
Ketua kelompok Lembah Batu, Li Xiaoyuan, mendecih dengan pembawaan yang sombong. Keduanya saling berhadapan hingga akhirnya Xue Zhan mengayunkan pedangnya dengan lincah, tetapi Li Xiaoyuan berhasil menghindarinya dengan gerakan yang tangkas. Dia melompat ke udara dan mendarat dengan satu pukulan yang keras ke arah Xue Zhan. Namun, Xue Zhan berhasil menghindarinya dengan cepat dan melakukan serangan balik dengan pedangnya.
Keduanya terus saling serang dan bertahan dengan kekuatan yang sama. Walaupun mereka sama-sama kuat, namun keduanya masih belum bisa menundukkan satu sama lain.
Dia mengumpulkan seluruh kekuatannya dan mulai menyerang Li Xiaoyuan dengan gerakan yang lebih cepat. Li Xiaoyuan mencoba untuk menghindari serangan-serangan Xue Zhan, tetapi dia mulai kelelahan dan mulai terdesak.
Li Xiaoyuan mengeluarkan jurus dan menghasilkan serangan yang menghantam ke arah Xue Zhan. Xue Zhan berhasil menghindar, tetapi serangan Li Xiaoyuan memecahkan batu besar di belakangnya.
Xue Zhan mengangkat pedangnya dan memandang Li Xiaoyuan dengan tatapan yang tajam. "Ini adalah pertarungan yang mempertaruhkan nyawa kita, antara kau dan aku sepertinya kau yang lebih dulu sampai ke akhirat," katanya.
"Heh, bocah. Pernah melihat api unggun, mana dulu yang dibakar? Ranting kecil atau kayu besar?" Dia menjawab pertanyaannya sendiri. "Tentu saja ranting kecil! Neraka lebih suka bau dagingmu daripada tua keladi sepertiku."
Keduanya saling berhadapan dan kembali melakukan serangan-serangan yang cepat. Namun, Xue Zhan berhasil mendapatkan keuntungan dengan satu serangan yang mematikan dan mendarat tepat di dada Li Xiaoyuan. Li Xiaoyuan jatuh ke tanah dengan napas yang terengah-engah dan matanya yang terpejam.
Xue Zhan berhasil menjatuhkan Li Xiaoyuan dalam pertarungan sengit, Li Xiaoyuan jatuh ke tanah dengan napas yang terengah-engah.
Namun, tiba-tiba, Li Xiaoyuan mulai tertawa dengan suara keras yang menggelegar. Xue Zhan mengangkat kepala dan melihat ke arah Li Xiaoyuan dengan keterkejutan. Apa yang sedang terjadi?
Ternyata Li Xiaoyuan bukanlah manusia biasa. Dia memiliki kekuatan yang sangat besar dan mampu mengendalikan elemen-elemen tertentu di sekitarnya. Ketika tubuhnya terbunuh, kekuatan aslinya mulai bangkit dan mengalir melalui tubuhnya.
Li Xiaoyuan bangkit dengan gerakan yang cepat dan menatap Xue Zhan dengan mata yang memancarkan cahaya aneh. "Kau pikir kau sudah mengalahkanku?" katanya dengan suara serak.
Xue Zhan merasa ngeri. Dia mengangkat pedangnya dan bersiap untuk melawan Li Xiaoyuan sekali lagi. Namun, Li Xiaoyuan melambaikan tangannya dan memanggil angin kencang yang menerbangkan Xue Zhan ke belakang.
Xue Zhan bangkit dan mencoba untuk menyerang kembali, tetapi Li Xiaoyuan telah menyiapkan diri dan meluncurkan serangan yang lebih dahsyat. Lelaki itu mengeluarkan api biru yang menghanguskan rumput di sekitarnya dan membuat Xue Zhan terkejut.
Xue Zhan merasa sangat terdesak. Dia tahu bahwa dirinya tidak bisa mengalahkan Li Xiaoyuan dengan cara biasa sehingga perlu menemukan kelemahan Li Xiaoyuan dan memanfaatkannya.
Setelah beberapa serangan lagi, Xue Zhan menemukan celah dan berhasil melukai Li Xiaoyuan di bahu. Li Xiaoyuan menjerit kesakitan, namun tetap mengeluarkan kekuatan yang luar biasa.
Xue Zhan terus mencoba untuk menyerang Li Xiaoyuan dan mencari kelemahannya. Menggunakan segala kemampuannya untuk menghindari serangan-serangan Li Xiaoyuan dan mengeluarkan serangan balik yang mematikan.
Namun, Li Xiaoyuan terlalu kuat. Dia terus mengeluarkan kekuatannya dan mampu menghindari setiap serangan Xue Zhan. Xue Zhan mulai merasa putus asa dan merasa bahwa dia tidak akan bisa mengalahkan Li Xiaoyuan.
Tiba-tiba, dia teringat sesuatu.diaingat bahwa Li Xiaoyuan memiliki kelemahan. Kekuatan aslinya yang mematikan memiliki efek samping yang membuat tubuhnya lemah setelah digunakan dalam waktu yang lama.
Xue Zhan melihat tanda-tanda bahwa Li Xiaoyuan mulai melemah dia mengambil kesempatan itu dan meluncurkan serangan balik yang mematikan.
Kali ini, serangan itu menembus pertahanan Li Xiaoyuan dan menyebabkan tubuhnya terlempar ke tanah dengan keras.
Namun, Li Xiaoyuan masih belum menyerah dia bangkit lagi dan mengeluarkan jurus terhebatnya.
Xue Zhan terdesak dan harus mencari cara untuk mengelabui musuhnya. dia menggunakan gerakan cepat untuk menghindari serangan Li Xiaoyuan dan menyerang balik dengan tendangan yang menyerbu bagian perut hingga ke kaki Li Xiaoyuan dengan kecepatan tinggi.
Lagi dan lagi, Li Xiaoyuan selalu bisa menghindar dan memberikan serangan balik yang mematikan, dia menggunakan kekuatannya untuk mengendalikan batu di sekitarnya dan meluncurkan serangan-serangan yang sulit dihindari.
Setelah beberapa menit bertarung, Xue Zhan akhirnya menemukan celah itu. dia melihat bahwa Li Xiaoyuan membutuhkan waktu yang lama untuk mempersiapkan jurus terhebatnya.
Xue Zhan segera mengambil kesempatan itu dan menyerang Li Xiaoyuan dengan cepat dan tak terduga. Li Xiaoyuan terkejut dan terdesak, dan Xue Zhan meluncurkan serangan-serangan yang mematikan.
Namun, Li Xiaoyuan masih belum menyerah. Dia terus meluncurkan serangan-serangan yang sulit dihindari. Xue Zhan harus terus menghindari serangan itu dan mencari celah untuk menyerang kembali.
Setelah beberapa menit bertarung lagi, Xue Zhan akhirnya menemukan celah lain. Kali ini,diamelihat bahwa Li Xiaoyuan terlalu fokus pada serangan dan tidak memperhatikan pertahanannya.
Xue Zhan segera mengambil kesempatan itu dan menyerang Li Xiaoyuan dengan keras. Serangan itu berhasil menembus pertahanan Li Xiaoyuan dan melukainya.
Setelah Xue Zhan berhasil mengalahkan Li Xiaoyuan, suara gemuruh bergema di sekitar mereka. Angin bertiup kencang, membuat daun-daun berguguran dari pohon-pohon di sekitar tempat mereka berdiri.
Li Xiaoyuan muntah darah, menunjukkan bahwa dia sudah mencapai batas kekuatannya. Anak buahnya terkejut dan terdiam melihat ketua mereka dikalahkan oleh seorang pemuda misterius bertopeng putih.
Xue Zhan melangkah maju, senjatanya masih dalam keadaan terhunus dan bersimbah darah dia menghadap Li Xiaoyuan yang terkapar di tanah dengan tatapan tajam.
"Ini adalah akhirmu," kata Xue Zhan dengan suara yang tenang dan dingin. "Kau harus menerima hukuman yang setimpal akibat perbuatanmu sendiri."
Li Xiaoyuan mencoba untuk bangkit, tetapi dia terlalu lemah untuk berdiri, dia hanya bisa memandang Xue Zhan dengan tatapan yang kosong.
Xue Zhan tidak membiarkan musuhnya menderita lebih lama. Dengan satu gerakan tajam, dia mengangkat pedangnya dan memenggal kepala Li Xiaoyuan. Darah segar memercik dan tubuh Li Xiaoyuan terkapar di tanah.
Suasana menjadi hening sejenak. Xue Zhan berdiri di tempatnya, melihat ke arah kepala Li Xiaoyuan yang masih mengeluarkan darah.
Saat Xue Zhan mengangkat pedangnya, cahaya matahari yang menyinari tempat itu memantulkan cahaya pada bilah pedang tersebut. Cahaya itu membuat pedangnya terlihat sangat tajam dan berkilauan.
Xue Zhan memandang pedangnya sejenak, sebelum memasukkannya kembali ke dalam sarung dia menoleh ke arah anak buah Li Xiaoyuan yang masih terdiam.
"Aku telah memenangkan pertarungan ini, lepaskan Nona Yin." Dia berucap sangat tenang tapi tetap saja bawahan Li Xiaoyuan merinding ketakutan.
Anak buah Li Xiaoyuan mengangguk, masih terkejut dengan apa yang mereka lihat. Mereka menyerahkan Yin Jiao segera, khawatir Xue Zhan akan melakukan hal yang sama kepada mereka seperti yang dialami Li Xiaoyuan.
Xue Zhan berbalik dan berjalan pergi dari tempat itu sembari membawa Yin Jiao kembali, meninggalkan Li Xiaoyuan yang terkapar di tanah tak bernyawa.
Bersamaan dengan kepergian Xue Zhan, daun-daun berguguran dari pohon-pohon di sekitarnya ketika angin berhembus kencang membawa awan mendung. Lalu setelahnya hujan turun membasahi jasad Li Xiaoyuan.
Anak buah Li Xiaoyuan segera membawa jasad laki-laki itu, salah seorang dari mereka yang hendak menutup matanya tiba-tiba terlonjak kaget hingga merangkak mundur sembari menunjuk-nunjuk ke arah Li Xiaoyuan.
Mata laki-laki itu terbuka tiba-tiba meskipun dia telah mati.
"Aku akan mencarimu meski di neraka sekalipun."