Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 66 - Sebuah Misi dan Kastil Terbengkalai


Dua bulan berlalu begitu cepat. Di sebuah hutan belantara yang luas penuh marabahaya di perbatasan Kekaisaran Diqiu dan Kekaisaran Feng, sekelompok pemuda tengah berlari pontang-panting sambil memaki satu sama lainnya. Bisa dibilang tidak ada kerja sama tim sama sekali dari mereka dan semuanya saling menyalahkan.


Satu tapak tangan raksasa menghancurkan satu pohon dalam sekali pukul, seekor kadal siluman yang ukurannya seluas pekarangan rumah itu mengeluarkan suara desisan yang lantang. Menandakan kemarahannya ketika wilayah kekuasaannya dilanggar. Lagi-lagi pemuda yang berwajah paling tampan itu memekik seperti perempuan, "Ibuuu! Selamatkan aku!"


"Si iblis norak ini, tadi katamu kadal itu tidak akan menyerang selagi kita berjongkok!" seru Jiazhen Yan sambil melepaskan serangan yang tidak ada mempannya pada siluman tersebut, malah mengundang kemarahannya dan memicu serangan balik.


Satu tembakan petir membakar hangus tanah yang semula ditapaki Xiao Rong-pemimpin kelompok misi tersebut, dia menghela napas berulang kali sambil membantah.


"Xue Zhan benar. Kau yang salah, Tuan Muda Jiazhen, kau berjongkok sambil memukul telur anaknya. Bagaimana dia tidak mengamuk?"


"Aku tidak-"


Ekor besar melintas di depan mata mereka secara tiba-tiba, itu adalah siluman kadal lain. Dia jantan dan lebih besar dari kadal sebelumnya. Keempatnya berhenti menatap ke atas ketakutan, tubuh kadal itu menutup matahari menciptakan bayangan gelap yang menutup tubuh mereka. Sementara di belakang kadal betina menjerit melengking, memanggil kawanannya yang lain.


"Mampus."


Sekarang tiga ekor kadal telah mengerubungi keempatnya. Xiao Rong, Xue Zhan, Xian Shen dan Jiazhen Yan saling merapatkan punggung sambil berbisik satu sama lain. Di saat seperti ini mereka hanya punya satu harapan; Xue Zhan menemukan jalan keluar dengan memutar otaknya.


"Temanku, kau punya rencana B?" suara parau Xian Shen begitu putus asa.


"Ada."


Ketiganya sedikit lebih tenang dari sebelumnya, sampai Xue Zhan berkata hati-hati.


"Rencana B-nya dalam hitungan ketiga ...."


Mereka bersiap-siap mendengarkan.


"Tiga ... Dua ...."


Mereka menunduk ketika tiga kadal itu mulai menyerang ganas.


"Satu-! Lariii!!!"


"H-hah? A-apa?! Lari?!"


"Sialaaan!"


"Oi, tunggu aku!"


Xue Zhan tidak peduli, guncangan besar mulai melanda di belakangnya dan kebetulan kali ini Xiao Rong paling belakang menjadi bulan-bulanan tiga kadal kelaparan di hutan belantara bernama Hutan Siluman Terkutuk. Tempat itu telah lama tak dijamah manusia karena luasnya Kekaisaran Feng dengan penduduk lebih sedikit. Mereka hanya dibiarkan hidup.


Namun akhir-akhir ini terdengar kabar bahwa seorang putri bangsawan terkemuka di Kekaisaran Feng melakukan bunuh diri dengan kabur ke hutan itu. Kedua orang tuanya akan membayar sebanyak apa pun untuk menyelamatkan putri mereka tapi tak banyak pendekar Kekaisaran Feng yang mau menerima misi tersebut.


Xiao Rong yang ditunjuk Kaisar Li untuk membentuk kelompok pencarian menunjuk nama-nama itu dengan seenak jidatnya, karena berpikir mereka berempat sanggup dalam misi bertahan hidup dan memiliki keunggulan masing-masing. Namun perkiraannya salah besar. Ketiga kawannya itu kini berubah menjadi tiga bayi besar yang menjerit melihat kecoa.


"Bagaimana kita menghadapi tiga siluman itu?!"


Suara yang sudah serak karena setengah hari penuh menjerit itu berasal dari Xian Shen, dia terbatuk-batuk hebat. Xue Zhan yang melihat siluman itu mulai menjauh mengambil jalur sungai untuk dan menepi ke seberang. Dia masuk ke dalam hutan rimbun, melihat ujung kepala dan ekor siluman itu yang masih nampak dari kejauhan.


"Penyamaran kelas teri: Menyatu dengan Semak-Semak."


Ketiganya ikut-ikutan tiarap di dalam rerumputan ilalang, merasa ide bodoh ini mungkin menjadi satu-satunya harapan untuk tetap bertahan.


Ini gawat. Sudah tiga hari berlalu, tidak ada jejak atau petunjuk, stok makanan mulai habis dan beberapa Siluman di hutan ini semakin agresif mencium bau mereka.


"Oi, oi, aku dulu belajar di perguruan tidak pernah diajarkan tentang penyamaran busuk seperti ini." Jiazhen Yan masih terus mengumpat. Dia bisa saja bertarung, tapi kalau lebih dari satu siluman mungkin dia akan berubah menjadi kotoran mahluk itu.


"Lihatlah setan ini, sudah nyawanya di ujung tanduk masih banyak protesnya. Cobalah keluar dari semak-semak ini, kau bisa terjungkir dan mati kapan saja. Sejak lima jam yang lalu kita terus berlari dan tidak sempat berpikir. Ini waktunya untuk memikirkan cara."


Xiao Rong mengeluarkan sesuatu, sebuah tusuk rambut dengan gantungan kayu kotak kecil sebagai pertanda klan Wen. Tidak salah lagi, orang itu adalah yang mereka cari. namun Xiao Rong masih belum menjelaskan apa yang didapatinya itu.


"Saat kita sedang dikejar-kejar tadi, aku mendapatkan ini terjatuh. Sialnya kita terus berputar dan dikejar tanpa henti, fokusku terpecah dan mau tidak mau harus menghindari siluman itu agar selamat. Sekarang aku tidak tahu di mana lokasi aku menemukannya ... Lagipula kawasan itu dijaga ketat oleh tiga kadal tersebut."


Dia menatap cemas. Merasa tidak akan selamat jika berbuat nekad.


"Kalau dipikir-pikir juga ... Kita yang berempat saja sudah hampir mati dibuat kadal itu. Seorang gadis masuk ke hutan ini sendirian, kemungkinan dia bertahan hidup hanya sepuluh persen."


Jiazhen Yan menyela, "Bukan. Nol persen."


Mereka terdiam ketika mendengar suara angin yang berhembus begitu ganjil. Xue Zhan mengangkat sebelah tangan sembari berbisik, "dia masih punya kesempatan bertahan hidup."


Xue Zhan membaui aroma darah yang samar, bukan darah ketiga temannya. Dengan berjongkok pemuda itu mengekori jejak berkas darah, semakin jauh darah itu semakin banyak. Kelihatannya gadis itu terluka sangat parah. Melihat noda darah itu sendiri mungkin gadis itu sudah terluka sejak dua sampai tiga hari yang lalu. Noda bekas darah menghilang, seperti gadis itu tiba-tiba lenyap dari sana. Xue Zhan berpikir keras.


Antara gadis itu ditelan sesuatu yang raksasa-tapi itu tidak mungkin karena hutan di sekitarnya tidak rusak. Atau memang gadis itu sengaja menghilangkan jejaknya, itu juga terdengar tidak mungkin. Tapi yang pasti, setelah mencium lebih dekat aroma darah itu Xue Zhan bisa mencium samar-samar aroma darah yang sama dan mulai mengikutinya.


Langkah mereka sempat tertahan beberapa kali ketika melewati segerombolan siluman lain yang berkuasa di tempat itu.


Perjalanan itu mengantarkan mereka pada suatu hal yang tidak masuk akal di dalam hutan belantara terbuang tersebut. Tak pernah terbayangkan sama sekali di tempat berbahaya penuh siluman menakutkan itu berdiri sebuah kastil raksasa bagaikan di cerita dongeng, halaman luas dengan kolam dan pohon apel kemudian bunga warna-warni yang merambat hingga ke dinding kastil. Telah lama ditinggalkan tapi tetap indah diselimuti misteri.


Xiao Rong menatap lainnya meminta pendapat dan mereka semua mengangguk.


"Kita masuk ke dalam."