
Seorang wanita cantik melangkahkan kakinya di gedung tertinggi di kota A. Ia berjalan dengan anggun, memakai baju gamis syar'i yang membalut tubuh rampingnya.
Tak.. Tak..Tak..
"Selamat pagi Nyonya..."
"Pagi.."
Ia tersenyum manis, kembali menyapa karyawannya. Ia berjalan, melangkah ke ruang pribadi CEO.
Clek...
"Selamat pagi nyonya."
Rey menyapa CEO perusahaan ini, menunduk memberi hormat pada istri pemilik perusahaan terbesar di kota A.
"Rey, apa agendaku kali ini.?" Zoya melangkah duduk di kursi kebesarannya.
Ya AZZOYA, wanita tiga puluh empat tahun itu adalah istri David Aderson. Semenjak kepulangannya dari Amerika bersama Bisma. Sinta membawa nya ke rumah sakit. Ia di kejutkan dengan suaminya yang masih terbaring koma dan belum meninggal.
Tak ada yang paling membahagiakan bagi Zoya, setelah berkumpul dengan anak anaknya, Zoya di kejutkan dengan suaminya yang masih hidup. Mungkin inilah ikatan cinta mereka berdua. Tak ada yang tak mungkin jika tuhan berkehendak. Jantung David berdetak kembali saat dokter hendak melepaskan semua alat yang menempel di tubuhnya.(Ingat dung ya saat Sinta bilang . " Ya berikan yang terbaik, menantu saya pergi berobat, aku percayakan padamu" 😃). Suaminya koma selama satu tahun. Ia dengan telaten merawat suami tercinta. Tak ada rasa bosan, Zoya merawat suaminya. Ia menolak keras bundanya yang mengatakan akan menyewa perawat. Mana mau dia, jika suami nya di sentuh oleh wanita lain, meski sekedar merawatnya. Ya Sinta, memang tak bisa merawat David dan Zoya yang koma bersamaan. Di tambah lagi ke tiga cucunya. Itu sebabnya ia mempercayakan Bisma merawat Zoya. Ia pikir pria itu tak akan memanfaatkan keadaan. Pada kenyataannya pria itu hampir saja memanfaatkan kelemahan keluarganya.
"Jam sepuluh nanti investor asing akan menemui anda Nyonya."
Zoya mengangguk mengerti, ia lalu membuka laptop di depannya, dan mulai bekerja.
Rey sendiri undur diri masuk ke dalam ruangan nya. Semenjak tuannya sakit Zoya lah mengambil alih perusahaan. Sudah empat tahun Zoya menjadi CEO perusahaan terbesar di kota A. Awal mula, perusahaan ini hampir saja terjun bebas akibat investor asing menarik saham milik nya. Ya perusahaan besar tak akan maju jika sang kendali terbaring di rumah sakit. Itu sebabnya Zoya dengan tekat dan nekat mengambil alih kursi suaminya. Banyak jajaran direksi yang menentang keras Zoya yang menduduki kursi CEO.
Tapi berkat kegigihan Zoya, wanita berkerudung itu sudah menstabilkan perusahaan suaminya.
Sedangkan David sendiri, satu tahun baru sembuh dari komanya. Sembuh dari koma, suaminya lumpuh akibat tulang punggungnya yang retak dan sarafnya yang terjepit. Di tambah lagi, beberapa operasi yang David lakukan.
Empat tahun David duduk di kursi roda, dia hanya di rumah bersama ketiga anaknya. Sementara ia sendiri mengambil alih kursi kebesaran nya.
David sempat berpikir jika Zoya akan meninggalkan dirinya yang lumpuh. Itu sebabnya sebelum Zoya meninggalkan nya. Ia sempat mengatakan pada Bisma jika ia bersedia menceraikan istrinya.
Malang nasib David, setelah ia mengatakan jika ia bersedia menceraikan nya, Zoya mengamuk dan mengancam akan membawa ketiga anaknya. Tentu saja David sangat bahagia, jika Zoya mau menerimanya apa adanya. Pria lumpuh yang hanya terbaring di ranjang dan kursi roda. Tanpa Zoya David tak bisa beranjak dari kasur dan kursi roda.
Tak terasa Zoya duduk di kursi nya sudah lebih dari dua jam. Rey datang kembali mengingatkannya.
"Ya, siapkan berkasnya."
"Ya nyonya.." Zoya mengangguk dan berdiri ke luar dari ruang CEO di ikuti dengan Rey di belakangnya. Mereka berdua berjalan ke ruang meeting tak jauh dari ruangan CEO.
"Nyonya, investor asing itu di wakili oleh putra nya, Aaron."
"Kenapa begitu,?"
Rey menggelengkan kepalanya, ia juga tak tau. Apa lagi nyonya Zoya tak pernah bertemu rekan bisnisnya seorang pria, terkecuali pria paruh baya Malik dan lainnya. Tentu saja ia tau apa alasannya.
Zoya melangkahkan kakinya kembali. Ia melangkah berat karna bertemu dengan seorang pria. Aaron, pria yang dulu pernah bertemu juga dengan nya, bersama tuan Malik.
Pria itu pernah mengundangnya makan malam bersama. Dan tentu saja ia tak akan mau.
Clekk...
Aaron tersenyum melihat wanita cantik berkerudung merah marun yang berjalan ke arahnya. Semenjak pertemuan nya pertama kalinya dengan wanita yang bernama AZZOYA, Aaron tak bisa menghilangkan bayang bayang wanita cantik ini.
Wanita kalem dengan mata sayu yang seolah menenggelamkannya. Entah kenapa ia tertarik dengan wanita beranak tiga itu. Istri David Aderson, pria pemilik perusahaan terbesar di kota A. Siapa yang tak tau, seorang David.
Apa salahnya jika ia mendekati istrinya. Aaron sendiri tau jika David lumpuh. Mungkin saja Zoya tak pernah mendapatkan kebutuhan biologis nya dari David. Itu sebabnya ia ingin mengambil hati wanita yang sudah mencuri hatinya.
"Assalamualaikum tuan Aaron."
Aaron tersenyum tipis, dan hanya mengangguk. Aaron sendiri adalah seorang Atheis. Satu tahun lalu ia datang ke Indonesia bersama ayahnya. Siapa sangka kedatangannya ke Indonesia di pertemukan dengan Zoya. Aaron pikir Zoya wanita single, tapi ternyata wanita cantik di depannya ini adalah istri pemilik perusahaan ini. Dan lagi Zoya lebih tua darinya, tapi wanita itu tak terlihat lebih tua darinya.
Zoya duduk di depan Aaron, ia langsung membuka berkas kesepakatan kerjasama nya dengan perusahaan Aaron.
"Nona, sebelum nya saya ingin bertemu dengan anda di kafe saat makan siang. Tapi sayang nya sekretaris anda seperti nya tak menyampaikannya pada anda."
Aaron melirik sinis ke arah Rey. Ia memang tak suka dengan pria ini yang selalu mengatakan jika Zoya sibuk, dan tak bisa di ganggu.
Di tatap seperti itu Rey sama sekali tak menunduk atau takut. Dia tak ingin berakhir mengenaskan jika membiarkan Zoya bertemu sendiri dengan laki laki lain. Rey lebih takut pada David, dari pada dengan pria di depannya ini. Rey akan setia pada tuannya itu meski pria di depannya ini tak kalah hebat, bahkan mungkin Aaron adalah pria yang paling di takuti di negaranya. Ia pernah mendengar jika Aaron Kenan galaxy adalah pria yang ditakuti di negara nya. Tak hanya itu, Rey juga mendengar jika Aaron adalah seorang mafia.
Tapi Rey tak ingin menjadi pria pengecut yang akan menghianati David. Selama nafas masih ada, ia ingin setia pada David. Meski kadang ia juga merasa Aaron ingin membunuhnya. Ya Rey sedikit pernah mendengar Aaron adalah pemimpin mafia dan bukan anggota mafia.
Zoya melirik ke arah Rey, ia tau jika Rey hanya ingin yang melindunginya.
"Maaf tuan, saya memang sibuk belakang ini, maafkan saya yang tak bisa bertemu anda di luar, selain di kantor."
Zoya menjawab penuh kelembutan. Aaron sendiri menatap bibir mungil merah jambu yang bergerak. Ingin sekali ia menerkam Zoya dan ******* bibir mungil nya.
Tak lama ia menggelengkan kepalanya mengusir pikiran kotornya. Jangan sampai ia bertindak bodoh.
Hay insyaallah mulai hari ini mau up dua sampai tiga kali dukung OTOR ya beri hadiah dan VOTE.
Kemarin otor atit🤧