Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode. 31


"Kau mau yang lebih besar lagi"


Zoya mengerutkan keningnya mendengar kata kata David.


" Kau tidak menyukai rumah nya. Aku akan meminta Rey mencarikan rumah yang lebih besar lagi?....


Maaf jika aku tak menanyakannya terlebih dahulu padamu, ini mendadak. Aku tak ingin melihat istri dan anakku tinggal di rumah kecil. Jauh dari kata layak."


" Maaf apa maksud anda? Saya tidak mengerti tuan,"


Bibir Zoya bergetar, ia masih bingung dengan maksud David. Rumah dan tempat tinggal, untuk dia dan putrinya. Apa menurut David, ia wanita yang akan menukar segalanya dengan uang. Jadi David masih menganggapnya wanita murahan dan gila harta.


"Unda.."


Zoya terkesiap mendengar teriakkan putri nya. Tak lama ia menoleh ke arah David. Apa maksudnya ini, kenapa bibi paman dan putrinya ada di sini.


"Unda ayo main di sana, anyak oneka belbi."


"Tapi..."


"Sayang ayo sama nenek.."


Almira berlari ke arah nenek nya. Sedangkan Zoya masih bingung,di tempatnya berdiri. Ia tak mengerti dengan semuanya. Ada apa? Apa maksud David dengan membawa keluarga nya kemari?


Tak lama David menggandeng tangan Zoya, melangkah ke lantai atas.


Clek...


"Ini kamar kita"


David berbisik pada Zoya, dan ia menegang di tempat nya berdiri. Hampir saja ia di buat jantungan oleh David. Pria itu berbisik tepat di telinga nya.


" Katakan padaku jika kau tak menyukai nya sayang?"


Deg...


Apa katanya tadi, sayang. David memanggilnya sayang. Ia tak percaya dengan perdengarkan nya. Mungkin saja pria itu salah ucap. Ia juga tak ingin berharap tentang pernikahan mereka. Takut jika semua hanya sebuah hayalan, dan jebakan.


Entah apa yang David maksud dengan menikahi nya. Apa David ingin membalaskan dendam nya. Dan mengurung dia atas nama pernikahan. Apakah David masih menyalahkan dirinya.


Seperti sebelumnya, David bukanlah pria yang menyukainya. Dia sangat membenci nya.


"Tuan apa maksud anda.? Maaf, apa saya ada salah.?"


David mengulurkan tangannya mengangkat wajah ayu istrinya, agar memandang ke arah nya.


"Ya kau salah Zoy, kau salah telah meninggalkan aku. Maaf jika aku menyakitimu. Demi tuhan aku sangat mencintaimu Zoya. Maafkan aku yang selalu menyakiti mu dan Almira. Aku ingin menebus kesalahan ku. Ku mohon jangan menjauhiku."


Mata Zoya berkaca kaca, ia tak menyangka David meminta maaf padanya.


"Tuan, anda benar, saya memang wanita rendah. Saya juga tak pantas mendapatkan kebahagiaan. Tapi apa maksud anda, dengan semua ini. Saya tidak akan menjual harga diri saya untuk kemewahan ini tu_"


David menyambar bibir merah Zoya. Ia sakit mendengar Zoya yang selalu menyalahkan dirinya sendiri. Sangat sakit, begitu besar rasa sakit hati Zoya. Sungguh ia yang tak pantas mendapatkan wanita sebaik Zoya.


David akan memenangkan hati Zoya. Ia akan menjadi satu satunya pria yang Zoya inginkan. Ia akan menghapus semua rasa sakit yang Zoya terima.


Mendapat serangan tiba tiba. Zoya hampir saja limbung. Jika David tak merengkuh pinggang ramping nya. David melepaskan tautan bibir nya. Mengusap Bibir istrinya dengan jari jempolnya.


"Maafkan aku"


David merengkuh tubuh ringkih Zoya. Ia menangis di pelukan Zoya. Ya rasa bersalah David sangat lah besar. Bukan rasa bersalah dengan kematian suami Zoya. David tak tau jika mereka kecelakaan. Yang David sesalkan, kenapa dia harus menyakiti wanita seperti Zoya.


"Kumohon jangan membangun tembok diantara kita. Aku sangat mencintai mu?"


Mata Zoya menatap kosong ke depan. Cinta, bahkan ia tak tau yang mana cinta dan obsesi. Cinta nya pada almarhum suaminya di balas dengan penghianatan yang luar biasa. Hingga Rangga meninggalkan pun bersama wanita selingkuhannya. Dimana Zoya harus melabuhkan hatinya lagi.


" Tuan, saya sesak"


David mengendur kan pelukannya. Tak lama ia tersenyum tipis.


" Maaf..."


Dengan keberanian nya lagi David melabuhkan bibirnya pada bibir Zoya. Dan lagi lagi Zoya tak percaya dengan David. Sudah dua kali pria yang berstatus sebagai suaminya itu menciumnya.


Biar bagaimanapun pria ini adalah suaminya. Entah atas dasar apa David menikahi nya. Tapi yang jelas Zoya akan menjadi istri yang baik. Meski tak ada cinta di hati nya. Pernikahan adalah ibadah bukan.


"Unda..."


Zoya menoleh ke arah putrinya, ia berlari masuk dan menubruk kaki David.


"Wah putri Daddy udah cantik!"


Zoya menatap kosong pada kedua. Putrinya bahkan sangat lengket dengan David.


Demi Allah, jangan memberikan harapan palsu untuk putrinya.


"Bibi kita pulang?"


Deg... Dada David sangat sakit mendengar kata kata Zoya. Apa Zoya masih marah padanya.


"Zoy, apa kamu masih belum memaafkannya aku?"


"Maaf tuan, bukankah ini sudah malam. Tak baik jika kami terlalu lama di ru_"


"Ini rumahmu Zoya.."


Bibir Zoya terkatup, ia bahkan menunduk. Tak berani menatap wajah David. Ia hanya sadar diri. Tak ingin terlena dengan iming-iming kebahagiaan dan harta. Bagi nya, tak ada yang tulus mencintai nya.


Sedangkan Ridwan dan istrinya menatap sendu wajah Zoya. Ia tau Zoya trauma dengan pernikahan. Wanita itu tak seperti kelihatannya.


"Tuan.."


"Berhenti memanggilku tuan Zoy, aku suami mu....


Bibi dan paman maaf jika saya lancang. Tak ada satu pun yang harus kembali ke rumah itu. Aku sudah menjualnya. Paman dan bibi akan tinggal di sini.....Lala..."


" Iya tuan.."


"Tunjukan kamar paman dan bibi."


Tak lama kemudian David membopong tubuh mungil Almira naik ke atas. Ia masih kecewa dengan Zoya. Tak bisakah ia memperbaiki kesalahannya.


Sedangkan paman Ridwan dan istrinya menatap iba pada Zoya.


"Zoya..."


"Maaf bibi, ini terlalu mendadak untuk Zoya. Zoya tak ingin tuan David mengetahui kekurangan ku. Zoya tak ingin dia tau trauma Zoya Bi. Zoya harus bagaimana?"


"Bicarakan pada suami mu, Zoy."


.


.


Bantu vote dan hadiah juga 😌


.


.