
Otak Xue Zhan berhenti berfungsi.
Deretan pertanyaan menyerbunya dari berbagai sisi. Para Pedang Suci kehilangan jejak topeng iblis. Diduga orang itu menggunakan mantra teleportasi yang bisa membuatnya menghilang sangat cepat dalam jarak tertentu. Pencarian masih terus dilakukan. Lima Pedang Suci mencarinya sementara tiga orang lainnya menginterogasi Xue Zhan untuk mencari tahu informasi tentang musuh yang diduga adalah dalang di balik penyerangan ini.
Akhirnya salah satu dari mereka, Mawar Kristal mengeluarkan pertanyaan yang menyudutkan.
"Mengapa kau membiarkannya kabur begitu saja?" Ucapan itu dilontarkan dengan nada sinis dan mencurigai. Xiang Yi Bai melihat muridnya kewalahan menemukan jawaban dan segera menyerobot.
"Dia sudah di ambang batas penggunaan kekuatannya dan tidak bisa menggerakkan tubuhnya." Xiang Yi Bai hampir saja melontarkan kalimat sinis, tapi melihat jubah Pedang Suci yang mereka kenakan dia tidak mau berbuat gegabah apalagi sampai harus berurusan dengan mereka.
Dewi Pengamuk mendekat. "Kalau tidak salah kalian ini tamu Fan Yuan, bukan?"
Seseorang menyahutnya, "selain pernah menyelamatkan Tuan Fan, dia juga menyelamatkan Nona Yin dari penculikan. Anda membantu banyak, tapi sungguh disayangkan pertarungan kali ini memang sangat berbahaya dan menguras banyak tenaga. Kita harus mengerahkan segala upaya untuk menangkap orang itu!" Prajurit Naga bersuara.
Xiang Yi Bai sebenarnya juga penasaran mengapa Xue Zhan membebaskan orang itu begitu saja. Namun dia juga tidak mau mengungkapkan dirinya terang-terangan dengan menangkap musuh tadi. Ketika Xiang Yi Bai mengeluarkan kekuatannya, bukan tidak mungkin ada yang bisa mengenalinya. Lebih fatal kalau mereka tahu saat ini Xiang Yi Bai membawa pusaka langit di tangannya.
Untuk beberapa hal, Xiang Yi Bai tak akan menggunakan kekuatannya meski dalam keadaan paling kritis. Selagi Xue Zhan bisa menanganinya dia tidak akan turun ke medan pertarungan. Kecuali jika murid bodohnya itu benar-benar kehabisan langkah dan tidak bisa menangani musuhnya.
**
Di malam yang sunyi dan juga dingin, Xue Zhan duduk di atas atap perumahan dan menatap kosong pada beberapa bangunan yang hancur. Satu hari berlalu dengan kosong, dia tetap mengingat pantulan cahaya dari permata itu.
Ada sebuah firasat yang terus mengusiknya setiap malam. Seakan-akan mencekik lehernya hingga tidak dapat bernapas dengan tenang. Xue Zhan menatap bintang di langit, berusaha mencari ketenangan di atas sana hingga seseorang duduk di sebelahnya sambil menenteng sebotol arak-yang kali ini entah dari mana dia dapat. Semenjak kembali ke dunia atas, Xiang Yi Bai suka seenaknya mengambil makanan dan minuman, seperti milik nenek moyangnya semua. Xue Zhan berpikir dia harus membayar semua makanan dan minuman itu habis ini.
"Guru, kau pernah bilang. Saat kau kehilangan temanmu, kau merasa dunia ini sangat kejam. Kau membenci dirimu sendiri dan semua hal di dunia ini ..."
Xiang Yi Bai tidak menanggapi dan sebaliknya hanya meminum arak.
"Aku sempat mencari tahu lewat pelayan klan bangsawan. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa beberapa tahun yang lalu sempat ditemukan tatahan klan milik Jiazhen Yan dan sebuah mayat yang telah terbakar tanpa bentuk. Ayahnya percaya bahwa anaknya masih hidup dan terus mencari petunjuk selama bertahun-tahun, dia hampir gila dan pencariannya selalu berujung pada jalan buntu ..."
"Aku sempat melihatnya di dalam mimpiku, orang itu begitu kelam dan penuh darah. Atau itu hanya mimpi buruk karena aku terlalu takut melihat apa yang terjadi di luar selama aku terjebak di Jurang Penyesalan."
"Intinya kau takut temanmu berubah menjadi seorang iblis yang membunuh semua orang yang telah membuatmu jatuh ke dalam jurang?"
"Apakah itu mungkin? Maksudku, jika kau kehilangan temanmu karena semua orang membunuhnya, apa kau akan membalaskan dendam dengan menghabisi semua orang itu juga?"
"Sangat mungkin, jika aku memiliki kekuatan dan kebencian besar di dalam diriku."
Xue Zhan menurunkan pandangannya.
"Orang tadi mengingatkanku pada Jiazhen Yan, dia teman baikku. Orang yang sangat pemarah dan brengsek, tapi bagaimana pun juga, dia adalah teman pertamaku."
"Mungkin hanya perasaanku saja, aku sering memimpikan mimpi buruk tentangnya akhir-akhir ini. Jadinya semua hal yang kulihat selalu ku kait-kaitkan dengannya."
"Murid bodoh! Kukira karena dia benar-benar kenalanmu makanya kau membebaskannya begitu saja!" Xiang Yi Bai menjitak kepala muridnya sampai terjungkal ke belakang. "Aish, si bodoh ini ternyata otaknya sudah tidak berguna lagi. Kenapa tidak kau keluarkan saja isi otakmu dan gantikan dengan kacang polong ini? Sama saja, tetap tidak ada gunanya."
"Aduh, sakit jidatku. Guru sebenarnya benar-benar Guru atau Ibu Tiri? Kejam sekali."
Dia mencebik. "Aku harap dia tetap hidup dan menjalani hidupnya dengan baik. Mungkin aku terlalu berprasangka buruk. Buktinya Guru bisa memaafkan semua orang yang telah membunuh Paman Guru. Aku yakin si setan norak itu juga bisa."
"Heh, kau menamainya setan norak? Sebenarnya sejelek apa hubungan pertemanan kalian sampai memberikan nama busuk seperti itu?"
Xiang Yi Bai tertawa miris, tapi sepertinya dia ingat dia dan Wu Guang juga sama seperti yang Xue Zhan ceritakan. Setiap kali bertemu sudah seperti dua ayam petelur yang sedang ribut. Bisa satu perguruan gempar.
"Hahaha. Kalau diingat-ingat kami sangat kekanakan. Bocah ingusan itu suka mengikutiku dan Guru ..."
Xue Zhan menceritakan panjang lebar tentang Jiazhen Yan dan Kang Jian, dan bagaimana mereka terus bercanda bersama. Xiang Yi Bai melihat bagaimana muridnya itu begitu antusias menceritakan tentang dua orang itu. Xue Zhan juga menceritakan tentang orang yang sebelumnya mereka temui di ujung Jurang Penyesalan, Xian Shen serta seorang pengawal Li Jia Xing, Xiao Rong.
"Banyak hal terjadi selama aku tidak ada. Kurasa semua hal ini dipicu oleh satu orang. Tapi sosoknya begitu abu-abu, dia tidak bisa dibaca namun dapat bergerak teratur seperti angka. Benar-benar perwujudan dari bayangan."
Laki-laki itu menanggapi santai. Dari semua cerita Li Jia Xing, Fan Yuan, prajurit Kekaisaran Diqiu dan banyak lagi orang-orang yang ditemuinya, dia dapat menyimpulkan satu hal.
"Pernah melihat seorang petarung yang menggunakan boneka?"
Xue Zhan memiringkan kepalanya sembari berpikir.
"Mengapa?"
Xiang Yi Bai menciptakan benang kekuatan dan sebuah bentuk boneka dari perwujudan kekuatannya. Xue Zhan menyimak penuturannya sambil memahami.
"Cara bertarung pengguna boneka ini beragam, yang paling berbahaya adalah mereka yang bersembunyi di balik kegelapan dan menyembunyikan dirinya dengan cerdik."
"Sekarang anggap saja semua permasalahan yang menimpa penjuru Kekaisaran ini adalah benang kekuatan ini dan dua puluh boneka ini adalah antek-antek orang di baliknya. Taring Merah, Menara Giok Hantu, kelompok pembunuh, pemberontak, perampok, semuanya."
Xiang Yi Bai memutuskan salah satu benang kekuatan. "Ketika kau menyelesaikan satu permasalahan, boneka itu masih bisa hidup. Begitu pun ketika kau menghancurkan boneka itu, benang tersebut bisa mengeluarkan boneka lain yang bahkan lebih kuat dari yabg sebelumnya."
Dalam renungannya, Xue Zhan belum menangkap apa yang dimaksud Xiang Yi Bai.
"Menurutmu apa yang harus dilakukan untuk mengatasi ini semua?"
"Membunuh si pengguna boneka?" Xue Zhan menjawab asal.
"Dangkal sekali." Xiang Yi Bai menggeleng singkat. "Pengguna boneka bahkan bisa menipumu dengan menggunakan tubuh boneka sebagai tubuhnya. Ketika kau menyerang, dia akan menyelamatkan tubuh aslinya dan kabur. Jika itu terjadi, aku bisa memastikan seratus persen kalau kau tak akan memiliki kesempatan kedua untuk menangkapnya."
"Jadi apa yang harus dilakukan?"
"Potong kesepuluh jarinya."
Seketika pemuda itu mengernyit.
"Bagaimana bisa memotong jarinya jika kita belum menemukan siapa orangnya? Guru yang bilang sendiri dia sulit ditemukan."
"Ini bukan lagi tentang si pengguna boneka. Tapi Dewa Kematian dalam syair yang akhir-akhir ini bermunculan di seluruh penjuru Kekaisaran ini."
Akhirnya Xue Zhan menangkap maksudnya.
"Jadi ... Sepuluh jari itu siapa?"
"Orang-orang yang bekerja untuk membangun relasi dengan kelompok penjahat lain. Siapa orangnya akan kita cari tahu setelah ini."
***
-Chapter tambahan+pengumuman!-
Xiang Yi Bai mengibaskan kertas berisi pengumuman dengan risih, sesekali mengernyit melihat tulisan cakar ayam di atasnya.
"Tulisan apa ini, disuruh baca pada ayam pun, ayamnya tidak mengerti," hinanya tanpa memikirkan hati kecil seekor makhluk yang mendengarnya sambil menangis tertohok.
"Aku cuma minta kau bacakan pengumuman itu," kesal orang itu takut-takut.
"Sudah menyuruh banyak protes!" Dia menoleh tiba-tiba dan seketika membuat mahluk itu merinding disko. Lantas dia masuk ke dalam selimut sambil membaca doa agar dijauhkan dari roh jahat.
"Hm." Xiang Yi Bai memasang wajah berwibawa dan langsung membacakan pengumuman.
"Sebenarnya pengumuman ini terlalu awal buat disampaikan, tapi daripada nanti tiba-tiba kalian kebingungan makanya disampaikan lebih awal."
Pembukaan yang sangat di luar nalar.
Xiang Yi Bai mengomel.
"Selebihnya baca sendiri."
Dia menyerahkan kertas ke si pembuat pengumuman itu.
Hai, Kak Vi di sini!
Author mau menjelaskan beberapa hal.
Legenda Sang Iblis mungkin akan tamat di 300 chapter±, yang mungkin sekitar bulan Mei ini. Setelah itu, author akan berhenti nulis. Hitung-hitung juga rehat setelah 3 tahun menulis.
Sebelum itu author bakal menyiapkan satu atau dua cerita yang babnya gak sampai 50 chapter. Salah satu impian author yaitu nulis cerita bertemakan zombie. Moga kecapaian deh. LSI tamat dan bisa publis buku itu. Doain yaaa. Untuk info selanjutnya bakal author sampaikan di catatan kaki
Lope2 segalaksi buat readers tersayangnya author 🤍🤍🌞