JERAT IBLIS

JERAT IBLIS
BAB 75


Andai bisa menyandingmu tanpa meluka


Andai bisa menemanimu tanpa membawa bencana


Perasaan ini terlalu rumit untuk dijelaskan


Perasaan yang membuat berani sekaligus takut dalam waktu yang sama


Katakan padaku... mengapa bersamamu bisa serumit ini?


Apakah semua kesalahanku menjalin rasa?


Apakah tak bisa kita nikmati waktu yang ada?


Katakan padaku... sehina itu kah diri ini hingga tak bisa menyanding keindahanmu?


Apakah aku hanya pengaruh buruk dalam hidupmu?


Meski kucoba berikan yang terbaik...


Luka dan kesakitan selalu membayangi...


Perasaan yang tak berujung...


Rasa yang salah...


Cinta beda dunia...


by Bima Prawisnu


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


πŸ€ WELCOME TO THE HELL πŸ€


Josh dan Lily mengamati rumah Ningsih. Mereka masih menunggu wanita yang kabur dari Singapura itu.


"Aku yakin sekali... wanita itu menyimpan rahasia. Jangan-jangan dia tahu soal kunci harta Tuan Lee," gumam Lily yang kesal belum mendapatkan hasil dari pencariannya.


"Sepertinya wanita itu tak tahu... Oiya, Tuan Lee membeli rumah di Jakarta kah?" pancing Josh kepada wanita yang setiap malam dalam pelukannya.


"Ada! Meikarta! Tuan Lee pernah menyebutkan apartemen mewah di kawasan Meikarta sebagai hadiah sebelum menikah dengan Ningsih," kata Lily teringat sesuatu.


"Pintar... kita ke sana. Akan kubuka akses apartemen itu tanpa kunci pun bisa," ucap Josh dengan yakin.


Harta kekayaan Lee menjadi rebutan setelah wasiat dibacakan. Orang-rang yang merada anaknya diculik oleh Lee menuntuk ke kepolisian. Tiga rumah, satu pabrik, beberapa toko pakaian... ludes seketika dijual dan uang dibagikan kepada keluarga korban kanibalisme Lee.


Lily sangat membenci hal itu. Dia merasa dicurangi dan hanya dimanfaatkan. Mendapat gaji setahun tidak lah cukup menghapus rasa sedihnya. Lily menginginkan lebih. Keserakahan itu yang membuat Lily terperosok dalam goda dosa.


Lily kira... dia bisa memanfaatkan Joshua. Ternyata, sebaliknya... Justru dia dimanfaatkan oleh iblis yang merasuki tubuh Joshua. Setiap kali mereka berhubungan, jiwa dan aura kehidupan Lily dimangsa oleh Asmodeus. Lily belum sadar jika hal ini akan membuatnya mati perlahan.


Taksi yang disewa Josh dan Lily sudah sampai di kawasan elite Meikarta. Mereka bergegas turun dan menuju ke tempat informasi menanyakan apartemen milik Tuan Lee atau Ningsih. Pihak pemasaran menunjukan gedung dan nomor apartemen yang dimaksud. Petugas Meikarta mengira mereka teman atau tamu dari pemilik.


"Bodoh sekali mereka... mudah memberi informasi ke orang asing," bisik Josh.


"Iya... Josh, kamu benar bisa buka pintunya tanpa membuat alarm bunyi?" selidik Lily. Dia meragukan kemampuan Joshua.


"Bisa... tenang saja sayang... asal kamu mau melayaniku setelah ini. Pasti kuusahakan harta itu untukmu," lirih Joshua dengan tangan membelai wajah Lily yang terkena angin perlahan.


Lily kembali hanyut dalam perkataan Joshua. Dia melakukan apa pun yang Josh inginkan demi mendapat harta Tuan Lee yang tersimpan. Benar kata Josh... pintu apartemen itu bisa dibuka dengan menerobos akses keamanan. Salah satu ketrampilan Josh sebagai penculik dan pembunuh bayaran.


Apartemen yang mewah... mereka pun mencari card kunci harta yang sudah beberapa waktu ini membuat dua orang itu tak tenang.


"Josh... ini kah card yang kamu maksud?" Lily memegang kartu berwarna gold mengkilap.


"That's right Honey... kita akan segera jadi milyuner."Josh segera memeluk tubuh Lily. "Aku minta jatahku... di sini... saat ini. Jangan tolak aku...." bisik Josh pada Lily.


Lily hanya terdiam dan mengikuti semua permainan Josh. Saat itu pintu masih dibiarkan terbuka sehingga ada cleaning service yang melihat permainan Josh dan Lily. Terlalu asik melihat, cleaning service itu memanggil teman sepekerjaannya untuk melihat live show gratis itu. Tak disangka saat temannya melihat, teriak histeris. Membuat Josh dan Lily terkejut dan segera merapikan pakaiannya.


"Setaaaan!" teriak perempuan berseragam biru dengan tulisan cleaning service di punggungnya.


"Duh ngapain teriak! Bisa kacau nih. Ayo buruan pergi!" kata lelaki yang mengajaknya melihat.


"Itu... setan lagi anu sama orang... Gila kamu ngapain dilihat?" mereka bergegas pergi dari pintu apartemen.


Josh yang tahu segera menyusul cleaning servise itu. "Lily... tunggu di sini sebentar."


"Ya, Josh... kamu mau apa?"


Sebenarnya Josh tahu kedua orang itu tak akan membuat masalah dengan melaporkan ke Ningsih. Namun, perempuan yang bersih-bersih itu tahu siapa yang merasuki Josh. Ini gawat bagi Asmodeus.


"Hei kalian!" teriak Josh.


Dua orang yang memegang tongkat pel dan sapu itu gemetaran dan berhenti melangkah. Mereka tak berani membalikan badan seakan tahu siapa yang sudsh memanggilnya.


"Mau ke mana setelah mengganggu keasyikanku? Kalian butuh diberi pelajaran. Ha ha ha ha...." Josh memegang pundak kedua orang itu. Seketika mereka berubah menjadi abu seperti habis terbakar.


"Manusia memang pantas terbakar dan jadi abu!" Josh pun pergi meninggalkan dua korbannya yang sudah tertiup angin. Dia kembali ke apartemen di mana Lily menunggu.


Sesampainya di sana... Lily sudah tak ada. "Sialan wanita itu! Kamu mau membodohi Iblis? Tak akan bisa!"


Lily berlari mencari taksi dan bergegas mencari penerbangan tercepat menuju ke Singapura. Dia sengaja meninggalkan Joshua karena tujuan awal dan terutama adalah mendapat harta Lee.


"Aku harus segera balik ke Singapura. Gila lelaki itu. Aku tak sudi disentuhnya lagi." batin Lily sambil memandangi Meikarta yang terlihat semakin jauh.


Lily pergi ke bandara, segera menjauh dari Jakarta. Saat masuk ke pesawat, Lily segera duduk di seat yang tertera di tiketnya. Di samping tempat duduk Lily, ada seorang lelaki yang menatap jendela pesawat.


"Permisi... saya duduk di sini. Tolong tas Anda dipindahkan," kata Lily dambil bersiap duduk.


"Tentu... Honey. Tidak usah terburu meninggalkanku," ucap lelaki itu membalikan badan. Ternyata Joshua sudah di pesawat.


Lily terkejut dan gemetar ketakutan. "Ba... bagaimans kamu... bisa sampai sini terlebih dahulu?"


"Tenang sayang... cepat duduk sebelum take off. Jangan menjauh dariku... kamu tak akan bisa," bisik Josh membuat Lily merinding ketakutan.


Perjalanan kembali ke Singapore sangat menegangkan bagi Lily. Dia mulai curiga jika ada suatu tak beres dengan Joshua. Terlebih saat Joshua memesan steak rare alias mentah serta red wine. Lelaki itu memakan dengan rakus sambil bergumam, "Sebenarnya ada yang lebih nikmat dari ini yaitu daging manusia dan darah orang berdosa. Semakin banyak dosa... daging dan darahnya semakin nikmat dimakan."


"J... josh... maksudmu?" tanya Lily makin ketakutan.


"Aku bukan Joshua. Sudah terlambat... kamu tak bisa mengelak dariku..."


Seketika pesawat yang ditumpangi Lily mengalami gangguan. Ada badai di atas awan yang tak terprediksi oleh pusat pengendalian jalur pesawat.


"Selamat siang... Saya Andrew Pilot Pesawat Boing-666 meminta semua penumpang memakai sabuk pengaman... Ada kendala cuaca yang tak terprediksi. Jangan panik. Sekian."


Suara dari pengeras suara cabin pesawat membuat penunpang bingung dan panik. Termasuk Lily saat tangannya dicengkeram oleh Josh yang mulai berubah wujud menjadi Asmodeus. Pesawat masuk dalam badai dan terpaksa harus mendarat darurat karena salah satu mesin mati fungsi.


Lily ketakutan. Dia tahu ini semua perbuatan makhluk di sebelahnya. Dia tak bisa berbicara apa pun saat pesawat melaju kencang turun lalu mendarat di tempat yang tak diketahui. Radar dan mesin langsung mati. Semua penumpang ketakutan.


"Jo... Josh... jangan bilang jika kau membawa kami semua ke Neraka...." lirih Lily gemetar tak tahu harus menyebut makhluk itu dengan sebutan apa.


"Wanita pintar. Welcome to Hell. Kerajaanku di Neraka lapis ke enam," kata Asmodeus menyeringai.


Penumpang yang mulai panik, melepaskan sabuk pengaman dan mencoba keluar dari pesawat. Saat pintu terbuka, semua orang terdiam dan justru tak berani keluar. Bagaikan kobaran api menyambar-nyambar di tanah, suasana di luar pesawat sangat menakutkan.


"Mereka... orang yang berada di pesawat ini... adalah jiwa-jiwa yang masuk dalam perbudakan genggaman tanganku. Pilot dan C.o Pilot yang melakukan skandal dengan para pramugari... para pebisnis kotor yang suka jual beli wanita... orang tua yang mencabulk anaknya... lelaki beristri yang menjerat wanita muda demi kepuasan semata... wanita tua yang suka mencari pemuda miskin tak berdaya... dan kamu... wanita bodyguard yang haus belaian. Kau tahu apa kesamaan dosa kalian yang berada di pesawat ini?" tanya Asmodeus pada Lily.


Wanita itu tak yakin ingin menjawab. Namun hal itu bergejolak untuk memastikan apa yang dipikirkannya.


"Dosa sek*ual? Hawa nafsu... ka... kamu Iblis dari Neraka?" jawab Lily terbata-bata.


"Ha ha ha... pintar. Aku sangat menyukai manusia pandai dan cerdik sepertimu. Jadilah pengikutku. Akan kubebaskan kamu berjelajah ruang waktu di dunia," tawaran yang menarik dari Iblis berbentuk seperti mayat hidup yang kurus dan mengerikan.


"Termasuk... menghidupkan Tuan Lee kembali?"


"Ah... soal rasa manusia memang menarik. Baik. Seratus jiwa berdosa untuk menjadi pengikutku dan kuhidupkan lagi lelaki impianmu itu," tegas Asmodeus sambil meniup wajah Lily.


Lily belum berkata apa pun saat kesadarannya mulai surut. Dia pingsan seketika saat Asmodeus meniup wajahnya.


Kecelakaan pesawat Boung-666 menjadi pembicaraan terhangat. Semua penumpang dan crew pesawat dipastikan tak selamat karena pesawat menabrak gunung berapi dan masuk ke lahar.


Evakuasi tak bisa dilakukan selain mengumpulkan bukti puing-puing pesawat yang berserakan. Petugas mencari kemungkinan orang yang selamat selama dua hari.


Bersambung....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai guys apa kabar? Jangan bosan ya baca JERAT IBLIS. Tunggu kehadiran Bima kembali dan babak baru rasa cinta Ningsih dan Bima dalam gelapnya dosa.


Suka? Bantu share yaa dan beri ratting Jerat Iblis bintang 5 oke?


Semoga sehat selalu all. Have nice day^^


Ditunggu LIKE, KOMENTAR, VOTE, dan TIPS untuk karya author πŸ’•