
Siapa yang kangen Bima? Author beri bonus chapter tentang asal usul si Bima di Bab 46 dan 47 ya^^ Kalau kalian suka, LIKE, FAVORIT, KOMENTAR sebanyak-banyaknya ya. Jangan lupa VOTE biar author makin semangat berbagi cerita JERAT IBLIS. Selamat membaca guys!
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dahulu kala di Kerajaan Majapahit, ada sebuah keluarga miskin yang sering mendapat masalah. Kehidupan kelam yang harus mereka telan karena sang ayah gemar berjudi dan berhutang. Sang ibu harus meninggal, dibunuh di depan kedua anaknya karena tidak mampu membayar hutang.
Kedua anak itu bernama Bima Prawisnu dan Dinda Pratiwi. Anak kembar yang beranjak dewasa. Ayah tega menjual Dinda untuk mendapatkan uang dan digunakan berjudi. Bima yang marah dengan keadaan secara membabi buta membunuh ayahnya ketika tertidur.
Takut akan dihukum oleh naungan kerajaan, Bima melarikan diri dari desa. Saat itu hukum sangat mengerikan. Pembunuh akan dibunuh jika ketahuan.
Bima berlari ke dalam hutan terlarang. Hatinya penuh amarah, 'Seandainya kubunuh kepar*t itu sedari dulu! Pasti Ibunda masih di sini dan Dinda tidak menderita menjadi selir raja.'
Saat malam tiba, Bima tetap berlari tanpa tau arah tujuan. Malam itu purnama tiba. Sebuah cahaya merah keluar dari dalam tanah. Menyilaukan dan menarik perhatian Bima.
Lelaki bertubuh kekar itu gemetar melihat sesosok Iblis keluar dari tanah yang terbelah, lautan api yang siap membakar siapa pun yang mendekat. Perlahan dia mundur, ketakutan. Tetapi takdir berkata lain. Iblis itu melihatnya.
"WAHAI MANUSIA LEMAH! AKU TAHU SEMUA PENDERITAANMU. AKHIRI SEMUANYA, JADILAH PENGIKUTKU. AKAN KUBERIKAN KAU KEMAMPUAN YANG LUAR BIASA. JADILAH ABDIKU YANG SETIA. BALAS SEMUA KETIDAK ADILAN YANG ADA."
Iblis itu berkata layaknya manusia. Bima yang tidak memiliki pilihan lain, mengiyakan ajakan itu. Menjual jiwanya demi menjadi penghuni neraka. Chernobog Sang Penguasa Malam, Iblis kuat dari dalam neraka jahanam mengubah Bima menjadi salah satu abdinya. Sejak saat itu Bima menjadi Iblis yang bertugas menyesatkan manusia dan memberikan kekayaan sebagai imbalannya.
Wujud Bima pun berubah menjadi layaknya Iblis bertanduk dua, bermata merah menakutkan. Dia mendatangi Dinda, adiknya untuk menjadi pengikutnya.
Bima datang ke kerajaan menemui Dinda, "ADIKKU, INI AKU BIMA. IKUTLAH DENGANKU. BUAT LELAKI YANG BERANI MENYENTUMU MENYESAL DALAM NERAKA."
Bima dengan mudah menghasut adiknya. Dinda menjadi pengikut pertama. Terjerat napsu duniawi. Menjadi budak Bima yang tak lagi manusia. Perempuan yang menjadi selir Sang Raja pun terlena dengan kemudahan yang Bima janjikan.
Benar adanya, Sang Raja meninggal sebulan sesudah Dinda bersekutu dengan Iblis. Meninggal secara tidak wajar. Banyak orang mengira Raja dibunuh oleh musuh.
Menjadi janda tak mengurungkan niat Dinda untuk balas dendam. Dia menggoda semua lelaki yang terlibat dalam pembunuhan ibundanya. Menjerat mereka dengan kata cinta agar dinikahi. Satu per satu lelaki yang menikahi Dinda meninggal secara mengenaskan.
Kecantikan Dinda membuat banyak orang menggilainya. Tubuhnya yang molek nan menggoda bagaikan bidadari turun dari khayangan. Namun, kisahnya yang menjanda 25 kali membuat warga takut dan mengusirnya. Hidup wanita itu berpindah dari satu kawasan ke kawasan lainnya. Julukan 'Nyi Pelet ' pun melekat pada Dinda.
"Jika tahu akan semudah ini menjalani hidup, aku tak akan biarkan Ibu meninggal seperti itu di hadapanku! Dasar lelaki bodoh!" umpat Dinda sambil meludahi orang yang bertanggung jawab atas kematian ibundanya.
Amarah, kebencian dan rasa sakit mengubah wanita lugu itu menjadi manusia berhati iblis. Hubungannya dengan Bima pun membuahkan hasil kekayaan dan kejayaan. Banyak wanita yang tersesat mengikuti jejak Nyi Pelet. Menakhlukan lelaki dengan sekali jentik jari.
****
Bima dan Dinda bukan manusia lagi. Mereka menjadi abdi neraka. Mencari jiwa-jiwa baru untuk melanjutkan misi Tuan Chernobog menyesatkan umat manusia.
Sudah lama Bima mengamati wanita yang hidup dalam kesusahan. Suaminya tak becus mencari nafkah dan membuat hidup yang dahulu mudah bersama orang tua menjadi susah dan sulit.
Wanita itu menikah dengan harapan hidup bahagia. Ternyata kenyataan tak seindah mimpi. Dia justru masuk dalam penderitaan. Rumah semi kayu yang tak layak untuk ditinggali menjadi istananya. Setelah menikah setahun, dia akhirnya mengandung.
"Alhamdulilah, Mas. Aku hamil," lirih wanita itu pada suaminya tercinta.
"Duh, Dek. Bukannya Mas nggak suka. Mau diberi makan apa anak kita? Buat sehari-hari saja sulit," jawab lelaki bernama Agus.
Mendengar jawaban suaminya, Ningsih merasa kecewa. Dia mengelus perutnya yang belum membuncit. Berjanji akan membahagiakan anaknya kelak.
Agus yang bekerja sebagai buruh tani membuat kehidupan mereka jauh dari kata layak. Bantuan desa pun belum ada. Mereka berjuang sendirian. Meski sesekali, Ningsih meminta bantuan orang tuanya, tetapi hal ini membuat Agus marah.
Bima mengamati kehidupan Ningsih sedari dulu. Sebelum dia mengenal kehidupan gelap Ratih. Sahabat Ningsih itu hanyalah jembatan agar Bima bisa memiliki Ningsih.
Kehamilan Ningsih masuk ke bulan tujuh. Dia masih sibuk menjadi buruh cuci. Ratih saat itu berkunjung ke sana, membawa banyak barang dan pakaian untuk persiapan persalinan sahabatnya.
"Ratih, tidak perlu repot-repot," kata Ningsih tak enak menerima bingkisan yang sangat banyak.
"Terima saja, Ningsih. Toh kita ini sahabat sudah layaknya saudara. Nggak perlu sungkan. Aku juga beli baju bayi lucu-lucu untuk calon anakmu," jawab Ratih tersenyum hangat.
Mereka bersahabat sejak kecil. Hidup Ratih dahulu juga susah. Namun sejak menjanda, kehidupannya bagai ketimpa durian runtuh. Menjadi kaya raya seketika. Entah bisnis apa yang dia jalankan, tetapi sikapnya yang dermawan membuat banyak orang salut padanya.
"Cuma kamu loh yang bener-bener peduli padaku dan si tole. Bapaknya saja sudah cuek. Jangankan beli baju persiapan bayi lahir, periksa aja nggak pernah diantar. Kamu tahu 'kan, Ibu yang selalu antar aku ke bidan," curhat Ningsih sambil menunduk mengelus perut buncitnya.
"Sudah, jangan sedih. Kasihan si baby kalau tahu. Tenang aja ya. Suatu saat nanti aku ajari kamu biar hidup sukses sepertiku," ucap Ratih menghibur sahabatnya.
"AKU AKAN MENDAPATKANMU MANUSIA LEMAH. KEHIDUPANMU MENYEDIHKAN. BAHKAN SUAMIMU JUSTRU SELINGKUH DENGAN PENJUAL JAMU DESA SEBELAH. KAMU DAN CALON ANAKMU PANTAS BAHAGIA. SETIDAKNYA DI DUNIA INI."
Tentunya tidak ada yang bisa mendengar perkataan Bima. Iblis itu tahu penderitaan Ningsih tak hanya sebatas materi. Agus sering menyiksanya jika terlilit masalah hutang. Hutang yang menumpuk untuk makan sehari-hari merupakan alasan klasik Agus. Dia sudah bermain gila dengan Surti, penjual jamu desa sebelah. Ningsih tak tahu jika suami yang dia cintai berkhianat padanya sejak lama.
Bersambung.....