
🍀 AKSI DUO IBLIS 🍀
"Jika aku ternyata bukan manusia yang kau cintai, akankah dirimu tetap bersamaku? Melewati setiap pagi dengan senyuman di bibir merahmu, meneguk cherry manis dalam setiap desahan ditiap malam kita. Tertawa bersama di kala siang, lalu berlarian di tepi pantai menjelang matahari tenggelam. Andai kau tahu, kamu satu-satunya manusia- perempuan yang bersamaku selain Ibu."
Evan dalam wujud tubuh Lee, memandangi wajah Lily yang masih tertidur, terlihat tenang dan menghanyutkan. Semalam mereka menghabiskan waktu menghitung bintang-bintang yang bertaburan di langit. Mereka berkunjung di sebuah tempat yang ramai dengan para pemuda pemudi di Yogyakarta dengan sebutan "Bukit Bintang".
Lily terbangun. Dia perlahan membuka mata. Lee pura-pura memejamkan mata kembali. Mendengarkan apa yang diucapkan Lily dengan lirih.
"Selamat pagi, sayang. Belum bangun ya? Semoga hari ini menyenangkan seperti hari-hari sebelumnya bersamamu."
Lily beranjak dari ranjang. Dia bergegas mandi. Setelah mandi, Lily memesan breakfast on bed pada layanan room service hotel. Mereka menginap di Hotel Atris berbintang tiga dengan layanan baik karena hotel berbintang lima terlalu ramai.
Setelah memesan breakfast, Lily terkejut saat Lee memeluk dari belakang. "Morning, honey ...."
"Pagi juga, sayang. Aku baru saja pesan breakfast. Kamu mandi dulu saja. Hari ini akan menjadi hari yang panjang untuk kita," bisik Lily yang tersenyum menoleh ke arah wajah Lee.
"Baik, sayang. Aku mandi dahulu. Kupastikan kali ini misi kita membuahkan hasil," sahut Lee yang tersenyum misterius.
Lily sudah menjadi pengikut Asmodeus. Tubuhnya menghilang saat pesawat yang ditumpanginya mengalami kecelakaan tragis. Menjadi Iblis adalah pilihan terbaik Lily waktu itu. Menyerahkan jiwanya pada kegelapan demi membawa yang dicinta kembali ke dunia. Tak pernah Lily bayangkan, membunuh orang dengan cara tak biasa. Sebagai bodyguard tentunya Lily sering berkelahi bahkan tak segan-segan membunuh lawan dari Tuan Lee, oleh sebab itu dia pun tak keberatan jika sekarang harus membunuh orang berdosa.
Lily dan Lee segera sarapan saat pesanan mereka sampai. Setelah itu, mereka meninggalkan hotel dan menuju ke rumah di mana Ningsih berada.
"Kali ini, wanita itu tak akan lolos!" gumam Lily.
"Tentu saja, aku sudah mengeceknya. Bima tak ada di sana," jawab Lee puas.
"Kamu hebat sayang. Kita akan lancarkan aksi kali ini," kata Lily dan mereka tertawa bersama.
Mobil hitam yang dikendarai Lee berhenti di seberang rumah keponakan Ningsih. Diamatinya situasi pagi hari di sana. Belum ada tanda-tanda Ningsih dan keluarganya.
Dua jam kemudian, penantian mereka membuahkan hasil. Ningsih terlihat bersiap pergi. Sopirnya pun mengeluarkan dua mobil.
"Penantian berakhir. Mangsa benar-benar akan pergi. Kita lancarkan aksi hari ini, sayang. Tuan Asmodeus pasti senang," ucap Lily membuat Lee semakin bersemangat.
Ningsih dan keluarganya masuk ke kedua mobil itu. Kedua mobil yang dipakai Ningsih dan keluarganya pun melaju perlahan beriringan. Lee mulai menginjak gas perlahan, mengikuti dari belakang. Tepat di belakang mobil yang Ningsih tumpangi.
Ningsih dan keluarganya tak tahu jika bahaya sudah di depan mata. Dinda belum kembali setelah kesal kepada Santi dan Nindy. Sedangkan Bima tiba-tiba pergi dengan alasan urusan penting.
Perjalanan menuju Wonosari kali ini sangat landai karena tidak ada kemacetan. Joko menyopir mobil yang ditumpangi Ningsih, Bapak, Ibu, Wahyu dan Mak Sri sedangkan Reno menyopir mobil yang ditumpangi Santi dan Nindy
***
Di sisi lain ....
Neraka lapis ke tujuh ....
"AMBIL NYAWA WANITA PENGIKUTMU. SELESAIKAN TUGASMU DAN SEGERA MENCARI MANGSA LAIN!" tegas Tuan Chernobog dengan suara menggelegar, menggema di penjuru Neraka lapis ke tujuh.
"HAMBA TAK BISA MELAKUKAN ITU SAAT INI. TAK MUNGKIN." kata Bims menghadap Tuan Chernobog di Neraka.
"LANCANG KAU BIMA! BERANI MENOLAK PERINTAH TUANKU!" bentak Tuan Chernobog yang meradang mendengar jawaban Bima.
"AKU SUDAH TAHU. ASMODEUS SEDANG MENGUTUS EVAN MENCARI KUOTA JIWA BERDOSA UNTUK MENYAINGIMU. JIKA KAU LENGAH, KITA AKAN KALAH DALAM PEMBAGIAN WILAYAH BERIKUTNYA. BUNUH WANITA PENGIKUTMU SEKARANG ATAU CARI PENGIKUT SEBANYAK-BANYAKNYA! WAKTUMU MAKIN SEDIKIT. JANGAN LENGAH!" tegas Tuan Chernobog dengan suaranya yanh membuat seluruh isi Neraka lapis ke tujuh.
"BAIK, TUAN. HAMBA AKAN LAKSANAKAN PILIHAN KE DUA. MEMBAWA PENGIKUT BARU UNTUK TUAN CHERNOBOG. BERI HAMBA WAKTU." Bima tak ada pilihan lain. Dari pada mengambil nyawa Ningsih, Bima rela mencari pengikut lainnya yang berarti menduakan bahkan me-sekesekian-kan Ningsih. Semua demi Ningsih.
Setelah perdebatan itu, Bima pun mencari pengikut lain untuk masuk ke dalam lingkaran Iblis yang tak ada habisnya. Memuja, pesugihan, menikah dengan Jin/Iblis.
***
"Joko, hati-hati!" teriak Ningsih yang diikuti suara benturan mobil yang berdebum keras.
Mobil yang Ningsih tumpangi jatuh ke jurang saat naik ke Gunung Kidul lewat jalur selatan. Hal itu terjadi karena mobil Lee menyelip dan menabrak hingga mobilnya bergeser dan menggelinding ke dinding jurang dan tersangkut pada batu besar.
"Lee, dendam kita sudah terbalas, bukan?" tanya Lily di samping kemudi Lee.
"Hampir, kita pergi dahulu dan tunggu berita yang ada. Semoga saja wanita itu langsung mati. Jika tidak, kita harus mengatur siasat lagi. Sayang, bersiaplah mulai besok peperangan sesungguhnya akan ada. Bima tak akan tinggal diam," jawab Lee tersenyum sinis.
Mobil hitam itu pun melaju pesat meninggalkan tempat perkara, sedangkan Reno langsung menghentikan mobilnya. Mereka sangat panik dan segera menelepon ambulans serta polisi.
"Tante! Tante ...." teriak Santi histeris.
"Bang Joko! Bang ... jangan tinggalin Nindy," teriak dan isak tangis Nindy pun terdengar.
Reno berusaha menenangkan mereka berdua. Sedangkan beberapa kendaraan yang melintas mulai berhenti memberi bantuan.
Mobil Ningsih jatuh ke jurang tetapi tidak sampai dasar. Benturan dan mobil yang berguling membuat penumpang mobil terbentur dan tak sadarkan diri. Kejadian terjadi begitu cepat. Ningsih membuka mata dan melihat pecahan kaca mobil serta darah.
"Bima ... Bima ... tolong aku ...."
Lalu kesadaran Ningsih surut. Semua menjadi gelap.
***
[ BERITA TERKINI sebuah kecelakaan maut terjadi di Gunung Kidul jalan menuju Wonosari. Mobil yang memuat enam orang jatuh dan terguling di jurang karena mengalami kecelakaan. Pihak kepolisian masih menyelidiki kejadian ini. Hingga berita ini disiarkan, kondisi ke enam korban masih dalam pertolongan medis. Mobil tertahan batu besar sehingga bisa dievakuasi oleh tim medis. Ke enam korban masih belum sadarkan diri dan dalam kondisi tak sadarkan diri, kritis. Sekian berita terkini.]
"Sial! Kritis, kritis! Kenapa nggak mati sekalian!" umpat Lee yang geram melihat tayangan berita di TV.
"Sabar, sayang. Sabar. Masih banyak cara lain untuk memusnahkan Ningsih. Tenang saja," ucap Lily sambil mengelus pundak Lee dan membuatnya mulai turun emosinya.
"Jika Ningsih tidak mati hari ini, besok kita akan melawan Bima. Dia pasti mencari kita. Siapkan dirimu," kata Lee memegang tangan Lily.
Bersambung....
****
Hai guys! Besok siap-siap pertempuran Lee (Evan) vs Bima ya. Pantengin, OK?
Jangan lupa like, share, dan Vote yak😉
Thank you all ☺