
...🔥 RENO SELAMAT NINDY MENGHILANG 🔥...
Tanpa disadari, Boy sudah terlebih dahulu menemukan Reno yang berada di ruangan tertutup dan remang-remang itu. "Bertahanlah, Reno," gumam Boy saat melihat Reno dalam ikatan di sebuah kursi dengan kondisi babak belur.
Boy langsung kembali menemui Bima dan Daniel seperti dalam perjanjian sebelum mereka berpisah. Boy pun menceritakan apa yang dia lihat dan itu bukan hal sembarang untuk sampai ke sana karena mereka bertiga memelukan strategi dalam menyelamatkan Reno.
Bima dan Boy langsung menghilang untuk mengepung tempat di mana Reno ditawan sedangkan Daniel menanti di ujung jalan untuk menjemput Reno. Saat mereka bertindak, ternyata komplotan mereka sudah mempunyai rencana juga. Nindy yang berada di rumah, tiba-tiba menghilang karena diculik. Entah kapan dan bagaimana, orang di rumah Nindy belum menyadari hilangnya istri Reno itu.
"Ma, Kak Nindy mana, ya?" tanya Wahyu yang pertama kali menyadari wanita itu tak ada di rumah.
"Loh, tadi 'kan sama Alex dan Lisa? Coba cari di belakang," jawab Ningsih yang sedang di dapur membuat minum.
Wahyu pun berjalan ke taman belakang. Dia mencari Nindy yang sudah lima belas menit tak terlihat. "Alex, Kak Nindy mana?" tanya Wahyu pada Alex yang sedang berlarian dengan Lisa.
"Loh, tadi masuk ke rumah, 'kan, Kak? Nggak di sini soalnya," jawab Alex.
Merasa ada yang tak beres, Wahyu langsung ke Tante Dinda dan Lauren. "Tante, lihat Kak Nindy?"
"Nindy? Bukannya di dalam rumah?" jawab Dinda yang belum melihat Nindy lagi.
Mendengar jawaban itu, Wahyu langsung panik. "Tante, Kak Nindy menghilang!"
Mereka pun mencari Nindy dan tidak ketemu. Lauren dan Dinda mencoba menerawang tetapi tak bisa.
Di sisi lain, Tuan Black hendak memainkan pisaunya untuk menyayat Reno. Bima dan Boy pun melaksanakan aksinya. Bima muncul tiba-tiba dengan wujudnya yang menyeramkan. Tinggi, besar, dengan dua tanduk di atas dahinya.
"LEPASKAN DIA!" seru Bima membuat Tuan Black terkejut.
"Ha! Te-ternyata benar kata orang-orang. Reno ini memiliki iblis yang menjadi perlindungannya. Menarik!" gumam Tuan Black yang tersenyum menatap Bima meski ketakutan.
"LEPASKAN ATAU TANGGUNG AKIBATNYA!" Bima pun mulai menyerang, tetapi ternyata ada sesuatu yang menghalangi.
Mafia di Jepang pun memiliki pelindung tersendiri. Tidak hanya trampil dalam membunuh dan menembak, mereka diberi kemampuan dan juga perlindungan. Leluhur dari Gunung Fuji menjadi salah satu tameng untuk mereka. Maka dari itu, tidak mudah orang membalas dendam kaum mereka secara gaib.
"Ada iblis neraka membantu manusia? Menarik sekali," ucap sesuatu yang tak tampak wujudnya. Itu yang menjadi pelindungan bagi Tuan Black dan kaumnya.
"SIAPA KAU? LEPASKAN KEPONAKANKU!" gertak Bima yang kemudian mengambil Reno yang sudah pingsan.
"Kau tak perlu tahu siapa aku. Ayo adu kekuatan. Siapa yang menang, yang bisa keluar dari sini!" gertak makhluk itu yang sontak membuat Bima geram.
Bima pun melawan makhluk yang belum menampakkan wujudnya itu. Sedangkan Tuan Black langsung melarikan diri. Pengikutnya mencoba mengejar Reno, tetapi Boy membuatnya tidak terlihat dan masuk ke mobil Daniel.
"Aman?" tanya Daniel pada Boy yang membawa Reno yang pingsan.
"Aman. Bima di sana. Ternyata penculik Reno memiliki pelindung gaib juga dari leluhur mereka. Tak bisa dianggap remeh. Ayo jalan saja," jawab Boy yang bergegas meminta Daniel melaju dengan mobil hitam itu.
Bima masih di dalam ruangan remang-remang itu, melawan leluhur dari Gunung Fuji. Pertempuran mereka berlanjut ke alam gaib. Membuat suasana di sekitar jadi menjadi mencekam. Ada petir menyambar-nyambar dan awan mendung langsung menggumpal.
Penduduk di sekitar Borobudur seakan ikut merasakan kengerian yang sedang berlangsung di alam gaib. Dua kekuatan yang beda bentuk, beda kekuatan, menjadi bentrok dalam satu pertempuran yang tak terelakkan.
Sedangkan di tempat lain, Nindy yang sudah dibius pun segera dibawa pergi ke markas seperti yang Tuan Black perintahkan. Nindy tak tahu jika dia dibawa orang jahat. Hanya saja terakhir yang dia ingat, dia sedang di depan rumah hendak menutup gerbang karena saat itu satpam dan asisten rumah tangganya dia perintahkan untuk mengungsi sejenak dengan Abah dan Ibu. Namun, gerbang belum ditutup, dia sudah dihampiri oleh empat lelaki bertubuh kekar dengan setelan jas hitam ala MIB. Nindy dibius dan masuk ke dalam mobil Van untuk dibawa ke tempat yang Tuan Black maksudkan.
"Boy, coba telepon ke rumah. Apakah semua baik-baik saja? Minta Dinda dan Lauren membawa mereka ke tempat yang aman lewat kekuatan mereka, menghilang. Jangan lewat depan rumah atau menggunakan mobil. Aku khawatir jika anak buah mafia itu menunggu di depan rumah untuk melukai salah satu dari antara kita atau siapa pun yang terlibat dalam urusan ini," ucap Daniel dengan nada serius dan agak panik.
Boy pun paham dengan maksudnya. Dia langsung menelepon Dinda agar mengetahui keadaan di sana.
Boy: "Hallo, Dinda? Bagaimana keadaan di rumah? Kami sudah menemukan Reno dan dalam perjalanan kembali."
Dinda: "Hallo, Boy? Nindy menghilang, Boy. Mungkin penjahat itu menculiknya ketika yang lain lengah. Reno bagaimana kondisinya?"
Boy: "Reno pingsan. Perlu dirawat karena babak belur. Kamu dan Lauren bisa membawa yang di rumah ke tempat aman secara gaib, menghilang? Mereka harus diamankan. Soal Nindy, nanti kita cari bersama."
Dinda: "Astaga, Reno. Segera bawa ke klinik terlebih dahulu, Boy. Baik, aku akan mengajak Lauren mengamankan yang lainnya."
Boy pun mengakhiri panggilan di telepon waktu itu. Dia segera meminta Daniel membawa Reno ke klinik terdekat terlebih dahulu. Boy tidak bisa serta merta menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan Reno karena suatu hal. Terkadang ada yang malaikat bisa bantu dan ada hal yang harus diselesaikan sendiri. Termasuk dalam mengobati orang sakit. Tidak semudah yang manusia bayangkan. Makhluk gaib pun mempunyai batasan tersendiri agar tidak mendapat murka dari Sang Pencipta.
Setelah melihat ada klinik di pinggir jalan, Daniep segera menepikan mobilnya. Dia dan Boy membawa Reno ke dalam klinik untuk segera diobati. Bagi mereka, nyawa Reno terpenting. Mereka belum bisa membantu Bima karena Boy juga mengawasi dan melindungi Daniel dan Reno jika ada suatu hal terjadi.
"Silakan isi formulir administrasi terlebih dahulu. Pasien akan kami bawa ke ruang IGD," kata seorang perawat yang segera membawa Reno ke tempat penanganan.
Daniel segera mengisi formulir dan menyelesaikan administrasi. Boy menemani di depan bilik IGD. Berharap Reno segera sadar dari pingsannya. Sedangkan dia juga merasa gelisah dengan Bima yang tidak di sana. Bima bertanding dengan leluhur dari Tuan Black. Akankah Bima bisa menang?
...****************...
Nindy mulai sadar dari pingsannya. Dia bingung karena saat membuka mata semua terasa gelap. Saat hendak berteriak, dia tak bisa. Saat hendak bergerak, tangan dan kakinya pun tak bisa digerakkan.
Tuan Black meminta para pengikutnya untuk mengikat Nindy dan menutup matanya serta membungkam mulutnya dengan lakban agar tidak tahu dan tidak melihat siapa yang melakukan semua itu kepadanya. Tuan Black menyeringai ketika tahu Nindy sudah sadar meski tidak bisa bergerak atau melawan sama sekali.
"Sayang, mengapa kau masih mau bersama lelaki seperti Reno? Bagaimana kalau aku memberi penawaran yang menarik? Kau bersamaku dan aku bebaskan Reno serta anakmu," ucap Tuan Black pada Nindy yang terikat di ranjang dalam posisi tidur.
Nindy meronta-ronta. Mencoba membebaskan diri meski percuma saja. Dia tidak bisa melawan. Terlebih memikirkan keselamatan Reno dan Lisa membuat Nindy pasrah.
"Aku akan melepaskan lakbanmu. Kuberi satu kesempatan untuk berbicara satu kali saja. Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin atau aku akan bunuh suami dan anakmu. Pikirkan baik-baik, ikut aku atau mati," ancam Tuan Black yang kemudian membuka lakban di mulut Nindy secara tiba-tiba.
Nindy berpikir secara cepat. Dia tak ingin Reno dan Lisa dalam bahaya. "Bagaimana ini? Aku harus melindungi mereka. Bagaimana mungkin aku menyelamatkan diriku sendiri? Maaf Reno, aku harus menyelamatkan kalian. Aku akan ikut orang ini," batin Nindy sebelum berbicara.
Lakban hitam terbuka dari mulut Nindy. Tuan Black menunggu keputusan yang akan Nindy pilih.
"A-aku ... aku bersedia ikut denganmu. Asal jangan lukai anak dan suamiku. Ja-jangan ganggu keluargaku lagi," ucap Nindy dengan terbata sambil mengatur napasnya yang tersengal.
Dia masih dalam posisi mata ditutup kain hitam dan dalam ikatan kuat di atas ranjang. Tuan Black tersenyum lalu mengelus rambut Nindy dengan perlahan.
"Bagus. Pilihan yang bagus, Nindy. Akan kubuat kau tidak menyesal dengan keputusan ini. Malam ini kita akan pulang ke tempatku di Jepang dengan pesawat pribadi. Aku akan melepaskan keluargamu, Sayang," bisik Tuan Black yang sangat terobsesi dengan Nindy.
Lelaki itu perlahan tetapi pasti ******* bibir Nindy yang tak bisa melawan. Tuan Black menyukai Nindy sejak awal melihatnya di rumah Reno saat perjanjian awal kerja sebelum kesepakatan dibuat. Dia menjebak Reno karena ingin menghancurkan usaha Reno. Terlebih, ingin mengambil Nindy untuk dia bawa pulang ke negeri sakura.
Dalam ikatan kain hitam di mata Nindy, bulir-bulir air mata menetes begitu saja. Dia menangis karena pikihan yang sulit sudah dia ambil meski dia tak tahu risiko apa yang akan dia alami setelah ini.
"Semoga ini yang terbaik. Selamat tinggal Reno dan Lisa yang kusayangi," batin Nindy yang makin tersiksa. Dia menjalani keinginan Tuan Black demi keluarganya. Nindy tak tahu jika Tuan Black hanya menggertak agar dapat menguasai Nindy.
Tuan Black tersenyum senang karena berhasil mendapatkan incarannya. Wanita itu membuatnya jatuh cinta saat pertama kali melihat. Tentu saja lelaki itu tidak akan mudah melepaskan wanita yang dia inginkan meski harus membunuh orang lain sekali pun. Sungguh, Tuan Black sangat kejam.