Legenda Sang Iblis

Legenda Sang Iblis
Ch. 99 - Latihan


"Tiga ke kiri, dua ke kanan ..." ucap seseorang yang berada di ambang keputusasaan. Dia bersikeras untuk tetap mempertahankan keseimbangan di atas pijakan berupa bambu panjang, di bawahnya terdapat dua ekor siluman naga putih ciptaan Xiang Yi Bai. Kedua naga putih itu tak akan segan-segan menghajarnya jika dia terjatuh sekali saja.


Mungkin sudah tujuh hari berlatih tanpa henti dan cacing perut Xue Zhan mulai kehilangan daya untuk berontak. Wajah pemuda itu pucat pasi, dia merentangkan tangan di ketinggian dan mengulangi gerakan yang sudah diulanginya ribuan kali. Xiang Yi Bai tetap tidak puas dengan hasil latihannya.


Padahal hanya gerakan ke kanan kiri dan melompat. Tapi dia dijaga dua siluman mematikan dan menahan lapar seminggu. Xiang Yi Bai yang tidak punya hati memasak ikan bakar untuk dirinya sendiri, tidak melihat Xue Zhan setengah mati menahan lapar saat mencium aroma makanan.


Latihan Xiang Yi Bai sepuluh bahkan seratus kali lebih keras dari Kang Jian. Laki-laki itu sudah gila, dia benar-benar membuktikan ucapannya dan membuat Xue Zhan merasakan kematian yang kedua kalinya.


"Gerakanmu malah seperti bebek menari. Ulangi seratus kali lagi sebelum matahari turun!"


"Aku bisa mati kalau begini terus, Tetua Xiang," protes Xue Zhan akhirnya. Dia yakin habis ini Xiang Yi Bai akan mendampratnya.


"Bocah bertulang daun!"


Entah dari mana julukan itu muncul, yang jelas mata Xiang Yi Bai kembali menatapnya dengan jengkel. "Baru latihan dasar saja mengeluhnya sudah seperti disuruh membelah gunung!"


Xiang Yi Bai menciptakan hewan spiritual lainnya yang lebih tinggi dari dua lainnya.


"Lihat naga itu, sekali kau tergelincir kau akan masuk ke dalam perutnya."


"Kenapa malah ditambah?"


"Oh, mau lagi rupanya." Xiang Yi Bai menambahkan menjadi empat hewan spiritual tanpa berpikir dua kali-atau sebenarnya laki-laki itu memang tak pernah berpikir untuk melakukan sesuatu. Dengan begitu entengnya menciptakan empat hewan spiritual sekaligus dan ukurannya terbilang besar hingga enam belas kaki.


Xue Zhan menatap ke bawah ngeri, tak berani protes atau Xiang Yi Bai akan menambahkan lebih banyak.


Dia memilih melanjutkan latihan sambil menahan dongkol setengah mati. "Tiga ke kiri, dua ke kanan ... Lalu ke atas, silang-"


Saat menebaskan pedangnya sebuah angin menerpa tubuhnya dan membuat keseimbangan Xue Zhan hilang. Dia terdorong ke belakang dan terjatuh. Saat matanya sekilas melihat wajah Xiang Yi Bai, Xue Zhan yakin laki-laki itu sedang mengerjainya terlihat dari tawa iseng di wajahnya.


"Tetua Xiang!!"


Xue Zhan benar-benar terjatuh, tulang punggungnya seperti patah ketika menghantam bebatuan. Empat naga putih mengibaskan sayap mereka dan mulai menyerang Xue Zhan.


"Tidak! Aku mematahkan jariku! Bagaimana aku bisa memegang pedang dengan satu jari hilang?!" panik Xue Zhan, pekikannya terdengar di telinga Xiang Yi Bai dan memaksa laki-laki itu bangun dari tempat bermalas-malasannya. Dia memerintahkan keempat hewan spiritual untuk menjauhi Xue Zhan dan memeriksa sendiri keadaan bocah itu.


"Bagaimana bisa patah?"


"Aku terjatuh dan menghimpit jariku sampai bengkok!"


"Biar kulihat. Sepertinya tidak ada yang salah dengan susunan tulang jarimu." Xiang Yi Bai tidak bisa memastikan seratus persen, tapi melihat Xue Zhan begitu kesakitan dia juga tidak bisa tinggal diam. Tempat yang biasanya tenang dan sunyi ini berubah ramai, padahal dia hanya kedatangan satu bocah di sana. Suara Xue Zhan yang sangat menyebalkan mulai membuat telinganya pengang selama seminggu terakhir.


Xue Zhan menampakkan jari telunjuk yang ditekuknya. "Lihat, Tetua Xiang. Ini benar-benar bengkok. Tapi jika kau menghembusnya," kata Xue Zhan sambil meniup jari telunjuknya dan kembali meluruskan jari itu tanpa rasa bersalah.


"Langsung sembuh. Hehe."


"Aduh aduh aduh, ampuni aku!!" jerit Xue Zhan kesakitan, dia sudah tidak tahan lagi berlatih dan satu-satunya cara adalah mengelabui Xiang Yi Bai agar bisa turun.


"Anak nakal, mempermainkan orang tua seperti temannya sendiri! Kau harus kuhukum!"


"Lebih baik dihukum daripada berlatih, ini benar-benar menyiksaku. Setidaknya berikan aku makan. Lihat, tubuhku kurus begini sudah seperti daun kering, ditiup angin bisa langsung ke surga."


"Walaupun kelaparan kau tak akan mati cepat. Kau itu iblis. Kau memiliki ketahanan tubuh yang lebih dari manusia."


Xue Zhan tak mau menyangkal karena Xiang Yi Bai benar. Sebelum ini saat masih di Lembah Abadi Xue Zhan telah dihukum cambuk ratusan kali tapi masih bisa selamat. Lalu saat ditikam dan dihajar puluhan pendekar dia masih mampu bertahan beberapa lama hingga akhirnya jatuh dari jurang.


"Tapi tetap saja itu bukan alasan, aku benar-benar tersiksa, Tetua Xiang. Kau sama sekali tidak memiliki rasa iba."


Xiang Yi Bai berhenti menjewer, menghadap ke arah Xue Zhan sambil tersenyum penuh arti.


"Jadi kau lapar?"


Xue Zhan membaca situasi mencurigakan itu dan tidak mau langsung mengiyakan. Sudah satu minggu bersama Monster Tua hanya satu hal yang menggambarkan apa yang dialaminya; tersiksa batin dan fisik.


Dia menunjuk ke arah sungai yang mengalir tenang di samping mereka sambil berucap lebih santun.


"Kalau begitu kau boleh menangkapnya sendiri."


Xue Zhan menatap ke arah sungai sesaat, tak melihat hal mencurigakan dia mengangguk. "Baik, Tetua Xiang."


Dia masuk ke dalam sungai sambil membawa tombak kayu runcing di tangan, air masih sepantaran betisnya tapi Xue Zhan mulai merasakan sesuatu menggigit kakinya.


Terlambat, salah satu binatang laut buas yang memiliki kekuatan petir menyengat Xue Zhan sampai lima detik dan seketika membuat rambut pemuda itu naik. Xue Zhan mengaduh beberapa kali dan melompat-lompat kesakitan.


"Nah, bagaimana? Kau dapat?" sahut Xiang Yi Bai dari tepi sungai menahan tawa.


Xue Zhan perlahan-lahan menoleh ke arahnya sambil mengangkat jempol. "Aman." Mulutnya mengeluarkan kepulan asap. Lalu pemuda itu pingsan di dalam air. Xiang Yi Bai tertawa-tawa sebelum menyelamatkannya. Dia bergumam sebentar, "Haish mengingatkanku saat aku pertama kali datang ke tempat ini. Kau baru lihat di permukaan air saja, bocah busuk."


Saat baru pertama kali datang ke tempat ini Xiang Yi Bai sama terkejutnya dengan Xue Zhan. Hingga puluhan tahun bersemayam di dalamnya, Xiang Yi Bai mulai terbiasa dan akhirnya berteman dengan marabahaya.


Dia melemparkan pandangan ke seluruh penjuru Jurang Penyesalan, yang telah menjadi teman sekaligus musuhnya berpuluh-puluh tahun. "ada permukaan, ada dasarnya. Ancaman semakin membesar semakin lama kau di sini. Tempat ini tak akan membiarkanmu hidup jika kau masih selemah ini."


Melihat Xue Zhan tak sadarkan diri dia mulai kasihan walaupun anak itu terkadang usil dan berisik.


"Sepertinya bocah ini jarang dilatih. Sudah hampir tujuh belas tahun kekuatannya belum berkembang pesat. Dia memiliki kekuatan yang lebih dari manusia biasa tapi perkembangannya sebelas dua belas dengan mereka. Sangat disayangkan."


Lalu terlihat senyum mengerikan di wajahnya. "Bocah busuk, jangan harap kau bisa hidup di sini dengan tenang."