Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode. 68


Prang....


Dewa membanting gelas di tangan nya. Ia sungguh kecewa dengan sikap Sinta dan David. Mereka berdua sama sekali tak mau membantunya. Perusahaan nya di kota X hampir gulung tikar, dan itu karna ia kecolongan. Wanita yang pernah ia tiduri mengambil berkas penting miliknya. Dan memalsukan tanda tangan nya.


"Brengsek...."


Tak ada yang berani mendekat ke arah pria tua yang sedang di liputi kemarahan.


Mata Dewa memindai wanita yang berjoget meliukkan tubuhnya yang hampir telanjang. Ia menyipitkan matanya melihat sosok wanita yang di kenalnya, Luna.


Seketika seringai licik Dewa keluar, melihat wanita yang baru tadi pagi keluar dari apartemen milik nya. Rupanya wanita itu menjajakan tubuhnya di sini. Sudah tak asing sebenarnya bagi Dewa, ia juga menemukan Luna pertama kalinya di club' malam di kota X.


Seorang wanita cantik berjalan berlenggak lenggok menghampiri Dewa. Ia adalah pemilik Club malam tersebut. Dari jauh ia sudah tersenyum lebar pada Dewa.


"Hallo tuan, ada yang bisa saya bantu?"


Ia langsung mendudukan tubuhnya di samping Dewa.


Dewa melirik sinis ke arah wanita cantik, mungkin seumur dengan istrinya Sinta tapi ia lebih muda lagi. Dan lagi wanita ini lebih mencolok, bibir dan dandanannya memang khas seorang mucikari. Apalagi dua buah dadanya yang hampir mencuat keluar. Terlihat itu adalah palsu, tak seimbang dengan tubuh kecil. Dan buah dada yang tiga kali lipat dari ukuran normal.


Fuh...


"Kau masih mengenalku Dewa," Sambil mengeluarkan asap rokok dari mulut nya. Wanita itu bertanya pada pria di sampingnya.


Dewa menatap wajah asing di depannya. Ia tak mengingatnya sama sekali siapa wanita ini.


"Aku terlalu populer, jadi tak mengingat mu sama sekali."


Hahaha, wanita cantik itu tertawa terbahak. Memang benar, Dewa sangat populer dengan sebutan Casanova.


Dewa tersenyum tipis menanggapi wanita itu. Ia sama sekali tak perduli siapa dia.


"Akulah wanita yang tidur di ranjang mu dan istri mu."


Dewa melirik sinis, ia sama sekali tak mengingat satu persatu wanita yang tidur dengannya. Mungkin iya, gara gara ia pernah membawa wanita malamnya ke rumah. David memergokinya yang sedang bercinta di dalam kamar. Dan dengan kejadian itu anaknya mengetahui kebejatannya. Membawa pergi ibunya bersamanya. Benar benar kesialan untuknya.


"Lalu.."


"Apa kau masih tak berubah, ingin mencari yang baru. Aku punya stok yang sangat bagus untuk mu."


Dewa melirik ke arah Luna yang masih meliukkan tubuhnya di atas panggung.


"Apa yang sedang menari itu.? Dia adalah mainan ku kemarin. Dan aku sudah bosan dengan nya."


"Oh ya..."


Wanita cantik itu menatap Luna. Ia lalu menoleh ke arah Dewa. Tak lama ia tersenyum tipis.


"Bagaimana denganku,"


Dewa mengangkat sudut bibirnya, ia berdiri dan menatap wajah wanita di depannya ini.


"Dengan senang hati.."


Mereka berdua benar benar menghabiskan malam bersama. Dewa menumpahkan kekesalannya terhadap David dan mantan istrinya. Ia bercinta sampai tubuhnya lelah dan terkulai. Ranjang yang berderit yang menjadi saksi bisu percintaan mereka.


"Kau masih sama, pantas saja wanita muda banyak yang masih bertahan dengan mu."


Dewa merasa bangga dengan dirinya sendiri. Ia bangkit dan mengeluarkan lembar uang yang tak sedikit. Lalu melemparkannya pada wanita yang masih polos di ranjang.


Lalu pergi meninggalkan nya begitu saja. Sementara sang wanita tersenyum tipis. Ia sama sekali tak menyangka akan bertemu dengan Dewa lagi, setelah sekian tahun. Dan pria itu memang benar benar Casanova sejati. Terlihat dengan stamina yang jauh lebih besar.


*


Reza menatap wajah cantik Kartika yang tertidur pulas di apartemen miliknya. Siang tadi ia hampir saja bercinta lagi dengannya, di dalam mobil. Tak lama kemudian ia tersenyum sendiri. mengingat kejadian di dalam mobil siang tadi.


Flashback


"Za..."


Nafas Kartika memburu saat tangan Reza masuk ke dalam dress nya. Ia menekan kepala Reza agar memperdalam bibirnya pada dadanya.


Sedangkan Reza, menurunkan kain tipis berenda dan membelai milik Kartika yang sudah basah.


Ah....


Desah Kartika saat tangan itu menyentuh di bawah sana. Kartika benar benar sudah tertutup oleh kabut.


Tok...Tok..


"Za..."


"Nanti saja sayang nyari nya."


Tak lama kemudian ia membuka kaca mobil. Dan terlihat pria remaja menjulang di hadapannya.


" Om mobilnya mogok kah.."


"Bukan, istri ku sakit dia tidak bisa menyetir sendiri saat ini. Apa kau bisa menghubungi seseorang agar membawa mobilnya ke apartemen kami.


"Ya bisa..."


Flashback end


*


David benar benar menjaga Zoya, sudah empat hari istrinya di rawat dan dia sama sekali tak meninggalkan nya. Ia hanya pulang ke rumah menjenguk anaknya. kadang ia juga akan membawa Almira ke rumah sakit, jika Al rewel ingin bundanya.


David sama sekali tak pergi ke kantor, semenjak kejadian ia mengusir ayahnya dari kantor nya. Pria itu tak lagi datang, mungkin saja datang. Tapi David sudah memerintahkan security maupun resepsionis agar tak menerima nya datang kembali.


Sementara Zoya masih di liputi kegelisahan. Ia meremas kain selimut yang menutupi tubuh nya dan David yang tidur memeluknya.


"Besok adalah resepsi pertunangan mereka."


Zoya menggigit bibir bawahnya, ia tak bisa tidur malam ini.


"Sayang..."


Zoya berjengit, ia buru-buru memejamkan matanya. Suaminya menyadari jika ia tak tidur.


Cup...


Uh...


David terkekeh mendengar suara lenguhan istrinya. Jelas saja Zoya tak tidur. Dan Zoya membalikkan tubuhnya menghadap David. Ia menundukkan wajah nya yang memerah.


"Ada apa?"


David membelai pipi Zoya yang merah akibat malu. Tak lama kemudian ia mengecup pipi yang bersemu merah.


"Tidak ada mas, Zoya lapar."


David mengangguk lalu bangun mencari sesuatu yang bisa di makan istrinya. Tak ada...


"Sayang aku keluar dulu, yah.!"


"Gak usah mas, minum susu saja. Ini sudah malam,"


"Kau yakin sayang?"


Zoya mengangguk mengiyakan, ia tak menyangka David akan pergi tengah malam begini. Padahal rasa lapar itu adalah alasan dirinya, yang gelisah karna memikirkan hari esok.


David membuatkan susu untuk Zoya lalu memberikan nya padanya.


"Kau yakin sayang hanya minum susu." Zoya mengangguk lagi.


"Ya sudah kita tidur lagi sayang, masih sangat malam,"


David membaringkan tubuh Zoya, ia memeluknya lagi seperti tadi. Tak lama kemudian Zoya juga ikut ke dalam mimpi, karna David yang mengelus punggung nya.


David membuka matanya perlahan mendengar suara dengkuran halus di depannya. Ia mengecup wajah Zoya berkali kali. Ia tau istrinya itu gelisah karna hari esok adalah hari pesta pertunangan yang Kartika gelar.


"Aku hanya milikmu Zoya, dan akan tetap seperti itu sampai nanti. Cinta ku padamu tak bisa kau ukur dengan apapun.


.


.


.


Beri dukungan lagi mom🤭


Biar aku semangat nulisnya.😁


.