedangkan cukup banyak anak murid elit dari sekte Wuhan yang berjaga di balik gerbang dan tembok besar kota Wuhan.


Ini semua adalah hal rutin jika akan di adakan lelang dari rumah pelelangan anggrek putih, karena sudah dua kali pasti ada saja keributan kecil di gerbang utama kota Wuhan.


Sehingga sekarang, sekte Wuhan menurunkan cukup banyak murid elit untuk mengamankan perbatasan kota.


Seseorang yang sepertinya pemimpin dari mereka semua maju dan menyipitkan matanya, dia adalah orang yang memiliki tempramen yang buruk. Sehingga hanya masalah kecil saja bisa menjadi besar.


"Siapa kalian? Sangat berani menghadang rombongan kami ini!" bentak ketua dari rombongan itu.


Otot di dahinya langsung bertonjolan, dia sangat marah jika sesuatu yang di kerjakan di halangi seseorang.


"Maaf tuan, tapi peraturan di sini harus membayar pajak jika ingin masuk ke kota Wuhan!" jawab penjaga gerbang masih dengan hormat.


Dia tahu sudah berapa banyak orang yang bertanya dengan hal serupa demikian, sehingga dia tidak kaget maupun marah.


Namun setelahnya, dia cukup kaget dengan apa yang di lakukan oleh si ketua kelompok.


"Bedebah, cari mati kacung seperti kalian ini!" bentaknya kembali.


Wooooosss..!


Baaammm..!


Serangan biasa dari ketua rombongan itu, di hadang langsung oleh dua orang dari murid elit sekte Wuhan.


Pukul biasa yang di lancarkan menurut ketua rombongan yang datang dapat menewaskan penjaga gerbang, namun dia tidak menyangka bahwa serangan dirinya akan di tahan oleh dua orang lainnya yang muncul dari balik pintu gerbang.


"Kalian mundur lah! Mereka semua berbahaya." ucap salah satu murid elit sekte Wuhan.


Setelah berbicara demikian, dua orang itu langsung melompat mundur cukup jauh! Dia tahu orang di depannya sang berbahaya, mungkin setingkat dengan kepala sekte Wuhan yang lama.


Sedangkan setelah kejadian ini, dua orang dari murid elit langsung bergegas lari ke dalam kota dan salah satu dari mereka berbelok arah menuju ke sekte Wuhan.


Setelah di peringati untuk mundur, dua orang dari penjaga gerbang kota Wuhan langsung mundur.


Dia tidak tahu kapan serangan itu datang, meskipun dia termasuk pendekar namun tingkatan pelatihan miliknya masih sangat dasar, sehingga serangan biasa dari ketua kelompok itu saja dia tidak bisa menghindari.


"Ada juga rupanya orang di wilayah ini yang cukup lumayan!" ucap ketua kelompok itu dengan semangat tinggi.


"Siapa kalian sebenarnya?" ucap salah satu murid elit sekte Wuhan.


"Kami siapa, bocah ingusan tidak perlu tahu!" ucap ketua kelompok itu dengan sangat arogan.


"Ha-ha-ha-ha-ha...!"


"Ha-ha-ha-ha-ha..!"


Orang-orang kelompok Sabit Kematian langsung tertawa terbahak-bahak, mereka tidak akan maju sebelum mendapatkan perintah dari ketua kelompok mereka.


Karena hanya orang-orang kecil seperti penjaga gerbang, bagi ketua mereka bukanlah masalah besar. Sehingga mereka semuanya cukup menonton di belakang saja.


*


*


*


Murid elit sekte Wuhan hanya diam saja di katain sebagai bocah ingusan, setelah kematian dari Yan Yin. Mereka langsung di didik oleh Bai Li agar tidak gegabah dan sombong, karena kesombongan bisa jadi yang membuat kita hancur.


"Haaahhh, mengikuti aturan? Orang kuat tidak perlu mengikuti aturan, karena aturan adalah orang kuat itu sendiri." jawab pemimpin kelompok Sabit Kematian.


Dia sangat yakin dengan kekuatan yang di milikinya, sehingga tidak ada kata tunduk kepada siapapun kecuali terhadap ketua dari kelompok Sabit Kematian.


"Jika tidak mengikuti aturan, tuan-tuan sekalian bisa pergi dari perbatasan kota Wuhan ini!" jawab murid elit sekte Wuhan.


"Banyak Bicara, mampus lah!" bentak pemimpin kelompok Sabit Kematian yang datang ke kota Wuhan.


Wooooosss..!


Dia menghilang dari pandangan semua orang, bahkan dua murid elit sekte Wuhan langsung mundur karena gemetar dan sangat terkejut.


Baaammm..!


Namun dari belakang murid elit sekte Wuhan ada yang memukul dengan keras, hingga dua orang itu langsung tersungkur ke depan hingga tidak bisa bangkit kembali keduanya tidak sadarkan diri.


Karena bagian tengkuk mereka di hantam dengan pukulan yang sangat keras.


"Ha-ha-ha..!"


Tawa semua orang dari kelompok Sabit Kematian, karena mereka menganggap orang-orang dari daratan ini sangat lemah.


"Sangat lemah, tapi sok ingin menjaga kota!" teriak salah satu orang dari kelompok Sabit Kematian.


Wooooosss..!


Wooooosss..!


Tap..Tap..Tapi..!


Beberapa orang murid elit sekte Wuhan langsung mengepung pemimpin kelompok Sabit Kematian, salah satu dari murid elit sekte Wuhan langsung membawa kedua temannya yang sudah tidak sadarkan diri agar menjauh dari tempat pertempuran.


Wooooosss..!


Pemimpin kelompok Sabit Kematian menghilang dari kepungan murid elit sekte Wuhan, lalu muncul kembali di barisan depan kelompok Sabit Kematian dengan senyuman mengejek.


"Kau, habisi mereka semua! Aku sangat malas berurusan dengan orang-orang lemah!" ucap pemimpin kelompok Sabit Kematian.


"Baik pemimpin..!" jawab salah satu anggota kelompok Sabit Kematian.


Lalu dia maju ke depan murid elit sekte Wuhan, tanpa menggunakan senjata apapun! Karena dia yakin bisa mengalahkan mereka semua tanpa kesulitan.


Murid elit sekte Wuhan masih terkejut, karena mereka semua tidak menyadari kapan orang yang barusan di kepung bergerak, tahu-tahu sudah berada di depan rombongan yang mereka bawa sebelumnya.


Dengan kejadian ini, murid elit yang ada di sana semakin tertekan. Karena dia tahu bahwa lawan kali ini sangat mengerikan di tambah sangat banyak.


Namun mereka dapat bernafas sedikit lega, karena kelompok itu tidak menyerang sekaligus melainkan hanya menugaskan satu orang.


"Hai, siapkan diri kalian masing-masing untuk mati!" ucap salah seorang anggota kelompok Sabit Kematian.


Wuuut..!


Baaammm..!


Baaammm..!


"Uhukk..!" Salah satu murid elit sekte Wuhan langsung terpental mundur cukup jauh dan memegangi perutnya lalu muntah darah dan tidak sadarkan diri.


Sedangkan yang serangan ke dua, bisa di tangkis hanya saja lengan murid elit sekte Wuhan seperti mati rasa dan membengkak besar.


"Aaakkkhh..!" jerit kesakitan karena tangan dirinya cidera.


Keributan di sana sangat ramai, hingga memancing beberapa pendekar dari sekte-sekte lain yang ada di sana sehingga mereka menjadi penasaran.


Mereka yang hendak masuk ke kota Wuhan, kini tertahan oleh mereka bahkan yang sudah masuk juga kembali untuk melihat apa yang terjadi.


Setelah berhasil melumpuhkan kedua dari murid elit sekte Wuhan, mereka langsung melumpuhkan sisanya namun ada perlawanan dari murid elit sekte Wuhan.


Sehingga pertarungan cukup ramai dan menimbulkan kebisingan yang mengundang orang-orang untuk berkumpul.


Namun saat murid elit sekte Wuhan terdesak dan hendak di habisi, dari arah kota muncul seorang dan langsung membendung serangan orang dari kelompok Sabit Kematian.


Baaammm..!


"Siapa kalian, seenaknya saja membuat keributan di wilayah orang?"


Murid elit sekte Wuhan yang melihat orang itu sangat senang, hingga akhirnya dia tidak sadarkan diri karena sudah begitu kelelahan.


\=


\=


...