
...Reno & Lisa...
...Rencana Busuk Devi...
"Jangan panggil aku Devi kalau tidak bisa menaklukkan lelaki seperti Reno. Ha ha ha ha ...." Devi tertawa sambil menatap cermin yang memantulkan dirinya yang sudah terlihat cantik dan menawan karena susuk yang dia pakai.
Beberapa saat kemudian, suara klakson mobil terdengar nyaring. Reno sudah sampai di depan rumah Devi. Wanita cantik dan terlihat segar itu membuat Reno tertarik dan mulai terpikat. Padahal kecantikan yang Devi dapat dari hasil pemasangan susuk pemikat dari paranormal terkenal.
Tok ... tok ... tok ....
"Devi ... Devi Sayang ...." seru Reno sambil mengetuk pintu rumah Devi.
Devi langsung membuka pintu dan meniupkan bubuk yang ada di tangannya ke arah wajah Reno. Bubuk pelet pengikat sukma, sengaja Devi beli dengan harga mahal demi mendapatkan Reno yang kaya raya. Wanita itu mengincar kekayaan Reno yang sudah memiliki empat gedung kost-kostan terkenal di Kota Yogyakarta.
"Iya, Sayang. Maaf menunggu lama," kata Devi setelah meniupkan bubuk pelet pengikat tersebut.
"Iya, tak apa, Sayang. Hari ini kamu mau ke mana, Devi Sayang?" tanya Reno yang mulai terpengaruh oleh pelet tersebut.
"Hmmm ... aku, sih, pingin banget jalan-jalan dan shopping tapi ke Singapura. Sayang emangnya mau ke sana denganku?" Devi mulai menggunakan rayuan mautnya demi mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Boleh banget. Mau kapan? Aku pesan tiket pesawat, hotel, dan juga menyiapkan visa untuk kita, ya," jawab Reno tanpa ragu.
"Wah, beneran, Sayang? Duh, senang banget kamu perhatian dan pengertian. Terima kasih sayang," ujar Devi sambil memeluk Reno dengan erat.
Pagi itu, Reno langsung menelepon orang kepercayaan untuk menyiapkan tiket dan lain-lain agar bisa berangkat ke Singapura nanti siang. Tak lupa, Reno juga menelepon asisten rumah tangganya dan sopir agar bisa menjaga dan menjemput Lisa saat dia pergi.
"Tolong ya, Bi. Katakan saja kalau aku akan perjalanan bisnis ke luar negeri. Lisa pasti mengerti. Aku harus menemui investor agar bisa membuat gedung kost-kostan yang kelima," jelas Reno berbohong pada asisten rumah tangganya. Devi hanya menahan tawa mendengar hal itu. Rencananya berhasil.
Devi harus menjauhkan Reno dari orang lain terlebih dahulu agar pelet pengikat itu bereaksi dengan baik. Setidaknya dua hari Reno harus di samping Devi agar bisa terpikat sempurna.
Reno segera menutup pembicaraan dan meletakkan ponselnya kembali ke kantong celana. Dia menatap Devi dan berkata, "Sayang ... sudah aku urus semuanya. Nanti siang kita bisa berangkat ke Singapura."
"Wah, terima kasih banyak Sayang. Aku senang sekali." Devi kembali memeluk Reno. Dia harus di dekat Reno agar rencananya berhasil.
Sebenarnya Devi sudah tahu jika anak dari Reno memiliki kemampuan melebihi manusia biasa. Paranormal terkenal itu yang memberi tahu Devi agar berhati-hati dengan Lisa. Oleh sebab itu, lebih menguntungkan jika menjauhkan Reno dari anaknya terlebih dahulu.
...****************...
Saat Lisa belajar di sekolah ....
"Kenapa perasaanku tak enak, ya? Jangan-jangan ada sesuatu terjadi sama Papa," gumam Lisa yang tidak bisa konsentrasi dalam belajar di kelas.
"Sst ... ada apa, Lisa? Dari tadi ngomong sendiri," bisik Steve teman semeja Lisa. Lelaki itu selalu penasaran dengan apa yang Lisa pikirkan atau alami. Terlebih jika menyangkut hal gaib.
"Nggak apa. Aku cuma kepikiran Papaku aja. Kamu percaya nggak kalau aku merasakan wanita yang dekat dengan Papaku itu bukan wanita baik." Lisa terlihat sedih membahas Reno.
"Percaya. Kamu kan punya six sense. Waktu itu kamu nebak soal juara satu seangkatan aja benar. Terus, kamu udah ingatkan Papamu?" selidik Steve.
"Sudah. Tapi Papaku seperti orang kehilangan akal. Dia iya-iya saja saat bicara denganku. Terus masih aja temui wanita itu. Gimana ya? Aku takut Papaku kenapa-kenapa." Lisa menatap Steve seolah mencari jawaban dari kegelisahan yang dia rasakan.
"Kalau gitu, kamu harus pisahkan mereka. Kamu yakin wanita itu tak baik?"
Lisa mengangguk tanda yakin. Dia masih kesal karena papanya berbohong dengan pura-pura sudah tak ada hubungan dengan wanita yang bernama Devi. Padahal dia yakin kalau papanya masih bersama Devi.
...****************...
Siang harinya, tepat pukul satu Reno dan Devi sudah bersiap ke bandara. Mereka akan berangkat jam tiga sore. Tepat saat itu, Devi mematikan ponsel Reno karena tak mau ada gangguan.
Lisa pulang sekolah dijemput oleh sopir. Saat tahu papanya hendak ke luar negeri, Lisa merasa ada yang aneh dan ada sangkut pautnya dengan Devi. "Pak, jangan pulang dulu. Ayo kita susul Papa ke bandara," pinta Lisa.
"Ta-tapi, Non. Nanti Tuan marah kalau kita ke sana," jawab Pak Sopir dengan takut.
"Tidak akan marah, Pak. Kan Lisa yang minta," kata Lisa dengan mantap.
Lisa pun segera ke bandara diantar oleh sopir. Reno dan Devi sudah di dalam dan menunggu untuk masuk gate sesuai jadwal penerbangan. Mereka minum kopi terlebih dahulu. Devi sudah yakin rencana busuknya akan berjalan lancar. Dia sudah memperkirakan semuanya.
...****************...
...Hai, hai ... gimana bonusnya? Suka nggak? Jangan lupa baca The Hunter & EXORCISM yaa^^...