Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
season 2. 47


"Ada apa..?"


"Nona Queen sudah tau jika anda sudah pulang tuan. Kemungkinan dia akan datang ke Venesia mencari anda."


Tangan Aaron terkepal erat, wanita itu ternyata sama sekali tak mendengarkan ucapan nya. Dia masih kekeh menginginkan dirinya.


"Jangan biarkan dia datang ke mension, aku tak mau istriku bertemu dengan nya."


Aaron mengumpat Queen, ia menyesal dulu yang pernah membawa Queen ke mension milik nya. Tak lama kemudian Aaron berjalan keluar. Ia yakin jika Almira sudah mandi dan mungkin saja dia mencarinya.


Almira menatap ke sekeliling nya, Mension mewah ini sangat luas. Ia sendiri juga bingung mau berjalan kemana mencari keberadaan suaminya. Banyak sekali lorong dan pintu.


Almira berbelok ke kanan, dia bertambah bingung saat mendapati jalan buntu. Tapi ia menoleh ke arah luar. Mata bundar nya, menatap halaman luas dan banyak nya pria yang berpakaian hitam berlalu lalang.


"Sayang kenapa berdiri di sini,?"


Aaron menunduk dan melingkarkan tangannya pada perut Almira yang datar. Menghirup aroma sabun dan shampo yang dipakai istrinya.


"Om sebenarnya ini dimana, kenapa banyak sekali pria di luar pakai baju yang sama.?"


Aaron tak menjawab, ia menghirup lagi aroma shampo di rambut istri nya.


", Sayang rambut mu masih basah,"


Aaron membalikkan Almira dan menatap nya.


"Iya,.."


Aaron menggendong istrinya berjalan masuk ke dalam kamar. Ia mendudukkan Almira di kursi rias dan tangannya membuka laci.


"Ini sayang, keringkan dengan ini, maaf jika Om lupa tadi."


Almira menatap wajah suaminya yang menyodorkan hairdryer padanya. Aaron sendiri yang melihat istrinya diam dan hanya menatap nya bingung.


"Apa Om bisa membantu Al."


Aaron menatap Almira tak percaya, benarkah Almira ingin ia melihat rambutnya. Ia menatap mata Almira dalam, apa Almira memang benar benar mengijinkannya.


Almira tersenyum, ia membuka jilbab nya dan mengurai rambutnya yang masih basah. Sedangkan mata Aaron tak berkedip melihat rambut istri nya yang panjang nya hampir sepinggang saat Almira melepaskan ikat rambutnya.


"Om tidak mau membantu Al,"


Aaron terkesiap mendengar suara Almira. Ia tersadar saat melihat Almira yang tanpa jilbab nya. wajah imutnya dengan mata bundar di tambah rambutnya yang panjang terlihat sangat cantik dan menggemaskan. Tentu saja ia akan membantu istrinya mengeringkan rambut nya. Ia tak akan menolak kesempatan untuk nya. Almira sudah memperlihatkan mahkota di kepalanya padanya. Ia berharap Almira juga akan menerimanya secepat mungkin.


Aaron menyentuh rambut hitam dan panjang Almira, ia tersenyum bangga saat ia lah pria pertama yang melihat rambut istri nya mungkin.


"Lain kali jangan mengikat rambutnya saat basah sayang, nanti kepalanya sakit."


Almira mengangguk, tak lama kemudian Aaron menatap kembali wajah Almira yang sangat cantik tanpa jilbab. Ia beruntung mendapatkan Almira. Gadis belia yang jauh lebih muda dari nya. Terpaut sembilan belas tahun dengan dirinya. Memang benar jika Almira lebih cocok dikatakan putrinya bukan istrinya.


Almira sendiri tak ingin menanyakan lagi ini di mana. Ia percaya pada suaminya, jika Aaron akan memperlakukan nya dengan baik. Mungkin saja ini Mension orang tuanya atau keluarga lainnya. Yang penting suaminya tak membiarkan nya dan tak akan memperlakukan nya buruk.


*


"Ingat David, aku akan menyingkirkan putrimu dan akan merebut kembali milikku. Aaron milik ku dan akan tetap menjadi milik ku, dia harus menikahi ku apapun alasannya nya."


Queen mengusap pipinya yang basah, ia akan pulang secepatnya. Harusnya pergi ke Venesia sekarang, tapi ia tak mendapat kan tiket penerbangan ke Venesia.


Ibunya menelpon saat di bandara melihat David dan Zoya. Itu sebabnya ia langsung mendatangi perusahaan terbesar milik David siangnya. Tapi apa pria itu justru menghinanya dan merendahkannya. Dan sialnya lagi ia tak bisa pergi ke Venesia sekarang. Harus menunggu beberapa hari lagi lagi.


*


Pagi harinya, Aaron masih di kamar nya sedangkan Almira sudah turun ke bawah. Berkeliling melihat mension mewah tempatnya semalam ia tidur. Kaki kecil nya bahkan berjalan keluar. Ia bingung, kenapa banyak sekali pria yang berpakaian hitam, ia tau jika mereka adalah penjaga. Tapi kenapa banyak seperti itu, ada sekitar dua puluh orang.


"Nyonya apa anda membutuhkan sesuatu.?"


Seorang pelayan wanita mengagetkan nya dari belakang. Almira tersenyum kikuk, ia merasa sangat tua jika di panggil nyonya.


"Panggil nama ku saja bibi, Almira,"


Wanita empat puluh tahun itu menatap wajah imut Almira yang sangat cantik. Mata bundar dengan bulu mata nya yang lentik sangat mencolok dengan wajah imutnya. Apa gadis kecil ini istri tuan mereka. Ia baru melihat wanita secantik ini dan dia juga masih terlihat masih remaja. Tapi tak ada wanita lain lagi selain gadis ini yang di bawa tuannya sore kemarin. Jika benar dia nyonya baru nya, pantas saja tuannya menikahinya. Dia sangat cantik dan imut dengan mata bundarnya. Tapi apa iya tuannya menikah dengan gadis belia ini.


"Bibi, apa mereka bekerja untuk Om Aaron di sini.?"


Hah....


"Ah, iya nyonya.."


Pelayan itu terlihat kaget karna wanita ini ternyata memanggil tuannya Om, lalu dimana nyonya baru mereka, apa sore kemarin tuannya membawa dua wanita, yang satu istri dan yang satu ponakannya.


Almira tersenyum, tak lama ia berjalan mendekati taman bunga di samping. Ia mendongak menatap di mana kamarnya semalam ia tidur. Menggelengkan kepalanya, terlalu luas dan tak tau yang mana kamar nya. Ia berpikir apa ini adalah mension suaminya. Lalu kemana orang tuanya, apa mereka sudah meninggal, atau ini bukan tempat tinggal suaminya.


Mic yang melihat istri tuannya berjalan ke arah taman mengikutinya. Ia takut jika istri tuannya akan terluka dan dia yang akan menjadi sasaran empuk tuannya. Apalagi banyak bunga yang berduri di taman itu.


"Cantik sekali bunganya."


"Nona..."


Mic berseru saat melihat istri tuannya akan memetik bunga, dan itu bunga mawar. Jika tak bisa memetiknya pasti akan terkena duri.


Almira berjengit, ia kemudian berbalik saat mendengar suara pria di belakangnya.


Deg....


Mic menatap tak berkedip wajah cantik dan imut di depannya ini. Gadis belia dengan mata bundar nya, apa dia istri tuannya.


Click....


.


.