JERAT IBLIS

JERAT IBLIS
JERAT IBLIS - 2 - BAB 69


...🔥COBAAN KEHIDUPAN🔥...


Setelah berbelanja, Ningsih mengganti pakaiannya dengan gamis dan hijab yang senada. Setelah itu dia segera pergi dari butik dan masuk ke mobil. Ningsih mengajak sopirnya ke rumah makan untuk santap siang bersama. Saat perjalanan, Ningsih membuka handphonenya. Ternyata ada pesan dari Wahyu. Seakan anaknya memiliki perasaan yang tersambung pada Ningsih.


Ningsih langsung membalas pesan dari anaknya. Karena dia berharap anaknya tahu jika keinginannya bertaubat sudah terlaksana. Mulai dari sekarang, Ningsih akan berjuang yang terbaik demi kebahagiaan keluarganya.


Ningsih: [Wahyu sayang, alhamdulilah Mama sudah mencoba saranmu. Semoga semua baik-baik saja, ya, Sayang. Sayang, Mama sudah mengubah penampilan. Semoga Mama bisa terus berhijab, ya.]


Ningsih tersenyum melihat ponselnya. Allah seakan ikut bahagia menyambut pertaubatan Ningsih. Sesampainya di rumah makan, Ningsih masuk bersama sopirnya. Meski duduk mereka terpisah karena sopirnya merasa tak enak di samping Ningsih, tetap saja wanita itu memesan makanan yang sama spesial untuk sopirnya.


Tak disangka, ada keluarga Reno di sana. "Tante Ningsih!" seru Reno melambaikan tangan meski sebenarnya lelaki itu mengamati terlebih dahulu apakah benar itu Tante Ningsih karena menggunakan busana tertutup dan sangat berbeda.


Ningsih menengok ke arah suara yang memanggilnya. Ternyata Reno, Nindy, Lisa, bersama Gio dan Gilang sedang makan siang bersama. Memang mereka masih sering komunikasi. "Wah, kalian makan di sini juga?" Ningsih langsung berpindah tempat karena Reno dan Lisa melambaikan tangan untuk Ningsih bergabung di meja mereka.


Tidak seperti suami dan anaknya, Nindy justru tak suka melihat perubahan penampilan Ningsih. Hijab berwarna tosca dan gamis putih tosca itu membuat Ningsih terlihat menawan dan terpancar kecantikan di dirinya. Ternyata tanpa bantuan iblis pun Ningsih terlihat sangat cantik. Gio dan Gilang berpikiran sama. Aura hitam yang selama ini menyelimuti tubuh Ningsih menghilang.


"Tante perubahan yang luar biasa. Reno hampir saja tidak mengenali Tante," ucap Reno dengan antusias ketika Ningsih ikut bergabung duduk di kursi yang semeja dengan mereka.


"Ah, Reno ini. Tante baru saja belajar berhijab. Oh iya, Nindy mau tidaj ajari Tante memakai hijab yang biasa? Tante belum bisa, jadi memakai hijab instan," pinta Ningsih pada keponakannya yang dia kira mendukung perubahan Ningsih.


Tanpa diduga, jawaban Nindy sungguh menyakitkan. "Enak banget ya, Tante. Setelah membuat banyak orang menderita hingga kakakku meninggal, terus bertaubat? Enak, ya." Nindy membuang pandangannya ke arah lain. Rasa dongkol dan sebal berkecamuk di dada.


Semua orang di sana terkejut dan menatap Nindy dengan tak percaya. Bagaimana bisa dia mengatakan seperti itu pada tantenya yang mencoba berubah? Terlihat raut wajah Ningsih berubah sedih. Dia merasa memang banyak dosa dan kesalahannya.


"Mama ... Mama tidak boleh begitu dengan Oma. Bukankah Allah adalah Maha Baik dan Maha Pengampun? Mama ...." Lisa yang masih kecil justru mencoba menasehati mamanya.


Bukannya membaik, Nindy langsung berdiri dan pergi ke arah toilet. Dia merasa marah terhadap orang-orang yang selalu membela Ningsih. Padahal sudah jelas, gara-gara Ningsih, Joko meninggal karena dijadikan tumbal. Nindy merasa semua orang melupakan kejahatan Ningsih dan itu tak adil baginya.


Reno hendak berdiri dan menyusul Nindy, tetapi Gilang mencegahnya. "Mas, biarkan saja dulu Mbak Nindy menenangkan diri. Kalau dipaksa baik-baik saja pasti akan semakin marah," kata Gilang memperingatkan.


Reno pun duduk kembali. Dia merasa malu karena perbuatan Nindy membuat Ningsih bersedih. "Tante Ningsih, maaf, ya. Nindy tidak bermaksud berkata seperti itu," lirih Reno yang ikut sedih melihat tantenya murung.


"Tak apa, Reno. Harusnya Tante tidak ikut gabung makan di sini, ya? Maaf ya, Reno. Tante merusak suasana makan siang kalian." Ningsih terlihat bersedih karena Nindy tak menyukai perubahan penampilannya. Mungkin akan banyak orang seperti Nindy dan karyawannya yang akan mencibir Ningsih. Meski demikian, namanya cobaan kehidupan memang selalu ada, bukan? Apalagi pada orang yang mencoba bertaubat. Pasti akan ada saja halangan dan rintangannya.


"Tante, Tante nggak salah, kok. Maafin Nindy, ya. Ayo Tante pesan makanannya. Kami sudah pesan soalnya. Ini menunggu makanan datang." Reno mencoba mencairkan suasana.


Ningsih sebenarnya sudah tak enak hati, tetapi karena Lisa langsung minta duduk dipangkuannya, apa boleh buat Ningsig tetap di sana. Memesan makanan dan memesankan untuk sopirnya. Ningsih sebenarnya merasa tak enak, tetapi celoteh Lisa membuatnya terdiam.


Mungkin memang sulit menerima pertaubatan Ningsih apalagi setelah Nindy tahu tentang Ningsih yang menikahi kakaknya untuk menjadi tumbal ketujuh. Nindy masih kesal dan dia menangs tersedu-sedu di dalam kamar mandi.


"Lisa sayang, terima kasih, ya. Oma bersyukur punya cucu cantik dan pintar seperti Lisa. Oma akan berusaha sebaik mungkin," jawab Ningsih secara sederhana. Dia merasa sangat beruntung memiliki keluarga yang menerimanya. Dia yakin Nindy hanya syok saja. Pasti nanti akan baik-baik saja.


Gio dan Gilang pun saling tatap. Mereka seakan berbicara lewat batin. Ningsih memang terlihat lebih bercahaya. Apa yang Ningsih lakukan adalah awal kehidupan barunya.


Setelah menunggu beberapa saat, pesanan makanan pun datang. Pelayan membawa makanan dan minuman. Namun, Nindy belum terlihat kembali dari kamar mandi. Reno pun berdiri, hendak menyusul istrinya, tetapi Lisa langsung turun dari pangkuan Ningsih.


"Papa ... Lisa saja yang ke sana."


Lisa segera berlari kecil menuju ke arah toilet wanita. Dia tahu jika mamanya marah pasti mengunci diri dan sulit diajak komunikasi seperti saat marah dengan papanya.


Makan siang pun berlangsung setelah Lisa berhasil membujuk mamanya untuk ikut makan. Demi anaknya, Nindy menahan rasa sedih dan amarahnya. Dia berusaha setenang mungkin duduk semeja dengan Ningsih yang sekarang sudah menutup aurat.


Seakan ada dua orang yang berbisik pada Nindy. Si Jahat dan Si Baik.


"Tuh, kan, enak sekali orang jahat tidak kena hukuman. Sekarang malah sandiwara pakai hijab. Hati-hati nanti suamimu terpikat!" kata Si Jahat yang hanya terdengar oleh Nindy.


"Nindy istigfar ... Allah saja Maha Pengampun dan Maha Penyayang pada umat-Nya. Mengapa kamu mengingat kesalahan Tantemu terus menerus? Bukankah wanita itu sudah banyak membantumu? Bahkan mengorbankan keluarganya hingga terpisah." bisik Si Baik dalam hati Nindy.


Nindy merasa resah. Dua-duanya terasa benar bagi Nindy. Lantas, dia hanya menikmati makanan yang rasanya seperti hambar. Dia menyelasaikan santap siang tanpa berbicara apa pun. Nindy mulai terhasut dalam pemikirannya. Terlebih melihat Reno yang sedari tadi senyam-senyum menatap Tante Ningsih. Rasa cemburu pun menyeruak di hati Nindy. Tiba-tiba Nindy pun menggebrak meja membuat semua orang terkejut. Termasuk para tamu rumah makan lainnya.


"Astagfirullah ... ada apa Ma? Bikin kaget saja," tanya Reno pada istrinya.


"Ada apa, ada apa? Nggak sadar dari tadi curi pandang? Perlu dijelaskan sekalian? Baru pakai gamis sehari aja udah bikin kamu tak bekedip lihatnya!" seru Nindy membuat semua orang menatap ke arah mereka.


Tamparan pun tak terelakkan. Reno melayangkan tangan ke wajah Nindy. Pipi istrinya itu pun merah. Dia langsung berucap, "Hati-hati kalau bicara! Lama-lama ngelunjak!"


Nindy yang merasa malu dan sakit hati pun langsung berlari pergi meninggalkan rumah makan. Gilang bergegas menyusul agar Reno bisa menenangkan diri dengan Gio di sana. Reno menghela napas panjang. Napasnya masih memburu karena menahan amarah. Sedangkan Ningsih memeluk Lisa agar anak kecil itu tak takut melihat pertikaian orang tuanya.


...****************...


...PENGUMUMAN...


...Bagi para pembaca JERAT IBLIS yang ingin masuk ke GRUP CHAT, baiknya memberi password saat masuk agar diterima. Sebutkan 3 pemain di Novel JERAT IBLIS. Lalu tulis itu saat hendak masuk grup. Hal ini diadakan karena mengikuti usul para admin demi kenyamanan sesama penghuni Grup Chat, mohon diperhatikan ya guys. Thanks^^...