
Zoya memejamkan kembali matanya. Ia juga membalas bibir David. Bayang bayang Rangga yang mengatakan jika dirinya tak bisa memuaskan suami, berputar di kepalanya.
Tidak aku bisa memuaskan suami ku.
Sementara David terkesiap dalam hati. Tentu saja ia bahagia, istrinya membalas tautan bibirnya. Puas dengan bibir, David berpindah ke leher jenjang istrinya. Ia menyesapnya memberikan tanda merah di sana sini.
Ah....
Suara ******* Zoya yang terdengar, memacu adrenalin dalam diri David. Ia bertambah turun dan turun, memberikan tanda merah di seluruh tubuh istrinya.
Zoya merinding dan menggelinjang, tubuhnya yang merespon David. Tangan nya meremas rambut suaminya, saat David dengan keras menyesap salah satu ujung gunung kembarnya seperti Al. Yang meminum sumber kehidupan untuk nya.
"Davv....."
David semakin menyesapnya dalam, mendengar Zoya menyebut namanya saat mendesah. Kali ini ia akan membuat Zoya menghilangkan trauma, saat dirinya menyakiti nya. Puas bermain dengan dua gunung kembarnya. Ia kembali lagi naik ke atas, dan tangannya melepaskan kain yang masih menempel di tubuh Zoya.
"Sayang, apa kau siap,?"
Uh...
Bukan jawaban dari Zoya yang keluar dari bibir nya. Tapi ******* karna David menjilat cuping telinga nya.
"Davv...."
Zoya menjerit tertahan saat David menyatukan milik mereka di bawah.
Cup...
"Maaf sayang, aku terlalu bahagia?"
Zoya membuka matanya melihat David yang berada di atas tubuhnya. Ia tersenyum tipis menanggapi kata David.
" Aku akan mulai.."
Mata Zoya kembali tertutup dan terbuka. Merasakan sensasi panas di bawah sana, saat David bergerak.
Lama David bergerak naik turun memompa milik nya. Hingga Zoya benar benar lelah. David semakin bergerak liar, saat tangan Zoya meraba raba tubuh nya. Ia tau, Zoya juga ingin memuaskan dirinya. Itu sebabnya ia bergerak liar. Antara bahagia Zoya menerimanya dan gejolak gairah yang semakin meningkat.
"Davvv...."
"Zoya...."
Tubuh keduanya menegang dan David ambruk menindih tubuh Zoya. Nafasnya memburu, melepas kan bukti cinta nya pada Zoya. Begitu juga dengan Zoya, dia tak menyangka akan menyatu dengan David. Pria yang selalu menghinanya dengan kata kata sarkas nya.
Ark....
Zoya kaget saat David membalikkan tubuhnya ke atas.
" Bolehkah aku meminta pada istri untuk memuaskan ku?"
"Tapi..."
David memelas pada Zoya, memang ia belum puas melakukannya satu kali. Di tambah lagi, ia ingin Zoya pede dengan dirinya sendiri. Yang selalu teringat jika ia tak bisa memuaskan suami nya. Ia ingin Zoya keluar dari masa lalunya perlahan, dengan cara membuat kepercayaan dirinya besar.
David membantu Zoya bergerak naik turun. Sementara Zoya mengikuti arahan David. Mereka berdua tenggelam dalam kobaran api asmara. David benar benar membuat Zoya, mengikuti permainannya. Tak hanya itu kamar yang dulunya sepi dan canggung, kini berubah menjadi ramai dan berisik.
Suara keduanya yang saling bersautan memenuhi setiap sudut kamar. Hingga lewat tengah malam David mengakhirinya.
"Istri ku sangat pintar..."
Cup...
David menutupi tubuh polos mereka berdua, dan memeluk Zoya. Membawanya ke dalam mimpi indah. Setelah satu bulan, baru kali ini mereka tidur berpelukan. Tentunya setelah tubuh yang sudah saling menyatu.
*
Erick mengepalkan tangannya mendengar jika mantan calon menantunya sudah menikah. Begitu juga dengan Rania. Sedih mendengar David menikah dengan perempuan lain. Ya dia memang yang salah, telah berselingkuh dan mengabaikan kebaikan David. Ia tau saat menjadi tunangannya, David mencoba menerima perjodohan nya. Dan bersikap baik, meski kaku tak bisa bersikap romantis sedikitpun. Tapi David selalu ramah padanya dan keluarga nya. Dia juga kerap kali mencoba memenuhi keinginannya. Meski David sedikit kaku, itu karna dia tak mencintai nya, ia tau itu.
Tapi setelah ia ketahuan berselingkuh. Bahkan dengan mata kepala David sendiri dia melihat aksinya. Dia melihat bagaimana ia bergerak di atas tubuh pria lain. David berubah seratus delapan puluh derajat. Dia langsung menunjukan sikapnya. Tentu saja marah, pria manapun akan berang melihat tunangan nya di atas tubuh polos seorang pria lain,meski tak cinta. Apalagi dia melihat secara langsung bagaimana ia bergerak naik turun mendesah diatas tubuh polos pria lain.
Tentu saja sebagai laki laki David tak terima. Mungkin inilah kesempatan ia lepas dari perjodohan yang tak ia inginkan. Memergoki dirinya bercinta dengan pria lainnya.
Bodohnya aku.
" Semua ini gara gara kau. Lihat, selain tampan dia juga kaya raya. Aku tak menyangka mempunyai anak yang bodoh seperti mu Rania."
Erick meninggalkan kedua wanita yang termenung dengan pikiran nya masing masing.
"Maaf mom.."
Ibunya hanya mendesah lirih, mau bagaimana lagi. David tentu tak mau menikah dengan putri nya, jika Rania sendiri yang telah selingkuh lebih dulu. Di tambah lagi sekarang putrinya cacat, mana mungkin David mau menikahinya.
"Jika kau sembuh dan bisa berjalan lagi. Jangan membuat ulah lagi Rania. Daddy mu akan semakin murka, jika kau bertindak bodoh lagi. Kita sudah menghabiskan banyak uang untuk kesembuhan mu Rania. Perusahaan Daddy mu hampir gulung tikar. Jadi jangan membuat Daddy mu semakin marah."
Setelah mengatakan itu, dia pergi meninggalkan putrinya. Dua tahun yang lalu, Rania menjalani operasi pencakokan tulang betisnya yang remuk. Saat ini, dia sedang menjalani proses pemulihan.
Rania juga tak patah semangat, ia kadang melatih kakinya berjalan sedikit demi sedikit. Meski kadang linu yang luar biasa akibat besi yang tertanam di betisnya. Tapi setahun ini, tubuhnya mengalami kemajuan.
Tiga tahun yang lalu, saat ia sadar dari komanya. Ia sangat menyesal telah berpaling dari David. Hingga dokter menyarankan agar ia mengamputasi sebelah kakinya. Karna tulangnya yang remuk akibat terjepit. Tapi ia tak mau, kakinya buntung. Hingga ia memilih jalan mencangkok nya. Alhasil kakinya yang mulus, sepanjang betis terdapat luka bekas sayatan pisau bedah. Itu lebih baik dari pada kakinya yang buntung.
Rania tak bisa berdiri terlalu lama, tanpa penyangga. Kakinya akan linu dan sakit, itu sebabnya ia lebih baik duduk di kursi roda.
"Andai aku tak melakukan kesalahan. Mungkin kita sudah mempunyai anak sekarang."
Memang penyesalan datang nya di belakang. Begitu juga dengan Rania, menyesal bukan main.
Ia mengerutkan keningnya, mengingat sesuatu. Saat ia mendengar jika ayah nya mengatakan jika David sudah menikah dengan Zoya. Siapa dia?
Seperti nya ia pernah mendengar nama perempuan itu. Tapi ia lupa, di mana ia pernah mendengar nama Zoya. Ah... Lagi lagi ia menyesal telah berpaling dari David. Padahal David sendiri dulu mencoba mencintai. Dan sekarang pria itu sudah menikah dengan janda anak satu. Jika ia tak berselingkuh, tentu David lebih pantas dengan dirinya yang notabene adalah single.
.
.