
"Kalian tidak mengerti maksudku," batin Xiao Rong yang hanya bisa diucapkan di hati. Dia menatap keadaan yang semakin runyam tiap detik, musuh makin mendekat, sementara target mereka hendak bertarung yang membuat resiko semakin membesar.
Xiao Rong harus memastikan ketiga orang itu sampai ke Kekaisarannya dengan selamat. Dengan cara apa pun, atau dia tidak mendapatkan kepercayaan dari Kaisar Li lagi untuk misi-misi ke depannya.
Pertarungan tak bisa terelakkan, Xiao Rong mengeluarkan kekuatannya. Benang-benang hitam muncul menyerupai jaring laba-laba, menutup akses jalan di semua tempat. Kekuatan kegelapan itu merambat ke atas permukaan, mencoba menggapai salah satu musuh yang tampaknya sudah mengetahui kekuatannya bahkan sebelum pertarungan dimulai.
"Tetap perhatikan Bocah itu! Dia memiliki kekuatan berbahaya!"
"Bukan hanya anak itu, bocah kepala merah menyebalkan ini sepertinya boleh juga," ucap temannya yang belum-belum langsung diserang Jiazhen Yan dari tiga sisi secara bertubi-tubi, pemuda itu menghentakkan kaki ke kepala musuh dalam posisi di atas udara. Tendangan itu membuat lelaki Tujuh Pedang Putih terdorong. Dia mencoba bertahan tapi tekanan semakin menggila, Jiazhen Yan menendangnya hingga terpental.
Di sisi lain Kang Jian menghadang tiga orang musuh sekaligus yang memang membentuk posisi menyerang, paling berbahaya jika Xue Zhan langsung menghadapi serangan berkelompok seperti ini. Kang Jian melindungi Xue Zhan di balik punggungnya. Namun tetap saja ada satu musuh yang berhasil masuk ke tengah-tengah mereka dan langsung menyerang Xue Zhan seperti orang kerasukan.
Sebuah kapak besi yang lumayan panjang terangkat di atas kepalanya sebelum Xue Zhan tersadar, lelaki itu membuka mata penuh gairah, merasa tangkapannya terlalu lengah dan dia dapat mengalahkannya hanya dengan satu serangan.
Bukannya mendapatkan kepala anak itu, lelaki itu justru mendapatkan cekikan di leher. Begitu cepat terjadi, dia memegang sebelah tangan Xue Zhan yang mengangkat tubuhnya hingga tak menapak tanah. Padahal berat badan laki-laki itu bisa tiga kali lebih berat dari dirinya sendiri.
Untuk sesaat Xiao Rong terhenti, musuh di depannya juga merasakan hal ganjil yang sama dengan yang dia rasakan saat ini.
Segel iblis itu kembali terbuka, kali ini Segel Kesebelas. Membuat Kang Jian membeku dalam sesaat melihat pancaran merah keluar dari tubuh Xue Zhan sama seperti saat Jiazhen Yan dan anak itu pertama kali bertemu. Sebuah titik merah di dekat perutnya terbuka, Segel Iblis itu kian melemah dari waktu ke waktu.
Kang Jian pernah mendengarnya, ada Dua Belas Segel Iblis di dalam tubuh Xue Zhan. Semakin banyak segel yang terbuka, maka kekuatan asli yang disegel di dalam tubuh Xue Zhan akan keluar. Hingga segel pertama dibuka, Xue Zhan akan menjelma menjadi iblis menakutkan, tidak ada yang bisa menghentikannya, tapi sebagai bayarannya, tubuhnya akan direnggut oleh Dosa.
'Dosa' di dalam tubuh Xue Zhan memiliki jiwa, jiwa jahat yang hanya memiliki satu tujuan; membunuh para manusia. Kebencian dari ras iblis diturunkan ke dalam sifat Dosa itu. Maka dari itu sejak sebelum terjadi pernikahan antara manusia dan iblis, para tetua iblis begitu mengecam hubungan antara manusia dan iblis. Bahkan tidak ragu untuk menghukum mati jika kedapatan satu saja, walau pun hanya hubungan biasa.
Terlahirnya Dosa di muka bumi ini menghadirkan kecemasan yang sulit di terima. Tapi di sisi lain, Kekaisaran lain belum berani menyentuh Xue Zhan. Disebabkan perintah untuk membiarkan Xue Zhan adalah perintah yang dikeluarkan langsung oleh Ziran Zhao, Kaisar Kekaisaran Diqiu saat ini. Kaisar yang terkenal tegas dan berwibawa.
Jiazhen Yan berniat menghentikan Xue Zhan yang mulai kehilangan kesadaran, mata iblis itu memancarkan aura jahat yang sangat kuat. Lima musuh terhenyak menatap potongan daging dan darah berceceran, tangan yang masih begitu muda itu menghancurkan tubuh teman mereka dengan genggaman tangan kosong. Menerbangkan pecahan tersebut, pepohonan berubah merah darah, satu bola mata menggelinding di bawah kaki musuh yang tanpa sadar termundur.
"Iblis ini ... Tidak ada yang bilang dia akan semengerikan ini--" Napasnya tercekat, sesuatu bergerak di balik tubuhnya, dia belum sempat menengok dan sebuah sayatan menyilang di belakang punggungnya. Menumpahkan darah yang seketika mengucur seperti air terjun, lehernya terpotong, menciptakan genangan darah di tempat kakinya berpijak. Laki-laki itu mati dalam posisi berdiri.
"Xue Zhan, hentikan!"
Kang Jian terkena di pundak. Matanya tak terlepas dari Xue Zhan yang semakin menggila, pedang pemberian Kaisar Li di tangannya mengeluarkan seluruh kekuatan iblis. Sebuah kekuatan berkumpul di ujung mata pedang, memancar ke atas langit, tembus melubangi awan yang menggantung di atas langit.
Tak ada yang bisa menjelaskan begitu mengejutkan semua itu terjadi, Xue Zhan mengibaskan pedang ke satu arah di mana musuhnya berdiri gentar. Terjangan lurus berisi kekuatan iblis itu membuatnya terbelah dua dari ujung kaki hingga ke kepala. Kedua bagian tubuh terbelah ke dua sisi bersebelahan. Tanah tempatnya berdiri hancur hingga satu meter ke dalam.
"Hey, belut. Berhenti menghancurkan tempat ini!" Jiazhen Yan menarik kepala Xue Zhan paksa ke belakang dan menutup matanya. Bukannya mendapatkan kesadaran temannya justru mengamuk lebih mengerikan.
Angin tajam mengenai kulit wajah Jiazhen Yan, pipi putih pemuda itu meneteskan darah. Dia membanting tubuh Xue Zhan, temannya itu menatap dengan sorot permusuhan.
Xue Zhan menarik pedangnya ke arah Jiazhen Yan, Jiazhen Yan bersiap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.
Sekarang tampaknya yang orang-orang katakan benar, ada sesuatu di dalam diri Xue Zhan yang lebih besar dari miliknya sekarang, Jiazhen Yan menatap pedang di tangannya yang sedikit gemetar.
"Lagi-lagi kekuatan ini ...."
Tiga laki-laki Tujuh Pedang Putih saja mati dalam kurun kurang dari lima menit. Jiazhen Yan tak yakin dia bisa selamat. Paling tidak sampai Xue Zhan kembali mendapatkan kesadarannya, "Kau lupa, aku temanmu? Kau mengangkat senjata di depan rekanmu sendiri? Yang benar saja! Aku ingin menamparmu saat ini juga, sialan."
Guncangan besar datang ke arah Jiazhen Yan, pemuda itu terhenyak sesaat.
Di kedua sisi, dua orang melindunginya. Xiao Rong dan Kang Jian menahan pedang Xue Zhan yang berhenti tepat di depan matanya. Kecepatan itu tidak pernah dilihatnya dari Xue Zhan.
"Apa-apaan ..."
"Jangan serahkan dirimu begitu saja, saat ini yang di depanmu bukanlah Xue Zhan. Melainkan Dosa yang mendapatkan sedikit kesadarannya setelah Segel Kesebelas terbuka!"
"Buat dia kehilangan kesadaran, itu satu-satunya cara untuk menghentikan kekacauan ini!"
Tiga musuh lain mundur dan menghilang, mereka kabur tanpa meninggalkan jejak. Meninggalkan Jiazhen Yan, Xiao Rong dan Kang Jian yang kewalahan menghadapi Xue Zhan.