Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 149 - Markas Lembah Batu II


Lembah Batu adalah sebuah daerah yang terpencil dan misterius. Terletak di antara rangkaian bukit dan ngarai yang memiliki hawa mistis, daerah ini selalu dihantui oleh kabut tipis yang menambah suasana mengerikan di tempat itu.


Ada beberapa orang yang pernah mencoba untuk memasuki lembah ini, namun sebagian besar dari mereka tak pernah kembali lagi. Hanya sedikit orang yang berhasil melewati lembah ini dengan selamat, dan mereka punya cerita yang menakutkan tentang pengalaman mereka.


Suasana di Lembah Batu semakin terasa mencekam ketika Xue Zhan bersembunyi di balik sebuah batu besar. Dia telah bersembunyi di sana selama beberapa saat, berharap musuhnya untuk melepaskan kewaspadaan mereka. Dia tahu bahwa jika dia ditemukan, dia akan ketahuan dan tidak menutup kemungkinan akan terjadinya hal buruk.


Xue Zhan memikirkan situasinya sambil menghela napas dalam-dalam. Dia tahu bahwa dia harus tetap waspada dan bersiaga untuk bertarung setiap saat. Namun ketika dia melihat ke arah musuhnya, terlihat beberapa pendekar yang sedang berjaga sempat melihat dirinya dan curiga. Mereka mulai mendekat ke tempat di mana dia bersembunyi.


"Aku merasa seperti melihat sesuatu di atas sana."


"Sebaiknya langsung diperiksa. Akan kubunuh tanpa ampun."


"Ayo, cepat! Bergerak!"


Lima pendekar berjalan hati-hati dan benar-benar menuju ke tempat Xue Zhan berada.


Xue Zhan masih bersembunyi di balik batu besar mulai khawatir, sambil memikirkan apa yang harus dilakukannya untuk menyelamatkan Nina Yin dan berharap bahwa musuhnya tidak segera menemukannya. Wajahnya gelisah, dia lebih khawatir orang itu tak akan segan membunuh Yin Jiao dan sesaat teringat akan peristiwa di mana dirinya membiarkan gadis itu terkena racun mematikan tepat di depan matanya sendiri.


Orang-orang di bawahnya terlihat berbincang dan berpindah-pindah, Xue Zhan terus memperhatikan gerakan musuhnya. Dia melihat sekelompok pendekar yang mulai bergerak ke arahnya. Pemuda itu melihat sekitar dengan teliti.


Ketika musuhnya semakin dekat dan membuka tempat di mana mereka melihat pemuda itu tidak ada apa-apa di sana selain katak yang hidup di batu.


Xue Zhan menahan napas beberapa lama, dia menyatukan punggung dengan dinding. Beruntung dia memiliki kesempatan untuk berpindah ke tempat yang lebih aman. Namun di jarak seperti itu Xue Zhan semakin dekat dengan orang-orang di bawah sana yang menculik Yin Jiao. Xue Zhan tahu cepat atau lambat dia akan ketahuan, hanya saja dia perlu melihat situasi dan membuat rencana daripada bertindak gegabah.


Darah berdesir cepat, mata merah menatap penuh selidik ke bawah sana dan merasa terancam di saat yang sama pula. Benar saja, sosok itu mengangkat kepala seolah-olah dia sedang memperhatikan Xue Zhan yang bersembunyi di balik batu besar.


Xue Zhan menempelkan punggung ke dinding dengan perasaan campur aduk. Dia sempet merasa ketakutan untuk alasan yang aneh, kekuatan orang itu tidak bisa diremehkan. Dia mungkin sudah memasuki tahap pendekar tingkat elit atau sedikit di bawahnya, dalam jarak dua puluh meter saja Xue Zhan dapat merasakan aura yang amat pekat dan menusuk, seperti bau darah yang telah lama menggenang di dalam kolam.


"Tangkap dia!"


Satu seruan menggemparkan Xue Zhan yang seketika mengambil langkah cepat untuk bersembunyi, tapi percuma keberadaannya sudah diketahui dan tidak ada jalan keluar lagi. Mundur pun percuma, mereka menang jumlah dan juga tempat ini adalah wilayah kekuasaan mereka. Xue Zhan tidak melihat sebuah panah melesat tajam di bahu kiri, menggores kulitnya lumayan dalam.


Goresan tersebut membuat Xue Zhan kehilangan keseimbangan dan jatuh mendarat di atas tanah, pemuda itu berusaha untuk bangun. Ketika dia mengangkat wajah, sepasang kaki terlihat sudah berdiri di depannya. Sangat anteng namun juga angkuh. Usai itu suara berat terdengar, menyiratkan tawa mengejek nan sinis.


"Kau hanya sendirian dan berani masuk ke sini? Mau menyumbang kepala? Sayangnya tidak ada tempat lagi untuk memajang tengkorak kepalamu di ruanganku."


Dia berjalan tepat di hadapan Xue Zhan sambil berbisik di telinganya. "Atau kugunakan saja kepalamu untuk makanan ulat? Setidaknya lebih berguna daripada hidupmu."


Xue Zhan menautkan alis tanpa rasa takut, "Lepaskan Nona Yin!"


Lelaki itu mundur untuk melihat sosok pemuda bertopeng putih itu, tangannya terangkat hendak membuka topeng tersebut namun Xue Zhan lebih dulu mencegat dan menepis jauh tangan lawan bicara. Tidak membiarkan indentitasnya terungkap, baginya omelan Xiang Yi Bai jauh lebih pedih daripada harus bertarung melawan musuh di depannya.


"Siapa namamu?"


"Kenapa penasaran begitu? Aku datang ke sini untuk menyelamatkan Nona Yin, mau dengan cara baik-baik atau kasar ..." Dia mengeluarkan senjata dari sarung pedang, iramanya terkesan tegas. Membuat musuhnya mulai berpikir.


"Lalu beritahu padaku cara yang tersulit. Akan kuhadapi, kembalikan Nona Yin."


Jawaban tersebut membuat lawan bicaranya seolah tidak percaya, mereka memperhatikan sosok Xue Zhan dari atas ke bawah dan begitu seterusnya. Dia bukanlah manusia sakit jiwa atau pun sedang kehilangan akal sehat. Pemuda itu sehat lahir batin, tapi kenapa jawabannya seperti orang sakit?


"Cara tersusah" akhirnya laki-laki itu mengeluarkan suara, Xue Zhan tidak dapat melihatnya, senyuman licik di balik penutup wajahnya. Anak buah laki-laki itu mulai mundur dan tahu akan apa yang akan terjadi selanjutnya, lelaki itu mulai memberitahu dengan suara congkak.


"Cara tersulitnya adalah kalahkan aku, jika kau menang, gadis itu milikmu, jika kau kalah maka nyawa kalian berdua berada di tanganku. Cukup adil, bukan?"


"Jika aku kalah, lepaskan Nona Yin dan aku akan menerima semua hukumannya."


"Sangat keras kepala. Keputusanku sudah bulat, tidak bisa diganggu gugat. Aku tetap tidak akan melepaskan gadis itu."


Xue Zhan masih mencoba menawarkan kesepakatan, apa pun yang terjadi Yin Jiao tidak boleh terseret dalam bahaya. Dia adalah sosok yang penting bagi Kekaisaran karena itu Xue Zhan harus menyelamatkannya.


"Aku tidak mau mengangkat pedangku sebelum persyaratan ku kau setujui. Jangan libatkan Nona Yin."


"Lalu, apa yang kudapatkan dari itu?"


Xue Zhan mengeluarkan sebuah kitab Langkah Memintas Awan yang sangat terkenal dari Lembah Abadi, orang-orang di markas itu terkejut dan sampai tidak bergerak selama beberapa detik.


"Kitab itu?!"


"Bukankah dikatakan orang yang membawanya telah mati di jurang?"


"Tidak peduli soal itu, kitab itu adalah salinan aslinya. Ketua, kau harus mendapatkan benda itu, kekuatanmu akan bertambah semakin kuat!"


Nampaknya penawaran Xue Zhan cukup memuaskan mereka semua, terdengar jawaban singkat setelannya.


"Baiklah, aku setuju."


**


Hari ini boleh capek, tapi pasti besok ....


Lebih capek lagi! Huahauwhaeuhweeee...:(


A/N: hai, lama gak menyapa:D


Kesibukan bener2 padat Minggu ini, dan klo klian notice, babnya juga pendek. Gara2 itu pas lagi nulis author jadi gak fokus mana kepepet sama kerjaan lain. Maap yak. Tapi pasti ntar ada deh waktu2 luang, author gasken crazy up di sana yaa


Makasih udah sabar menghadapi author yang banyak cengcong ini wkwkwk🙏😭 lopyu all🌞