
"Ini ..."
Di dalam goa terdapat sebuah air terjun raksasa yang dihuni oleh puluhan ribu burung beraneka jenis, tanaman indah yang tumbuh di dinding dan bebatuan di dalam goa itu sendiri bisa bercahaya terang. Membuatnya sangat mengagumkan seperti memasuki dunia lain yang tak pernah dibayangkannya. Jenis burung di tempat ini bahkan tak ada yang pernah Xue Zhan lihat di dunia atas.
Air Terjun Panas memiliki suhu di luar nalar, Xue Zhan baru berdiri di pintu masuk namun kulitnya seperti terbakar. Dia menengadah melihat langit-langit goa raksasa yang begitu tinggi. Mungkin tempat ini tercipta di dalam dinding jurang dan di atap sama adalah pembatas dengan dunia atas. Bunyi burung terus berdenging di telinga. Xue Zhan tersentak ketika seekor burung melintas dari atas kepalanya dan memasuki goa itu.
"Apa tidak apa-apa aku masuk ke dalam? Burung ini tak akan mencurigai ku 'kan?"
"Tidak. Paling-paling membunuhmu." Fenghuang menanggapi datar. Tidak tahu ucapannya membuat pemuda itu bergidik seram.
"Jangan membuatku takut. Sekali diserang kau juga yang kena." Gerutuan Xue Zhan sempat membuat Phoenix itu kesal. Mau bagaimana lagi, rute menuju Air Terjun Panas memang berbahaya. Dia menanggapi santai. "Tenang, mereka tak akan menyerangmu. Di tempat ini aku adalah rajanya."
Sesaat Xue Zhan berhenti dan menoleh ke belakang menampakkan tatapan tak percaya, phoenix tersebut menjawab sekali lagi. "Tidak percaya? Lihat sendiri."
Xue Zhan sedikit gemetar saat melangkahkan kaki ke dalam goa tersebut, di atasnya burung-burung itu berterbangan liar, berbunyi melengking dan bahkan beberapa dari mereka saling membunuh. Xue Zhan melihat ke samping, tanaman di goa tersebut memiliki aura yang misterius.
"Itu apa? Bentuknya seperti rumput laut, padahal di sini daratan. Aneh sekali."
"Seharusnya kau tidak aneh lagi, ini Jurang Penyesalan. Kau lupa?"
"Benar juga. Hanya saja aku tidak pernah melihatnya di dunia atas."
"Dunia atas?" Fenghuang bersuara sangat kecil, lalu setelahnya dia terdiam cukup lama.
Xue Zhan sangat berhati-hati saat berjalan. Tapi benar kata Fenghuang, burung-burung yang menyadari kehadiran mereka sama sekali tak menyerang. Dua ratus meter di depan sana Air Terjun Panas terlihat, semakin dekat semakin panas suhu tersebut. Xue Zhan menginjak salah satu bunga unik. Dia memetiknya sambil memperhatikan sesaat.
"Kalau yang ini apa? Dia bercahaya seperti matahari."
Jika sekilas melihatnya itu memang bunga matahari namun warnanya menyerupai emas. Fenghuang menanggapi. "Kau beruntung. Biji bunga itu dapat membantu menyembuhkan racun siluman, tapi tidak untuk racun jenis lainnya."
Sepanjang perjalanan Xue Zhan mencari tahu soal tanaman-tanaman yang dia temui sembari terus berjalan ke arah mata air terjun. Sementara Fenghuang terpaksa menjawab pertanyaan manusia itu walaupun dia enggan.
Mereka tiba di depan Air Terjun Panas tak lama kemudian.
Xiang Yi Bai bilang di balik air terjun panas itu terdapat satu goa lagi yang merupakan sarang para Cicak Loreng. Xue Zhan menurunkan Fenghuang pertama-tama baru berjalan ke dalam goa itu.
"Jangan ceroboh. Kau bisa mati konyol di dalam."
Terlambat. Fenghuang mengatakannya setelah tangan Xue Zhan masuk ke dalam mulut cicak seukuran tubuhnya. Pemuda itu menjerit seketika.
"Aaaa Guru!!"
"Kau memanggil Gurumu sudah seperti memanggil ibumu sendiri."
Di sisi lain Xue Zhan melepaskan diri dari Cicak Loreng yang berukuran sedang. Berlari ke arah Fenghuang sambil mengumpat-umpat.
"Sialan, cicak jelek itu muncul seperti hantu. Kau tidak bilang mereka akan sepadat itu di dalam!"
Di dalam goa Cicak Loreng sudah seperti semut, mereka terus beranak pinak dan bertambah banyak setiap harinya. Xue Zhan sampai terkejut melihat ke dalamnya. Cicak itu memenuhi dinding, langit-langit, dan bahkan bergantungan di mana-mana. Mereka memang tidak sebuah siluman lain tapi cicak itu memiliki racun yang bisa membunuh.
"Tunggu ... Racun?" Xue Zhan melupakan pesan Xiang Yi Bai dan menunduk menatap tangannya yang digigit cicak tadi. Denyut perih menjalar di detik itu juga, Xue Zhan mengumpat lagi dan lagi, tubuhnya lemas namun rasa sakit itu menguat. Membuatnya kehilangan daya untuk melawan.
"Sudah kubilang, kau bisa mati konyol." Fenghuang terlalu enteng menanggapi situasinya. Xue Zhan tak bisa mengeluarkan suara, dia dibuat lumpuh oleh racun tersebut.
"Racun Cicak Loreng memang berbahaya. Walaupun mereka bergerak lamban, letak keunggulan mereka berada di racunnya. Bahkan bukan hanya racunnya, setiap inci tubuhnya juga beracun. Semakin tua mereka semakin berbahaya juga racunnya, mereka akan membunuh diri jika racun tersebut semakin pekat dengan cara memakan tubuhnya sendiri."
"Jika kau bisa selamat aku akan menjelaskan lebih banyak soal tempat ini. Tapi kau harus memberitahuku tentang dunia atas."
Fenghuang perlahan membalikkan badan, dia bergerak ke arah Xue Zhan dengan terbang. Hanya dalam waktu singkat saja burung tersebut bisa kembali bergerak normal seperti biasanya. Tapi tetap saja kekuatannya belum kembali seratus persen sehingga membutuhkan meditasi lebih lama untuk memulihkannya.
Dia mengambil sesuatu dari buntalan kain yang Xue Zhan jatuhkan dan menyodorkan bunga matahari emas dengan paruhnya. "Makan ini untuk membantumu menetralisir racun mereka."
Penjelasan Fenghuang berhenti di sana. Dia kembali ke tempat semula, Xue Zhan menuruti perkataan Fenghuang. Phoenix itu benar, meski tidak banyak Bunga Matahari Emas cukup membantu mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan.
Berjam-jam bermeditasi, Xue Zhan tanpa sengaja kembali ke alam bawah sadar. Tempat gelap dan sunyi itu mengingatkannya pada Iblis Dosa yang terakhir kali disegel oleh Gurunya, Xiang Yi Bai. Semenjak hari itu Iblis Dosa belum pernah memunculkan dirinya lagi. Guncangan besar di dalam ruangan tersebut membuat Xue Zhan hampir jatuh.
Dia mengangkat wajah untuk melihat iblis raksasa itu untuk kedua kalinya dan perasaannya masih tetap sama. Seram dan terintimidasi.
Kedua belas rantai memang masih mengikat tubuh Iblis Dosa namun Xue Zhan melihat salah satunya hampir terlepas. Sebelumnya iblis itu sudah memiliki kerangka dan bentuk, tapi kini hanya tersisa bayangan merah yang masih dapat terlihat jelas.
Sepasang cahaya merah terbuka, itu adalah mata Iblis Dosa.
"Akhirnya kau kembali."
"Kau membohongiku terakhir kali. Seharusnya aku tidak percaya padamu."
"Hahahaha." Tawanya memenuhi satu ruangan hingga bergema. "Aku pun akan mengatakan hal yang sama padamu. Aku tidak akan percaya pada iblis seperti kau. Karena seperti yang kukatakan sebelumnya. Hati iblis lebih kejam dari manusia. Karena itu adalah sifat kita yang sebenarnya."
"Sialan. Kau tidak akan pernah keluar dari sini. Guru Xiang pasti akan menyegelmu kembali."
"Menyegelku lagi? Kau tahu, setelah menyegelku dia kehilangan banyak kekuatan. Melakukan segel membutuhkan kekuatan yang amat besar. Bahkan orang yang pertama kali menyegelku mati setelah melakukan itu."
"Siapa-?" Wajah Xue Zhan terkejut.
"Tidak ada gunanya memberitahumu. Yang jelas, kau tak akan mampu menahanku dari Kebangkitan. Sampai waktunya tiba, tidak ada yang mampu menghentikanku. Bersiaplah menjadi bencana yang akan memusnahkan manusia. Aku akan sangat menantikannya."