Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode. 61


Tengah malam Reza bangun dari tidurnya, ia mengecup kening Kartika yang masih di alam mimpi. Tangannya membelai wajah cantik yang membuatnya tergila gila. Ia tak bisa melepaskan Kartika pada David. Apalagi mereka sudah menyatu. David tak boleh merebutnya dari nya.


"Maafkan aku, aku sangat mencintai mu. Dan aku akan bertanggung jawab atas perbuatan ku."


Tak lama kemudian ia bangkit, mengambil pakaian yang berhamburan di lantai. Memakainya, lalu mengecup kening Kartika dan turun ke bibir.


Kartika membuka matanya perlahan mendengar pintu yang di tutup. Ia mengepalkan tangannya, menyesali perbuatan bodohnya. Kenapa ia harus menyerahkan keperawanannya pada Reza, dan bukan David. Ia lalu bangun menuju ke kamar mandi. Berteriak kencang, tangan nya menggosok warna merah di tubuh polosnya, akibat perbuatannya yang bodoh.


" Kenapa harus seperti ini, kenapa aku bodoh. Harusnya aku tak terlena dengan permainan Reza."


Kartika menangisi perbuatan nya, apalagi mengingat harta yang paling berharga nya yang tak bisa kembali lagi.


*


Ark...


" Apa kau tak bisa menurut saja padaku Luna. Kau selalu membangkang keluar dari sini. Apa kau ingin kabur dariku, dan akan mencari yang lebih muda lagi begitu.?"


" Tidak, lepaskan aku. Aku hanya keluar membeli keperluan wanita. Kau tau kalau perempuan selalu datang tamu bulanan nya."


Luna mencoba membohongi pria yang ada di depannya ini. Pria ini sungguh membuatnya tak leluasa bergerak.


" Baiklah aku memaafkan mu, tapi jangan sekali kali kau berbohong padaku.?"


Dewa melepaskan cengkraman tangannya pada lengan Luna. Ia mengelus dan mencium lengan yang merah akibat cengkraman tangannya.


"Maaf, aku tak sengaja."


Luna mengumpat dalam hati, ia ingin sekali mencekiknya. Sudah muak harus menjadi budak pria tua ini.


Tangan Dewa bergerilya pada tubuh Luna. Dan Luna melenguh mendapatkan sentuhan tangan yang masuk ke dalam kemejanya.


"Apa kau senang sayang...."


Luna mengangguk mengiyakan, ia sungguh di buat mati kutu oleh sugar Daddy nya. Tangan itu menekan bergantian aset berharganya yang menonjol.


"Kau membohongi ku,"


Mata Luna terbuka lebar mendengar bisikan Dewa di telinga nya.


Sementara Dewa tersenyum misteri, ia mendorong tubuh Luna ke atas meja.


"Kau sudah bosan padaku, ingat Luna banyak uang yang sudah ku keluarkan untuk mu. Dan kau berani macam macam denganku, dan membohongi ku."


Tubuh Luna bergetar takut, ia sama sekali tak menyangka Dewa akan menyadari kebohongan nya. Apalagi saat ini tangan tua itu masuk kedalam rok nya. Jelas saja tak ada pembalut disana.


"Aku hanya lelah,"


Luna menghiba pada pria di depannya ini. Sungguh miliknya sangat sakit di hujam terus menerus olehnya.


"Baiklah aku akan membiarkanmu kali ini."


Dewa melepaskan tangannya dari rok mini Luna. Dan Luna bernafas lega mendengar dia tak menjamahnya lagi. Tapi kemudian matanya terbelalak melihat pria itu mengeluarkan senjata miliknya.


"Kau bisa melakukannya dengan cara yang lain."


Tak lama kemudian Luna mengumpat nya. Ia pikir ia akan bebas hari ini. Sampai kapan ia akan menjadi budak pria ini. Sayang nya Luna tidak tau pria seperti apa Dewa.


*


David menatap tubuh yang hampir polos di depannya. Kain super tipis dan warna menyala itu membangkitkan rasa panas dalam dirinya seketika.


Zoya terkekeh kecil melihat mata David yang berkabut. Ya ia hanya menjadi pelampiasan seorang David. Tak lama kemudian ia melepaskan tali gaun tipisnya.


Nafas David memburu melihat Zoya yang menanggalkan kain tipis dan sudah teronggok begitu saja setelah pemiliknya melepaskan nya. Tubuh putih mulus Zoya terpampang nyata di hadapannya. Apalagi Zoya tak memakai penyangga dua gunung yang menonjol ke depan. Ia hanya memakai kain berenda segitiga yang masih menempel di tubuhnya. Itu juga sangat lah tipis.


Sesakit inilah hati Zoya, menggoda suami sendiri agar mengakuinya. Ia tersenyum masam, akhirnya ucapan yang pernah ia katakan pada almarhum Rangga. Jika ia akan menjadi murahan demi sang suami, terjadi juga.


Zoya mengalungkan kedua tangannya pada leher David. Menggodanya, menempelkan bibirnya pada bibir tebal David. Tangan nya juga menekan tengkuk suaminya, memperdalam ciuman mereka.


Sedangkan David tak mengerti dengan istrinya, ia masih menatap mata yang terpejam. Tangannya melingkar ke pinggang ramping istrinya. Zoya benar benar berani menggodanya.


"Aku milikmu mas.."


Suara bisikan bercampur dengan desah tepat di telinga David. Hingga membuat David tambah meremang. Tubuhnya semakin bereaksi dan panas. Saat merasakan tubuh polos Zoya yang menempel di tubuhnya. Di tambah dengan bisikan mesra di telinganya.


Sedangkan Zoya tersenyum tipis. Sudah dua bulan ia menantikan David yang akan mengakuinya ternyata tak kunjung ia dengar. Kecewa dengan keserakahan dirinya sendiri. Ia benar benar tak tau malu, meminta hal yang David sendiri mungkin enggan mengakuinya.


Meski David selalu bilang jika ia mencintai nya. Tapi bagaimana dengan Kartika yang selalu meneror David agar ia mau bertunangan dengan nya. Tentu saja lama kelamaan David akan luluh, di samping karna reputasi. Ada juga ibu yang menanggungnya. Sungguh Zoya tak ingin membuat mereka semua jatuh, karna keserakahan dirinya. Biarlah dia yang mengalah, melepaskan David. Lagi pula mereka hanya menikah siri.


"Zoya..."


Tubuh David bergetar, karna ulah tangan Zoya. Tapi tak lama Zoya menghentikan gerakannya di bawah sana.


"Apa aku hanya akan menjadi seperti ini mas."


David mengerutkan keningnya mendengar penuturan Zoya. Apa maksudnya?


"Maaf, ceraikan aku..!"


Seperti tersambar petir mendengar ucapan istrinya. Zoya baru saja menerbangkannya, dan dia langsung menjatuhkan nya begitu saja.


"Aku akan melayani mu malam ini mas. Tapi setelah itu ceraikan aku."


Zoya sudah memikirkan matang matang. Ia harus tau malu, David tak akan pernah mengakuinya. Dari pada ia harus berebut dengan wanita lain yang pasti akan sah di mata umum dan hukum. Ia lebih baik mundur.


Lagi pula ia tak akan membiarkan David dan Bunda malu di mata umum. Ia sangat menyayanginya. Jangan sampai karna ia yang ingin mempertahankan David. Masalah menimpa suami dan bundanya.


Pernikahan nya dengan David adalah suatu keterpaksaan. Ya David menikahinya karna ingin menyelamatkan dirinya.


Sungguh Zoya ingin sekali berteriak kencang meluapkan nasibnya sendiri yang seperti ini.


Ingin sekali Zoya mengusir wanita yang memaksa agar suami nya mau bertunangan dengan nya. Ya Zoya bahkan ingin seperti wanita lainnya, yang akan menjambak wanita yang selalu ingin menempel dengan suaminya. Tapi semua itu hanya keinginan dalam hati. Ia tak ingin malu jika David tak membelanya dan justru akan berbalik mengejeknya.


.


Tinggalkan like komen lagi mom🤣 aku tambah semangat bikin uh ah nya😁


apalagi kalau di kasih hadiah dan VOTE


Jangan pelit yah 🤣


.


.