
Musuh-musuh menjadi semakin lemah dan tidak berdaya ketika pasukan Kekaisaran Feng semakin gencar dan bersemangat memukul mundur mereka.
Xue Zhan tiba-tiba merasakan tekanan di belakangnya. Deng Yuan tiba-tiba muncul di belakang dan mencoba menyerangnya dengan sekuat tenaga. Xue Zhan menanggapi segera sebelum senjata tajam merobek kulitnya, memutar tubuhnya dan mundur beberapa langkah, langsung menghadap ke arah musuh. Mereka saling mengunci pandangan, dan terjadi detik panjang ketegangan antara mereka berdua.
Sementara itu, pasukan Kekaisaran Feng dan pendekar Topeng Silang Hitam terus bertempur dengan sengit. Kedua belah pihak terus saling serang dan bertahan, tanpa henti. Beberapa mayat tergeletak, darah berceceran di kayu dan menetes ke laut. Kematian terjadi dalam setiap saat.
Musuh tampaknya mulai berontak. Mereka menggenggam senjata mereka dengan erat dan mengangkatnya sambil berteriak menantang. Siap untuk menyerang kapan saja.
Xiao Rong mengambil langkah mundur dan posisi bertahan. Dia memandang ke sekeliling. musuh-musuhnya telah terlalu dekat, dan dia mulai menyiapkan sebuah serangan dengan jangkauan besar.
Bayangan hitam mencuat, menerjang seperti ombak ke arah puluhan pria Topeng Silang Hitam. Benda itu menelan korban jiwa dalam waktu kurang dari beberapa detik, kekuatan kegelapan bahkan tidak menyisakan satu pun tulang dari manusia yang ditelannya.
Sementara itu, Xue Zhan dan Deng Yuan masih berhadapan. Deng Yuan menghentakkan senjatanya ke tanah, Tapi Xue Zhan sama sekali tak gentar, dia menatap ke arah musuh dengan mata nyalang.
"Kupikir aku sudah berhasil menghentikan kalian. Sialnya kalian seperti hama. Terus bermunculan walaupun dibasmi berkali-kali."
"Hahahaha. Kau bicara apa? Pernah mengalahkan kami? Tidak mungkin! Topeng silang hitam adalah kelompok kuat yang berjalan di dalam bayangan."
"Kau lupa Hantu Penggerogot dan pasukannya?"
Deng Yuan membeku dengan keringat dingin. Seolah mengingat dan menelusuri siapa sosok di balik sosok itu.
"Jadi ... kau adalah Xiang Yi Bai?"
"Sayangnya bukan." Xue Zhan tak akan membiarkannya hidup setelah Deng Yuan tahu hal itu. "Tapi malaikat pencabut nyawamu."
Satu sentakan keras menyerbu pundak Deng Yuan, laki-laki itu terkejut tak melihat dari mana serangan tersebut berasal.
"Siapa pun kau, aku tidak peduli! Aku di sini untuk Batu Elemen Penguasa Bumi milik Kekaisaran Feng! Enyahlah kau!"
Sepuluh menit bertarung keduanya bergantian terpojokkan.
Kini Xue Zhan terdesak ketika Deng Yuan menyerangnya dengan sengit. Keduanya saling bergantian menyerang dan bertahan, namun serangan Deng Yuan terlalu cepat kali ini untuk dihindari. Xue Zhan memilih bertahan dengan memutar tubuhnya dan membalikkan pedang. Deng Yuan kaget dan hampir tak mampu menangkis serangan kejutan Xue Zhan.
Namun, Deng Yuan berhasil memutar pedangnya dan menangkis serangan Xue Zhan dengan tepat. Serangan Xue Zhan terhenti sejenak, dan dalam kesempatan itu Deng Yuan menghantamnya amat keras
Pedang Xue Zhan terlempar cukup jauh dan terdampar di sisi jembatan.
Xue Zhan mengambil posisi bertahan sementara Deng Yuan bersiap menyerang. Xue Zhan menggunakan jurus Seni Kekacauan Dewi Angin yang bisa digunakan tanpa senjata. Deng Yuan waspada dan tidak sempat menghindar ketika Xue Zhan bergerak lebih cepat dan mengenai musuhnya.
jurus saling berbenturan, suara bising pertempuran masih menggema di sekitar pelabuhan.
Deng Yuan memutar pedangnya menyerong dari arah samping. Xue Zhan berhasil menangkis serangan tersebut dan membalasnya tiga kali lipat. Deng Yuan terdorong mundur oleh serangan balasan Xue Zhan.
Pemuda itu mengalirkan kekuatan besar, membuat pedang putih tersebut memancarkan aura besar. Tebasan demi tebasan menyerbu tubuh Deng Yuan yang terpojokkan di tepi jembatan. Xue Zhan berhasil menembus pertahanan Deng Yuan dan menebaskan pedang lurus dari atas kepala Deng Yuan.
Deng Yuan terkejut dan kaget, namun dia terlambat untuk menghindar ketika Xue Zhan membelahnya menjadi dua bagian dalam posisi terduduk.
Semua orang di sekitar tertegun melihat kejadian ini, bahkan Xiao Rong yang selalu tenang terkejut melihat hal itu. Xue Zhan berdiri menenteng pedang di tangannya yang berlumuran darah, membuang napas berat. Dia berhasil menumbangkan Deng Yuan walaupun begitu sulit.
Situasi semakin memanas di pelabuhan, ratusan prajurit berjuang melawan pendekar Topeng Silang Hitam. Suasana terasa sangat mencekam, para pendekar saling beradu serangan, suara-suara pedang terdengardan menciptakan percikan bunga api.
Xiao Rong berada di tengah-tengah medan perang, terlihat seperti bayangan yang bergerak dengan cepat. Kehadirannya memicu rasa ketakutan di antara para pendekar Topeng Silang Hitam. Dengan kekuatan kegelapan yang dimilikinya, dia menyerang lawan-lawannya dengan kekuatan besar yang hampir tak terlihat.
Musuhnya tidak bisa berbuat banyak. Dalam sekejap, beberapa pendekar Topeng Silang Hitam sudah tergeletak di tanah, nyawanya telah direnggut oleh Xiao Rong.
Sebuah kekuatan membuat beberapa musuh terkunci. Begitu kekuatan kegelapan tersebut menembus tubuh mereka, mereka langsung terjatuh dan tewas.
Setelah Deng Yuan jatuh dan terpotong, Topeng Silang Hitam menjadi kacau. pasukan Topeng Silang Hitam kehilangan semangat bertarung dan seketika itu terjadi kekalahan besar-besaran. Mereka menjadi sasaran empuk bagi pasukan Xiao Rong dan prajurit yang dipimpin oleh nya.
Pasukan Topeng Silang Hitam kehilangan semangat bertarung mereka dan banyak yang melarikan diri. Para prajurit yang dipimpin oleh Xiao Rong dengan sigap mengamankan area dan mengejar para pengacau yang masih berusaha melarikan diri.
Xiao Rong menggunakan kekuatan kegelapan untuk membunuh puluhan pendekar Topeng Silang Hitam sekaligus dengan gerakan kegelapan membentuk sebuah jarum yang melesat dan menusuk musuh-musuhnya dengan sangat cepat. Tidak ada yang selamat darinya.
Topeng Silang Hitam dalam keadaan terjepit, mereka kalah jumlah dan kalah strategi, serta terpojok oleh serangan terus-menerus. Dalam waktu singkat, para pendekar Topeng Silang Hitam yang tersisa terpaksa menyerah dan ditangkap. Kebanyakan dari mereka memutuskan lidahnya untuk menjaga informasi kelompok. Bahkan langsung bunuh diri dengan bom ledakan.
Beberapa jam setelah serangan tak terduga kondisi pelabuhan yang semula kacau balau dengan serangan Topeng Silang Hitam mulai tampak stabil. Banyak warga yang keluar dari tempat persembunyian mereka dan berkumpul di sekitar. Mereka bersorak gembira dan merayakan kemenangan yang telah berhasil menyelamatkan mereka dari serangan musuh.
Kemenangan yang diraih mereka tidak hanya menimbulkan kegembiraan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi berita besar di seluruh penjuru kota.
Sorak gembira terdengar dari masyarakat sekitar yang menyambut kemenangan mereka. Mereka merasa sangat terbantu dan bersyukur karena pelabuhan mereka berhasil diselamatkan. Semua orang mengerubungi Xue Zhan yang sedikit canggung. Xiao Rong terlihat menatapnya tajam.
Para penduduk memuji keberanian dan kenekatannya Xue Zhan melawan para pendekar Topeng Silang Hitam sendirian. Para penduduk akhirnya dapat bernapas lega dan merasa aman kembali.
Setelah pertempuran selesai, Xiao Rong dan para prajurit membantu membersihkan area pelabuhan yang kacau akibat pertempuran. Mereka juga memberikan pertolongan kepada penduduk yang terluka dan mengevakuasi mereka yang terancam untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Sementara Xue Zhan diam-diam menghilang dari keramaian. Tidak nyaman dengan pujian dan sanjungan yang dilayangkan untuknya. Tujuannya saat ini adalah pergi ke Teluk Ying untuk menjumpai penjual informasi.
**
note: author mohon maap klo ada kesalahan, typo atau pun kesilapan lainnya, mohon dimaklumi yak. Ini udh jam setengah empat, kepala mulai oleng hadewh