Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode. 46


"Pergilah Zoy, paman dan bibi mendoakan kalian. Semoga kalian berdua menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah."


"Tapi bibi,"


Banyak yang Zoya tinggal kan jika ia pergi dari sini.


David menatap wajah cantik Zoya. Ia tau Zoya tak ingin meninggalkan kota ini. Tapi mau bagaimana lagi. Ia harus kembali lagi ke kota A. Disana pusat perusahaan nya.


Zoya melirik ke arah David, yang menggenggam tangan nya. Mencoba memberi tahukan bahwa kali ini ia harus percaya pada suaminya.


"Terima kasih sayang..."


David tersenyum lebar melihat Zoya menganggukkan kepalanya. Ia mencium kepala istrinya,, pertanda ia sangat berterima kasih.


Sinta yang melihat putranya hanya menghembuskan nafasnya perlahan. Bagaimana David dulu yang selalu menghinanya dengan kata kata sarkas nya. Wanita seperti Zoya sama sekali tak pantas mendapatkan hinaan dari putranya.


*


Di kamar hotel, Luna sedang bergumul di atas ranjang. Reza mengutuk wanita ****** itu. Kenapa mereka bercinta di hotel yang ia sewa. Sekali ****** tetaplah ******. Reza berang dari luar ia mendengar suara ******* keduanya. Entah dengan siapa Luna bercinta saat ini. Yang pasti emosi nya saat ini sampai di ubun ubun.


Luna mendesah dan menjerit saat dengan brutalnya pria di atas tubuhnya menggagahinya. Ia tak tau jika, ia akan bertemu dengan salah satu sugar Daddy nya. Saat ia membuka pintu tadi, pria ini memang sudah mengincarnya. Dan dia langsung menyerangnya begitu ia tau jika benar dirinya.


"Perempuan brengsek..."


Reza menyesal telah menolong wanita itu. Dia juga tak berguna, tak ada yang wanita itu lakukan untuk dirinya.


Brakk...


Reza mendobrak pintu kamar yang terdapat dua pasangan yang sangat menjijikkan. Luna terkesiap mendengar pintu di didobrak. Ia melotot melihat Reza menatap nya garang. Sedangkan pria di atas tubuhnya masih bergerak naik turun. Dia tak bisa menghentikan begitu saja. Ia sama sekali tak menoleh kearah pintu yang terbuka.


"Tuan..."


Luna berseru kaget melihat Reza, ia lalu beralih menatap pria yang masih bergerak di atas tubuhnya.


" Honey bisakah kita berhenti,?"


Reza berdecih, mendengar nada memelas dari wanita yang masih di bawah kungkungan seorang pria.


" Ya sebentar lagi, sayang...."


Tanpa malu dan menghiraukan tatapan mata lainnya. Pria itu masih bergerak naik turun.


Sedangkan Luna mendesah tertahan, pria ini memang tak membiarkan dia bicara.


Reza keluar lagi dari kamar itu, ingin sekali menyeret Luna dan pria itu. Kupingnya panas mendengar ******* keduanya.


Ah....


Luna menjerit saat puncak pertamanya datang. Begitupun dengan pria di atas tubuhnya. Dia ambruk menindih tubuh polos Luna. Tak lama kemudian Luna mendorong tubuh tua di atasnya. Pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.


Bukk...


Reza terhuyung kebelakang mendapatkan pukulan tiba tiba. Ia menolehkan kepalanya melihat sosok pria yang tadi bercinta dengan Luna.


"Om..."


" Apa hubunganmu dengan Luna.?"


Reza menggelengkan kepalanya, ia tak menyangka pria yang tadi bercinta dengan Luna adalah Dewantara, ayah David.


Ya ayah David memang terkenal sebagai Casanova sejati. Itu sebabnya David sangat membenci kaum wanita. Gara gara ayahnya yang menghianati ibunya. David tak pernah dekat dengan kaum wanita.


"Ku tanya sekali lagi, apa hubungan mu dengan Luna.?"


"Hubby kau mengenalnya?"


Luna datang dari kamar dan bertanya. Ia juga sebenarnya tadi shock mendengar Reza memanggil pria itu Om.


"Tidak ada sayang.."


Reza menatap keduanya, ia ingin sekali mengumpat Luna. Rupanya wanita itu, adalah salah satu koleksi ayah David. Sungguh ia menyesal telah menolongnya dulu.


"Brengsek..."


Dalam hati Reza menyumpahi keduanya. Harusnya ia membiarkan Luna waktu itu. Dia sama sekali tak membantu dirinya. Bagaimana jika ayah David tau ia bersama dengan Luna di kota ini. Apa dia akan mengatakannya pada David.


Luna tersenyum miring, melihat wajah Reza. Meski ia tak menginginkan ia bertemu dengan pria tua ini. Tapi ia akan memanfaatkan pria ini untuk mendapatkan David.


Reza membalas tatapan mata Luna, ia mengeratkan giginya emosi. Wanita tak tau di untung ini sepertinya mengejeknya.


"Jangan berani macam-macam padaku Luna. Aku akan pergi, dan ini nomer kamarku. Datang kesana saat aku membutuhkan mu.


Dan kau Reza, kau ingin memakai Luna juga. Kupikir kau anak yang baik."


Ayah David pergi meninggalkan mereka berdua. Ia tadi juga shock melihat Reza. Ia pikir Reza sama seperti David. Ternyata anak itu juga sama seperti dirinya.


"Mana ada yang akan menolak kenikmatan dunia."


Dewantara tertawa terbahak memikirkan bagaimana anak itu memakai bekas dirinya. Tentu saja ia senang, bangga dengan dirinya sendiri.


Reza mengepalkan tangannya mendengar nada hinaan pria itu. Ia mendorong tubuh Luna ke tembok dan mencengkram erat dagunya.


"Kau wanita sialan yang pernah ada. Aku menyesal telah menolong mu dari pria hidung belang itu."


Luna meringis merasakan sakit di dagunya. Ia pikir Reza akan takut dan akan berbalik membantunya. Tapi ternyata Reza justru mengancamnya.


"Kenapa, kau ingin mengancam ku. Jangan bermimpi Luna. Aku bisa saja, melemparkan mu lagi. Jadi jangan macam macam padaku."


Reza menghempaskan Luna, ia berjalan meninggalkan nya. Mengambil baju dan koper miliknya. Mana sudi ia tidur di ranjang itu lagi.


Sementara Luna mengumpat dua pria yang mempermainkan dirinya. Kenapa ia harus bernasib sial, bertemu dengan Reza dan Dewantara. Pria tua itu hanya makai saja, setelah puas pergi begitu saja. Sial....


"Jangan pernah macam macam denganku, Luna. Jika kau berani macam-macam denganku, aku akan melemparkan mu pada pria itu lagi. Kau ingin aku memanggil pria itu kembali."


"Tidak..."


"Aku menyesal telah memilih mu untuk bekerja sama denganku Luna. Bagaimana jika aku sendiri mengatakan pada David dan Zoya. Jika kau yang menjebak mereka berdua. Aku yakin David tak akan membiarkan mu begitu saja."


"Kau dan aku sama sama ingin mereka berdua hancur. Lalu kenapa kau mengancam ku brengsek."


Luna berteriak keras di depan wajah Reza. Nasib buruknya yang tak seperti Zoya, seketika menguasainya. Ia sudah muak di gilir kesana kemari. Bertemu dengan sugar Daddy yang ini. Besok bertemu dengan yang sugar Daddy yang lainnya lagi.


"Apa yang kau lakukan?"


Wajah Luna pucat pasi melihat Reza menelpon seseorang.


"Tentu saja mengembalikan mu pada pria itu!."


"Tidak, percayalah aku akan menuruti keinginan mu. Tapi jangan kau hubungi dia."


Reza tersenyum senang, ia tau Luna tak akan melawan dirinya. Ia tau Luna yang meminta dirinya lepas dari pria itu. Apalagi dia juga yang menebusnya.


"Kau sama sekali tak membantuku. Jangan pernah tunjukan lagi wajahmu padaku. Kalau kau mau aku melemparkan mu lagi pada pria itu."


Reza keluar dari hotel menggeret koper nya. Ia mengumpat Luna, wanita tak tau diri itu sungguh menguras emosi nya. Ia juga tak menyangka bertemu dengan Dewantara. Rupanya pria tua itu sama sekali tak berubah. Bagaimana jika David tau, ayah nya terlibat ranjang dengan adik ipar Zoya. Apa dia akan membenci Zoya lagi.....