
...🔥 Tuan Lucifer yang Tak Kenal Ampun 🔥...
Alex memapah Paman Evan dengan sangat khawatir untuk segera kembali ke neraka. Dia butuh bantuan ayahnya dan Tuan Lucifer-Penguasa Neraka. Alex sangat ketakutan jika Paman Evan tidak selamat karena kondisi yang sudah kritis.
"Bertahanlah, Paman Evan. Kumohon ... bertahanlah ...." lirih Alex yang kemudian masuk ke dalam Neraka.
Bocah tampan itu segera mencari di mana ayahnya berada. Bima ada di sana menatap dengan khawatir dan langsung berlari ke arah Alex yang datang memapah Evan. Memang, Tuan Lucifer mengizinkan Alex pergi karena sudah meminta izin dengan baik. Bagi penguasa neraka itu, meminta izin lebih baik daripada pembangkang dan pemberontak.
"Evan! Alex!" seru Bima yang langsung membantu Alex menopang Evan yang sudah kritis.
"Papa ... tolong Paman Evan," kata Alex memohon.
Bima langsung mengangguk dan meletakkan tubuh Evan di bawah untuk segera transfer energi untuk menyembuhkan luka dan membuat Evan tersadar dari kondisi kritisnya. Bima berusaha sekuat tenaga. Dia memusatkan energinya untuk mengobati Evan.
Setelah beberapa saat, akhirnya Evan pun menggerakkan tangannya. Matanya mulai terbuka perlahan. "Bi-Bima ... itukah kau?" tanya Evan perlahan.
"Evan ... kau sudah sadar? Iya, ini aku, Bima. Tenangkan dirimu terlebih dahulu. Aku akan melapor ke Tuan Lucifer jika kamu sudah sampai di sini," jawab Bima yang kemudian meninggalkan Evan terlebih dahulu untuk segera ke singgah sana Tuan Lucifer.
Alex menjaga Paman Evan selama ayahnya ke ruangan penguasa neraka. Dia tahu jika hal ini harus segera diselesaikan. Mengapa bisa ada iblis yang melanggar perintah penguasa neraka? Bukankah Tuan Lucifer sudah menurunkan perintah agar tidak boleh satu pun iblis yang mengganggu keluarga Bima dan Ningsih karena Bima mau menepati janji kembali ke neraka dan jadi anak buah Tuan Lucifer langsung.
Bima yang masuk ke ruangan penguasa neraka pun menunduk memberi hormat. "Tuan Lucifer, hamva datang memberi hormat dan mengabarkan jika Evan sudah sampai di sini," kata Bima dengan sopan.
"Baik. Aku sudah mengetahuinya. Bawa dia masuk ke sini! Siapa iblis yang berani melanggar perintahku?" tegas Tuan Lucifer yang langsung membuat Bima berdiri dan pergi menghampiri Evan dan Alex untuk segera masuk ke ruangan penguasa neraka.
"Tuan Lucifer, ini Evan masih dalam kondisi lemah. Hamba sudah mengobatinya sebisa mungkin," ucap Bima yang menunduk hormat saat kembali ke ruangan penguasa neraka itu.
"Akan kupulihkan dia! Evan, terima kekuatan ini!" seru Tuan Lucifer sambil mengacungkan tangannya ke arah Evan. Terlihat aliran energi seperti kilatan petir dari tangan Tuan Lucifer ke tubuh Evan.
Seketika tubuh Evan berubah menjadi bentuk aslinya. Bentuk iblis yang mengerikan dengan seringai yang membuat manusia ketakutan. "A-aku ... aku merasa pulih. Bahkan merasa jauh lebih baik dari sebelumnya!" gumam Evan saat Tuan Lucifer selesai memberinya energi untuk memulihkan serta menambah tenaganya.
"Bagus! Kalau begitu, ceritalah siapa yang menjadi pembangkang di sini," kata Tuan Lucifer hendak menyimak.
"Hamba berterima kasih, Tuan Lucifer menyelamatkan hamba. Hamba begini karena Dark Zatan yang ternyata saudara dari iblis yang mengganggu Bima dan keluarganya tempo lalu. Dia meminta hamba untuk mencari Bima dan Ningsih agar bisa balas dendam. Dia menawan Lily, iblis wanita yang menjadi pendamping hamba. Bantu hamba, Tuan Lucifer. Hamba mohon ...." pinta Evan sambil menunduk hormat.
Jelas saja Tuan Lucifer geram dan marah mendengarkan hal itu. "Berani-beraninya iblis itu melanggar perintahku! Akan kumusnahkan dia!" gertak Tuan Lucifer sambil mengepalkan tangan.
...****************...
Dark Zatan membawa Lily pergi ke dunianya. Dia mempunyai tempat bersembunyi, bukan di dalam neraka karena sesungguhnya dia adalah iblis buangan. "Bangun! Kita tunggu kekasihmu apakah benar mau menyelamatkanmu! Kalau tidak ... aku akan musnahkan kau!" gertak Dark Zatan pada wanita iblis yang berada di hadapannya.
Wajah Lily penuh pesona. Siapa yang tak tergoda? Terlebih memang itu yang Lily bisa. Kekuatan dari Tuan Asmodeus yang menjadi bagian dari tubuh Lily membuatnya bisa membius makhluk lain untum mencintai dan jatuh dalam peluknya. Ya, dosa hawa nafsu itu tak terbatas, bukan hanya untuk manusia, pun juga untuk iblis dan malaikat.
"Kumohon ... jangan kasar padaku. Apakah aku boleh memastikan di mana Lee berada?" pinta Lily dengan wajah yang memelas.
Dark Zatan pun menatap wanita iblis itu. Dia terbius oleh kecantikan dan pesona Lily hingga hasratnya muncul. "Layani aku! Puaskan aku! Setelah itu, kau boleh bertemu dengan jiwa manusia bernama Lee itu," tegas Dark Zatan yang tak bisa dibantah.
Lily pun berdiri mendekatkan tubuhnya ke Dark Zatan. Iblis bertubuh kekar dan sangat tinggi besar itu pun memeluk erat tubuh Lily. Mereka pun bercumbu mesra dan terhanyut dalam kenikmatan yang membuat lupa akan waktu.
Tanpa disadari, Tuan Lucifer sudah memerintah anak buahnya untuk menangkap dan memusnahkan Dark Zatan serta mengambil Lily agar bisa menjadi pengikutnya. Tentu saja Lee harus kembali ke neraka karena jiwa manusia berdosa tetap harus dihukum dalam nyala api neraka yang abadi.
"Dark Zatan! Kau sudah membangkang dan membuat kekacauan! Kau harus dimusnahkan!" gertak anak buah Tuan Lucifer yang memiliki kemampuan jauh di atas Dark Zatan.
"A-Apa?" Saat Dark Zatan hendak menangkis, semua sudah terlambat. Tombak berwarna hitam dengan mata pisau berwarna emas sudah menembus dada Dark Zatan. "Aaaaaa!" teriak iblis itu yang kemudian tumbang dan menghilang dalam kobaran api.
Lily yang ketakutan pun mencoba berlari. "Ja-jangan lukai aku!" ucap Lily dengan langkah gemetarm Padahal dia sudah menjebak Dark Zatan agar bisa mendapatkan Lee kembali. Namun, semuanya gagal seketika.
"Jangan lari! Yang Mulia Tuan Lucifer sudah menetapkan untuk membawamu ke neraka bersama jiwa manusia yang kabur. Kami akan mengawal kalian menghadap penguasa neraka," kata salah satu iblis anak buah Tuan Lucifer itu.
Mau tak mau, Lily mengikuti perkataan mereka. Wanita iblis itu pun melihat ada Lee yang muncul dari dalam kubah. Namun, seakan Lee lupa ingatan karena sama sekali tidak melihat ke arah Lily. Seakan Lee lupa atau tidak kenal dengan Lily.
Mereka pun ikut dengan anak buah penguasa neraka untuk kembali ke dalam neraka dan menghadap. Lily berharap dia bisa selamat dari semua ini dan kembali bersama Lee. Meski dia tak yakin Lee ingat padanya.
Tuan Lucifer memang seperti itu. Dia tidak kenal ampun ketika ada yang berkhianat atau membangkang dari ketetapannya. Dia tak segan-segan melenyapkan iblis yang berpotensi mengancap ketentraman neraka atau iblis yang tidak patuh akan perintahnya. Tak kenal ampun karena dia tak ingin ada pengkhianatan atau pemberontakkan.
Sesampainya di neraka, Lily dan Lee masuk ke dalam istana Tuan Lucifer. Namun, Lee langsung dibawa pergi ke tempat lain khusus jiwa manusia berdosa yang harus mendapat hukuman sesuai dosa yang diperbuat. Sedangkan Lily, dia dibawa ke singah sana Tuan Lucifer yang megah dan indah. Betapa terkejutnya wanita iblis itu karena ada Bima, Alex, dan Evan di sana sedang menunduk hormat pada penguasa neraka.
...****************...
Di tempat lain ....
Via ketakutan melihat korban sengatan listrik itu ternyata Rama yang tadi malam hingga pagi menemani tidurnya. Bermandikan keringat berdua dan hanyut dalam pagutan hawa nafsu yang menjerumuskan.
"Ti-tidak mungkin ... Rama! Ini tak mungkin Rama, 'kan?" seru Via yang mulai histeris. Orang yang berada di sekitar pun langsung menenangkan Via.
"Tenang, Dik. Tenang."
"Panggil polisi! Panggil Ambulans!"
"Wah, kasihan sekali anak lelaki itu."
"Jangan dekati korban, bisa saja masih ada arus listrik!"
Orang-orang mulai berteriak satu dengan yang lain. Membuat Via pusing dan tiba-tiba tubuhnya lemas. Via mengeluarkan darah dari lubang hidungnya. Saat dia mengusap wajahnya, ternyata darah merah mengalir seperti mimisan. Seketika, Via jatuh pingsan dan segera orang-orang menolongnya.
Via mendapatkan tumbal lagi tanpa disengaja. Tentu saja akan ada yang yang muncul di dalam apartemennya. Via tak sadar jika perbuatannya dengan Rama sama dengan memberikan tubuh dan jiwa Rama pada kobaran api neraka sebagai tumbal.
Dari kejauhan, Dinda menerawang semua itu dan tersenyum. "Bagus sekali. Tumbal kesebelas! Via, kau akan segera merasakan semuanya. Tak hanya kemudahan, harta, dan kecantikan. Namun, banyak hal yang tak terkira akan menghampirimu," gumam Dinda yang membuat lelaki setengah malaikat di sampingnya curiga.
"Dinda ... apakah kau menyesatkan manusia lagi? Kumohon, jangan lakukan itu lagi," pinta Boy dengan lirih. Dia tak ingin kekasihnya terus dalam kubah kegelapan.
"Bukankah kau tahu dari awal kalau aku ini Nyi Pelet? Kau tahu dari awal kalau aku ini Iblis neraka? Lantas, kenapa sekarang kau protes?" jawab Dinda dengan kesal. Dia memang suka pekerjaannya menyesatkan manusia yang memang sudah sesat.
"Sayang, jika ada kesempatan untuk menjadi bukan iblis, apakah kau mau? Aku bertanya serius," kata Boy sambil menatap kedua bola mata Dinda yang tak bisa berkedip.
Dinda terdiam. Dia tidak menyangka jika Boy memberi tawaran seperti itu. Andai bisa memilih, tentunya Dinda tak ingin menjadi makhluk abadi penghuni neraka. Apakah Boy bisa mengubah nasib Dinda? Atau justru Dinda lebih senang dalam neraka?
Wanita iblis itu terdiam sejenak menatap lelaki yang sudah cukup lama mendampinginya. Bersama saat senang maupun sedih. Dinda tak bisa membuat lelaki itu berharap cintannya, lalu menderita karena tak bisa bersama. Kembali Dinda berpikir tak mungkin jika mereka berdua bersama, hanya akan ada luka. Lagi pula iblis tetaplah iblis. Tidak mungkin menjadi manusia atau menjadi malaikat, bukan? Hal itu yang membuat Nindy semakin merasa kacau. Mencintai manusia separuh malaikat sangatlah sulit untuk berjalan bersama di atas kaca yang kapan saja bisa pecah dan melukai keduanya. Ya, Nindy takut terluka pada kisah cinta pertamanya. Cinta dua dunia yang terlarang.