
\=Chapter 086. KEKALAHAN HAO LUNG\=
\=
\=
Hao Lung sudah mulai kehabisan tenaga dalam, karena pedangnya yang sangat berat sehingga setiap kali dirinya menyerang dengan pedang itu harus menggunakan kekuatan tenaga dalam yang sangat besar.
Begitu juga dengan Cu Qing Fei, dia cukup menguras banyak tenaga dalam! Karena serangan Hao Lung begitu berat, sehingga setiap kali dirinya di serang harus menangkis dengan kekuatan besar.
Namu Cu Qing Fei cukup beruntung, dia banyak menghindari dari pada menangkis serangan mematikan dari Hao Lung! Sehingga tenaga dalamnya cukup untuk mengalahkan Hao Lung.
Keduanya kembali mengambil jarak, para penonton sudah sangat gatel tangan dan mulutnya! Sehingga mereka banyak yang mengeluh.
"Pertarungan ini sangat lama, meskipun menarik! Tapi uangku tertunda untuk berlipat ganda!" keluh salah satu penonton yang bertaruh uang.
"Ya cukup lama, tapi ini sangat menegangkan! Aku tidak begitu peduli dengan uang berlipat ganda!" jawab temanya.
"Bagaimana kau peduli, kau kan tidak ikut bertaruh! Untuk makan saja susah, apalagi untuk bertaruh di sini!" jawab temanya sambil sedikit mengejek.
"Bedebah kau! Apa ingin bertarung?" bentak orang yang tadi di hardik cukup kesal.
"Sudah-sudah, lanjutkan menonton saja!" ucap orang lain yang terganggu dengan perkelahian mereka.
Akhirnya mereka hanya adu mulut saja, saling mengejek!.
Di tengah arena pertarungan, Cu Qing Fei langsung bergerak dengan kecepatan maksimal dirinya.
"Dia masih bisa bergerak secepat itu!" ucap Hao Lung dengan kaget.
Karena penglihatan dirinya sudah sedikit kabur, dia tidak bisa mengikuti pergerakan Cu Qing Fei yang masih sangat cepat.
Tiba-tiba, tubuh Cu Qing Fei muncul di atas tubuh Hao Lung dengan tebasan tombak di tangan kanannya.
Karena gerakan itu sangat tiba-tiba, Hao Lung langsung melindungi bagian dadanya dengan pedang panjang miliknya.
Trang..!
Suara nyaring terdengar, percikan bunga api yang cukup besar tercipta akibat benturan itu! Cu Qing Fei berjungkir balik lalu menendang dengan sangat keras bagian punggung dari Hao Lung.
Buukk..!
"Uhukk..!" Hao Lung langsung batuk dan memuntahkan darah lalu tersungkur ke arah depan.
Cu Qing Fei langsung mendarat dengan anggun di belakang tubuh Hao Lung yang terkapar.
"Si sial! Aku tidak boleh kalah!" ucap Hao Lung dengan sangat lirih, lalu dia langsung tidak sadarkan diri.
Wasit pertarungan langsung menghampiri Hao Lung di tengah-tengah arena pertarungan! Setelah memeriksa keadaan Hao Lung wasit pertarungan mengumumkan bahwa Hao Lung kalah.
Setelah itu pembawa acara, kembali mengumumkan kekalahan Hao Lung pada semua penonton.
Penonton yang mendukung Cu Qing Fei langsung bersorak kegirangan, sedangkan yang mendukung Hao Lung hanya bisa tertunduk lesu.
"Hei, kenapa kau lesu begitu?" Baba Yaga penasaran dengan penonton yang di sebelahnya.
"Bagaimana aku tidak lesu! Gajih ku bulan ini, aku habiskan untuk bertaruh!" ucap penonton itu dengan lirih.
"Bagaimana bisa? Kan kompetisi belum berakhir, belum tahu siap juara kompetisi generasi muda ini! Bagaimana kau bisa kalah?" Baba Yaga masih bingung.
Baba Yaga tidak tahu karena dirinya tidak ikut memasang taruhan dadakan, setiap ada pertarungan.
"Itu taruhan dadakan, apa kau tidak ikut bertaruh tadi?" jawab penonton itu.
"Aku tidak tahu, hanya bertaruh siapa yang akan jadi juara saja! Ternyata ada taruhan lagi yang seperti itu? Sial aku kekurangan informasi." keluh Baba Yaga karena tidak ikut bertaruh.
"Bertaruh lah, di sana tempatnya! Namun hanya berlipat ganda saja, tidak sampai 10 kali lipat seperti taruhan juara kompetisi!" orang itu menjelaskan.
"Sial, uang ku hanya tersisa sedikit saja di kantung!" keluh Baba Yaga.
Karena sudah tahu ada perjudian lain Baba Yaga langsung berlari menuju ke tempat yang di tunjukkan.
*
*
*
"Ini kesempatan terakhir, jika tetap tidak bisa merasakan maka harus mendekati secara langsung setelah kompetisi ini berakhir!" ucap Bao Huo di benaknya.
Li Yian tidak peduli terhadap orang yang melihat ke arah dirinya, dia ingin melakukan pertarungan kali ini dengan cepat karena sudah sangat jenuh! Hanya menunggu dan di pandangi oleh banyak orang.
Sedangkan Xu Wuzao duduk tenang di kursinya, dia tidak berkomentar sedikitpun tentang generasi muda kali ini! Tidak seperti para pendamping lainya.
Hanya Xu Wuzao saja seorang kepala sekte yang ikut mendampingi! Sedangkan sekte lain di dampingi oleh para tetua sekte.
Di sisi lain tempat anak murid sekte anggrek putih lainnya duduk, setelah mereka melihat pertarungan antar jenius beladiri sekte besar hanya bisa terpaku.
Mereka tidak bisa berkata apa-apa, karena menurutnya mereka tertinggal sangat jauh dengan jenius sekte besar!.
"Pantas saja aku langsung di kalahkan dengan mudah!" gumam Lan Zhuo.
Dia lalu memandang ke arah Li Yian, dirinya langsung bergetar! Entar rasa marah atau rasa iri.
"Sebentar lagi Li Yian akan bertarung! Sebaiknya kita lihat dengan pasti kemampuan dia, Lan Zhuo!" ucap Ding Qiao.
Lan Zhuo hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangan dirinya dari Li Yian.
*
Wang Yao sangat bersemangat setelah mengetahui, Li Yian akan bertarung sekarang! Meskipun pembawa acara belum mengumumkan tapi semua orang tahu karena sudah melihat di tabel peserta.
"Li Yian, hajar dia dengan telak! Aku yakin meskipun dia dari sekte besar kau sanggup mengalahkannya!" gumam Wang Yao.
Pembawa acara langsung memanggil Li Yian dan peserta dari sekte elang putih! Sekte elang putih adalah sekte yang besar di bagian utara sedikit ke barat, namun mereka lebih tertuju dan tidak menonjolkan diri.
Li Yian memasuki arena pertarungan, di ikuti oleh anak muda berumur 14 tahun hampir 15 tahun, namun parasnya begitu imut seperti seorang bocah kecil.
Pipi anak itu sedikit kemarahan, rambut panjang berkibar di tiup angin! Dengan pakaian putih polos, terlihat begitu menawan.
Berbanding terbalik dengan Li Yian, dia terlihat urakan dalam penampilan! Namun parasnya cukup tampan dan klimis namun tidak terlihat berusia muda karena posturnya yang cukup tinggi.
Mereka berdua saling menatap! Karena wasit pertarungan belum mengumumkan mulainya pertarungan.
Lawan Li Yian langsung mengeluarkan pedang tipis miliknya, saking tipisnya pedang itu seperti cermin yang di timpa sinar matahari.
"Wah..! Pedang apa itu?" ucap beberapa penonton.
Para pendamping tahu, bahwa pedang itu termasuk senjata kelas tinggi milik sekte elang putih! Karena cukup tersebar di kalangan para petinggi bahwa pedang itu sangat kuat dan tajam.
Orang-orang tidak mengenali anak itu, karena dia menyembunyikan namanya hanya menggunakan nama sekte saja saat di panggil untuk bertarung.
Li Yian seperti biasa mengambil pedang pendek dari balik jubahnya, lalu dengan cepat dia mengeluarkan pedang itu dari sarungnya.
Li Yian dan lawannya di tanyai oleh wasiat pertarungan! Tentang kesiapan masing-masing, karena sudah siap. Wasit pertarungan mengumumkan mulai.
Li Yian mundur dua langkah menjaga jarak.
Wosss..!
Anak imut itu langsung bergegas dengan kecepatan kilat, setelah berjarak beberapa langkah dari Li Yian dia langsung mengerjakan pedang memantulkan sinar matahari ke mata Li Yian.
Clang..!
Tebasan keras dan kilat mengarah ke Li Yian, karena mata Li Yian begitu silau dengan pantulan sinar itu! Li Yian hanya bisa menangkis tebasan pedang tipis.
Namun pedang pendek miliknya langsung terpotong menjadi dua! Li Yian langsung melompat mundur lebih jauh.
"Hem, menarik! Dia cukup cerdik!" gumam Li Yian.
Sebagian penonton terdiam, pendamping peserta puna cukup terpana melihat serangan barusan.
\=
\=
...