Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 75 - Sebuah Wadah


Sementara Xue Zhan mengusap punggung gadis itu berusaha menenangkannya, "Di sini tidak akan ada yang menyakitimu, ceritakanlah semuanya agar hatimu sedikit lega."


Gadis itu terlalu lelah menghadapi penderitaan demi penderitaan yang terus menggerogotinya, keinginan orang tuanya dan Kaisar Li bukanlah hal yang bisa diterimanya dengan mudah, bahkan jika dia diberikan uang sebanyak apa pun.


"Ayahku ..." Wen Zhiqiang menatap Xue Zhan, melihat tatapan itu begitu lembut dan membuatnya merasa aman.


"Ayahku dan Kaisar Li bekerja sama untuk menciptakan sebuah wadah, Kaisar Li menyadari bahwa keberadaan Batu Elemen Penguasa Bumi telah terancam dan mulai mengambil langkah untuk menciptakan objek yang lebih aman sebagai pelindungnya. Sesuatu yang tidak terlalu mencolok dan sulit dipercayai."


" ... Yaitu dengan memasukkannya ke dalam tubuh manusia."


Ketika mendengarnya, bahkan Jiazhen Yan pun bereaksi kaget seperti yang lain.


"Apa katamu? Dimasukkan ke tubuh manusia? Bahkan air yang terkena Batu Elemen Penguasa Bumi saja bisa membunuh manusia kurang dari satu jam!" seru Xue Zhan tidak habis pikir.


"Karena itu selama 16 tahun ayahku memberikanku semua sumber daya dan obat-obatan terbaik. Alam Suci Surgawi terkenal dengan kemampuan obat-obatan dan penyembuhannya. Ayahku sangat setia untuk mengabdi pada Kaisar Li hingga menelantarkan anaknya bukanlah masalah besar."


Tetes air mata jatuh ke pangkuan Wen Zhiqiang, perlahan Xue Zhan memahami perasaan gadis itu hingga dia sampai nekat masuk ke Hutan Siluman Terkutuk. Masuk ke dalamnya sudah jelas dia akan mati, tapi malah berujung petaka. Hutan Siluman Terkutuk rupanya adalah kandangnya Menara Giok Hantu.


"Seperti biasa, Kaisar Li sangat kejam dan ambisius. Dia seperti Yin dan Yang. Tidak bisa dibilang baik, tidak bisa dibilang jahat," timpal Xiao Rong yang lebih mengenali bagaimana wanita itu berlaku.


Wen Zhiqiang mengangguk. "Ayah menjodohkanku dengan seorang pria dari Sungai Ning yang selama ini sudah menjaga Batu Elemen Penguasa Bumi. Setelah upacara pernikahan, Batu Elemen Penguasa Bumi akan dimasukkan ke dalam tubuhku. Dan sepanjang hidupku-tidak, selamanya aku akan menjadi buruan manusia. Aku bukan lagi manusia. Aku tidak menginginkan pusaka itu. Aku membenci segala hal tentang itu dan bahkan orang tuaku sendiri!"


"Nona Wen, sepanjang hidupmu kau sudah menderita dan orang tuamu berniat mengikatmu dengan Batu Elemen Penguasa Bumi. Tentu saja kau terluka. Tapi pilihan mengakhiri nyawamu sendiri tidak baik."


Xian Shen menasihati pelan.


"Lalu apa yang harus kita lakukan terhadap gadis ini?"


tanya Xue Zhan pada Xiao Rong. Tugas mereka adalah membawa kembali gadis itu ke pangkuan ayahandanya dan memastikannya selamat.


"Kasih racun saja sampai mati, maka penderitaannya akan berakhir," usul Jiazhen Yan dan segera menerima pelototan dari Xiao Rong.


"Bagaimana pun kau harus kembali ke rumahmu, Nona Wen."


Siapa sangka, Xian Shen yang paling khawatir pada gadis muda itu yang lebih dulu menyuruhnya kembali ke kandang singa.


"A-apa? Kembali? Tidak mau!" Wen Zhiqiang memberontak ingin lari, Xian Shen menggenggam pergelangan tangannya dan menghentikan gadis itu.


"Wanita yang kuat adalah wanita yang tidak cengeng. Nona Wen, aku yakin kau sanggup meyakinkan kedua orang tuamu. Kau bisa menahan penderitaan selama 16 tahun tapi tidak mampu membalikkan hati kedua orang tuamu?"


"Jika bukan aku wadahnya, maka adikku yang selanjutnya menjadi bahan percobaan mereka!"


"Kau bunuh diri dan menghilang, itu artinya adikmu memang sudah menjadi sasaran mereka selanjutnya," balas Jiazhen Yan. Membuat gadis itu menoleh cepat padanya, seakan-akan baru ditampar oleh kenyataan. Matanya membelalak menyadari perkataan pemuda itu benar.


"Aku kakak yang jahat. Mengapa aku lari dan membiarkan adikku tersiksa? Apakah aku sedang melimpahkan semua penderitaan ini padanya? Dia penyakitan dan lemah, Ayah dan ibu tak mungkin menyakitinya!"


Lagi dan lagi Jiazhen Yan membalas. "Setahuku keturunan klan utama Wen dari Alam Suci Surgawi hanyalah kau dan adik laki-lakimu. Untuk menggunakan tubuh seseorang sebagai wadah dibutuhkan wadah yang cukup kuat. Hanya meridian dari keturunan Wen yang cukup baik untuk menerima semua energi. Tulang, darah serta daya tahan tubuh kalian di atas rata-rata manusia. Karena itu orang tuamu dan Kaisar Li mempergunakanmu sebagai alat."


Xue Zhan tak menyangka Jiazhen Yan akan setahu itu. Tapi melihat wajah Jiazhen Yan sekarang, kelihatannya sejak awal Jiazhen Yan sudah menebak apa yang terjadi dan baru bisa memastikannya sekarang.


"Semua ini karena Taring Merah ... Andai mereka tidak mengacaukan perdamaian dan mengancam Batu Elemen Penguasa Bumi, kasih sayang kedua orang tuaku tak akan pernah berubah!"


Marah menghiasi wajah gadis muda itu, Xian Shen menenangkannya.


Xiao Rong, Xian Shen dan Jiazhen Yan tiba-tiba menoleh ke arah Xue Zhan berbarengan. Membuat pemuda itu keheranan dan mulai menaikkan sebelah alisnya, bertanya, "Apa lihat-lihat? Punya utang denganku?"


"Menurutmu apa yang harus kita lakukan terhadap gadis ini?" Xiao Rong terlebih dulu mengeluarkan suara.


Cukup lama Xue Zhan menopang dagu sambil berpikir keras hingga sepuluh menit, "Oh!"


Wajah keempatnya berangsur cerah. Muka Xue Zhan tampak begitu meyakinkan.


"Xian Shen akan membawa Nona Wen kabur, katakan saja bahwa sebenarnya kalian saling mencintai dan akan bunuh diri bersama jika orang tua kalian tak merestui. Dengan begitu Nona Wen aman dan terhindar dari upacara pemindahan Batu Elemen Penguasa Bumi ke tubuhnya. Xian Shen akan melindungi Anda selamanya, Nona Wen."


Xian Shen tercengang bukan main. Temannya tersenyum, "Aku serahkan padaku, sahabatku."


Dia menepuk pundak Xian Shen sambil mengacungkan jempol. Seketika Xian Shen menampar wajah temannya itu dengan lengan jubahnya yang besar.


"Sembarangan! Nona Wen mana mau bersama laki-laki payah sepertiku!"


Masih mendebat, Xiao Rong ikut memojokkannya. "Tadi siapa yang menyebut dirinya laki-laki sejati? Kurasa Nona Wen akan bahagia jika dirinya dilindungi seorang lelaki sejati ..." Dia menunjuk Xian Shen yang ketakutan, "Seperti Anda, Tuan Muda Shen."


"Seenaknya langsung menjodohkan anak orang! Kau lebih parah dari ibu tiri, Saudara Rong!"


Xian Shen menatap Jiazhen Yan untuk mendapatkan pembelaan, pemuda itu malah mengeluarkan beberapa koin emas sambil berucap.


"Sebagai temanmu aku memberikan uang ini agar kau membawa kabur gadis ini dan menikah dengannya." Bicara pemuda itu tiba-tiba sopan, nampak sekali sedang mengejeknya.


Xian Shen berpaling ke arah Wen Zhiqiang, dia memang seorang gadis yang cantik dan bermoral. Namun Xian Shen tidak seberani itu menikahi anak orang, umur mereka juga masih sangat muda. Ketiga temannya benar-benar sudah gila.