
Bayangan kilat melesat tajam di atas kepala mereka, perhatian pasukan Taring Merah mulai terpecah ketika sesuatu yang memiliki kekuatan besar tiba-tiba menyerang mereka.
Hantu Sebelas Jari yang tadinya hanya menunduk menatap kepala yang menggelinding di bawah kakinya juga ikut mendongak menyaksikan cepatnya bayangan kilat yang dalam seketika membunuh para pemanah tersembunyi di dinding jurang dan di belakang mereka. Tubuh manusia berjatuhan ke dalam sungai dan dibawa arus deras.
Xiang Yi Bai tertegun kecil saat dari belakang Hantu Sebelas Jari sesosok asing muncul tiba-tiba, kilauan pedang terpantul cahaya bulan purnama malam itu. Dia merasa tak mengenali siapa yang berada di sana, mungkin musuh lain yang ingin memperebutkan Batu Tanah juga. Jika benar demikian semuanya akan bertambah menyusahkan.
Sosok itu menarik pedang menyilang di belakang leher Hantu Sebelas Jari, lelaki bertopeng hitam itu memiliki tingkat kepekaan tinggi yang membuatnya dalam waktu cepat menyadari kehadiran sosok di belakang dan langsung menyingkir dari sana. Dalam keadaan tanpa tangan tidak ada yang bisa dilakukannya selain mundur.
Bayangan kilat menukik tajam di atas kepala Xiang Yi Bai, dia baru menyadari itu adalah cahaya merah yang seolah-olah sedang terbakar dan memiliki kekuatan murni dahsyat, kilat itu turun begitu cepat dan lewat dari Xiang Yi Bai begitu saja.
Bukan Xiang Yi Bai yang terluka, melainkan Hantu Sebelas Jari yang saat ini memuntahkan darah segar. Salah satu tangannya ditangkap oleh kilat tersebut, dia membawanya ke atas dan mulai menggunakan jurus yang sempat membuat siapa pun terpukau dalam beberapa detik.
Sayap merah bercampur emas mengeluarkan cahaya indah dan anggun, Phoenix tersebut terbang setinggi-tingginya sedangkan tangan Hantu Sebelas Jari yang dicapit di kakinya dia jatuhkan begitu saja. Siluman itu berhenti terbang ke atas dan kembali melakukan gerakan menukik ke bawah yang sama. Hanya saja haluannya saat ini berbeda. Dia mengincar tangan Hantu Sebelas Jari dan pasukan Taring Merah yang hanya beberapa meter di bawahnya.
Fenghuang meluncur cepat, gerakan menukik dari ketinggian itu disertai gelang-gelang cahaya yang muncul di tempat Fenghuang melaluinya.
Saat tangan kiri Hantu Sebelas Jari terhantam kekuatan Fenghuang, tangan itu langsung hancur menjadi debu. Fenghuang tak memberikan ampun dan menerobos kencang ke tengah manusia dan mendarat di sana. Manusia-manusia itu berpencar sambil memekik ketakutan.
"Minggir, sialan!"
"Siluman apa itu?! Tidak pernah ada siluman burung sekuat ini--!"
"Berhenti bertanya, kita akan mati kalau tidak lari-"
Detik selanjutnya Sang Phoenix menghantam pasukan Taring Merah, dentuman dahsyat sekali lagi mengguncang Jurang Penyesalan disertai angin kencang. Bebatuan di tanah Fenghuang mendarat memantul ke atas, tak sedikit dari Taring Merah yang terpental menubruk dinding.
Rencana yang tadinya akan selesai dengan sempurna tepat di depan matanya buyar seketika karena kehadiran burung siluman dan sosok misterius tersebut, jelas saja Hantu Sebelas Jari emosi berat. Dia kehilangan sebelah tangannya, sementara satunya lagi kembali ke tubuhnya. Beruntung Hantu Sebelas Jari cepat mengambil tindakan atau jika tidak phoenix itu akan menghancurkannya tanpa sisa.
Namun tak bisa dibohongi sosok misterius itu memiliki aura pekat dan juga energi murni, seperti Yin dan Yang. Sulit menebak apakah dia lawan atau kawan, tapi melihat sosok itu menyerang mereka dan melindungi Xiang Yi Bai sudah tentu sosok itu adalah musuhnya.
"Siapa kau sebenarnya?" ucap Hantu Sebelas Jari sembari menahan geraman berat, hatinya tidak terima jika semua ini sia-sia. Bukan sedikit biaya yang dikeluarkan untuk melancarkan rencana ini, jika Ketua Taring Merah mendengarkan kegagalannya, mungkin tidak seujung jari pun tubuhnya yang tersisa setelah ini. Dia akan dibakar hidup-hidup.
Selain itu Hantu Sebelas Jari tak pernah mendengar pendekar lain yang memiliki kekuatan seperti sosok di depannya, terasa sangat jahat dan mengintimidasi. Dia juga memelihara seekor burung phoenix yang sangatlah kuat. Seharusnya jika dia benar-benar hebat, namanya akan terkenal di dunia persilatan dan Hantu Sebelas Jari mengetahui siapa sosok tersebut.
"Memang itu penting?"
Xiang Yi Bai sesaat menarik senyum tipis.
Kutu kecil itu telah kembali menjadi seorang pemuda dewasa, kekuatannya bertambah jauh lebih besar dari yang Xiang Yi Bai pikirkan.
"Hei, aku hanya menyuruhmu memakan Cicak Loreng, bukan menghabisi semua cicak itu sendirian seperti orang kelaparan," ledek Xiang Yi Bai, sesaat dia mencoba membaca aliran kekuatan di tubuh Xue Zhan. Mata sipitnya terbelalak.
"Kau benar-benar memakan semua Cicak Loreng itu?!" Baru kali ini Xiang Yi Bai berbicara dengan intonasi tinggi, dia benar-benar kaget sampai mulutnya terbuka tak percaya.
"Guru Xiang, aku kembali. Beruntung ada Fenghuang yang mengantarkanku sehingga perjalanan kembali lebih cepat, aku mendengar suara dentuman dari sini dan buru-buru datang. Ternyata benar, Guru sedang diserang." Xue Zhan mengalihkan pandangannya ke arah Hantu Sebelas Jari. Dia melihat pakaian yang dikenakan laki-laki itu dan langsung mengenalinya.
"Taring Merah ...?" gumamnya tak percaya. Xue Zhan menautkan alis kencang. "Tak akan kubiarkan kalian menyentuh Guru Xiang!"
Xiang Yi Bai menggendikan bahu, tak habis pikir dengan kejutan yang diberikan muridnya itu. "Saat kau diciptakan dungu, idiot, dan bodoh kau serap semua. Sampai memakan semua Cicak Loreng hingga keracunan. Kau benar-benar gila. " Xiang Yi Bai memperhatikan muridnya sekali lagi, sedangkan Xue Zhan fokus bersiap bertarung melawan Hantu Sebelas Jari.
Muridnya itu benar-benar berkembang pesat. Bukan hanya dari segi kekuatan, tapi juga caranya bertarung. Bagaimana dia menggenggam pedang, kuda-kuda dan serangan kejutan yang dimunculkannya di awal. "Ah ... Iblis kecil ini sudah marah. Hati-hati, Topeng Silang Hitam, mungkin kali ini dia akan mengamuk dan menelanmu hidup-hidup."
Xiang Yi Bai mengolok Hantu Sebelas Jari yang masih menerka-nerka siapa sosok itu, tapi ketika mendengar kata iblis dia mengangkat wajah dan terkejut.
"Iblis?" Mulut Hantu Sebelas Jari bergetar sejenak. "Maksudmu anak Iblis terakhir yang jatuh ke jurang ini? Dia masih selamat? Bagaimana mungkin!" serunya terlihat sedikit panik. "Bahkan manusia terkuat pun belum tentu selamat dari Jurang Penyesalan ini!"
"Kau dari Taring Merah, bukan?" Xue Zhan mengangkat pedang di sisinya, sebuah kekuatan besar mulai mengalir ke bilah pedang.
"Kebetulan aku ingin sekali memberantas orang-orang busuk dari Taring Merah seperti kalian. Jangan harap bisa kabur, Hantu Sebelas Jari."
Saat Hantu Sebelas Jari belum mengenal siapa lawan yang akan dihadapinya, Xue Zhan sudah lebih dulu tahu namanya. Hantu Sebelas Jari yang hanya memiliki sebelah tangan dan ratusan pasukan yang tewas dibunuh Fenghuang mulai kehilangan kepercayaan diri.
Fenghuang mengepakkan sayap saat mendarat di lengan Xue Zhan. Kedua pasang mata merah itu menyala dalam gelapnya malam.
"Terima kekalahan ini dan sesali dosamu di liang lahat nanti."