
Dentuman besar menerbangkan pepohonan yang berada di sekitarnya. Begitu kuat hingga pepohonan itu membungkuk, Chao Mi menahan dengan kipas namun alhasil dia tetap terdorong ke belakang dan terpental.
Sekilas dia menatap kedua pasang mata tersebut, mengingatkannya akan tatapan yang sama seperti lima tahun yang lalu. Dipenuhi kebencian dan ambisi yang bertambah semakin kuat dari waktu ke waktu.
Dia teringat akan cerita yang di dengarnya 20 tahun lalu. Suatu masa ketika dia masih muda dan sering mengembara. Kisah itu berbicara tentang Iblis Dosa, entitas mengerikan yang lahir dari perpaduan iblis dan manusia. Kekuatan mengerikan yang dimilikinya bisa saja menghancurkan dunia dan menciptakan penderitaan yang tak terbayangkan.
Chao Mi melihat gambaran gelap Iblis Dosa, tubuhnya yang raksasa, wajahnya yang terbungkus oleh aura jahat yang mencekam. Keberadaannya menjadi ancaman bagi semua yang ada di Kekaisaran. Cerita itu telah menghantui pikiran manusia selama bertahun-tahun, menciptakan perasaan takut yang tak terlupakan.
Iblis Dosa terlahir dalam sebuah peristiwa tragis, salah satu manusia dan iblis terlarut dalam hubungan terlarang. Mereka menciptakan entitas baru yang memiliki sifat campuran dari keduanya. Entitas ini dikenal sebagai Iblis Dosa, melambangkan perbuatan dosa manusia yang paling gelap dan kekuatan jahat dari dunia iblis.
Kekuatan Iblis Dosa lahir dari energi negatif yang tak terkendali, menghasilkan kemampuan yang menakutkan. Dia mampu mengendalikan kekuatan iblis dalam jumlah besar mengeluarkan serangan mematikan, dan menghancurkan dalam skala besar. Kekuatannya yang dahsyat mampu menghancurkan wilayah luas dan menciptakan kekacauan yang tidak terbayangkan.
Seiring berjalannya waktu, legenda tentang Iblis Dosa menyebar di Kekaisaran Diqiu, menimbulkan ketakutan dan rasa waspada di kalangan masyarakat. Orang-orang berusaha keras untuk menjaga diri dari ancaman kekuatannya yang menghancurkan. Semua orang takut pada iblis dan membencinya, begitu pun yang dipikirkan Chao Mi saat itu
"Kau ... Kau semakin mirip dengan cerita-cerita yang disebarkan orang tentang pembawa Iblis Dosa. Kau hanya memikirkan kebencian di dalam hatimu," ucap Chao Mi di sela pertarungan.
Xue Zhan sama sekali tidak dapat mendengarnya, karena saat itu dia juga berada dalam situasi yang sulit.
Bunyi desiran angin menyapa dan menerbangkan pakaiannya, Xue Zhan membuka kedua mata dan melihat kembali Iblis Dosa di hadapannya. Semakin kuat dari waktu ke waktu. Dia tidak bisa menahan kekuatan itu sama sekali, seperti telah bercampur dengan darah dagingnya dan sulit dipisahkan.
Xue Zhan hanya meninju dengan kekuatan biasa, tapi ketika dia melihat dari dekat wajah Chao Mi dan tato milik Taring Merah, ada kebencian yang tidak bisa dijelaskannya dan membuat kekuatan iblis di dalam dirinya kembali keluar.
Entah bagaimana caranya kekuatan itu mulai tidak terkendali.
Tubuhnya mulai bergetar dan berkeringat dingin. Wajahnya yang tadinya tenang kini dipenuhi dengan ekspresi kesakitan dan kebingungan. Dia merasakan sesuatu yang tidak beres dengan kekuatannya.
Iblis Dosa terlihat membuka seringai lebar disertai tawa berat yang menggema di seluruh ruang hampa.
"Kau tidak akan bisa lepas kekuatan ini, ini adalah kekuatan aslimu. Kekuatan sang iblis yang haus akan darah dan ditakuti umat manusia." Dia sedikit membungkuk untuk menyamai wajahnya dengan Xue Zhan yang berdiri tegap menatap penuh benci.
"Kita adalah satu."
Seberkas cahaya menyilaukan matanya, Xue Zhan baru bisa melihat ketika tinjunya berhasil mengenai Chao Mi dan menyaksikan seberapa kuat kekuatan yang dikeluarkannya barusan sambil tercengang.
Aliran energi gelap dan merah tua yang berputar-putar mengelilingi dirinya dengan cara yang tidak terkendali. Kekuatan ini tampak begitu kuat sehingga menggetarkan tanah di sekitarnya. Awan gelap menutupi langit, menciptakan suasana yang menyeramkan.
Itu sudah bukan lagi kekuatannya.
Gelombang udara melingkar di tempatnya, Chao Mi terlempar telak menghantam sebuah batu yang seketika hancur menjadi puing-puing. Kipas miliknya terlempar cukup jauh darinya.
Xue Zhan bisa saja langsung menghabisi Chao Mi detik itu. Namun dia masih belum bisa mengenali kekuatan yang baru saja dia keluarkan. Semua itu bukanlah miliknya, Xue Zhan mencengkram pergelangan tangan kanannya. Berusaha untuk menghentikan dirinya sendiri.
Chao Mi merasakan tekanan mengerikan pada lehernya saat Xue Zhan, yang sedang dalam pengaruh kekuatan iblis yang mengendalikannya, menggenggamnya dengan keras. Kekuatan yang tak terkendali memancar dari tubuh Xue Zhan, mengubahnya menjadi sosok yang mengerikan.
Chao Mi berjuang untuk melepaskan diri dari cengkeraman Xue Zhan, tetapi tekanan yang diberikan begitu kuat sehingga dia tidak bisa menapakkan kakinya di tanah. Nafasnya sesak, dan pandangannya kabur akibat kekurangan oksigen. Rasa terancam melanda dirinya saat dia menyadari bahwa di hadapannya bukanlah Xue Zhan, melainkan entitas iblis yang mempengaruhinya.
"Kau iblis busuk! Kau tak layak hidup di dunia ini! Aku akan membunuhmu, sialan!"
Iblis itu semakin kuat jika dia terus menggunakan kekuatan tersebut.
"Sialan, aku tidak pernah meminta kekuatanmu, iblis busuk."
Xue Zhan menghentikan aliran kekuatan yang masih terus tersalurkan ke telapak tangannya. Menciptakan ledakan kekuatan yang masih terus muncul. Suara-suara berat terdengar dalam pikirannya.
Dalam keadaan tercekik, Chao Mi mengumpulkan sisa-sisa tenaganya yang tersisa. Dengan sekali dorongan terakhir, dia mengeluarkan serangan yang tak terduga. Dia melancarkan tendangan yang kuat tepat ke arah tubuh Xue Zhan yang tengah terpengaruh oleh kekuatan iblis.
Tendangan tersebut menghantam dengan kekuatan yang cukup untuk melepaskan cengkeraman Xue Zhan, Chao Mi jatuh ke tanah dengan nafas tersengal-sengal.
Xue Zhan, yang sedikit terhenti oleh serangan tak terduga tersebut, tampak kebingungan dan terganggu sejenak. Pengaruh kekuatan iblis yang membelenggu pikirannya membuatnya tidak mampu merespons dengan cepat.
Dan sekarang keadaan terbalik, Chao Mi bangkit dan langsung melepaskan teknik kipas mematikan yang dimiliknya.
"Mati saja kau, sampah!" serunya sembari mengayunkan kipas kencang.
Benda-benda tajam yang tersembunyi di dalam topan-topan tersebut siap merobek tubuh Xue Zhan seperti helaian kertas.
Xue Zhan menggemerutukkan giginya, di satu sisi dia harus segera menyelamatkan diri sebelum menjadi potongan. Namun jika dia bersikeras menggunakan kekuatan, hal yang sama akan terjadi lagi. Kekuatan iblis di dalam dirinya kembali muncul.
"Hm? Mengapa? Kau ambigu? Hahaha, lucu. Sangat lucu. Ketika seorang iblis menolak identitasnya. Kau merasa dirimu sama seperti manusia lainnya?"
Tiga topan raksasa berputar dengan cepat di sekitar Xue Zhan, membentuk suatu lingkaran penjara yang tak terlihat. Mereka mengunci tubuh Xue Zhan, mencegahnya untuk bergerak. Xue Zhan terjebak di dalam pusaran topan-topan tersebut dan tidak bisa melakukan apapun.
Di hadapan Xue Zhan yang terkurung, Chao Mi mulai berbicara dengan suara penuh emosi. "kau bukan lagi manusia. Kau telah menjadi iblis seutuhnya, entitas yang memakan hatimu dan mengendalikanmu."
Xue Zhan sedikit berjongkok mengantisipasi pergerakan dari depan. Namun dia salah, wanita itu keluar dari belakangnya dan langsung mengibaskan angin tajam.
Xue Zhan tersentak. Topeng yang menutupi wajahnya terlempar.
"Kau lupa kau hanya seorang iblis busuk yang begitu dibenci manusia? Kekuatan itu adalah jati dirimu yang sebenarnya. Kebencian, hasrat, dan ambisi itu adalah sifat aslimu yang sesungguhnya!"
Secara tidak sengaja Xue Zhan melihat pantulan dirinya sendiri di atas genangan air.
Matanya terkunci pada wajah di sana-tepatnya pada sebuah tanduk di kepalanya.
Xue Zhan hampir melupakan bahwa dirinya tak lebih dari seorang iblis. Dia terlalu lama bersama manusia dan selalu merasa ingin membantu mereka.
Sebanyak apa pun dia membantu manusia-manusia itu tak akan mengubah bahwa dia adalah iblis yang begitu dibenci mereka.
Terbersit sebuah pertanyaan. Setelah dia membuka topeng dan memperlihatkan tanduknya, apakah orang-orang yang dia selamatkan masih mau menerimanya?
Chao Mi terbang bebas di udara, muncul secepat kilat dari tiga arah berbeda dengan menyerangnya menggunakan cakar angin. Cakar anginnya membentuk aliran energi yang tajam dan mematikan, menyapu ke arah Xue Zhan dengan kecepatan kilat.
Xue Zhan yang masih terperangkap dalam penjara topan, berusaha menghindari serangan tersebut dengan gerakan refleks yang terbatas. Namun serangan Chao Mi begitu cepat sehingga sulit baginya untuk sepenuhnya menghindar. Beberapa cakaran angin berhasil mencapai sasarannya, menyebabkan luka-luka pada tubuh Xue Zhan.
Puluhan sobekan dan sayatan mulai bersarang di tubuh Xue Zhan yang terperangkap dalam topan angin dan cakar angin mematikan milik Chao Mi. Wanita itu semakin menambah kekuatannya dan berniat menghabisi nyawa Xue Zhan dalam lingkaran kematian itu.
Xue Zhan jatuh bersimpuh. Dia benar-benar tidka mengeluarkan perlawanan. Selain matanya yang menatap kosong pada pantulan dirinya sendiri, tidak ada pergerakan lain. Hal itu mulai membuat Chao Mi terganggu. Dia memanfaatkan kesempatan untuk melemahkan iblis itu. Namun di sisi lain wanita itu begitu penasaran akan apa yang mengganggu kepala pemuda itu.
"Mulai memikirkan dosamu sebelum menemui ajal?"
Dia menyeringai puas melihat lawannya penuh darah dan terluka berat. Xue Zhan yang telah bermandikan darah dengan mengejutkan masih mampu bertahan. Tidak terdengar erangan seakan dia pernah disayat dengan lebih parah sebelumnya.
"Aku memikirkan perkataanku dulu. Kata-kata yang keluar dengan polosnya dariku. Dan merupakan tujuan awal yang telah lama terlupakan."
Pandangannya masih terkunci pada pantulan dirinya sendiri, seolah-olah melihat dirinya lima tahun yang lalu.
"Aku menginginkan kekuatan bukan untuk membalas dendam. Aku hanya ingin menyelamatkan orang-orang, diakui sebagai iblis, dan menghapus kebencian di antara manusia dan iblis yang telah berlangsung ratusan tahun."
Namun pada kenyataannya yang selama ini dia kejar adalah untuk membunuh musuh-musuhnya.
Chao Mi tentu tidak peduli dengan apa yang dipikirkan pemuda itu. Dia melihat celah terbuka lebar di bagian leher Xue Zhan. Perlahan sosoknya muncul dari balik tiupan angin kencang, perputaran topan menjadi semakin tidak terkendali sementara itu Xue Zhan yang ceroboh justru tidak mempertahankan dirinya.
Chao Mi semakin dekat. Kipas di tangannya terkembang, sebelah tangannya mengeluarkan beberapa senjata rahasia. Dia mengincar Xue Zhan dari titik buta. Pergerakannya yang mulus dan tertutup oleh kekuatan topan membuatnya semakin mudah mengejar Xue Zhan.
Mereka hanya terpaut beberapa langkah. Xue Zhan tersadar, dia terlalu tenggelam dengan pikirannya. Ketika membalikkan badan Chao Mi tidak seberapa jauh lagi. Xue Zhan hendak mengeluarkan kekuatan untuk bertahan.
Namun semuanya terlambat.
Darah mencuat panjang dari tebasan yang dilakukan Chao Mi. Sobekan miring itu memotong hingga ke tulang-tulangnya. Terdengar suara yang begitu kesakitan dalam beberapa detik.
Hening melanda. Detik itu Xue Zhan pucat pasi, wajahnya berlumuran darah dan suaranya tertahan di tenggorokan.
"Zhongyi ..."