
Kilat merah tembus seratus meter ke dalam tanah menciptakan lubang raksasa besar yang menghancurkan aliran sungai dan membuat reruntuhan berjatuhan.
Di antara reruntuhan yang berjatuhan seorang pemuda berdiri menenteng pedang, dia mengambil satu langkah ke depan dan segera memutus tangan Hantu Sebelas Jari Dengan jurus andalannya Tarian Pedang Angin.
Hantu Sebelas Jari yang dalam posisi terduduk membelalakkan matanya lebar-lebar. Pedang yang tadinya dia genggam terlempar bersama tangan yang telah terpotong. Cipratan darah mencuat dari bagian yang dipotong.
"Tidak-! Bajingan!!" jerit Hantu Sebelas Jari kemudian, dia bangkit dan ingin mencapai kembali tangan tersebut sebelum sesuatu yang buruk terjadi.
Xue Zhan menangkap tangan itu lebih cepat daripada Hantu Sebelas Jari, laki-laki itu mengejar dan memaksa merebut dengan segala cara sedangkan Xue Zhan membawanya pergi dari sana.
"Hantu Sebelas Jari tanpa memiliki jari? Bukan kah kedengarannya sangat menyedihkan?"
Dia melemparkan tangan itu di atas kepala mereka, Hantu Sebelas Jari merasa itu kesempatannya untuk memperebutkan kembali tangan miliknya dan tanpa berpikir dua kali langsung mengejar tangan miliknya sendiri.
Xue Zhan tak semata-mata membiarkan laki-laki itu mendapatkan kembali tangan yang merupakan senjata berbahaya milik Hantu Sebelas Jari, dia menarik kembali pedang dan menyerang tungkai kaki lawan selagi tangan itu masih di atas udara.
Hantu Sebelas Jari terlalu terobsesi dengan tangannya sampai tak menyadari bahwa musuh sengaja menggunakan jebakan itu untuk menyerangnya.
Putaran pedang melesat, Hantu Sebelas Jari segera merunduk. Bilah pedang lewat di atas kepalanya cepat, Xue Zhan masih tetap menggiring serangan lain yang kini beralih menyerbu kakinya. Hantu Sebelas Jari melawan balik, tendangan keras menghantam dada pemuda itu dan di saat yang sama pula Xue Zhan mengeluarkan tebasan yang hanya mengenai udara.
Melihat Xue Zhan terpental, Hantu Sebelas Jari dengan mudah mendapatkan kembali tangan miliknya. Tangan itu kehilangan banyak darah dan membuatnya tak bisa bergerak ke mana pun seperti biasanya. Dia memasang kembali bagian tangan ke lengan, berniat menyembuhkan luka tusuk di telapak tangannya sampai tiba-tiba potongan pedang tanpa wujud keluar.
Dalam kekagetannya Hantu Sebelas Jari memandang tangannya yang langsung terpotong menjadi enam bagian, dia melihat Xue Zhan yang terjatuh tak jauh dari nya sama sekali tidak mengayunkan pedang atau pun melakukan serangan. Xue Zhan menarik senyum tipis.
"Nama jurus itu Tarian Pedang Angin. Setelah beberapa detik serangan dilepaskan dia baru akan muncul. Jurus paling kuat yang kumiliki saat ini."
Hantu Sebelas Jari murka hebat. Dia telah kehilangan kedua tangannya dan kini hanya memiliki tubuh tanpa kedua tangan. Tak disangka Tarian Pedang Angin sempat menggores topeng Hantu itu, retakan merayap hingga ke bagian atas topeng. Lalu setelahnya benda itu retak berkeping-keping.
Xue Zhan bergidik ngeri saat melihat wajah di balik topeng tersebut.
Jika ada yang lebih hancur dari dinding jurang saat ini maka itu pasti adalah wajah Hantu Sebelas Jari. Sebelumnya Xue Zhan mengira dia adalah laki-laki biasa pada umumnya. Karena informasi mengenainya sulit didapatkan, Xue Zhan hanya mengetahui tentang caranya membunuh yaitu dengan menggunakan kedua jarinya.
Yang terlihat di depannya adalah lelaki itu tidak memiliki rambut, gigi runcing, dan tampak tak memiliki bola mata-bahkan bagian lubang matanya tertutup oleh kulit wajah. Tidak ada bentuk wajah di sana, yang membuatnya semakin menyeramkan adalah kenyataan bahwa setiap kulit di tubuh Hantu Sebelas Jari layaknya kumpulan kulit manusia yang dijahit di dalam satu tubuh.
Hantu itu terkenal karena dia sama sekali tidak pernah segan mencabut nyawa korbannya. Xue Zhan menduga bahwa kulit-kulit tersebut diambilnya dari korbannya.
"Sebelumnya aku hanya menganggapmu bocah yang kebetulan selamat dari lubang kematian. Mulai sekarang, jangan harap aku akan berbelas kasih padamu, Iblis."
Hantu Sebelas Jari serius mengatakannya. Waspada akan hal tersebut, Xue Zhan segera ambil ancang-ancang. Kekuatan di dalam hantu itu berubah pesat, kemungkinan dia akan menggunakan kekuatan aslinya untuk mempertahankan diri.
"Diam kau, kakek tua!" bentak Hantu Sebelas Jari kesal. Xue Zhan langsung maju tanpa berpikir panjang lagi. Dia melompat ke atas sambil menarik pedang, Hantu Sebelas Jari tak memiliki senjata untuk melawan lagi.
Dengan serangan terbuka itu, Hantu Sebelas Jari masih bisa menyerang dengan cara yang di luar nalar. Xue Zhan membuka matanya menyadari hantu itu mengambil pedang di tanah dengan menggunakan mulut. Tanpa kedua tangan, dia menangkis serangan menggunakan mulut.
Kedua pedang saling berbenturan. Bahkan walau hanya menggunakan mulutnya, pedang itu sama kuatnya saat Hantu Sebelas Jari menggunakan tangan.
"Tidak mungkin ... Kau-"
Xue Zhan terkejut, seketika Hantu Sebelas Jari menghantamkan gagang pedang mengenai dadanya. Dia memutar tubuh sangat gesit, kali ini gaya bertarung aslinya muncul. Hantu itu bertarung seperti halnya binatang liar, hanya mementingkan bagaimana melukai musuh secara beringas dan memakannya setelah pertarungan.
Setelah hantaman di dada, Xue Zhan kembali mendapatkan tendangan kencang. Kaki Hantu Sebelas Jari menukik dari atas mengenai pundak kiri Xue Zhan, pemuda itu sampai terjongkok menerima tendangan yang lumayan keras itu.
"Kau yang masih terus bermain-main, iblis kecil," ucap Hantu Sebelas Jari merasa puas.
Xiang Yi Bai menenggak arak lagi, Fenghuang akan menghabisi semua manusia itu tak lama lagi. Sedangkan Xue Zhan masih seimbang bertarung dengan Hantu Sebelas Jari. Dia bahkan tak menyangka untuk orang semuda Xue Zhan mampu menyeimbangi kekuatan laki-laki yang sebenarnya sudah hidup lebih dari 80 tahun itu.
Xiang Yi Bai bisa tahu karena melihat kulit wajah Hantu Sebelas Jari, dia bisa bertahan hidup sangat lama dengan mengganti organ tubuh yang menua dengan organ tubuh baru dari manusia yang dibunuhnya. "Hei, bocah busuk!" Xiang Yi Bai berteriak.
"Jika kau bisa membunuhnya aku akan memasakkan sup ayam untukmu!"
Mata Xue Zhan berbinar-binar sejenak. Dia melihat situasi pertarungan di depannya, Hantu Sebelas Jari telah kehilangan kedua tangan, Xue Zhan sendiri mendapatkan beberapa luka di tubuhnya. Musuh menjadi lebih agresif dan tampaknya dia berniat bertarung sampai titik darah penghabisan.
Fenghuang memekik kesal. "Cepat sedikit manusia rendahan, kekuatanku habis banyak mengurus keroco-keroco ini sendirian!"
Xue Zhan menjawab yakin. "Tenang saja. Kali ini tak akan kubiarkan hantu ini hidup atau bergentayangan lagi."
Xiang Yi Bai berdiri dari tempatnya. Melihat energi kekuatan murni yang pernah dirasakannya saat berada di Air Terjun Panas. Namun kekuatan itu seolah-olah sedang berkumpul di satu tempat dan membuncah hebat.
Angin kencang berputar di bawah kaki pemuda itu, aura merah terlihat di sekujur tubuhnya. Ini adalah kekuatan asli yang ingin Xiang Yi Bai lihat, untuk beberapa lama dia menyadari bahwa pemuda itu kembali membuat sesuatu yang membuatnya tak bisa percaya.
Sebuah jurus baru yang dibuatnya dengan menyatukan salah satu jurus dari Kitab Phoenix Surgawi dan teknik yang Xiang Yi Bai berikan.
**
Note: bukan author gak mau up banyak2, Minggu ini lagi musim UTS dan author dikeroyok tugas, ditambah lagi banyak kesibukan mendadak. Masih berusaha nulis walaupun suka keteteran, klo ada waktu senggang pasti author luangkan untuk update banyak, doain aja ya. Makasih yang udah support sampe sekarang. Author bakal berusaha yg terbaik buat gak ngecewain readers terlope2nya author.
Lope sekebon🤍🤍🤍