Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 166 - Misi Penyelamatan Tuan Jiazhen


Xue Zhan menyelinap dari balik pilar dan menelusuri koridor-koridor istana dengan hati-hati. Dia melihat lalu lalang prajurit yang berpatroli dan menunggu waktu yang tepat untuk bergerak, salah langkah sedikit saja sudah pasti puluhan prajurit akan mengejar dan memenjarakannya.


Tiba di ruangan sebelah, Xue Zhan menghindari para pelayan Kekaisaran dengan berjalan di bawah meja panjang. Menggunakan langkah Angin Memintas Awan agar bisa meninggalkan tempat itu dengan segera dan menyusul ke mana rombongan Jiazhen Wu pergi.


Dalam perjalanan, terlihat beberapa penjaga yang terus berjaga di pintu ruangan khusus dari kejauhan. Dia memperhatikan dengan teliti dan menyadari bahwa tempat itu adalah tempat Jiazhen Wu ditahan.


Setelah melewati beberapa ruangan sambil berjalan jongkok, mencari jalan masuk lain yang lebih aman hingga Xue Zhan akhirnya tiba di sebuah tangga yang berada di bagian belakang istana. Dia mengikuti tangga itu dan menemukan pintu rahasia yang tersembunyi di balik dinding. Dengan hati-hati, dia membuka pintu itu dan masuk ke dalamnya. Terdapat sebuah tangga yang mengarah ke bawah tanah. Jalan ini semacam jalan pintas, hanya saja dia tidak tahu apakah akan ada prajurit yang menunggunya di belakang pintu tersebut atau tidak.


Tanpa pikir panjang dia segera menuruni tangga dengan hati-hati dan sampai di bagian bawah tanah dengan aman. Xue Zhan melihat beberapa penjara di sekitarnya, langkahnya sempat tertahan saat seorang pria tua langsung berlari mengejar jeruji besi dan mengemis iba padanya.


"Apa kau ingin menyelamatkan seseorang? Tolong selamatkan aku juga, aku akan dihukum mati besok. Kumohon ..."


Xue Zhan berhenti sejenak.


Dia sangat ingin membantu tapi keadaannya sangat terdesak. Lagipula Xue Zhan tak tahu kejahatan apa yang diperbuat laki-laki itu hingga dia akan dihukum besok. Jika Xiang Yi Bai berada di situasi yang sama pasti jawabannya akan sama seperti yang Xue Zhan ucapkan.


"Maafkan aku," jawabnya sembari melanjutkan jalannya.


Laki-laki itu terduduk lemas dan pasrah.


Xue Zhan masih berkeliling mencari-cari tempat Jiazhen Wu ditahan dengan waspada. Setelah beberapa saat, Xue Zhan menemukan sel tempat Jiazhen Wu ditahan.


"Tuan Jiazhen," bisik Xue Zhan.


Jiazhen Wu terkejut mendengar suara itu dan menoleh ke arah Xue Zhan.


"Siapa kau?" tanyanya dengan bingung, sesaat memperhatikan penampilan pemuda itu dari atas sampai bawah dan sama sekali tidak mengenalnya. Xue Zhan menganti topeng putih dengan topeng rubah yang didapatnya dari pedagang kaki lima dan mengenakan jubah biru muda agar tidak dikenali orang-orang istana Kekaisaran.


Sejenak Xue Zhan mengalihkan perhatian.


"Akan kuberitahu nanti. Aku ingin menyelamatkanmu, ada beberapa hal yang ingin kutanyakan tentang kepergian Jiazhen Yan dan informasi lainnya. Apa Anda punya cara agar aku bisa membebaskanmu dari sini?" tanya Xue Zhan balik.


Jiazhen Wu mengatakan ada satu cara untuk membebaskannya dari penjara tersebut. Xue Zhan harus bertemu dengan tangan kanannya karena dia tahu di mana kunci penjara itu biasa disimpan. Tangan kanannya sekarang mungkin sedang ditahan di ruangan terpisah dan diinterogasi oleh petugas.


Xue Zhan terdiam sejenak. Dia tahu risikonya sangat besar. Namun dia juga tidak bisa membiarkan Jiazhen Wu terus di dalam penjara, dia bisa dibunuh atau mungkin beberapa orang datang untuk menyiksanya sebelum dibunuh di pengadilan.


Akhirnya dia mengangguk, mencoba mencarinya.


Di luar masih begitu ramai, Xue Zhan menyamar menjadi salah seorang pelayan dan melepaskan topengnya. Dia membuat salah seorang pelayan pria pingsan dan mengambil pakaian serta barang yang dibawanya. Dengan wajah yang terlihat seperti seorang pemuda yang baru berusia 15 tahun itu, Xue Zhan berpura-pura sedang mengantarkan pakaian.


Prajurit itu baru saja selesai menginterogasi tangan kanan Jiazhen Wu bersama dua orang lainnya, mereka keluar bersamaan dan pergi begitu saja.


Xue Zhan segera bergerak, membuka pintu perlahan dan masuk ke dalam. Matanya langsung menangkap seorang laki-laki digantung bertelanjang dada dengan berbagai duri serta rantai di leher, tangan, kaki serta dadanya. Puluhan bekas cambuk bersemayam di sekujur badan penuh darah, Xue Zhan miris melihatnya.


Mereka benar-benar orang yang kejam. Laki-laki itu sudah hampir pingsan ketika Xue Zhan sampai di depannya.


Setelah memastikan sekali lagi rernyata benar, dia adalah tangan kanan Jiazhen Wu yang sedang ditahan.


Xue Zhan memasuki ruangan itu dengan cepat dan menutup pintu di belakangnya. Tangan Kanan Jiazhen Wu terkejut melihatnya, matanya yang lebam dan membengkak kesusahan mengenali siapa sosok tersebut meskipun pada akhirnya dia tidak bisa menebak siapa pemuda tersebut. Xue Zhan menjelaskan bahwa dia ingin membebaskan Jiazhen Wu dari penjara dan menanyakan ruangan di mana kunci-kunci penjara bawah tanah di simpan.


Laki-laki itu tentu tahu karena sebelum mengabdi pada klan Jiazhen dia adalah salah satu prajurit bawah tanah Kekaisaran Diqiu. Dia sempat mencurigai Xue Zhan.


novel


Ketika Xue Zhan memberitahukan di mana lokasi Jiazhen Wu ditahan, kecurigaan di wajah laki-laki itu perlahan lenyap. Sejenak dia sadar sudah tidak memiliki pilihan. Jika seandainya Xue Zhan adalah musuh setidaknya Jiazhen Wu bisa keluar hidup-hidup dari penjara tersebut, pikirnya.


Tangan Kanan Jiazhen Wu bernama Yang Sheng akhirnya memberitahukan di mana letak kunci penjara bawah tanah disembunyikan. Mereka menyembunyikannya di kandang kuda, tempat yang paling tidak mungkin untuk dicari penyusup sepertinya.


Xue Zhan segera melepaskan ranting dan pengikat di tubuh Yang Sheng. "Kau tahu seluk beluk di Istana ini. Aku yakin kau bisa keluar dengan selamat." Dia menepuk pundak laki-laki itu. Sejenak Yang Sheng mulai dapat berpikir jernih, Xue Zhan menggunakan kekuatannya untuk memulihkan luka di tubuhnya begitu cepat.


Kini dia bisa melihat rupa Xue Zhan dengan jelas.


"Kau begitu muda dan tampan, kau pasti murid perguruan. Aku tadinya berpikir kau adalah penjahat. Maafkan aku telah berburuk sangka."


"Tidak masalah. Aku akan segera membebaskan Tuan Jiazhen secepat mungkin-"


"Tunggu, Tuan-" Yang Sheng menahan Xue Zhan.


"Aku akan mencari orang yang memiliki wajah dan penampilan yang sama seperti Tuan Jiazhen untuk menggantikannya menerima hukuman mati. Jika orang tahu Tuan Jiazhen kabur melarikan diri, kita akan berada dalam masalah besar."


Xue Zhan mengerutkan dahi. "kau bisa menemukannya dalam waktu sesingkat ini?"


"Aku memiliki beberapa orang kepercayaan yang bekerja sebagai pelayan di istana. Mereka akan membantuku. Mohon bantuannya untuk menyelamatkan Tuan kami."


Yang Sheng menyatukan kedua tangannya dengan hormat. "Kita akan bertemu secepatnya di tempat persembunyian kami. Tuan majikan pasti akan memberitahu Anda di mana."


Xue Zhan mengangguk sebelum akhirnya keduanya berpencar menjalankan tugas masing-masing.