JERAT IBLIS

JERAT IBLIS
BAB 28


Setelah kejadian kebakaran dahsyat keluarga Sugeng, di sebuah ICU ....


"Bertahanlah, Ayah. Meskipun hubungan kita tak dekat, namun kejadian ini sangat membuatku sedih. Beruntung, aku bisa menyelamatkanmu." ucap Satria lirih memandangi tubuh yang terbaring lemas di dalam ICU karena luka bakar hampir di sekujur tubuhnya.


Dokter menemui Satria, "Maaf Tuan, ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan."


"Baik dokter." Satria mengikuti dokter ke ruangan konsultasi.


"Tuan Sugeng mengalami luka bakar yang sangat serius. Hampir delapan puluh persen tubuhnya terdapat bekas luka nantinya. Beliau harus di rawat hingga benar-benar pulih." Dokter menjelaskan kondisi Sugeng.


"Baik dokter. Lakukan yang terbaik untuknya."


Setelah menjelaskan beberapa prosedur pengobatan yang akan dilakukan, Satria pun pergi. Rasa sesak di dada membuat Satria mencari petunjuk, siapa dalang dari kebakaran rumah ayah kandungnya.


Satria sengaja menutupi kondisi Sugeng dengan membuat keterangan palsu bahwa Sugeng sudah meninggal dunia. Satria merencanakan sesuatu. Meski Sugeng tidak pernah menganggap Satria sebagai anaknya di depan umum, namun Satria tetap menganggapnya sebagai seorang ayah.


Ibu Satria seorang pengusaha sukses di kota Semarang. Menjalin hubungan dengan Sugeng, seorang renternir di Gunung Kidul hingga melahirkan Satria sebagai anak pertama Sugeng.


***


Satria mulai menyelidiki dari perusahaan Sugeng. Anak buah Sugeng curiga terhadap seorang wanita yang pernah mengamuk di kantor karena usahanya bangkrut. Satria pun menyelidiki lebih lanjut. Ternyata wanita itu bernama Ningsih, seorang janda beranak satu tinggal di daerah Gunung Kidul. Namun dia pindah kota setelah kejadian bangkrut, akibat semua asetnya diambil Sugeng.


Frans akan menahan Bima, suami jin Ningsih. Sedangkan Satria akan melenyapkan Ningsih. Berawal dari rencana licik itu, keadaan Sugeng mulai membaik.


Satria yang bertemu langsung dengan Ningsih, merasa terlena dan jatuh cinta pada pandangan pertama. Maksud hati ingin membunuh dan balas dendam, justru malah terjebak dalam perasaan yang sulit dimengerti.


Frans yang mengetahui hal itu, tanpa diketahui mengutus tiga preman untuk membunuh Ningsih dan Satria. Namun semua gagal karena Bima mengetahui Ningsih dalam bahaya. Bima membuat ketiga preman itu mati tragis.


Meskipun hal itu membuat Bima tidak fokus bertarung dan mengalami luka yang cukup parah saat melawan Frans. Bima berusaha untuk mengalahkan lelaki siluman itu. Pertarungan gaib yang menyita waktu lebih dari seminggu itu, tentu membuat tenaga Bima dan Frans hampir habis.


Ningsih sama sekali tidak mengetahui dirinya dalam bahaya. Bahkan Ningsih hampir saja jatuh cinta dengan Satria, mengabaikan perkataan Bima. Bima memperingatkan karena tahu apa yang akan terjadi jika Ningsih dekat dengan Satria. Tetapi kelembutan Satria serta parasnya yang tampan membuat Ningsih terbuai.


Sugeng masih menyimpan dendam dengan Ningsih. Kebakaran itu melalap istri dan kedua anaknya beserta istana yang dia bangun sedemikian mewahnya. Sugeng menginginkan Satria untuk membunuh Ningsih secara perlahan. Agar Ningsih merasakan penderitaan terlebih dahulu.


***


**Mampukah Bima menang melawan Frans Gumelar?


Dapatkah Bima menyelamatkan Ningsih?


Semakin seru kan? Yuk jangan lupa Like setiap episode dan bantu vote ya. Author sangat berterima kasih pada kalian para pembaca setia 💗**