
"Jangan lupa Sinta, kau dan David bisa seperti ini juga karna uang dari ku.!"
Sinta tertawa renyah mendengarnya. Uang darinya, yang benar saja.
"Dewa kau lupa, jika uang itu kau ambil perlahan untuk kesenanganmu kembali. Lalu uang siapa yang kau berikan pada lacurmu itu. Kau pikir David mau menerima uang dari mu."
Deg....
Dewa menatap tak percaya pada Sinta, jadi istri dan anaknya tak mengambil uang yang ia berikan. Pantas saja uang di rekening nya masih banyak dan dia yang tanpa sadar menghabiskan nya sendiri.
"Jangan sombong Sinta, kau dulu hanya gadis desa. Bersikaplah seperti waktu itu, jangan lupa di mana asal mu berada."
"Dewa, Dewa, kau benar aku dari desa. Lalu untuk apa kau datang ketempat orang desa. Jangan sampai aku mendengar kau butuh bantuan ku lagi, Hmm... Keluar dari sini, sebelum aku memanggil kan satpam agar menyeret mu."
"Kau.."
Dewa menatap tajam wajah tua Sinta. Wanita yang pernah hidup bersamanya selama kurang lebih lima belas tahun. Wanita cantik yang ia peralat demi ambisinya. Tapi setelah lima belas tahun wanita ini berontak. Dan itu karna David yang membantunya lepas dari nya. David tanpa sengaja melihatnya yang sedang memadu kasih dengan wanita baru nya. Itu sebabnya ia membawa wanita di depannya ini pergi dari rumahnya di kota X.
"Kau tak bisa seperti ini Sinta, David sama sekali tak membantuku. Ku harap kau bisa membantuku. Apa kau senang melihat aku jatuh Sinta."
"Berkaca dulu Dewa, kau pikir aku tak tau perlakuan mu yang tak berubah itu. Kenapa kau lepaskan peliharaan mu. Kenapa kau tak mengurungnya kembali di apartemen mu lagi. Keluar...."
Dewa tak menyangka, jika Sinta tau dirinya masih menyukai wanita liar. Tak lama kemudian ia pergi dari rumah mewah Sinta. Rumah ini bahkan sangat mewah, dari rumah nya yang dulu di kota X.
"Brengsek..."
Dewa menumpahkan kekesalannya pada mobil di depannya. Ia masuk ke dalam dan pergi begitu saja meninggalkan rumah mewah David.
Sementara Sinta di dalam rumah, memegang dadanya yang terasa sakit. Mantan suaminya itu benar benar tak tau malu.
Dert...Dert...
"Ya...Kau urus saja Nanda, tante lagi ga enak badan. Tante terima beres, kau mengerti.?"
"....."
Sinta mendesah lirih, ia berjalan ke kamar nya. Baru saja ia kehilangan cucu dan Dewa tak tau malu datang kemari. Ingin sekali Sinta mencekik pria yang dulu ia anggap sebagai pria sempurna.
*
"Tika, "
Ibu Kartika menatap wajah cantik anaknya. Ia iba melihat anak satu satunya mengurung diri seperti ini.
"Mom bagaimana ini, tante Sinta bersedia mengklarifikasi pertunangan nya."
Wanita di depannya ini hanya menghembuskan nafas nya lirih. Dia tak tau harus apa? Suaminya sakit dan Kartika yang kekeh dengan maunya.
"Tika mommy mohon, David bukan pria yang bisa kau paksa sayang. Kau tau dulu, bagaimana Rania. Wanita itu yang ketahuan selingkuh dari David sendiri."
Wajah Kartika pucat pasi, mengingat semalam ia yang bercinta dengan Reza.
"Kau tau, bahkan David tak segan segan membuat mereka bangkrut dan malu. Kau tau itu Tika. David bukan pria yang gampang kau sentuh begitu saja."
"Tapi, Tika yakin. Kali ini David tak akan mengulangi hal yang sama. Dia pasti akan malu jika rekan bisnisnya tau. Tinggal lima hari, mom. Tika yakin David tak akan membuat ibunya malu di depan umum."
"Kartika..."
Reza menatap tak percaya pada wanita yang semalam menyatu bersama nya. Dan Kartika menatap benci pada Reza. Ia mengingat jika semalam Reza memang mencari kesempatan darinya.
"Mom aku keluar dulu,"
Reza mengikuti langkah Kartika, ia lalu mencekal tangan wanita nya.
"Apa maksud mu Tika, jangan bilang kau tetap akan melanjutkan pertunangan mu dan David."
"Aku membencimu brengsek, kau sudah menghancurkan ku."
"Tika.."
"Jangan berani macam-macam denganku Reza, aku membencimu,!"
Dari jauh David melihat pertengkaran mereka berdua. Ia tersenyum tipis melihat bagaimana Reza memohon pada wanita itu. Ia berjalan mendekati mereka berdua.
"Tika aku mencintaimu, aku akan bertanggung jawab. Percayalah padaku, semalam kita tak memakai pengaman sayang."
"Dav...."
Wajah Kartika pucat pasi melihat David bersandar di tembok.
Sementara Reza membalikkan tubuhnya. Ia juga shock melihat David menatapnya tajam. Apa yang David lakukan disini, apa dia juga ingin menemui Kartika.
"Lanjutkan pestanya,"
David tersenyum sinis, melihat Reza menatapnya tajam. Ia sama sekali tak tau siapa kekasih Reza, dan dia adalah Kartika.
"Benarkah.."
Wajah Kartika berbinar mendengar nya. Akhirnya David menyetujui pertunangan mereka. Ini sungguh di luar dugaan nya. David menyetujui pertunangan mereka. Pasti ia tak ingin menanggung malu, apalagi ibunya sendiri yang menyetujuinya.
"Tentu saja, bukankah begitu Reza."
Reza mengepalkan tangannya mendengar David mengejeknya. Apalagi ia melihat senyum sinis David untuk nya.
" Tak ku sangka, sahabat ku sendiri yang menginginkan aku jatuh. Apa kalian berdua ingin menjebak ku? Tidur dengan kekasih sendiri dan meminta aku memasangkan cincin pertunangan....."
David menatap remeh Reza. Ternyata sahabatnya ini ingin menjatuhkan dirinya.
Sedangkan Reza di tatap David seperti itu, hanya menampilkan wajah datarnya. Ia sama sekali tak ingin meminta maaf pada David. Gara gara David Kartika memutuskan hubungannya.
" Ku pikir kau sahabat ku Reza. Rupanya tak ada yang benar benar tulus."
"Itu karna kau yang merebut Kartika dari ku Dav. Semua wanita hanya menatap ke arah mu!"
Mata Reza memerah, ia juga tak menyangka, David akan mengetahui hubungan nya dengan Kartika.
"Kau tanyakan pada kekasihmu, siapa yang mengemis? Aku tak pernah merebut siapapun dari mu. Meraka sendiri yang mengobral tubuhnya padaku. Kekasihmu itu salah satunya. Dia ingin mendesah dan menjerit di bawah kungkungan ku, benar begitu Kartika...."
"David.."
"Jangan berteriak padaku brengsek.."
Reza menciut mendengar David berteriak padanya. Apalagi Kartika, dia sangat shock melihat mata David memancarkan aura yang sangat tajam.
" Aku memaafkan mu kali ini, karena kau pernah membantu Zoya. Tapi jangan macam-macam padaku Reza. Dan kau, jangan menjadi murahan nona."
David pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua. Sementara Reza mengepalkan tangannya, David memang selalu bermulut pedas.
Tak lama kemudian ia juga pergi meninggalkan Kartika sendiri. Ia sungguh sangat kecewa terhadap wanita itu. Di depan matanya, dia sama sekali tak menghargai nya.
Kartika menatap punggung Reza. Ia tak tau harus apa saat ini. David sudah tau jika ia menghabiskan malam dengan Reza.
Tak lama kemudian ia sadar, dan mencari keberadaan David. Ia ingat jika istri David ada di sini.
Diluar, Reza berpapasan dengan David. Rasa marah dan cemburu membuat Reza membenci David sahabatnya. Apalagi ia juga pernah bersekongkol dengan adik ipar Zoya. Dan itu juga sama gagal, David memang tak bisa di kalahkan. Dan itu semua menambah kadar kebencian nya terhadap David.
.