
Tidak punya pilihan lain Xue Zhan langsung berlari secepat yang dia bisa, deras hujan berulang kali membuat kakinya hampir tergelincir. Dari arah belakang siluman terus mengejar dan bahkan ada yang sudah berada hanya beberapa langkah darinya. Bunyi desisan mulai mengejar-ngejarnya, Xue Zhan melihat ke belakang sekali-kali dan melihat sendiri kecepatan merayap mereka jauh di atas kecepatannya. Tidak ada kesempatan untuk selamat, Ratu Ular berhasil menyamai langkahnya dan menyerang.
Tembakan cairan beracun tepat mengenai punggungnya, Xue Zhan terjatuh dan langsung menjadi bulan-bulanan para ular.
Ratu Ular membuka mulutnya yang memiliki bisa yang paling beracun, cairan di mulutnya berbau sangat busuk serta tajam hingga Xue Zhan merasa isi perutnya berputar. Di sekitarnya dua ekor siluman lainnya mengerubunginya menunggu ratu mereka yang lebih dulu menyerang.
Xue Zhan mengarahkan mata pedang ke arah Ratu Ular, jarinya gemetar hebat, pundaknya menggigil menyaksikan pemandangan mengerikan ini di mana dirinya dikerubungi oleh siluman beringas yang bisa langsung mencabik-cabik tubuhnya tanpa ampun. Selama berada di pusat Kekaisaran Diqiu Xue Zhan jarang melihat hewan seperti siluman berkeliaran. Jika pernah pun hanya dalam perjalanan misi dan tak ada yang seganas mereka.
Tamat riwayatnya kali ini. Xue Zhan tak bisa menyelamatkan diri sendiri lagi. Semua jalan lari telah ditutup pada ular yang bisa langsung melahapnya bulat-bulat, keagresifan mereka pun sedang berada di puncak-puncaknya, sulit menghentikan perilaku agresif itu.
Untuk sesaat Xue Zhan baru teringat dengan pesan Xiang Yi Bai.
"Apa pun yang terjadi jangan terlibat dengan para siluman penguasa wilayah atau kau akan mati." Mata merahnya bergulir menatap Ratu Ular.
Dia adalah salah satu siluman yang dimaksud Xiang Yi Bai. Sebelum Xue Zhan, Xiang Yi Bai sendiri pernah bepergian melalui wilayah ini dan berhadapan dengan para penguasa wilayah, dia mendapatkan luka serius akibat racun dan bekas cabikan. Sekarang racun di tubuh Xue Zhan mulai bereaksi. Xue Zhan belum sepenuhnya pulih dari racun gatal siluman ular jejadian dan sekarang jenis racun lain menggerayangi tubuhnya.
Dia bisa mati jika tak segera menanganinya dengan serius. Tapi sebelum berpikir menyembuhkan diri, Xue Zhan berpikir dia sudah tak memiliki jalan lain untuk selamat dari kepungan ular ini. Mereka akan menghabisi nyawanya tanpa ampun.
Rasa takut dan tak terima akan kematian mulai membuat batinnya berteriak, Ratu Ular menangkap pedang yang dijulurkan Xue Zhan dan membuangnya hingga terbanting di dinding jurang. Suara-suara ular lain bersahutan seakan-akan mereka sudah tak sabar Ratu-nya memberi kesempatan untuk mereka mengoyak daging manusia tersebut.
Xue Zhan memejamkan mata gemetar, dia melindungi kepala dengan menyilangkan kedua tangan. Hawa panas dari mulut siluman ular terasa di permukaan kulitnya dan bahkan bau racun menusuk kuat hidungnya.
"Tidak ... Aku tidak mau mati ..." batinnya meringis ketakutan.
Sekelebat cahaya melintas, sebegitu terangnya hingga tembus ke kelopak mata Xue Zhan yang masih terpejam. Kemudian suara yang lumayan berisik terdengar, suara seekor burung memekik tinggi dan juga sangat indah.
Ketika Xue Zhan mengangkat wajahnya untuk melihat apa yang terjadi, satu hal yang pertama kali dilihatnya adalah bulu burung berwarna hijau muda terjatuh pelan di atas kepalanya. Xue Zhan menangkap bulu yang sangat lembut itu, melihat Kilauan di setiap helainya yang begitu menawan.
Xue Zhan benar-benar terpana.
Pertama, secara kebetulan dia diselamatkan oleh seekor Siluman burung. Lalu Ratu Ular mati di tangan burung tersebut membuat kawanan ular kabur ke segala arah sebelum burung tadi turun untuk memangsa mereka. Xue Zhan selamat. Dia juga memiliki rasa takut akan burung itu, bisa saja dia juga diserang olehnya. Xue Zhan memutuskan pergi secepat yang dia bisa. Langkahnya terpincang-pincang, hingga akhirnya pemuda itu tiba di sebuah pohon kelapa.
Dia mengambil satu kelapa dari pohon. Mungkin malam akan turun, atau bahkan sekarang sudah memasuki waktu tengah malam, Xue Zhan tak sempat mengingatnya. Dia mengetuk dinding jurang di beberapa titik untuk mencari satu tempat yang memiliki ruang untuk dia singgahi.
Dia mendekatkan telinga ke dinding batu dan mendengar bunyi menggema. Lantas Xue Zhan menggunakan jurus pedang untuk menciptakan satu lubang. Benar saja, saat retakan batu berjatuhan terbuka sebuah ruang kosong yang cukup besar di dalam dinding jurang tersebut. Tak ada siapa pun di sana, Xue Zhan langsung masuk tanpa berpikir dua kali. Dia memakan kelapa mentah yang didapatkannya.
"Hidup sendiri di tempat ini ternyata jauh lebih menderita. Sekarang aku mengerti makanan yang diberikan Guru jauh lebih enak daripada yang kumakan sekarang."
Untuk sesaat Xue Zhan mulai merindukan pria cerewet bermuka tebal yang hobi mabuk-mabukan itu, siapa lagi kalau bukan Xiang Yi Bai. Meskipun jahat Xiang Yi Bai selalu melindunginya dari ancaman di dasar jurang ini. Baru sekarang Xue Zhan menyadari keadaan sesungguhnya di Jurang Penyesalan ini. Rimbanya para siluman ganas kelaparan. Tak terbayangkan saat Xiang Yi Bai pertama kali datang ke tempat ini hanya sendirian.
Dia pasti ketakutan dan kesepian.
Di sisi lain dia penasaran sebenarnya burung apa yang menyelamatkannya tadi, Xue Zhan berpikir itu adalah kebetulan sekaligus keberuntungannya dapat selamat dari para siluman ular.
Tangan Xue Zhan yang menadahkan kelapa mulai bergetar kembali akibat sakit dari racun yang dideranya. Jika diprediksikan mungkin Xue Zhan harus memulihkan dirinya paling cepat dua hari sampai racun di dalam tubuhnya berkurang. Tapi dia juga harus mencari makanan untuk mempercepat proses penyembuhannya.
Xue Zhan melihat ke luar diam-diam, ada beberapa siluman berlalu lalang di sana. Dia segera menutup lubang masuk dengan batu dan apa pun yang ada di sekitar. Berharap tak menemui masalah lagi. Keringat dingin mengucur di pelipis dan seluruh tubuhnya. Xue Zhan memulai meditasi untuk menyembuhkan diri. Mungkin malam ini akan menjadi malam panjang, detik demi detik di laluinya dengan menahan rasa sakit racun yang mulai aktif. Xue Zhan mengoyak sebagian pakaian hanya untuk mengikat mulutnya agar tidak mengeluarkan suara.
Bahkan pendekar tingkat atas saja masih memiliki kemungkinan untuk mati saat mendapatkan racun mematikan dari siluman liar yang telah hidup beratus-ratus tahun lamanya.
Xue Zhan mengandalkan kemampuan pemulihan tubuhnya, terkadang sel-sel racun membludak menyerang organ dalam tubuhnya. Xue Zhan menggunakan tenaga dalam untuk mencegah dan mengobati bagian yang sakit. Berulang kali, jika dia lengah sedikit saja dia bisa mati.
Dua jam berlalu, asap putih mengepul dari mulutnya, Xue Zhan memuntahkan darah hitam yang begitu banyak.