Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 202 - Ilusi Ruang dan Waktu


Hujan deras yang turun sepanjang malam telah mengakibatkan banjir di sepanjang jalan utama desa.


Terdengar suara tapak kaki kuda yang menjadi satu-satunya suara di sepanjang jalan tersebut. Meninggalkan perbatasan desa yang dipenuhi oleh orang-orang yang melambaikan tangan ke arahnya sambil bersorak-sorai.


Xue Zhan berharap dia tidak tertinggal oleh Taring Merah. Langkah mereka begitu cepat berlari, entah seberapa banyak kekacauan yang telah disebabkan oleh kelompok itu. Xue Zhan melihat ke kanan dan kiri saat kuda hitam terus melewati beberapa tempat.


Tidak ada yang lain selain perang, pertumpahan darah dan pembantaian. Matanya menatap miris, begitu banyak anak-anak terbujur kaku menjadi bangkai. Para wanita telah membusuk memeluk bayi mereka dan laki-laki mati terbunuh dalam pertarungan melindungi keluarganya.


Desa yang sunyi itu terendam oleh banjir bercampur darah akibat hujan deras yang tak henti-hentinya. Suasana suram meliputi desa tersebut, dan keheningan hanya terpotong oleh suara gemuruh air yang meluap.


Di pintu gerbang desa, tergantung bendera lusuh yang terombang-ambing oleh angin. Keberadaannya seakan menjadi satu-satunya penanda bahwa tempat ini pernah menjadi tempat yang dihuni manusia.


Dia turun dari kuda. Melihat desa yang telah hancur itu, perih di dalam hatinya berubah menjadi amarah besar ketika dia tahu semua itu adalah perbuatan Taring Merah.


"Tidak bisa kumaafkan ..."


Desa-desa yang dahulu tenteram dan harmonis, kini terbalut oleh keputusasaan dan duka yang mendalam.


Setiap kali Taring Merah muncul, mereka membawa kematian dan kehancuran di mana pun mereka melangkah. Tanah menjadi merah oleh darah penduduk yang tak berdosa yang tidak dapat melarikan diri dari kekejaman mereka. Desa-desa itu sekarang menjadi reruntuhan yang sunyi, di mana sisa-sisa kehidupan yang hancur berserakan di mana-mana.


Ribuan orang yang dulunya hidup dengan damai dan bahagia, sekarang harus menghadapi kekacauan dan ketakutan yang tak terbayangkan. Mereka kehilangan anggota keluarga, rumah, dan mata pencaharian mereka. Hidup mereka dihancurkan oleh tangan kejam Taring Merah.


Sang Kaisar dan para menterinya tidak tinggal diam, sudah berulang kali mereka mengambil tindakan untuk memerangi kelompok tersebut dan mengatasi kerusakan yang diakibatkannya. Namun kelompok itu terlalu beringas dan sulit ditaklukkan, mereka dibuat hancur lebur secara perlahan.


Bayangan samar-samar terlintas ketika Kang Jian membawanya meninggalkan tempat tinggalnya saat kecil. Sebuah desa terbakar bersama penduduknya, di tempat itu, Xue Zhan kehilangan adik dan kakeknya.


Xue Zhan berniat mendekati salah satu mayat namun tiba-tiba jantungnya berdenyut perih. Kepalanya seakan ditusuk jarum dari dalam, pemuda itu jatuh tersungkur sambil menggeram.


"Bukan lagi darah yang mengalir dalam dirimu ... Melainkan kebencian."


Pandangan Xue Zhan perlahan buram, hingga saat dia kembali membuka mata satu pemandangan dan melihat ruang kosong. Suasana di ruang hampa itu begitu hening, diisi dengan keheningan yang mencekam. Tidak ada suara, angin, atau getaran apa pun yang dapat dirasakan. Semuanya terasa seolah-olah dalam keadaan beku.


Ruang hampa ini menciptakan suasana seperti sedang terhubung dengan kekuatan dan energi yang lebih besar daripada dirinya sendiri. Xue Zhan tahu jelas di mana dia berada sekarang hanya dengan merasakan situasi di sekitarnya.


Di dalam alam bawah sadarnya Xue Zhan yang berada dalam kegelapan kini kembali berhadapan dengan sosok iblis raksasa yang menyeramkan. Iblis itu memiliki tubuh berupa kerangka tulang yang besar, dengan setiap tulang tampak tajam dan bercahaya dengan warna merah menyala. Cahaya merah yang terpancar dari mata iblis tersebut.


Iblis raksasa ini tersegel oleh 12 mantra suci yang melingkari tubuhnya, menciptakan suatu aura spiritual yang kuat. Mantra-mantra itu memancarkan sinar terang yang kontras dengan kegelapan sekitarnya hingga dapat dilihat dengan jelas bentuk tubuh iblis tersebut.


Meskipun tersegel, keberadaan iblis raksasa ini tetap menghadirkan ancaman yang mengerikan bagi Xue Zhan.


"Kau lagi." Giginya menyatu, kedua matanya melihat tajam ke arah Iblis Dosa.


Xue Zhan mencoba melihat ke Segel Kedua Belas dan melihat Segel itu telah terlepas dari tempatnya semula.


"Kebencian lahir dari orang yang kau anggap berharga, manusia." Tawa seringai muncul di dalam gelapnya ruang itu. "Aku akan terus menyaksikan pembalasan dendammu. Jangan sungkan jika tiba saatnya meminta pertolonganku."


Xue Zhan terbatuk-batuk memuntahkan darah, kedua tangannya menopang tubuhnya yang seketika mati rasa.


Penglihatannya kembali ke tempat terakhir dia berada dalam keadaan terduduk, bau bangkai menyengat menguar bersama badai hujan.


Dia melihatnya sendiri. Segel Kedua Belas kembali terbuka.


Rasa terancam itu masih ada, saat dia pertama kali melihat Iblis Dosa dan bahkan setelah lima tahun berlalu sejak hari itu.


Darah bercampur dengan air hujan, Xue Zhan terbatuk sambil menarik napas kasar. Dia lupa bagaimana terakhir kali iblis itu terlepas dari segelnya dan rasa sakit yang dirasakannya waktu itu.


Selama ada Xiang Yi Bai kekuatan iblis itu tertekan ke tingkat terendah, Iblis Dosa tampaknya melemah saat laki-laki berada di sisinya. Xue Zhan bangkit, baru menyadari Zhongyi sedari tadi berada di samping dan melihatnya.


Dia mengelus kepala kuda itu sambil tertawa, "Hahaha bukan apa-apa, tidak perlu khawatir." Dia menarik napas dalam-dalam, "kita lanjutkan perjalanan."


*


Hujan deras membuat air sungai meluap besar-besaran, Xue Zhan turun dari kuda dan mengamati tempat di mana wilayah Dongyang berada dalam takjub. Zhongyi pergi ke sungai untuk minum sebentar selagi Xue Zhan melihat-lihat sekitar.


Kekaisaran Feng memiliki sejumlah tempat dengan keindahan tak terkira. Dua air terjun kembar terlihat di depan mata lalu dari tempat itu mengalir sungai besar yang mengeluarkan uap panas meskipun hujan sedang deras-derasnya membasahi bumi.


Namun bukan saatnya mengagumi pemandangan di depannya, karena di bawah kakinya kini terdapat markas lama Taring Merah. Tempat itu terlihat biasa saja, tidak seperti rumor yang dikatakan orang apalagi markas yang seperti labirin dan selalu berpindah-pindah.


Terkadang orang-orang suka melebih-lebihkan padahal tidak tahu aslinya bagaimana. Justru tempat ini dikelilingi oleh pemandangan indah yang mempesona.


Setidaknya untuk detik itu saja.


Seketika, ledakan besar menerjang permukaan tanah dengan kekuatan yang menggelegar. Getaran yang kuat melintasi hutan yang mengelilingi markas lama Taring Merah, mengguncang pepohonan.


Ledakan besar itu naik ke atas permukaan hingga ratusan meter. Tiba-tiba, di tengah hutan yang sunyi, jebakan-jebakan yang telah dipasang di sekitar markas lama Taring Merah aktif secara bersamaan. Perangkap yang tersembunyi dalam tanah dan rerimbunan dedaunan mulai bergerak dengan kecepatan dan keganasan yang mengejutkan. Benda-benda tajam seperti jeratan dan senjata tersembunyi, meluncur keluar dari perangkap, mengejar siapa saja yang berani mendekat.


Serangan-serangan tak terduga melayang di sekitarnya, memicu kehancuran dan suara benturan logam yang berulang-ulang


Di tengah situasi itu, Xue Zhan berusaha mempertahankan dirinya dari serbuan jebakan tersebut. Dia meloncat, menghindar, dan menggunakan pedangnya untuk bertahan hidup dalam situasi yang mendebarkan di tengah hutan belantara tersebut.


Xue Zhan melototkan matanya dan beruntung dia masih bisa menghindar. Pemuda itu mendarat tanpa melepaskan pandangannya. Uap tebal menghalangi pandangannya dan ketika Xue Zhan kembali melihat, air terjun dan semua pemandangan di sekitarnya menghilang. Dia berada di sebuah hutan yang sama sekali belum pernah dilaluinya.


Xue Zhan kehilangan kudanya. Dia mencari ke mana pun Zhongyi sudah tidak ada. Terdengar decakan kesal dari mulutnya.


Ilusi itu benar-benar ada. Sebuah kekuatan ilusi yang bisa mengendalikan suatu tempat luas, Xue Zhan pernah mendengar Xiang Yi Bai membahas tentang kekuatan ilusi tapi tidak percaya orang yang bisa mengendalikan tempat sebesar ini masih hidup.


Dalam dunia persilatan, ada suatu kekuatan yang sangat langka dan ditakuti, yaitu kekuatan ilusi. Kekuatan ini memungkinkan penggunanya untuk menciptakan ilusi yang sangat kuat, hingga mampu melibatkan seluruh tempat atau wilayah dengan manipulasi yang luar biasa.


Penguasaan terhadap kekuatan ilusi ini hanya dimiliki oleh segelintir pendekar yang telah menguasai teknik-teknik persilatan yang sangat tinggi. Mereka telah melampaui batasan kekuatan biasa dan mempelajari cara memanipulasi energi spiritual untuk menciptakan ilusi yang tak terbandingkan dengan yang lainnya.


Keunikan dari kekuatan ilusi ini terletak pada kemampuannya untuk meliputi dan mempengaruhi seluruh tempat atau wilayah. Seorang pengguna kekuatan ilusi dapat mengubah tampilan lingkungan sekitarnya, memanipulasi suara, aroma, dan bahkan emosi orang-orang yang berada di dalam wilayah yang terkena pengaruh ilusinya. Hal ini memungkinkan mereka untuk menciptakan lingkungan yang sepenuhnya palsu, mengelabui musuh-musuhnya, dan bahkan mengendalikan persepsi orang lain.


Kekuatan ilusi ini dianggap sangat langka karena hanya sedikit yang mampu menguasainya. Proses pembelajarannya membutuhkan pemahaman mendalam tentang energi spiritual dan kemampuan untuk memahami alam bawah sadar orang lain. Selain itu, pengguna ilusi harus memiliki kekuatan yang besar dan spiritual yang kuat untuk menciptakan ilusi yang meyakinkan dan membingungkan.


Dalam pertempuran, kekuatan ilusi ini sangat ditakuti oleh musuh-musuhnya. Mereka seringkali tidak dapat membedakan antara realitas dan ilusi yang diciptakan oleh pengguna kekuatan ini, sehingga membuat mereka rentan terhadap serangan dan tipuan yang tak terduga. Ilusi-Ilusi yang diperlihatkan dapat mengecoh musuh dan mengubah arah pertempuran, memberikan keunggulan taktis bagi pengguna kekuatan ilusi.


Namun, kekuatan ini juga memiliki kelemahan. Kekuatan ilusi hanya efektif jika musuh tidak mampu melawan dan melihat melalui ilusi tersebut. Seorang yang memiliki tingkat kepekaan yang tinggi atau memiliki keahlian dalam ilusi sendiri dapat membongkar tipu daya dan mematahkan efek ilusi tersebut.


Tak mengherankan, Taring Merah sudah pasti mempunyai petarung legenda di dalamnya. Karena jika bukan karena itu, mereka tak akan mampu mengguncangkan empat Kekaisaran dengan sebegitu hebatnya.


Dia tahu ini adalah tipu daya pemilik kekuatan ilusi dan segera mencari si pengendali kekuatan tersebut. Namun sebelum benar-benar berpikir pohon-pohon di sekitarnya mengeluarkan senjata tajam dari segala sisi. Xue Zhan melompat mundur sambil melibaskan pedangnya untuk menangkis.


Benar kata bawahan Serigala Pembunuh, masih banyak anggota Taring Merah yang menjaga markas tersebut. Tapi setidaknya Xue Zhan bisa mengetahui di mana letak markas mereka.


Belasan laki-laki dalam pakaian hitam dan penutup wajah terbang dari atas dan mengangkat pedang. Tanpa basa-basi langsung memburu kepalanya. Pertarungan terjadi, bunyi pedang memenuhi seisi hutan sunyi.


Xue Zhan memotong salah satu musuhnya namun dalam sekejap dia menghilang seperti abu. Lalu musuh semakin bertambah mengerubunginya.


Pertarungan ini tidak akan ada habisnya, pikir Xue Zhan. Tujuan Ilusi ini adalah untuk membuatnya mati terbunuh karena kelelahan. Xue Zhan mencari jalan lain, dia dikejar-kejar dari belakang.


Langkahnya semakin cepat dan mengejutkannya musuh-musuh di belakang dapat mengimbangi kecepatan tertinggi itu. Xue Zhan melihat di sekitarnya, mencoba menganalisis semua tempat mencurigakan yang menjadi jalan masuk ke dalam markas tersebut.


Xue Zhan berbelok arah tiba-tiba ke kanan, dia merasakan ada kekuatan yang berasal dari air terjun tempat dia pertama kali datang ke tempat ini.


Saat matanya terus melihat, sekilas muncul pelindung di air terjun tersebut. Terlihat sebuah goa di balik air terjun yang tembus pandang, tidak salah lagi itu adalah jalan masuk ke markas.


Langkah Xue Zhan terhenti tiba-tiba saat dia melihat seorang wanita berdiri di atas batu tepat di depan air terjun tersebut. Di tangan kanannya terlihat sebuah kipas kecil yang terus dikelilingi air yang bergerak di atas udara.


"Hadapi aku dulu sebelum memasuki tempat ini."


Dia menunjuk ke sisi lain, terlihat ratusan kerangka tulang yang telah mengering di tepi sungai. "Tapi sebelum kau bisa masuk ke sini, kau hanya akan berakhir di tempat yang sama seperti mereka. Tidak pernah ada satu pun penyusup yang bisa lolos dariku."


Xue Zhan bersiaga. Dia mengukur kekuatannya, wanita itu dipastikan adalah pengendali kekuatan ilusi di tempat ini. Namun tak hanya kekuatan ilusi, kekuatan elemen airnya bahkan jauh lebih besar. Dia memiliki dua kekuatan besar sekaligus.


Tak heran semua orang yang memasuki wilayah ini berakhir mengenaskan dan tidak ada yang bisa keluar hidup-hidup sehingga informasi tentang keberadaan markas mereka tetap terjaga.


"Terima kasih sudah menawarkan. Tapi sepertinya lebih bagus lagi kalau kau yang bergabung dengan tulang-belulang itu."


"Hahaahha besar juga nyalimu." Telah lama tidak ada musuh yang berbicara seperti itu padanya, membuatnya begitu bersemangat dan meluapkan semua kekuatannya.


Dia mengeluarkan sebuah kekuatan air yang begitu besar dan bahkan mampu membuat air sungai terangkat ke atas langit. Xue Zhan bersikap waspada. Lawannya kali ini mungkin akan sangat merepotkan. Sosok itu kembali bersuara menantang.


"Lawan aku jika kau berani."