Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
season 2. 27


Queen sendiri yang masuk kedalam kamar milik Aaron mengerutkan keningnya. Kemudian berjalan menuju kamar pribadi dan mendengar suara gemercik air yang mengalir. ia tersenyum lebar, Aaron pasti sedang mandi.


Ia melepaskan pakaian miliknya satu persatu, sampai tak ada yang tersisa di tubuhnya yang proporsional dengan menonjol. Ia berjalan membuka pintu kamar mandi. Queen tersenyum lagi, saat pintu kamar mandi juga tak terkunci.


Mata nya menatap pria yang membelakanginya di bawah shower yang mengalir. Ia tersenyum lebar, saat tau jika dia adalah kekasih nya Aaron. Tentu saja ia tau postur tubuh tinggi dan kekar milik kekasihnya. Lagi pula tubuh itulah yang selalu menindih nya. Menghujam miliknya dengan benda tumpul kesukaannya.


Ia berjalan perlahan mendekati Aaron. Sementara Aaron sendiri yang tak fokus dan pikiran nya melayang memikirkan pernikahan nya dengan Almira. Gadis belia yang ia nikahi paksa dan gadis itu juga tak tau jika dia sudah menikah. Dan dimana David membawanya pergi. Ia yakin jika Almira ada di rumah sakit yang ia datangi. Tapi David menyembunyikan nya.


Hap...


Tubuh Aaron menegang saat merasakan sentuhan tangan meraba raba tubuh nya. Apalagi dua benda kenyal yang menempel sempurna di punggungnya. Ia menunduk menatap pada tangan yang bergerilya mengusap perut dan dada bidang nya. Melihat tangan itu rahangnya mengeras seketika. Tangan itu bukan tangan Almira, istrinya.


Ia mencekal tangan yang hendak turun ke bawah dan menyentuh milik nya yang tak terbungkus sama sekali.


Shhtt..


Queen mendesis saat merasakan tangan nya sakit akibat cekalan tangan Aaron.


"Sayang..."


Queen berseru agar Aaron melepaskan tangannya. Ia pikir Aaron mungkin kaget dan berpikir jika bukan dia yang datang dan memeluknya.


Mendengar suara Queen di telinga nya, Aaron berbalik dan menatap tajam pada wanita yang berdiri polos di depan nya.


Sementara Queen sendiri tersenyum lebar saat Aaron berbalik. Ia langsung mengalungkan tangannya pada leher Aaron dan menyambar bibir nya.


Mendapat serangan tiba-tiba tentu saja Aaron marah. Ia mendorong tubuh Queen hingga wanita itu terjengkang ke belakang dan terduduk di lantai kamar mandi.


"Aaron.." Jerit Queen saat tubuhnya mendarat di lantai kamar mandi. Tentu saja bokong polos nya sakit dan berdenyut.


"Beraninya..."


Aaron berteriak hingga suaranya memenuhi kamar mandi. Ia menatap tajam wajah Queen yang terduduk di lantai. Apalagi ia dengan jelas melihat Queen dengan gilanya justru melebarkan kedua pahanya.


Queen yang shock saat Aaron mendorong tubuh nya hingga ia jatuh ke lantai dingin. Ia menatap mata tajam Aaron yang menyalak tajam padanya. Dadanya bergemuruh, mungkinkah Aaron tetap sama tak ingin menikahi dirinya. Hingga ia sangat marah saat ia memeluknya tiba-tiba.


Tidak... apapun caranya, lakukan saja Queen...


Ia melebarkan kedua pahanya lebar-lebar dan menatap wajah Aaron yang memerah. Ia yakin Aaron tak akan menolaknya jika ia membuka ************ nya langsung di depan matanya. Aaron akan tergoda dan akan memasuki nya, ia yakin itu.


Dada Aaron bergemuruh hebat melihat pemandangan menjijikkan di depannya. Wanita gila ini melebarkan kedua pahanya dan menyentuh milik nya sendiri di depan matanya. Tak hanya itu, dia juga mendesah saat memasukkan jarinya sendiri pada miliknya yang terbuka lebar di depan matanya.


" Kau pikir aku akan tergoda dengan mu Queen, wanita ******."


Queen berjengit kaget saat mendengar Aaron melototkan matanya dan berteriak menggelegar. Ia melepaskan tangannya dari bawah sana dan berdiri memeluk tubuh kekar kekasih nya yang sama sama polos.


Tapi sebelum tubuh Queen menempel padanya, Aaron lebih dulu menahan kedua bahunya.


"Sayang aku merindukanmu."


Serunya Queen sambil menundukkan wajahnya. Terus terang saja ia malu bukan main saat Aaron menolaknya. Apalagi ia sempat menggoda dengan aksi gilanya tadi. Tak pernah terpikirkan jika Aaron akan menolak bercinta dengan nya. Apalagi Aaron tak pernah sebelumnya menolak walau hanya sekali saja. Jika ia menginginkan nya, Aaron dengan senang hati akan mengabulkan permintaan nya. Tapi kenapa dengan hari ini, Aaron menolaknya dengan cara yang kasar sekaligus.


Aaron melepaskan tangannya dari bahu Queen dan berjalan menyambar handuk lalu melilitkan di tubuh bawahnya. Berjalan keluar meninggalkan Queen di kamar mandi.


Sementara Queen yang melihat Aaron pergi meninggalkan dirinya. Ia juga menyambar handuk dan memakainya tergesa gesa, keluar dari kamar mandi menyusul kekasih nya.


Keluar dari kamar mandi, Aaron melototkan matanya melihat sosok pria yang bersandar di tembok sambil bersedekap tangan.


*


David melangkah lebar di lorong hotel tempat pria brengsek itu berada. Dadanya bergemuruh dan emosi nya memuncak saat membayangkan bagaimana Almira yang menangis.


"Jangan macam macam dengan ku tuan. Aku juga bisa membunuhmu jika kau menyakiti tuanku. Langkahi dulu mayat ku, jika kau ingin membunuh nya."


Nathan mengarahkan senjatanya pada David. Mana mungkin ia akan membiarkan David membunuh tuannya.


David tersenyum miring, ia menatap wajah Nathan yang terlihat mengeras. Ia lalu melemparkan senjata Aaron pada Nathan yang berdiri tak jauh darinya.


"Aku tau tuan mu tak memegang senjata. Aku juga bukan pria licik yang akan menembak mati seseorang tanpa perlawanan."


Nathan mengerutkan keningnya saat David melemparkan senjatanya pada nya dan masuk begitu saja melewati nya, melangkah ke kamar tuannya.


David bukan pria yang licik, ia akan beradu kekuatan dengan Aaron. Membunuh dengan tangan nya sendiri tanpa bantuan senjata api. Emosi nya meluap saat melihat Zoya yang menampar Almira. Dan semua itu karna pria brengsek seperti nya.


Nathan berbalik dan hendak melangkah masuk ke dalam kamar pribadi tuannya.


Click....


"Biarkan mereka, menyelesaikan urusan mereka sendiri, jangan ikut campur. Bukankah kau sendiri tau jika tuan mu lah yang bersalah di sini. Jangan macam macam dengan tuanku Nathan."


Nathan berbalik dan menatap tajam pada Reymond yang menodongkan senjata api pada nya. Tak lama ia tersenyum tipis, melihat keberanian Reymond.


"Apa kau pikir tuan mu yang akan keluar dari sini dengan selamat tuan Rey."


Reymond tersenyum tipis, ia tak menurunkan tangannya. Masih menatap wajah Nathan yang bengis seperti Aaron dan menatap nya.


"Jika tuanku keluar dengan kaki yang pincang atau wajah yang terluka. Apa kau yakin, tuan mu akan lebih mudah lagi mendapatkan nona Almira tuan."


Nathan mengeraskan rahangnya mendengar ucapan Reymond. Memang benar apa yang di katakan Rey padanya. Tapi apakah Aaron akan mengalah demi mendapatkan Almira. Atau melawan David dan membunuh nya jika pria itu melukainya.


Sementara di kamar....


Sampai di kamar David tersenyum miring melihat pakaian wanita yang berserakan di lantai. Tak lama kemudian ia menatap pintu kamar mandi yang terbuka.


Aaron menatap tak percaya pada David yang tiba tiba saja datang ke kamarnya. Pria itu bersedekap tangan di dadanya dan bersandar di tembok.


"Sayang...."


Deg...


Aaron lupa jika di dalam ada Queen bersamanya. Ia menatap tajam pada Queen yang berdiri di sampingnya. Sementara David sendiri tersenyum miring melihat pemandangan luar biasa di depannya ini. Melihat wanita yang keluar dari kamar mandi yang sama dan memakai handuk yang sama pula. Ia terkekeh geli saat mengingat dulu, sebelum menikah dengan Zoya. Ia juga memergoki tunangannya yang berselingkuh. Lalu kemudian ayahnya sendiri, dan sekarang....


Prok... Prokk....


"Waow, kau luar bisa Aaron."


Queen sendiri tersentak kaget saat mendengar suara orang lain di kamar ini. Ia memang tak tau jika ada seseorang selain mereka berdua. Ia menoleh ke arah sumber suara dan matanya terbelalak melihat pria yang dulu pernah ia sukai.


"David..."


.


.


Bengek🤧🤧


Mampir juga yuk ke karya aku yang lainnya.😁


.