
"Apa kau menerima lamaran ku?"
Deg...
Zoya mematung di tempatnya berdiri. Mulutnya terkatup rapat, bingung mau menjawab apa? Tak lama kemudian...
"Bagaimana jika saya menolaknya tuan?. Bukankah tuan sangat membenci saya?, Apa tuan ingin mengurung saya jika saya menjadi istri anda. Saya tau anda mempunyai tujuan tertentu. Dan apa yang anda inginkan dari saya tuan. Jangan dekati anak saya. Almira masih kecil dia tidak tau apa apa?."
Zoya tak bisa membendung air matanya, ia tak ingin David mempermainkan dirinya dan putrinya. Sudah cukup baginya untuk menunggu kasih sayang dari orang yang selama ini ia banggakan. Tak ada yang tulus mencintai nya. Apalagi sekarang dia adalah janda dan mempunyai anak. Tubuh nya jelek, dan mengendur. Itulah kata kata Rangga saat ia merayunya agar menyentuh nya. Membuang harga dirinya untuk menjadi istri yang baik. Memuaskan suami di atas ranjang. Nyatanya pria akan meninggalkan wanita jika sudah tak cantik dan memilih yang masih baru muda dan cantik tentunya.
"Ya aku akan mengurung mu, setelah menjadi istri ku."
Zoya menatap tak percaya pada David. Pria itu dengan terang terangan mengatakan jika dia akan mengurung nya.
"Zoy..."
Bi Lili datang dengan nafas yang memburu. Wajahnya pucat pasi.
"Ada apa bi, apa Al sakit lagi?"
Bibi menggeleng, ia menatap mata Zoya. Sudah tiga tahun lamanya mereka hidup dalam damai. Dan sekarang tiba tiba saja warga menggunjingnya lagi.
"Zoya..."
Mereka terkesiap mendengar suara gaduh dari luar. Zoya berlari keluar mencari tahu ada apa?
"Luna"
Zoya mematung melihat adik iparnya ada di sini bersama dengan warga sekitar dan sebagian lagi adalah tetangganya.
"Itu dia janda gatel. Heh Zoya, sebenarnya apa yang kau lakukan di kota ini. Apa itu benar jika kau kabur dari kota mu dan menetap di sini. Kau kabur karna selingkuh dengan pria kaya. Dan kabur setelah suami mu meninggal, memergoki mu yang selingkuh. Wanita seperti mu ternyata tak sebaik yang kami pikirkan. Apa gunanya jilbab mu? Pantas saja putri mu tak memiliki ayah. Ternyata ayah nya banyak dan kau tak tau yang mana. Kasihan sekali almarhum suami mu."
"Iya betul wanita murahan."
Luna tersenyum miring, Zoya tidak boleh tenang. Setelah kakaknya meninggal Zoya enak tinggal di kota ini. Sementara sang kakak dulu menderita karna terkurung dalam pernikahan nya hingga ia meninggal dunia.
"Luna"
Bibir Zoya bergetar menahan sesak yang menghimpitnya. Mendengar mereka menuduhnya berselingkuh dan pergi meninggalkan suaminya yang meninggal.
Plakkk..
Luna tersungkur di lantai dingin. Bibirnya perih dan berdarah. Semua orang yang menyaksikan ini di buat shock. Mengalihkan pandangannya pada pria yang menatap mereka dengan penuh kemarahan.
"Brengsek, bera_"
Mata Luna terbelalak melihat pria yang selama ini menjadi viral. Pengusaha sukses di kota A, David Aderson. Siapa yang tidak mengenal David. Dalam tiga tahun ini namanya melejit karna ia pemilik perusahaan terbesar di kota A. Dan lagi isu batalnya pernikahannya dengan Rania Wilson.
David jongkok dan memegang dagu luna, lalu menekannya.
"Jangan berani berani menyentuh nya. Pergi dari sini sebelum ku panggilkan satpam untuk menyeret mu."
David menghempaskan cengkraman tangannya. Ia lalu mengambil tisu dari Rey dan mengelap tangannya.
Luna menatap tak percaya pada pria yang selama ini di puja banyak kaum wanita. Dari mana David mengenal Zoya.
"Tuan, anda sudah termakan dengan rayuannya. Zoya wanita itu, tak sebaik yang anda kira."
"Benar tuan kami saksinya. Lima hari yang lalu seseorang datang lagi memberikan putrinya boneka. Mungkin itu si pria, yang menjadi selingkuhan Zoya."
"Iya, Zoya sudah mencemari lingkungan kami."
"Zoya kau memberikan contoh yang tak baik pada anak kecil. Siapa pria itu, ayo katakan. Bukankah putri mu memanggilnya dengan Daddy. Kau harus menikah dengan pria itu. Jangan hanya kumpul kebo, kau tau itu adalah zina."
Zoya bergetar di pelukannya bibinya. Ia tak sanggup mendengar semua tuduhan itu.
"Saya akan menikahi Zoya"
Semua mata terkesiap mendengar penuturan David. Apalagi Luna, bingung di tempatnya berdiri. Sambil meringis merasakan perih di sudut bibirnya.
Bukankah kemarin Sasa bilang ada pria yang menjadi selingkuhan Zoya. Tidak mungkin kan dia David.
"Saya akan menikahi Zoya sekarang juga."
"Tapi tuan David, anda tak perlu menutupi kebusukan Zoya. Saya dengar suami Zoya meninggal dunia karna Zoya."
"Siapa yang mau menikahkan saya,"
David berseru lantang, membungkam semua orang yang ada di sana.
Satu jam kemudian Zoya sudah sah menjadi istri David Aderson. Zoya tak bisa membendung air matanya. Gaun kebaya putih gading menjadi saksi bisu pernikahan nya dengan David. Mereka berdua menikah di toko kecil miliknya. Di saksikan masyarakat dan paman bibi nya.
Zoya mengurung di kamarnya setelah sampai dari toko kue nya. David meninggalkan dirinya setelah mereka resmi menikah. Bahkan pria itu tak mengucap kata sedikit saja. Apa pernikahan nya selalu tak ada rasa kebahagiaan untuk nya.
Lima tahun yang lalu pernikahan atas dasar suka sama suka saja, akhirnya berakhir dengan perselingkuhan. Lalu bagaimana dengan yang sekarang. David sama sekali tak bicara apalagi mengantarkan pulang ke rumah.
David mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia mengumpat warga sekitar yang menuduh Zoya.
"Bagaimana,?"
"Iya tuan, hari ini sudah bisa. Kebetulan tak jauh dari hotel tempat anda menginap."
"Ya datang ke hotel ambil semua barang ku dan antar ke sana. Saya masih banyak pekerjaan."
"Baik tuan"
*
"Brengsek, kenapa tuan David justru menikahi Zoya. Wanita itu memang benar-benar sialan."
Luna mengumpati Zoya yang bernasib mujur. Tak seperti dirinya, menjadi simpanan pria pria hidung belang.
Empat hari yang lalu ia bersama pria yang menyewanya sedang berlibur di sini. Ia tak sengaja melihat Zoya membeli boneka untuk putrinya. Dan ia mengikuti nya hingga ia mendengar jika ada seorang pria mencurigakan. Yang di panggil Daddy oleh anaknya. Sementara kakaknya sudah meninggal dunia. Itu sebabnya Luna menghasut warga sekitar agar mau mengusir Zoya. Tapi semua yang di susun nya rapi tak seperti yang ia bayangkan.
David datang mengaku jika pria itulah dirinya dan akan menikahi Zoya.
"Sialan, kenapa aku tak mencari tau dulu."
*
Malam semakin larut, Zoya terbangun dari tidurnya. Masih sama, David rupanya benar benar telah mempermainkan nya. Untuk apa dia menikahinya jika akhirnya ingin mempermainkan dirinya. Tidak cukupkah dia yang selalu menghinanya.
"Zoya, jangan berharap lebih padanya. Bukankah ini bukan hal yang baru."
Ia melangkah ke kamar mandi mengambil air wudhu lalu solat tahajjud.
Hingga pagi menjelang, Zoya masih di sibukkan dengan urusan dapur.
"Ayo sayang makan dulu,hmm"
Bibi Lili mengedarkan disekitar mencari keberadaan seseorang yang baru saja menjadi bagian dari keluarga nya.
"Bibi mencari siapa?"
" David, suami mu!"
"Bibi, aku tidak berharap lebih untuk pernikahan ku. Lagi pula kami orang asing. Ayo makan!"
"Tapi Zoy.."