
"Aih, ke mana anak itu pergi?" Xiang Yi Bai mendengkus kesal. Dia berhenti sejenak di sebuah kedai bersama Fenghuang. Xue Zhan berlari sangat cepat dan menghilang di antara keramaian, larinya kencang seperti maling ayam.
"Padahal dia muridmu, mengaturnya saja kau tidak becus." Fenghuang menggerutu sinis, tak lama pelayan datang. Xiang Yi Bai memesan makanan sebelum membalas omongan gadis itu.
"Dia itu aslinya memang kepala batu. Sepertinya masalah ini sangat penting baginya," urainya kemudian. Lelaki itu membuang pandangan ke keramaian. "Lagipula aku juga mencari sesuatu di sini, dunia atas jauh lebih berkembang dari terakhir kali aku melihatnya."
Karena sejak awal keluar dari Jurang Penyesalan mereka langsung ditimpa banyak masalah Xiang Yi Bai sampai tidak bisa memperhatikan jelas keadaan di sekitar. Namun banyak perubahan yang terlihat entah itu dari generasi, kemajuan ilmu bela diri dan perkembangan lainnya dan itu membuatnya sedikit kagum.
Meski demikian nampaknya masalah tak akan pernah benar-benar surut. Dua puluh tahun era perdamaian tak selamanya bertahan, sekarang saja, Xiang Yi Bai mendengar sebuah syair yang terdengar ganjil di telinga. Seorang anak kecil bernyanyi sambil berlari di kota dengan riang gembira.
Semua orang termasuk Fenghuang dan Xiang Yi Bai menatap anak kecil itu hingga ke ujung jalan, "Bunga salju dinodai bercak darah, Langit menyumpahi Sang Bayangan Kebajikan. Dewa Kematian murka dan bangkit. Angin dari Gunung Qin membawa kabar kematian untuk umat manusia ..."
Fenghuang mengernyit dalam. "Apa maksudnya itu?"
Dia sudah pasti mengerti bahwa syair itu bukan syair yang wajar dinyanyikan seorang anak kecil. Xiang Yi Bai menatap anak kecil itu bahkan hingga dia menghilang dari pandangan.
"Mereka kembali turun dari neraka, perang akan kembali terjadi, dan kali ini mungkin akan melibatkan para Sang Bayangan Kebajikan yaitu keempat Kaisar di empat benua."
Begitu cepatnya dia membaca arti dari pesan yang disiratkan di dalam syair tersebut.
"Sekalinya kau keluar dunia kembali berada di ujung tanduk, heh," ledek Fenghuang penuh arti. "Kau akan mengalami nasib yang sama jika kau bersikeras dengan tujuanmu itu. Sebaiknya kau katakan pada Xue Zhan baik-baik. Dia akan lebih marah jika tahu hal ini suatu saat nanti."
Xiang Yi Bai tak menggubris. "Kau mau mengatur seorang kakek tua seperti aku?" Dia tertawa lebar.
Fenghuang membalas telak. "Aku jauh lebih tua dibandingkanmu, manusia sialan."
Fenghuang tertawa lagi. Sesaat matanya terkunci pada sekelompok rombongan Fan Yuan, gadis itu melemparkan pandangan pada Xiang Yi Bai sejenak lalu berkata, "Sampaikan pada si cecunguk bodoh itu, aku memiliki beberapa urusan yang harus diselesaikan dengan seorang nenek lampir, aku akan kembali secepatnya."
Xiang Yi Bai menenggak arak dengan tenang, "nah pergilah cepat. Aku akan memberitahu anak itu kalau ayam warna-warninya hilang di pasar. Pasti dia menangis semalaman habis ini."
"Cih, siapa yang ayam warna-warni?"
Terlihat Fenghuang menarik tinju geram, dia melengos pergi menuju tempat Fan Yuan berada. Terlihat mereka berbincang sejenak. Fenghuang meminta tolong untuk bisa ikut mereka dalam perjalanan kembali ke Kekaisaran Feng-tempat yang menjadi tujuan Fenghuang saat ini.
Xiang Yi Bai membuang napas perlahan. Memerhatikan sekitar yang perlahan-lahan ramai, bukan oleh pengunjung tapi juga gosip yang tidak ada habisnya diperbincangkan. Xiang Yi Bai duduk di meja kayu kecil di paling ujung tapi dia dapat mendengar jelas apa yang sedang mereka ributkan tengah hari seperti ini. Sambil menenggak araknya dia mendengarkan gosip dari para pelanggan. Suasana di kedai itu terasa panas dan pengap oleh asap dan bau badan-badan orang tersebut.
Ada yang menyebutkan bahwa Kang Jian bunuh diri karena merasa tertekan, tapi ada juga yang mengatakan bahwa Kaisar Ziran lah yang membunuhnya dengan bantuan dari tangan orang lain.
Xiang Yi Bai merasa terganggu dengan pembicaraan para pelanggan tersebut. Namun, dia tidak bisa menghindari rasa penasaran yang muncul di dalam dirinya. Karena dia juga mengenal seperti apa Ziran Zhao. Kepribadiannya terbilang abu-abu, sulit menentukan benar tidaknya isu tersebut.
Tiba-tiba puluhan prajurit berzirah besi turun dan masuk ke dalam kedai dengan penuh arogansi. Tanpa memberi kesempatan pada para pelanggan untuk bergerak, mereka menangkap tiga orang yang dianggap menyebarkan kebohongan tentang Kaisar Ziran dan kematian Kang Jian.
Xiang Yi Bai menyimak perseteruan yang terjadi antara pelanggan dan prajurit. Dia tidak pernah mengira bahwa gosip itu membuat puluhan prajurit bergerak. Xiang Yi Bai melihat ke arah para pelanggan yang terkejut dan ketakutan, dan dalam sekejap, suasana hening tercipta di kedai tersebut.
"Tidak ada yang boleh menyebarkan kabar palsu tentang Kaisar Ziran," ujar prajurit dengan suara lantang. Dia berdiri tepat di sebelah meja Xiang Yi Bai, laki-laki itu memasukkan kacang polong ke dalam mulutnya sembari menyimak.
Suara kunyahnya terdengar sampai ke telinga prajurit itu, tatapan tajam melayang pada Xiang Yi Bai. Namun sekali melihat, bukan Xiang Yi Bai yang ketakutan. Justru prajurit itu langsung ciut dan memalingkan muka cepat. Tanpa perlu dia bicara, kekuatan besar dari dalam tubuh Xiang Yi Bai menekannya tanpa ampun.
Prajurit itu kemudian bergabung kembali dengan rekan-rekannya dan keluar dari kedai. Suasana di dalam kedai kembali tenang,
Sesaat, tidak ada lagi yang membicarakan tentang isu besar itu. Semua orang terdiam dan terus melanjutkan aktivitas mereka seperti biasa.
Xiang Yi Bai berjalan keluar dari kedai saat sore menjelang. Di pinggir jalan terdengar suara seorang anak kecil yang sedang bernyanyi di belakangnya.
Xiang Yi Bai berbalik dan melihat anak kecil tersebut. "Oi, anak kecil. Syair yang kau nyanyikan itu menarik perhatianku. Dari mana kau mendengarnya?" tanya Xiang Yi Bai.
Wajah seram, bicara menyolot dan mata melotot. Anak itu langsung merapatkan punggungnya ke dinding ketakutan. Anak kecil itu hanya diam dan tidak menjawab. Dia berlari pergi meninggalkan Xiang Yi Bai yang mengumpat kesal sambil mengibaskan lengan jubahnya.
Xiang Yi Bai menggeleng. "Sebenarnya siapa dalang di balik ini semua? Dilihat dari rencananya dia memiliki tujuan yang sangat besar. Sialan, seharusnya saat Guru menjelaskan tentang Pusaka Matahari aku mendengarnya baik-baik ..." keluhnya sepanjang jalan. Jika begini caranya Xiang Yi Bai tak akan bisa melakukan tugasnya dengan baik.
Dia menatap pedang di tangannya, menyentuh ukiran tulisan dengan hati-hati.
"Aku telah berjanji pada kalian, takdir memaksaku hidup lebih lama untuk memperbaiki semua kesalahan yang terjadi di masa lalu. Tapi apakah ada manusia yang benar-benar bisa menghentikan malapetaka ini?"
Dia tersenyum pahit. "Kurasa tidak ada. Hahaha."
Dia berbicara sendiri dan menertawakannya sendiri.
"Tapi jika manusia tidak bisa, apa anak iblis itu bisa melakukannya?"