Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 186 - Kehidupan Nona Wen


Wen Zhiqiang melirik dengan penuh curiga ke arah sosok misterius dengan topeng yang muncul di hadapannya. Mata tajamnya melirik tajam ke arah sosok tanpa identitas yang jelas itu.


Namun ketika pemuda bertopeng itu mulai berbicara, Wen Zhiqiang merasa sedikit familiar tapi tidak bisa menebak siapa orang di balik topeng tersebut.


"Kau siapa?" tanyanya kemudian.. Dia menatap mata sosok itu dengan cermat dan melihat sepasang mata merah di dalam lubang topeng.


Xue Zhan tidak menjawab selama beberapa detik, mencoba memikirkan bagaimana dia bisa menjelaskan segala sesuatunya kepada Wen Zhiqiang. Xue Zhan tidak pernah mengenal Wen Zhiqiang secara pribadi, jadi dia tidak tahu bagaimana respon Wen Zhiqiang jika dia menceritakan yang sebenarnya terjadi.


Dia berharap Wen Zhiqiang tidak pernah mendengar kabar apapun tentangnya, terutama tentang kematiannya di Jurang Penyesalan. Bagaimanapun Xue Zhan membutuhkan tempat singgah, setidaknya sampai malam badai berlalu. Terlalu beresiko bergerak di hutan pada malam hari, Xue Zhan tahu betul ada begitu banyak penjahat berkeliaran di malam hari dan satu-satunya tempat yang ada di depan matanya adalah gubuk kayu ini.


Air hujan masih turun dari rambut dan pakaiannya. Tetesan air di lantai menjadi satu-satunya suara yang menguasai tempat itu. Hingga akhirnya Xue Zhan memutuskan untuk berbicara.


"Sebelum itu, aku ingin bertanya, apa kau memang mengurung diri di tempat ini dan menghindari interaksi dengan siapa pun?"


Wen Zhiqiang berpikir beberapa detik sebelum akhirnya menjawab, masih menyimpan kecurigaan. "Benar. Aku terkejut mendengarmu memanggil nama depanku. Katakan, siapa kau sebenarnya?"


Xue Zhan sedikit lega saat tahu Wen Zhiqiang tidak terlibat dengan apa pun di dinia luar dan membuka topengnya.


"Xue Zhan," Lalu terlihat senyum mengembang di kedua sudut bibirnya. Wen Zhiqiang sejenak terpaku melihat wajah dan senyuman itu. Dia sedikit salah tingkah, beberapa lama Xue Zhan mulai bingung tidak mendapatkan respon apa pun.


"Kau tidak mengenalku, Nona Wen. Wajar saja ... Itu sudah lima tahun berlalu."


"Ba-bagaimana bisa aku melupakanmu," dia menundukkan wajah. "Kau dan temanmu menyelamatkanku hari itu." Wen Zhiqiang begitu ingat bahwa pemuda itulah yang memberikan ide untuk melepaskannya pergi sendirian. Tanpa memaksanya kembali ke kediaman klannya.


Xue Zhan tertoleh. "Syukurlah kalau begitu, Nona Wen. Senang melihatmu sehat, dan sebuah keajaiban bisa kembali bertemu denganmu."


Pipi Wen Zhiqiang sedikit merona, entah karena memang demam akibat terkena hujan saat mengambil sayur. Namun Xue Zhan yang dulu jauh berbeda dengan yang dilihatnya sekarang. Mata merah itu masih terlihat ramah menatapnya, dia memiliki paras yang tampan dan sikap yang lembut.


Gadis itu tersadar dan mulai melihat sekitarnya sembari menawarkan. "Duduklah, aku akan membuatkan teh hangat untukmu."


Saat keduanya berbincang, baru Xue Zhan mengetahui apa yang terjadi pada gadis itu setelah dia memutuskan untuk mengelana sendirian.


Xue Zhan juga ingat dengan apa yang terjadi setelah mereka melepaskan Wen Zhiqiang. Mereka dipanggil ke para penasehat dan tetua karena membiarkan Wen Zhiqiang lepas tanpa dikembalikan kepada keluarganya.


Namun kini Xue Zhan bersyukur menyelamatkan wanita itu dari sebuah neraka bernama keluarga. Ayahnya memperlakukannya seperti alat percobaan. Dia mengalami hal-hal mengerikan sejak kecil hingga tumbuh dewasa dan terakhir kali hampir dijadikan wadah untuk menampung kekuatan Batu Elemen Penguasa Bumi milik Kekaisaran Feng. Namun kini gadis itu selamat dan dia bisa hidup tenang sendirian di hutan belantara.


"Setelah kabur dari Hutan Terkutuk aku segera sampai di sini, tak ada yang berani tinggal di tempat seperti ini. Aku beruntung bisa hidup cukup tanpa diganggu, meski harus sendirian namun ini lebih dari cukup dibandingkan kembali ke keluargaku."


Wajahnya terlihat masih menyimpan kesedihan. "Hanya saja, aku tidak tahu apa yang terjadi pada adikku. Entah dia menjadi wadah percobaan selanjutnya atau tidak ... Dia pasti akan sangat tersiksa."


Xue Zhan hanya mendengarkan cerita gadis itu. Tidak tahu harus memberikan tanggapan seperti apa. Hidup Wen Zhiqiang telah sulit sejak dia dilahirkan. Sekarang dia memilih jalan yang tepat, hanya saja terkadang gadis itu merasa bersalah telah meninggalkan semuanya di belakang dan kabur begitu saja. Dia tidak pernah siap jika disuruh kembali ke neraka itu.


"Lalu kau sendiri bagaimana? Apakah kalian berhasil sampai ke Kekaisaran setelah menyelamatkanku?"


Sedetik Xue Zhan tertegun, berusaha menarik senyum tipis walaupun lebih terlihat seperti senyuman pahit


"Kami sampai dengan selamat, Nona Wen. Tidak ada yang menarik untuk diceritakan."


Padahal di hari itu, di mana dia bertemu Tetua ke-45, hidupnya hancur dan dipenuhi liku. Xian Shen yang tampan dan dikagumi berubah menjadi pemuda lusuh kotor tak terurus. Xiao Rong yang ketus namun hatinya sangat baik berubah menjadi pemuda dingin yang enggan berbicara walau hanya sepatah kata.


Dan terakhir, Jiazhen Yan, menghilang tanpa jejak.


Xue Zhan mengangkat tangannya, menahan Wen Zhiqiang yang sedikit tergesa. "Nona Wen, bukan begitu. Mereka sangat sibuk sampai kami tidak bisa berjumpa hampir lima tahun ini. Kurasa akan sulit bertemu mereka bersama-sama."


"Kalau begitu hanya bertemu Tuan Xian atau Tuan Jiazhen saja, mungkin lebih mudah."


Xue Zhan mana mungkin menjelaskan bagaimana keadaan Xian Shen sekarang. Pemuda itu tak akan mau menemui Wen Zhiqiang. Terlebih lagi teman setannya yang sudah diculik setan itu, entah di mana dirinya sekarang berada, Xue Zhan menggeleng tiga kali.


"Aku tidak bisa mengabulkannya, Nona Wen. Maafkan aku."


Dia melanjutkan. "Tapi aku senang anda bisa berbicara lebih bebas dan ceria. Terlepas dari semua masalah di masa lalu, aku yakin ada suatu tempat di belahan dunia ini yang bisa menerima anda dengan baik. Nona Wen, kau bisa keluar dari sini. Orang-orang itu tak akan mencarimu jika kau menyamar."


Gadis itu terlihat sedikit kecewa saat mendengarnya, dia berusaha menyembunyikannya dengan tersenyum.


"Maaf, tapi aku lebih nyaman tinggal di sini," jawab Wen Zhiqiang sembari melihat seisi gubuk itu. Dulu dia terbiasa hidup di paviliun mewah, dihiasi kolam dan bunga-bunga bermekaran setiap musimnya. Namun tempat seindah itu tak memberikannya kebahagiaan. Tapi tempat ini menerimanya dengan begitu baik dan menjaganya siang malam. Wen Zhiqiang belum siap untuk kembali ke dunia luar.


"Aku mengerti." Pada akhirnya Xue Zhan berusaha memaklumi. Sejenak keheningan terjadi, diam-diam Wen Zhiqiang menoleh ke arah Xue Zhan dengan pandangan menyimpan pertanyaan. Lantas pemuda itu menoleh padanya pelan.


"Ada lagi yang ingin kau tanyakan, Nona Wen?"


"Mengapa kau bisa sampai ke tempat ini?"


"Sebuah misi dari Kekaisaran untuk membasmi Kelabang Ungu di sekitar sini."


"Apa kemungkinan ada orang lain yang akan datang?"


"Aku hanya sendiri, tidak akan ada yang datang jadi jangan khawatir."


Wen Zhiqiang mengangguk. "Aku akan menyiapkan makanan dan tempat tidur untukmu. Tunggulah sebentar."


Sesaat Xue Zhan sedikit tidak enak, "Aku hanya sebentar di sini, mungkin besok pagi aku akan kembali melanjutkan perjalanan, jadi tidak perlu repot ..."


"Kau adalah tamu pertamaku. Bagaimana aku bisa mengabaikanmu?"


Senyum gadis itu sebelum meninggalkan ruangan tengah dan mulai menyalakan api di dalam ruangan.


Beberapa lama gadis itu kembali, Xue Zhan sedikit penasaran dan mengutarakan satu pertanyaan, tak berharap Wen Zhiqiang bisa menjawabnya.


"Nona Wen, apa kau tahu tentang Taring Merah?"


Gadis yang tengah meletakkan cangkir besi berisi air hangat terhenti, berpikir dalam diam dan menjawab sedikit ragu. "Aku hanya tahu mereka kelompok penjahat yang mencoba merebut pusaka-pusaka terkenal di seluruh dunia. Hanya itu, tidak lebih."


"Baiklah, aku mengerti."


"Tapi ..." Gadis itu menggantungkan kalimatnya.


"Apa?"


"Jika kau ingin mencari informasi tentang mereka, aku tahu siapa yang bisa kau temui."


Wen Zhiqiang menatap matanya lekat-lekat. "Hanya beberapa orang tahu tentangnya, aku pun mengenalnya karena ayah sering menjumpainya. Dia adalah ahli informasi rahasia di Kekaisaran Feng dan mengetahui banyak informasi yang tidak seharusnya diketahui. Jika kau ingin mencarinya, dia berada di Teluk Ying. Tinggal di pesisir pantai dan membaur di antara para nelayan. Jika kau berhasil menemukannya, aku yakin dia memiliki semua informasi yang kau butuhkan."