Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode. 48


David mengerutkan keningnya, kenapa istrinya lama sekali, kemana dia. Tak lama kemudian ia memanggil Rey.


"Nona Queen yang akan memanggil nona Zoya tuan?,"


David mengangguk mengiyakan, ucapan asistennya. Dan Rey langsung memanggil Queen, agar memanggil Zoya. Saat mengetahui jika nona Zoya datang ke divisi pemasaran. Untuk apa nonanya kesana, dan mau apa?


David menyalakan lagi ponsel yang terhubung dengan cctv kantor. Mencari keberadaan istri nya, yang datang ke divisi pemasaran. Untuk apa istrinya kesana, apa yang dilakukan nya.? Tak lama ia menautkan kedua alisnya melihat sosok Zoya di antara kerubunan karyawannya. Ia mengepalkan tangannya melihat mereka semua. Memang ia tak mendengar apa yang mereka bicarakan. Tapi ia melihat Nancy yang menatap tak suka pada Zoya. Tanpa menunggu lama ia berdiri dan menyusul Zoya ke divisi pemasaran. Rey yang melihat tuannya pergi mengerutkan keningnya. Tak ayal ia juga mengikuti langkah tuannya.


Sampai di sana David dan Rey shock dan terkejut melihat Zoya di dorong dan jatuh. Tanpa basa basi David maju dan membalikkan kasar Nancy lalu menamparnya.


Plakk...


Nancy terhuyung mendapat kan tamparan keras dari David. Ia shock sekaligus tak menyangka David akan menamparnya di depan karyawan yang lain.


"Dav..."


Emm...


David mencengkram erat dagu Nancy. Menekannya keras, apalagi kuku David juga menggores kulitnya yang mulus.


"Beraninya kau menyakiti istri ku, sialan!. Siapa kau berani memanggil namaku dengan mulut mu yang kotor itu!"


David menghempaskan begitu saja hingga wajah Nancy berpaling ke kanan. Sementara karyawan yang lainnya shock. Mereka tak pernah menyangka akan melihat kemarahan CEO mereka. Tak sedikit yang bergidik ngeri melihat nya, mereka juga tak ada yang membantu Nancy. Takut jika ia juga berakhir seperti nya.


Apalagi Zoya dan Queen, mereka berdua juga tak menyangka David akan semarah ini. Queen bernafas lega, setidaknya dia dulu tak sampai berbuat bodoh. Ia baru tau siapa David sebenarnya. Apalagi ia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Itu baru orangnya, bagaimana jika benar kata Daddy nya. Jika David bisa saja menghancurkan perusahaan siapa saja yang mengusik nya. Queen bergidik, jangan sampai ia bodoh lagi sebelum terlambat. Ia akan membuang rasa kagum dan sukanya pada seorang David. Takut jika ia akan bertindak bodoh dan berakhir seperti ini.


"Seret dia keluar dari sini..!"


"Tuan David... Zoya telah menipu anda. Dia yang sudah menjebak anda, agar anda mau menikahinya. Percayalah, dia wanita yang suka berselingkuh itu_"


Plakk....


Untuk kedua kalinya David menampar Nancy. Ia sudah berang mendengar dia menjelekkan Zoya di depan umum. Apalagi dia tak tahu menahu tentang Zoya.


Zoya menatap Nancy iba. Meski dia sudah menjelekkan nya, tapi David tak harus sekasar itu padanya. Pipinya membiru, dan bibir nya berdarah. Semua itu ulah David yang menamparnya terlalu keras.


"Seret dia!"


Dua security datang menyeret Nancy keluar. Nancy yang di seret pun meronta. Ia memandang benci Zoya. Gara gara perempuan murahan itu ia berakhir di permalukan seperti ini.


David beralih menatap Zoya, giginya gemerutuk menahan emosi melihat kening istrinya berdarah.


*


"Mas aku tidak apa apa? Hanya luka kecil."


Zoya menenangkan suaminya yang masih diam. Ia tau David masih marah padanya, karna ia menemui Nancy.


Sedangkan David tak menggubris ucapan Zoya. Dadanya masih di liputi oleh kemarahan yang luar biasa.


"Apa sebelumnya dia juga memperlakukan mu seperti ini."


"Tidak.."


David menghembuskan nafasnya perlahan, ia sudah menduga Zoya akan menutupi kesalahan Nancy.


Deg....


David menegang di tempatnya, matanya tak sengaja melihat bekas luka menonjol di telapak tangan Zoya. Bukankah itu bekas luka yang dulu. Seketika David sangat merasa bersalah pada Zoya. Ya dia ingat luka itu sengaja dia buat. Dan rupanya lukanya membekas. Kenapa ia baru tau dan baru melihatnya.


"Ini bekas luka yang ku berikan.?"


Zoya menunduk, ia juga tak menyangka David akan mengetahui nya. Luka itu tak akan terlihat jika Zoya tak membalikkan telapak tangannya.


"Maaf.."


David mencium luka itu bertubi tubi. Ia juga sampai meneteskan air matanya membayangkan bagaimana dulu ia bersikap kasar pada Zoya.


"Tak apa apa mas, luka ini yang mengajarkan aku menjadi lebih kuat lagi untuk Almira. Luka ini juga yang menjadikan bahuku tangguh untuk Almira."


David tak tahan ia memeluk tubuh Zoya. Ia sangat menyesal telah menggores tangan Zoya hingga berbekas. Yang David sangat sesalkan, dia juga melukai dan menggores hati Zoya.


"Aku memaafkan mu mas. Aku ingin kau menjadi ayah dari anak anakku. Jangan tinggalkan aku, aku hanya_"


David tak ingin mendengar Zoya menghiba padanya. Ia membungkam bibir Zoya dengan menciumnya. Mana mungkin ia akan meninggalkan Zoya. Bukan Zoya yang akan merasakan kehilangan. Tapi dia yang akan merasa kehilangan dan gila seperti dulu.


David membopong tubuh Zoya menuju kamar pribadi nya. Ia tak melepaskan tautan bibirnya. Sementara Zoya mengalungkan tangannya pada leher David. Ia juga membalas bibir suaminya. Ya tekatnya menjadi istri yang seutuhnya untuk sang suami sudah bulat. Pengalaman pertama bersama Rangga menjadi pelajaran baginya.


David menutup pintu dengan kaki kiri nya. Ia ingin memiliki Zoya untuk kedua kalinya.


"Sayang...."


Zoya melihat mata David yang berkabut, tak lama ia mengangguk mengiyakan permintaan suaminya. Ia tak ingin suaminya mencari pelampiasan di luaran sana.


Tanpa David duga Zoya membalikkan tubuhnya di atas. David juga di buat shock dengan Zoya yang bersikap agresif. Tapi tak lama kemudian ia melenguh.


"Sayang.."


David menegang saat tangan Zoya menyentuh di bawah sana. Ya entah keberanian dari mana Zoya lebih dulu memancing David.


"Zoya..."


David menggeram tertahan mendapatkan perlakuan seperti ini. Ia juga tak pernah merasakan sensasi seperti ini saat ia menyewa wanita di luar sana.


David gelisah di tempat nya. Ia sungguh tak menyangka Zoya akan sangat liar. Lagi pula ini baru yang kedua bagi mereka. Dari mana istrinya belajar seperti ini.


******* David meluncur begitu saja saat Zoya benar benar mempermainkan nya. Ia sudah berkeringat dingin menahan ledakan sesuatu karna Zoya.


Tak lama ia membalikkan tubuhnya.


"Maaf sayang.."


David memposisikan dirinya dan erangan keduanya memenuhi kamar sempit tiga kali tiga meter. David benar benar sudah terbakar oleh Zoya. Ia tak memberi jeda sedikit pun pada istrinya yang membuatnya terbakar.


"Mas..."


Setengah jam kemudian Zoya bergetar dan berteriak.


Dan tak lama David juga menggeram melepaskan bibitnya pada rahim Zoya.


"Zoya...."


Brukk....


David ambruk di samping Zoya, nafasnya naik turun usai aktivitas panas mereka. Tangannya terulur mengelap keringat di dahi Zoya, lalu mencium nya.


"Sayang dari mana kau belajar?"


Blus...


Rasanya Zoya ingin sekali menghilang dari hadapan David. Ia sendiri juga tak tau dari mana ia belajar. Kenapa David juga harus menanyakan nya.


.


Tinggalkan jejak ya mom, beri hadiah dan VOTE juga😁😁


.


.