Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 137 - Melewati Empat Musim II


Dia membalikkan badan, Fenghuang tampak terkejut mendengar itu. Dia memang belum tahu sepenuhnya seluk beluk Xue Zhan. Namun Xiang Yi Bai tahu, bahkan hal-hal yang tidak Xue Zhan ketahui tentang dirinya sendiri.


"Aku tahu aku meminta terlalu banyak ... Tapi aku ingin Guru ikut keluar dari sini. Keluar dari penyesalan yang membelenggumu selama puluhan tahun. Dunia atas memang mengerikan, tapi terkadang tidak terlalu buruk.. Sama seperti ketika aku pertama kali melihat Guru Xiang. Aku percaya bahwa manusia baik masih ada dan aku percaya akan hal itu."


Fenghuang beralih menatap Xiang Yi Bai. Ternyata selama beberapa hari ini Xue Zhan selalu memikirkan hal tersebut dan membuatnya sering kehilangan fokus saat berlatih.


Dia juga tahu bahwa Xiang Yi Bai baik, terlepas dari sikap temperamen dan penampilannya yang mengerikan, laki-laki itu memiliki hati yang lebih lembut daripada kapas. Tutur katanya keras, tapi dia selalu melindungi muridnya dengan baik. Ikatan antara guru dan murid sulit dilepas. Xue Zhan tak ingin kehilangan Gurunya dengan meninggalkan laki-laki itu sendiri di jurang sementara dia kembali ke dunia manusia.


Xiang Yi Bai sudah mengajarkan cara untuk menaiki dinding Jurang Penyesalan dan keluar dari tempat terkutuk tersebut. Tapi Xue Zhan enggan pergi dari sana tanpa lelaki itu. Meskipun mereka selalu berakhir berdebat, Xiang Yi Bai menolak dan berkata akan menetap di sana sampai akhir hayat. Meskipun harus mati melindungi Batu Tanah, Xiang Yi Bai tidak keberatan.


Karena sejak awal, dia berada di Jurang Penyesalan karena batu tersebut.


"Apa yang mau kulihat di atas? Hanya sekumpulan manusia yang saling menggigit dan bertikai."


Xiang Yi Bai mencoba mengalihkan pandangannya dari Xue Zhan yang masih memburunya. "Guru, aku yakin kau pasti pernah berpikir untuk kembali dan memperbaiki semuanya. Sekarang belum terlambat, Taring Merah akan kembali untuk mengejarmu. Jika kita kembali ke dunia manusia, kita bisa berkelana jauh tanpa mereka ketahui."


"Aku sudah mengatakannya, bocah busuk. aku tak akan keluar dari sini. Keluar bukan pilihan."


"Dengarkan muridmu sekali-kali, laki-laki tua." Akhirnya Fenghuang mengeluarkan suara walaupun terkesan ketus. "Dia akan kehilangan ibunya-eh, maksudku Gurunya. Bukankah menyakitkan?"


"Fenghuang, aku benar-benar menyayangimu!" Xue Zhan memeluk Phoenix itu tiba-tiba, senang sekali temannya itu membela. Fenghuang kembali bersuara. "Aku juga tak ingin melihatmu tetap berada di sini, sangat menyedihkan. Keluarlah dan hadapi musuhmu layaknya seorang petarung sejati."


Meski baru satu tahun mengenal Xiang Yi Bai dan Fenghuang sangat akrab, mereka sering berburu dan mengumpulkan keperluan memasak bersama-sama.


"Bukan hanya aku, ayam warna-warniku bisa demam karena tidak mendengar suara. Guru, kau begitu menawan sampai-sampai Fenghuang tidak bisa kehilanganmu."


Xiang Yi Bai menjitak kepala muridnya hingga hampir terjungkal. "Murid bodoh!" Dia kembali memarahi Xue Zhan.


"Aku tidak akan pergi ke mana pun, itu sudah keputusanku. Mengerti?" Xiang Yi Bai bangkit dan meninggalkan Fenghuang bersama Xue Zhan. Malam perlahan-lahan turun walaupun di tempat itu seperti tidak ada bedanya, hanya saja udara menjadi lebih dingin saat malam hari tiba.


Entah ke mana perginya Xiang Yi Bai, Xue Zhan selalu tidak berhasil membujuk laki-laki itu untuk keluar dari Jurang Penyesalan. Tidak mengherankan mengapa lelaki itu bisa bertahan di sini sampai 20 tahun, tampaknya dia sudah begitu membenci dunia dan seisinya sehingga kembali terasa menyakitkan.


Fenghuang meledeknya diam-diam, "Bicara denganku saja kau berani. Dengan gurumu tak berkutik. Ckckck."


"Diamlah Fenghuang. Lihat mukaku ini, sedang sedih," suara Xue Zhan parau.


"Muka seperti tikus terjepit begitu kau bilang sedih. Jelek sekali mukamu. Mengganggu pemandangan saja," lontar Fenghuang tanpa hati. Xue Zhan menatapnya sesaat, daripada membalas ejekannya dia lebih tertarik dengan satu hal yang sejak tadi mengganggu pikirannya.


"Fenghuang," panggilnya sejenak.


"Sebenarnya ... Apa yang membuatmu ingin sekali ke dunia manusia? Maksudku, kau selalu bersemangat untuk kembali ke sana. Dan mengapa kau dikurung di sini? Sebenarnya apa Segel Langit itu? Aku benar-benar ingin tahu. Setidaknya, jika memang kita berpisah setelah ini aku sedikit tahu tentangmu."


Cukup lama Fenghuang hanya berdiam tanpa mengeluarkan suara, hanya bunyi angin yang menyelimuti keduanya. Xue Zhan merapatkan diri ke api unggun dan menjulurkan tangan ke dekat api.


"Masa lalu kita sama-sama suram."


Setelah beberapa menit lamanya baru terdengar Fenghuang berbicara, mata keduanya saling bertemu lima detik lamanya.


"Tapi bagaimana pun kita tidak akan pernah bisa mengubah masa lalu, karena masa lalu itu adalah bagian dari diri kita sekarang." Sesaat Xue Zhan hanya bisa terpana ketika memperhatikan lebih detail Phoenix tersebut. Dia tetap seindah yang Xue Zhan lihat pertama kali di sebuah laut dengan pohon raksasa.


"Tapi kita masih memiliki kesempatan untuk menebus penyesalan di masa lalu, hanya dengan itu jiwamu bisa beristirahat dengan tenang kelak."


Tak terdengar tanggapan darinya hingga akhirnya Xue Zhan memilih membincangkan sesuatu yang selama ini bersemayam di kepalanya.


Xue Zhan menurunkan intonasi bicara menjadi sangat pelan, "Kau ingin keluar dari jurang ini untuk mencari seseorang?"


Siluman burung itu menoleh padanya sedikit mengecam. "Apa yang kau tahu soalku?"


Xue Zhan tak lagi berbicara melainkan menatap mata Fenghuang lama sehingga membuat lawan bicaranya memalingkan muka kesal. "Terkadang kau menjadi sangat menyebalkan saat ingin tahu segala sesuatu."


"Maafkan aku, Fenghuang. Jikaa kau tidak berkenan memberitahunya juga tidak apa-apa. Aku akan memenuhi syarat dari Guru secepat mungkin, dengan begitu kau akan segera mencapai tujuanmu, keluar dari Jurang Penyesalan ini."


Fenghuang melebarkan sayap dan pergi dari sana begitu saja. Malam ini Xue Zhan sudah menghancurkan suasana hati mereka. Baik Xiang Yi Bai maupun Fenghuang, atau bahkan dirinya, mereka sama-sama memiliki masa lalu yang sulit untuk diceritakan.


Xue Zhan bisa dengan mudah menceritakan masa lalunya pada mereka karena dia percaya Xiang Yi Bai dan Fenghuang baik.


Mengingat apa yang akan terjadi esok, Xue Zhan merasa dirinya tidak akan siap. Setelah menguasai seratus gerakan dasar dari Gunung Pohon Seribu maka semuanya telah selesai. Fenghuang akan keluar dari Jurang Penyesalan meninggalkan mereka berdua. Dan Xue Zhan akan meninggalkan Guru yang sangat disayanginya, Xiang Yi Bai akan kembali sendiri di Jurang Penyesalan.


Dia akan kehilangan mereka berdua, itu adalah hal menyakitkan hal yang tak akan pernah ingin dia temui. Dia mengenal Xiang Yi Bai empat tahun lamanya, banyak hal mereka lalui dalam suka duka. Begitu pun dengan Fenghuang yang telah menjadi sahabatnya di Jurang Penyesalan.


Xue Zhan perlahan menoleh ke pondok kecil dan mendapati Xiang Yi Bai berada di dalamnya, hanya sedikit, tapi dia dapat melihat wajah itu. Begitu tenang saat terlelap. Dia pasti akan merindukan Xiang Yi Bai. Laki-laki itu melakukan banyak hal untuknya. Menyelamatkan nyawanya, mengobatinya, membuatkan makanan, melatih dan bahkan menjaganya saat dirinya tertidur.


Tanpa sadar air mata menetes di sebelah pipinya.


Karena bagaimana pun perpisahan akan selalu menjadi hal menyakitkan bagaimana pun bentuknya.