Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
season 2. 28


"Tuan David.."


Queen bergumam lirih, dan Aaron masih bisa mendengar Queen yang menyebut nama David. Ia mengepalkan tangannya, David memergokinya bersama Queen. Ia yakin David bertambah membencinya sekarang. Pria ini tak akan merestui hubungan nya dengan Almira, ia yakin itu. Apalagi saat ini, ia bersama Queen yang keluar dari kamar mandi bersama sama. Tentu David akan mengira jika ia baru saja bercinta dengan nya.


David berjalan menghampiri mereka berdua, ia tersenyum tipis melihat wanita yang memakai handuk kecil di tubuhnya. Sedangkan Aaron, dia juga tak menyangka jika David akan datang ke kamarnya lagi.


"Kau mengenalku nona.?"


David tersenyum miring, apalagi menatap wajah Aaron yang mengeras.


"Apa kalian baru saja bercinta di kamar mandi.?" Tanya nya lagi.


",Bukan urusanmu!"


Aaron menjawab datar, ia sendiri masih shock dengan kedatangan nya. Ia yakin David akan menyembunyikan Almira setelah ini.


"Ku pikir kau memang pria yang paling brengsek tuan Aaron. Setelah menikahi putri ku kau bercinta dengan wanita lain."


"Tuan David apa maksudmu?"


David menatap wajah yang pernah ia lihat tapi ia sendiri tak ingat siapa dia.


Bug...


"****..."


"Jangan pernah kau bermimpi mendapatkan putri ku brengsek. "


Aaron tertawa mendengar David mengancamnya, apalagi pria itu baru saja memukul wajahnya. Sementara Queen, masih belum mengerti apa maksud mantan bosnya itu. Dan lagi kenapa tiba-tiba saja David datang ke kamar kekasih nya dan langsung memukul Aaron.


"Sayang sekali aku sudah menikahi putri mu, tuan."


Queen shock mendengar pengakuan Aaron. Apa maksudnya sudah menikah. Aaron sudah menikahi putri David, siapa?.


"Brengsek..."


Bug.....Bug....Arkkkk....


Nathan yang mendengar suara jeritan perempuan langsung berlari. Sedangkan Rey mengeraskan rahangnya. Ia pikir Aaron adalah pria yang baik dan benar benar mencintai nonanya. Tapi apa, yang baru saja ia dengar. Suara wanita yang berteriak, itu artinya Aaron di dalam sedang bersama wanita lain.


"Ku pikir kau pria baik dan bersungguh-sungguh tuan."


Sementara Nathan yang kaget mendapati kekasih tuannya ada di sini melotot kan matanya. Sejak kapan wanita ini berada di sini. Ia kemudian beralih menatap David yang menghajar tuannya.


Bug...Bug...


Nafas David memburu, ia meninju wajah Aaron sampai babak belur. Emosi nya memuncak, Aaron yang seenaknya saja menikahi putrinya tanpa seizin nya. Dan sekarang pria brengsek ini baru saja bercinta dengan wanita lain. Aaron sendiri tak bergeming, ia tak melawan David yang memukulnya. Ia membiarkan David melampiaskan amarahnya terhadapnya sekarang. Tapi tidak dengan besok, ia akan mengambil miliknya apapun caranya.


"Aku tak akan pernah membiarkan pria brengsek seperti mu mendapatkan putri ku, bajingan."


Serunya lagi dan menatap tajam pada Aaron yang diam saja tak melawannya.


"Dengar tuan David, aku sudah menikahi putri mu secara sah. Kau tak bisa menghalangiku mendapatkan istri ku sendiri."


Aaron masih memancing kemarahan David. Tangan David terkepal erat hendak melayangkan pada wajah Aaron.


"Tuan.." Rey berseru dari belakang.


Cih....


David berdecih mendengar perkataan Aaron. Sedangkan Rey menatap wajah Aaron yang menyedihkan, ia yakin Aaron tak melawan David. Ia melirik ke arah Nathan dan wanita yang tak jauh berdiri di dekatnya. Ia tersenyum tipis, melihat wanita itu hanya memakai selembar handuk seperti Aaron yang hanya menutupi tubuh bagian bawahnya.


"Kau tak akan pernah mendapatkan apa yang kau inginkan."


"Kau pikir aku akan memberikan putri ku pada mu Aaron."


Rey diam di belakangnya, ia mendengar penuturan tuannya. Ia juga tak menyangka Aaron akan mempermainkan nona Almira. Ia kira Aaron bersungguh sungguh dengan nonanya. Tapi apa yang di lakukan nya bersama wanita lain.


Sementara di dalam kamar...


Aaron terduduk di ranjang kamar. Nathan menatap iba pada tuannya yang tak melawan sedikit pun pada David. Ia tau Aaron tak ingin melawan. Dia terjebak dengan situasi yang tak terduga. Ia juga yakin jika tuannya tak melakukan apapun dengan Queen. Queen sendiri yang masih memakai handuk berjalan mendekat pada kekasihnya. Ia masih belum mengerti apa yang di dengarnya dengan telinganya sendiri.


"Aaron apa maksud nya, kau sudah menikah.?"


Queen menatap Aaron dengan berderai air mata. Ia bingung Aaron menikah dengan siapa. Dan kenapa David mengatakan tak akan memberikan putri nya padanya. Apa Aaron menikah dengan putri David, tapi siapa.?


Sedangkan Nathan keluar dari kamar tuannya, ia tak mau ikut campur dengan urusan pribadi tuannya dengan Queen.


Aaron menatap tajam pada Queen yang berdiri di depan nya. Rahangnya mengeras melihat wanita ini yang menjadikan ia dan Almira semakin jauh nantinya.


"Sayang, apa maksudnya.?" Seru Queen lagi, setelah melihat Aaron diam saja, dan tak mendapatkan jawaban dari mulut Aaron.


"Aku sudah menikah, jangan lagi mengganggu ku, pergilah."


Ia masih bersikap sabar, bagaimana pun juga Queen wanita yang baik sebenarnya. Wanita ini mengejarnya dan dia ingin ia menikahi nya. Tapi ia sama sekali tak mencintai Queen. Dia hanya partner ranjang nya tak lebih dari itu.


"Kau tega padaku Aaron, aku sudah memberikan segalanya untuk mu. Kenapa kau jahat sekali, menikah dengan wanita lain."


Queen terduduk di lantai dingin, ia tak perduli dengan tubuhnya yang dingin tak memakai pakaian, hanya handuk kecil yang menempel di tubuhnya.


"Aku tak mencintai mu Queen. Dan hubungan kita hanya saling menguntungkan tak lebih."


Queen menangis, menjerit dan meraung mendengar jawaban Aaron. Ia memukul kaki Aaron yang duduk di kasur hotel.


Aaron sendiri masih tak bergeming. Ia membiarkan Queen meluapkan emosi dan kekesalannya.


Hingga Queen lelah meraung dan berdiri, tak lama kemudian tangannya melepaskan handuk yang di pakainya dan membuangnya asal.


Aaron sendiri menatap datar tubuh Queen yang polos tanpa selembar kain menempel di tubuhnya. Sebelum Queen melepaskan handuk yang di pakainya. Ia terlebih dahulu mencekal tangan wanita yang polos di depannya.


"Pergilah Queen, jangan menguji kesabaran ku kali ini. Aku sudah mengatakan nya jika kita hanya sebatas teman ranjang."


Queen menggelengkan kepalanya mendengar penuturan Aaron.


*


Sementara di rumah sakit, Zoya masih duduk termenung di sofa dekat ranjang Almira. David tak mengatakan siapa pria yang bersama putrinya semalam.


Sedangkan Almira sendiri meringkuk di kasur kecil tempatnya berbaring. Ia sangat terguncang dengan kejadian ini. Ia sendiri tak tau kenapa bisa percaya begitu saja dengan pria yang baru ia temui. Padahal sebelumnya ia tak pernah pergi dengan siapapun.


Yaman dan senang, itulah yang ia rasakan saat ia bersama dengan pria dewasa yang baru ia temui. Tak lama kemudian ia melototkan matanya, saat sadar jika ia berada di sini bersama dengan dadyy nya. Itu artinya pria itu yang tertembak.


"Bunda.."


"Ya sayang,"


Zoya mengelus kepala Almira yang tertutup jilbab simpel nya. Almira langsung berbalik dan memeluk perut ibunya dan menangis lagi.


"Ada apa sayang,?"


"Al tidak mau daddy membunuh Om. Al mau bertemu dengannya bunda."


Zoya menatap mata Almira yang sembab. Sebenarnya siapa pria yang bersama Almira semalam.