
Zoya mundur beberapa langkah dan berbalik pergi meninggalkan mereka berdua. Sementara David sendiri yang melihat istri tercinta nya pergi tangan nya langsung mencekik Nancy.
Akk..
"Rupanya kau belum tau siapa aku nona," Nancy memukul mukul tangan David yang berada di lehernya. Ia lalu melepaskan tangan nya dari leher Nancy dan langsung berdiri menyusul istrinya.
Zoya sendiri yang hendak membuka pintu tubuhnya dipeluk dari belakang.
"Mas kenapa kau lakukan ini padaku? Apa ini yang kau lakukan diam diam di belakang ku.?"
"Tidak sayang, aku tak tau dia datang ke mari, ku pikir dia istriku.?"
"Kau selalu membohongi ku mas," Zoya berniat melepaskan tangan suaminya dari pinggang nya. Tapi kemudian ia teringat jika ia sedang mengandung. Lagi lagi air matanya mengalir deras. Kenapa ia harus melihat suaminya sedang bersama wanita lain. Dan lagi, saat ini ia sedang mengandung. Ia berbalik, tangan nya memukul dada David, melampiaskan amarahnya pada sang suami. Kenapa ia selalu di selingkuhi saat hamil.
David diam, saat dadanya di pukul oleh tangan istrinya, ia lalu memeluk tubuh Zoya yang menangis. Dan berulang kali meminta maaf padanya. Ia tak bisa melihat istri tercinta nya menangis lagi, Zoya pasti terluka melihat nya dengan wanita lain.
"Sungguh sayang aku tak tau, jangan seperti ini."
"Kamu jahat mas," Zoya segukan di pelukan suaminya, sementara David sendiri mengeratkan pelukannya.
"Nancy.."
Nancy menatap penuh permusuhan pada Zoya. David sendiri yang mendengar istrinya menyebut nama wanita itu mengepalkan tangannya. Ia lalu melepaskan pelukannya pada Zoya dan berbalik menatap Nancy. Ia tak tau kenapa wanita itu bisa masuk ke dalam perusahaan nya. Rahangnya mengeras melihat dengan jelas jika dia mantan sekretaris nya yang dulu.
Sementara Zoya sendiri menatap Nancy tak berkedip. Jadi dia Nancy, wanita yang di bawah kungkungan suaminya adalah Nancy.
Zoya maju beberapa langkah mendekati wanita yang pernah menindas nya.
Plakk..
David shock apalagi Nancy sendiri, ia terhuyung kebelakang mendapatkan tamparan keras tangan Zoya. Tapi tak lama kemudian rambutnya terasa sakit.
"Aku pikir kau siapa nona, kau ingin merebut suami ku. Aku tidak akan membiarkan kau merebutnya dariku." Zoya melepaskan tangannya dari rambut Nancy.
David sendiri masih mematung melihat keberanian istrinya. Kenapa tiba-tiba saja istrinya berubah jadi macan.
"Zoya..."
Nancy meringis saat tangannya yang hendak membalas tamparan Zoya di cekal olehnya. Dari mana Zoya mempunyai keberanian seperti ini. Ini bukan Zoya yang dulu ia tindas.
"Pergi dari sini nona,!" Zoya melepaskan cengkraman tangannya pada tangan Nancy.
Nancy tak percaya dengan apa yang ia lihat, kemana Zoya yang selalu ia tindas. Sementara David sendiri masih tak bergeming sedikitpun di tempatnya. Matanya hanya mengawasi Nancy jika dia menyakiti istrinya. Tapi sepertinya ia tak perlu menghawatirkan istrinya.
"Tuan,"
"Bawa pergi wanita ini dari sini Rey,!" Bukan David yang mengatakan nya, tapi Zoya yang menyuruh Rey membawa wanita itu pergi, saat tau Rey datang.
"Baik nona"
"Brengsek, lepaskan aku, aku bisa sendiri." Wajah Nancy berubah takut, saat melihat Rey kembali menyeret nya. Ia masih teringat bagaimana Rey dulu menyeret hingga rambut panjangnya rontok akibat tarikan tangan Rey.
Zoya sendiri menatap suaminya, mata yang merah akibat menangis tadi berganti dengan mata tajam yang menatap David.
"Aku tak menyangka kau akan menghianati ku juga mas." David menggeleng dan mendekat lalu memeluk tubuh istrinya lagi. Semua tuduhan Zoya tidak benar, dia benar benar tak tau jika dia adalah Nancy.
"Jika kau tak ingin kami meninggalkan mu, setidaknya jangan menduakan aku."
David membungkam bibir istrinya, ia tak membiarkan istrinya bicara lebih panjang lagi. Mana mungkin ia akan membiarkan Zoya meninggalkan nya. Dan lagi istrinya sekarang sudah pintar mengancamnya.
Zoya menatap mata suaminya. Tak lama ia menghembuskan nafasnya perlahan. Mungkin saja ia yang harus sedikit mengancam suaminya.
"Awas saja jika kau berani melakukan nya lagi, kau tidak akan melihat anak anakmu."
Mata David memelas mendengar nya, kenapa istrinya sensitif sekali. Lagi pula bukan salahnya tadi, ia pikir dia Zoya. Zoya sendiri menatap tajam pada suaminya. Kenapa banyak sekali yang menginginkan suaminya. Tak lama Zoya mendengus, ia harus mengikuti kemana suaminya pergi kalau begitu.
"Sayang.."
David mengikuti langkah istrinya, ia tau Zoya marah padanya. Dan Zoya masuk ke dalam kamar pribadi David. Ia melepaskan kain sprei dan membuangnya asal. Nancy pasti sengaja ingin menghancurkannya. Zoya tidak akan pernah membiarkan wanita itu menghancurkan rumah tangga nya. Ia pikir David sengaja memasukan wanita lain. Ternyata dia adalah Nancy, wanita yang dulu pernah menindas nya. Huh... salahnya sendiri tadi tak melihat wanita itu, kenapa juga harus nangis.
David sendiri menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Matanya menatap istrinya yang membuang sprei hitam miliknya.
"Kau yakin mas tak melakukan apapun padanya."
"Gak sayang..." Zoya mengangguk.
"Mas, bagaimana jika aku membawa anak mas Dav_"
"Zoya"
David membentak keras istrinya, ia tak ingin mendengar apapun alasannya. Tak lam kemudian ia mendorong perlahan tubuh istrinya ke kasur. Ia membungkam bibir yang sedari tadi mengancamnya. Tangan nya melepaskan dasi miliknya dan membuangnya, begitu pun dengan yang lain. Hanya tersisa kain yang menutupi aset milik nya.
Sedangkan Zoya sendiri kaget di bentak oleh suaminya. Ia juga shock saat David tiba tiba saja mendorong nya dan membungkam bibirnya.
"Mas."
"Kau tidak akan pernah pergi dari ku Zoya." Tangan David dengan cekatan membuka gaun milik istri nya.
Zoya kaget saat melihat suaminya sudah hampir polos, apalagi David memaksa membuka gamis syar'i nya. Kenapa suaminya marah dan berakhir seperti ini. Padahal dia hanya ingin meminta izin untuk mengikuti les hamil.
Sementara di luar gedung..
Nancy meringis merasakan sakit di pergelangan tangan nya. Ia menatap Rey yang menyeret nya kasar. Apalagi ia saat ini menjadi tontonan banyak orang. Nancy hendak berdiri tapi Rey menghentikan langkahnya.
"Anda mau kemana nona,?"
Rey tersenyum tipis, dia pikir dia akan bisa pergi begitu saja. Tak lama kemudian Nancy melotot kan matanya, melihat mobil Van hitam berhenti di sampingnya dan tak lama kemudian...
"Hmm.." Nancy terkulai lemas di tangan Rey.
"Sudah ku bilang nona, jangan macam macam dengan tuan kami. Kau tak tau siapa David Aderson."
Rey lalu membawa masuk tubuh Nancy ke dalam mobil. Dan membawanya pergi.
Sementara di dalam ruangan David, terdengar suara Zoya yang mendesah. David membuat istrinya lemas di bawah kungkungan nya. Ia geram mendengar istrinya akan membawa anak anak nya pergi.
"Mass..."
"Ya sayang.."
Tak lama kemudian terdengar suara panjang Zoya dan David yang mengakhiri percintaan mereka. Nafas Zoya memburu, mata nya menatap David tak berkedip. Melihat suami nya yang melepaskan penyatuan mereka. Ia mendengus, harusnya ia sudah pergi les hamil.
.
.