JERAT IBLIS

JERAT IBLIS
JERAT IBLIS - 2 - BAB 32


...🔥 ZATAN DAN LIMA IBLIS 🔥...


Bima, Alex, dan Wahyu sudah bersiap menghadapi Zatan. Mereka sudah membuat kubah pagar gaib untuk Ningsih, Nindy, Reno, dan Lisa. Zatan tersenyum melihat hal itu. Rencananya berjalan lancar.


"Kalian kira bisa menghadapiku? Lihat saja. Quinto veniunt amici fortis dignissim. Salva me ex adverso!" seru Zatan memanggil lima kawannya.


Bima terbelalak melihat bantuan Zatan datang. Iblis merah bernama Red adalah salah satu iblis kuat di neraka lapis keenam. Saat Bima ditawan, dia menjaganya dengan baik. Fox iblis yang penuh tipu muslihat. Rivero iblis yang mampu mengendalikan angin dan air. Zet iblis yang bisa menghentikan dan menutar balik waktu. Warth iblis yang rakus dan menakutkan.


Bima tahu jika kali ini bahaya besar di hadapannya. Lima iblis itu adalah turunan murni dan kekuatannya tak bisa diperkirakan. Zatan sangat licik. Pasti dia memiliki perjanjian sesuatu dengan lima iblis itu.


"Takut? Kau terlihat gemetar, Bima. Bahkan dua anakmu itu tak akan mampu menolongmu!" gertak Zatan agar membuat mereka goyah.


Zatan pun memberi aba-aba pada lima iblis lainnya. Mereka menyergap Bima, Alex, dan Wahyu lalu membawa ke dunia lain.


Ningsih pun teriak ketika mereka menghilang. "Jangan! Bima! Wahyu! Alex! Jangan bawa mereka pergi," seru Ningsih yang hendak keluar dari pagar gaib.


Lisa memegang erat tangan Ningsih. "Jangan Oma. Satu iblis masih di sini. Dia menunggu kita keluar dari pagar ini. Oma jangan keluar, ya." Lisa memperingatkan Ningsih.


Benar saja, Fox menampakkan wujudnya. "Ha ha ha ... gadis kecil pintar. Kau indigo ya? Menarik juga permainan Zatan kali ini," ucapnya dengan tertawa menakutkan.


Ningsih langsung memeluk Lisa. "Terima kasih, sayang. Oma akan di sini menemani kalian."


"Lisa takut, Oma. Mama juga tertidur. Hu hu hu hu ...." Lisa mulai menangis. Melihat Reno masih memeluk Nindy yang pingsan, membuat Lisa takut.


"Tak apa, Lisa. Lisa anak yang kuat. Ingat pesan Om Alex. Lisa tidak boleh takut akan apa pun lagi, ya," lirih Ningsih mencoba menenangkan.


Belum semuanya tenang, Fox langsung mencoba mendobrak pagar gaib yang Bima buat. Bunyi dentuman beberapa kali terdengar. Ningsih sebenarnya ketakutan, tetapi dia harus tegar di depan Lisa dan juga Reno yang mulai takut. Reno memeluk istrinya dengan tangan yang gemetar.


"Kita lihat nanti siapa yang kuat bertahan atau siapa yang bisa menembus pertahanan kalian. Ha ha ha ha ...." seru Fox yang yakin bisa mengambil gadis yang dimaksud Zatan. Mereka sudah merencanakan ini dengan baik.


Sedangkan Bima, Alex, dan Wahyu dibawa ke dunia gaib melintasi ruang dan waktu untuk bertempur di sana. Untung saja Wahyu memiliki cukup ilmu untuk masuk ke dunia gaib itu saat Zatan membawa mereka. Dunia gaib berkabut. Bima langsung memegang tangan kedua anaknya.


"Alex, Wahyu, kalian harus saling menjaga. Ini dunia gaib berkabut. Banyak roh bergentayangan di sini. Kemungkinan mereka akan menggunakan kekuatan roh-roh itu juga," gumam Bima sambil menatap ke segela arah.


Seketika suara tertawa Zatan pun terdengar menggema. "Kau kira bisa mengalahkan kami, huh? Dasar Iblis buangan! Ha ha ha ha ...."


Bima dan Alex langsung mengubah wujudnya menjadi bentuk asli mereka. Bertarung di dunia gaib dengan wujud manusia tidak akan menguntungkan. Mereka mengubah bentuk Iblis untuk mempermudah dalam menyerang.


Wahyu tak henti berdoa dan dengan tasbihnya dia memusatkan energi. Jika berhasil, satu tasbih ini bisa memusnahkan satu iblis. Dia yakin bisa membantu keluarganya lolos dari hal itu dengan seizin Allah.


Rivero dan Warth pun muncul di sela kabut yang menyergap Bima dan kedua anaknya. Wujud yang mengerikan dan kekuatan yang cukup besar. Rivero membuat pusaran angin untuk memisahkan Wahyu dari Bima dan Alex.


"Jangan! Tidak, Wahyu!" seru Bima mencoba menarik tangan Wahyu tetapi pusaran angin itu kian membesar. Wahyu terpisah dari Bima dan Alex.


Wahyu tak bergeming. Dia masih berdoa dan memegang erat tasbihnya. Rivero menyergapnya di dalam pusaran angin yang membumbung tinggi.


"Manusia sepertimu mengapa bisa dengan iblis buangan seperti mereka? Menyerah saja dan lupakan iblis buangan itu, aku akan membebaskanmu, dan membawamu ke dunia manusia," seru Rivero mencoba membujuk Wahyu untuk meninggalkan Bima dan Alex.


"Tidak! Pergi kau iblis terkutuk. Tempatmu bukan di sini! Kembalilah ke neraka!" jawab Wahyu dengan lantang. Dia mengucap Asma Allah dan segera menyerang iblis yang bisa mengendalikan air dan angin tersebut.


Pertempuarn pun terjadi. Rivero pun tak mudah menyerah. Dia menggunakan banyak kekuatannya untuk menghalau Wahyu dan membuatnya tak bisa keluar dari pusaran angin itu.


Di sisi lain ... Bima menghadapi Warth, iblis yang rakus dan menakutkan. Dia sengaja membuat Bima melawannya agar Alex terpisah. "Iblis buangan sepertimu tak mungkin menang melawanku! Ha ha ha ha ...." seru Warth dengan sombong.


Bima segera menyerangnya bertubi-tubi. "Jangan banyak bicara! Tutup mulut besarmu itu!" teriak Bima yang segera menyerang.


Warth pun tak ingin mengalah. Pertempuran terjadi sengit. Sedangkan Alex dihadang oleh Red, Zet, dan juga Zatan. Mereka sengaja membuat mereka terpisah agar lebih lemah. Zatan berniat menyergap Alex untuk dibawa ke Tuan Asmodeus di neraka lapis keenam. Oleh karena itu, tiga iblis melawan Alex seorang diri, pertandingan yang tidak adil, bukan?


"Hentikan iblis jelek! Hadapi yang sepadan denganmu!" gertak Dinda membuat Fox menyeringai.


Apa yang Zatan rencanakan berhasil sesuai perkiraan. Dinda akhirnya keluar dari persembunyian. Namun, satu hal yang mereka tak tahu, ada Boy di sana. Manusia separuh malaikat yang juga mempunyai kemampuan besar.


"Sial! Kenapa ada malaikat di samping iblis? Lelucon apa ini? Kuhancurkan kalian!" teriak Fox yang kemudian menyerang Dinda dan Boy.


Tentu saja Dinda dengan mudah menghindar dan Boy segera mengeluarkan sayapnya serta mengambil pedang yang selama ini dia sembunyikan.


Pertempuran dimulai untuk melindungi Lisa dan Ningsih. Dinda dan Boy tahu jika Nindy hanya diperalat untuk membawa Zatan masuk ke keluarganya. Membuat Zatan bisa mendekati tubuh Lisa yang menjadi incarannya. Sedangkan Reno, hanya akan menjadi korban jika semua itu diteruskan oleh Nindy.


Fox sangat pintar menyerang dan menghindar. Dia memanfaatkan amarah Dinda untuk membuatnya lengah. "Iblis buangan ternyata memiliki adik yang bodoh! Menjalin hubungan dengan manusia saja bisa dibuang dari neraka, apalagi dengan manusia setengah malaikat? Bodoh! Lihat saja manusia dalam kubah itu. Lelaki yang pernah bersamamu tak lain hanya manusia lemah dan pengecut. Bahkan dia tak bisa menolongmu, bukan?" ucap Fox penuh tipu daya.


"Jangan dengarkan dia, Dinda. Dia mencoba membuat kita kacau. Jangan dengarkan!" seru Boy yang sudah paham apa yang Fox lakukan.


Dinda menatap Reno. Dia pun melihat dari mata Reno terpancar ketakutan. Dinda pun iba melihatnya. Terlebih Nindy yang masih tak sadarkan diri. Dinda tak ingin semua menjadi rumit karena perkataan iblis di hadapannya.


"Diam! Kau tidak ada hak untuk berkata seperti itu! Dasar banyak bicara!" teriak Dinda sambil menyerang F**ox bertubi-tubi. Hal yang tak disangka jika Dinda tidak terpengaruh perkataan Fox**.


Boy pun menyerang iblis itu. Dengan kekuatan penuh, Boy menusuk Fox tepat di dadanya. "Aaarggh!" seru Fox saat pedang manusia setengah malaikat itu menembus dadanya hingga ke punggung.


Fox memegang pedang itu dan hendak melepaskan tusukan Boy. Namun, justru tubuhnya mulai terbakar api biru. Boy membunuh iblis itu dengan pedangnya. Fox terbakar dan mulai menghilang.


"Dinda, kamu tak apa?" tanya Boy pada kekasih hatinya yang tersungkur.


"Boy, apakah aku sehina itu? Apakah aku tak pantas bersamamu?" tanya Dinda yang membuat Boy langsung memeluknya.


"Bodoh! Jangan dengar perkataan iblis itu. Kamu adalah wanita yang sangat berarti untukku. Aku tak peduli apakah kau penghuni neraka atau bumi. Aku hanya ingin bersamamu." ucap Boy yang kemudian mencium Dinda dengan ditutupi sayapnya yang seperti tirai.


Ningsih terharu melihat hal itu. Seperti halnya cintanya dengan Bima yang terhalang ruang dan waktu, akhirnya bisa bersatu setelah melewati banyak hal yang rumit. Sedangkan Reno hanya bisa melihat Dinda dalam pelukkan Boy. Dia sadar jika dia tidak menjadi hal yang spesial untuk Dinda.


Sementara waktu, mereka selamat. Dinda dan Boy berjaga di sana karena mereka tak bisa meninggalkan Ningsih, Lisa, Reno, dan Nindy sendirian tanpa penjaga. Padahal di dunia gaib berkabut, Bima, Alex, dan Wahyu dalam kesulitan. Mereka memerlukkan bantuan.


Tepat saat itu, Daniel dan Lauren sampai di depan rumah Ningsih. Mereka langsung masuk ke dalam karena merasakan aura yang aneh di sana. "Ningsih!" seru Lauren yang langsung menghampiri wanita itu.


"Lauren! Mengapa kamu ke sini?" tanya Ningsih yang kaget Lauren berada di rumahnya secara tiba-tiba.


"Aku merasakan kalau kau dan keluargamu dalam masalah. Apakah Bima dan Alex baik-baik saja?" ucap Lauren yang coba meraba keadaan sekitar. "Tunggu ... seorang pria, wanita, anak perempuan yang dimaksud iblis waktu itu, ada adik Bima, dan seorang ... malaikat?" imbuh Lauren yang mulai membaca siapa saja yang diruangan itu.


"Lauren, terima kasih sudah datang." seru Ningsih yang langsung keluar dari pagar gaibnya dan memeluk tubuh wanita buta itu.


"Aku terlambat, ya? Mereka membawa keluargamu?" ucap Lauren yang tak menemukan Bima, Alex, dan putra Ningsih yang manusia.


"Mereka membawanya pergi. Lauren, kau bisa bantu kami?" tanya Ningsih penuh harap.


"Bisa. Adik Bima, aku minta kau dan Daniel menjaga mereka di sini. Serta menjaga tubuhku. Aku akan melepaskan roh untuk membantu Bima di duni gaib. Dan kau, manusia malaikat, siapa namamu? Ayo kita selamatkan Bima dan anak-anaknya," ucap Lauren dengan mantab.


"Aku Boy. Baik, manusia setengah penyihir. Aku akan membantu," jawab Boy yang bisa melihat Lauren keturunan penyihir.


Dinda pun setuju dengan usul Lauren. Lauren segera memberikan sedikit kemampuannya untuk Daniel agar bisa membantu melindungi. Boy pun berpamit kepada Dinda untuk pergi dengan Lauren ke dunia gaib berkabut menyusul Bima, Alex, dan Wahyu.


...****************...


Mampukah mereka menyelamatkan Bima dan kedua anaknya? Atau justru mereka akan terjebak dalam siasat Zatan? Nantikan episode berikutnya. Jangan lupa VOTE MINGGU PUKUL 23.30 WIB dan juga berbagi koin dengan TIP. thx