Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 130 - Jatuhnya Batara Pedang Suci


Dia mengangkat kedua tangan dan wajahnya, menyambut pasukan lain yang muncul di belakang ratusan orang itu. Siluman burung yang ditunggangi oleh topeng silang hitam lainnya.


Di kaki siluman burung itu terdapat senjata berbahaya yaitu racun dan bom peledak. Xiang Yi Bai mengamati jauh lebih tajam dan baru memastikan satu hal. Pasukan asli yang dibawa musuhnya berkisar 300 orang. Terdapat banyak pemanah yang bersembunyi di tempat gelap, kebanyakan di dinding jurang.


Para pemanah itu dilengkapi dengan panah peledak dan panah beracun seperti halnya siluman burung. Persenjataan lengkap dengan pertahanan luar biasa itu membuat musuhnya bisa jadi lebih unggul.


Satu orang melawan tiga ratus musuh yang memiliki banyak senjata dan bahkan siluman burung. Xiang Yi Bai tak bisa berkata-kata. Orang yang mengirimkan mereka ke sini sudah pasti berniat untuk mengambil Batu Tanah tanpa sedikitpun kekalahan.


Setelah sekian lamanya mengurung diri dalam ketenangan, hari ini Xiang Yi Bai akan kembali menodai tangannya dengan darah.


"Beruntung ketua mendengarkan saranku dan membuat persiapan matang untuk menghadapi Monster sepertimu. Dengan begini, kau tak akan bisa ke mana-mana."


Xiang Yi Bai menarik napas. Mau tak mau dia harus bertaruh nyawa demi menyelamatkan Batu Tanah. Pedang di tangannya turun dan direntangkan di samping, kilat di mata laki-laki itu bercahaya terang. Sementara itu Hantu Sebelas Jari masih mengulangi pertanyaannya.


"Apa Anda yakin tak akan bergabung dengan kami? Sangat disayangkan jika orang sehebat Batara Pedang Suci harus mengakhiri nyawanya di sini hanya karena melindungi apa yang bukan tanggung jawabnya. Aku bertanya sekali lagi, apakah Anda bersedia?"


"Hanya binatang yang mengerti apa yang kau bicarakan," omongan pedas itu menusuk tepat di jantung Hantu Sebelas Jari. Dia tertawa-tawa, julukan lain yang diberikan untuk laki-laki itu benar. Dia memang Monster Tua yang sebenarnya.


"Baiklah. Aku tak akan sungkan-sungkan untuk menghabisimu malam ini."


Tiga detik itu diselingi dengan kengerian yang mencekam. Jurang Penyesalan jauh lebih menakutkan dari sebelumnya karena setelah ini, air sungai yang mengalir di dalamnya tak lagi jernih melainkan berwarna merah darah. Dan mungkin di antara darah itu, akan ada darah milik Xiang Yi Bai di dalamnya.


Hantu Sebelas Jari menatap lekat-lekat Xiang Yi Bai hingga tangan kanannya turun memberi isyarat untuk menyerang. Ratusan pendekar menyerbu Xiang Yi Bai tanpa ampun sembari mengacungkan senjata. Di waktu yang bersamaan pula anak panah menghujani dataran itu dan meledakkan tanah tempat Xiang Yi Bai berpijak.


Xiang Yi Bai menangkis anak panah beracun yang datang dari balik punggung, satu tebasan itu sekaligus memenggal dua orang yang melompat ke arahnya. Xiang Yi Bai berlari memutari kerumunan orang yang menyergapnya, menendang kaki mereka dalam posisi masih di atas udara.


Puluhan dari mereka terpental dan bangkit kembali. Xiang Yi Bai berteriak, "Bai Ye!"


Lalu dalam seketika seekor naga putih muncul dari pedang yang digunakannya. Xiang Yi Bai mengambil tongkat kayu, menangkis semua serangan yang datang ke arahnya.


Bai Ye mulai beraksi dan meratakan semua orang dari Taring Merah. Satu per satu panah beracun mengenai tubuhnya, Bai Ye menjerit dan berontak. Dia menghantamkan tubuhnya ke dinding di mana pemanah itu berada.


Kekacauan terjadi di dasar Jurang Penyesalan menimbulkan bunyi dentuman raksasa yang berkali-kali terdengar. Pertarungan melawan Batara Pedang Suci berlangsung alot, tak ada yang terlihat bisa menang atau kalah. Baik dari pihak Taring Merah masih menang dalam hal jumlah, tapi Xiang Yi Bai sendiri dapat menghindari serangan fatal dari berbagai sisi yang datang setiap detiknya.


Hantu Sebelas Jari sampai merinding melihat laki-laki itu bertarung. Gerakannya tertata rapi, seolah medan perang berada di dalam genggaman tangannya. Xiang Yi Bai belum menggunakan jurus dan hanya menggunakan sebuah tombak kayu rapuh, tapi dia bisa bertarung sangat lincah. Dia telah berada di atas kemampuan tertinggi manusia, hanya waktu yang menjadi penentu. Apakah laki-laki itu akan kehabisan kekuatan sebelum pasukannya habis atau justru mereka yang dihabisi malam ini. Satu banding satu.


Sebuah ledakan meledak tepat di kepala Bai Ye mengenai mata naga itu, Bai Ye menjerit untuk kesekian kalinya dan pada akhirnya tubuhnya jatuh menghantam sungai besar. Guncangan dahsyat terjadi. Jatuhnya Bai Ye membuat Xiang Yi Bai kehilangan fokus sejenak. Dia melihat burung siluman tak hentinya menyiksa hewan spiritualnya. Bai Ye sekarat.


Saat Batara Pedang Suci itu kehilangan fokus di saat itu pula Hantu Sebelas Jari mengambil kesempatan untuk menyerangnya. Tiga anak panah menancap tepat di punggung Xiang Yi Bai, dia memuntahkan darah. Lalu semua begitu cepat terjadi, sepasang tangan mencekik lehernya dan sulit dilepaskan.


Kemampuan spesial Hantu Sebelas Jari terletak di tangannya. Tangan tersebut dapat memisahkan diri dari tubuh aslinya dan menyerang lawan secara diam-diam, bahkan dapat menghancurkan organ tubuh targetnya. Xiang Yi Bai tak bisa memotong tangan itu karena mereka dapat membuatnya kehilangan kesadaran. Jika itu terjadi Batu Tanah akan berada dalam bahaya. Sebaik mungkin Xiang Yi Bai mempertahankan kesadaran meskipun saat ini sedang berada dalam situasi genting.


"Aku belum ingin membunuhmu, beri tahu di mana Batu Tanah maka aku akan melepaskanmu."


Xiang Yi Bai tak bergeming. Matanya bergulir melihat Bai Ye yang sudah kehilangan tenaga untuk melawan.


"Tidak akan pernah."


"Kau mau membiarkan naga kecil tak berdosa ini mati?" Hantu Sebelas Jari menatap ke arah Bai Ye di sungai. Xiang Yi Bai menautkan alisnya.


"Janji adalah harga mati. Tidak bisa ditawar dengan apa pun. Coba saja. Bunuh. Kau tak akan mendapatkan batu itu di mana pun."


"Aku tadinya masih menghormati mu karena kau adalah Batara Pedang Suci. Tapi sekarang ..." Geramnya marah. "Tanpa kau beri tahu pun Taring Merah akan segera mendapatkannya. Keabadian mu berakhir di sini. 20 tahun yang kau lewati di jurang ini tak berarti. Pada akhirnya Batu Tanah akan jatuh ke tangan kami. "


Xiang Yi Bai tertawa. Meskipun tak percaya kematian akan mendekatinya tepat setelah dia merindukannya. Namun di sisi lain dia tak ingin tangan kotor itu menguasai Batu Elemen Penguasa Bumi. Terdengar helaan napas kasar.


"Lagipula aku sudah tidak ingin berurusan lagi dengan dunia. Ini adalah akhir dari penderitaanku selama ini."


Seseorang berjalan ke belakang Xiang Yi Bai untuk menusuk jantungnya dari belakang.


"Katakan selamat tinggal, Batara Pedang Suci," ucap Hantu Sebelas Jari, lelaki di belakang Xiang Yi Bai menarik pedang ke belakang untuk bersiap.


"Bunuh dia!"


Tepat di waktu yang sama sebuah kepala jatuh menggelinding di bawah kaki Hantu Sebelas Jari.


**