Hati AZZOYA

Hati AZZOYA
episode.43


Sejak kapan gadis itu memanggil nya dengan sebutan kakak. Sedangkan Queen tak perduli dengan tatapan mata tajam Rey. Ia tau Rey mungkin tak suka, dia memanggilnya kakak. Sebenarnya ia juga tak mengerti, hanya saja ia ingin mempunyai teman disini. Jangan sampai Daddy nya kecewa padanya. Gara gara kemarin dia mengadu agar Daddy nya meminta David, yang langsung membimbingnya. Daddy nya justru akan menyekolahkan dia ke Singapura. Tentu saja ia tak mau, apalagi dekat dengan mommynya.


Begitupun dengan Dirga, sudah mengingatkan Queen, agar tak berurusan dengan David. Ia tidak mau anaknya nantinya kecewa. Apalagi David sudah menikah, dia tau perangai seorang David Aderson. Jangan sampai bisnis menjadi sasaran empuk bagi David.


*


"Aku tau kau datang menemui David."


Luna menelan ludahnya cekat, bagaimana dia bisa tau jika dirinya habis bertemu dengan David.


"Ingat nona, aku menyewa mu untuk bekerja sama denganku, menghancurkan David. Bukan untuk menggodanya? Bukankah aku sudah mengatakannya, jika David bukanlah pria yang bisa kau rayu. Jadi untuk menghancurkan nya kau tak perlu merayunya. Cukup ikuti perintahku, kau mengerti?."


Luna meringis menahan sakit di bahunya. Ia tak tau dendam apa yang pria ini punya dengan David.


"Ingat jika kau macam macam denganku. Aku akan melemparkan mu lagi pada pria hidung belang itu lagi. Kau tau bukan, mereka memperlakukanmu seperti sampah."


"Apa bedanya denganmu.?"


Reza tertawa terbahak mendengar bentakan Luna. Rupanya wanita ini ingin melawannya.


Ark...


"Coba saja jika kau bisa, melawanku."


Rasa sakit hati dan iri membuat Reza memanfaatkan Luna. Wanita yang ia temui di club malam bersama dengan temannya.


Kartika adalah kekasih nya, ia tak tau satu tahun yang lalu Kartika memutuskan dirinya. Ia pikir Kartika hanya berpura pura saja, ternyata yang di katakan nya benar. Tentu saja ia marah di putuskan olehnya. Mereka sudah sangat dekat, apalagi ia berencana menikahi Kartika. Dan ia baru tau, ternyata Kartika sempat di jodohkan dengan David. Ia tau dari Raka, jika David menolak perjodohannya dengan Kartika. Seketika itu juga rasa marah dan cemburu menguasainya. Ia yakin Kartika memutuskan dirinya karna David.


Terakhir kali ia dan Kartika bertemu saat party. Ia pikir Kartika datang ingin bertemu dengannya. Ternyata dia datang karna adanya David. Dari situ ia tau jika David lah yang membuatnya putus bersama Kartika.


Brakk..


"Sialan..."


Reza menendang kursi yang berada di kamar hotel. Seminggu yang lalu ia datang ke kota B, untuk mencari tau kebenaran tentang David dan Zoya yang menikah. Dan ternyata David dan Zoya benar benar menikah.


Tentu saja ia merasa David benar benar beruntung. Selain kaya dan cerdas, dia juga pria yang di inginkan para gadis di luaran sana, termasuk Kartika.


"Halo."


"Tika, kau tau David sudah menikah? kembalilah padaku."


"Apa kau menelpon ku hanya untuk mengatakan ini Za.! Kau tau Za, tante Sinta pasti tak setuju dengan wanita itu. Aku sudah berulang kali mengatakan jika aku sudah tak mencintai mu lagi."


Tut...Tut...


Reza membanting ponsel nya begitu saja. Dadanya naik turun menahan amarah yang menguasai nya.


"David, David, selalu David. Brengsek..."


Dari luar Luna menipiskan bibirnya, ia tau ini pasti ada sangkut pautnya dengan Zoya. Sudah jelas ia mendengar Reza meminta seseorang untuk kembali menjadi kekasihnya. Dan dia juga mengumpati David.


"Aku tidak akan membiarkan mu bahagia Zoya. Aku membenci mu!"


Ya Luna menjadi budak **** pria hidung belang yang haus belaian. Ia sudah lama melakoni pekerjaan kotor tersebut. Dengan dalih ingin merubah gaya hidupnya. Ia sudah bosan hidup susah, apalagi miskin. Tentu saja semua wanita menghindarinya. Dan jalan pintas yang Luna tempuh adalah menjadi Sugar Baby. Sudah tak terhitung ia berganti menjadi Sugar Baby pria pria tua di luar sana. Tapi sialnya, terakhir kalinya ia mendapatkan pria yang selalu menyiksanya saat bercinta.


Hingga Reza membantunya keluar dari jerat pria tua itu. Dengan syarat ia harus menuruti perintah nya.


*


Zoya menimbang kembali, apa dia akan pergi ke kantor.? Setengah jam yang lalu David baru saja menelponnya agar ia datang ke kantor. Sementara ia masih tak mau bertemu dengan Nancy. Wanita yang sudah dua kali menamparnya. Untung saja David tak menyadarinya jika pipinya memerah.


Dan hari ini David kembali lagi meminta nya datang ke kantor.


"Bismillah, Zoya dia suami mu. Siapapun wanita itu, kau yang berhak atas suamimu. Jangan sampai suamimu terjerat lagi dengan wanita di luaran sana. Ya hanya kau yang berhak. Pantas dan tidaknya kau istrinya."


Zoya membawa Almira ke kantor David. Ia tak bisa mengabaikan putrinya, Almira adalah malaikat kecilnya.


Dari lobi Nancy melihat kedatangan Zoya. Ia mengepalkan tangannya melihat wanita berhijab itu menggandeng tangan putrinya. Kenapa dia tidak mengindahkan peringatan nya.


"Kau memang wanita murahan Zoya, tidak tau malu. Datang kemari bersama dengan putri mu, kau ingin menggunakan putrimu untuk mengikat tuan David.?"


Tanpa menyapa Nancy mengeluarkan kata kata hinaan nya untuk Zoya. Ia benci pada Zoya yang tak mendengarkan ucapannya.


"Memang nya yang seharusnya malu dan murahan kau atau aku nona. David adalah suami ku!. Mau dengan apa saja aku menjeratnya dia tetap suamiku. Dan kau hanya orang asing. Jadi aku bebas bertemu dengan suami ku kapan saja. Selagi dia masih suamiku, dan bukan suamimu.!"


Wajah Nancy merah padam mendengar kata kata Zoya. Wanita berhijab ini sungguh menguras emosinya.


"Kau..."


"Sebaiknya jaga sikap mu nona, aku bisa saja melaporkan perlakuan mu pada suamiku."


"Sialan... Aku yakin tuan David akan menendang mu, jika tau kau adalah wanita yang memanfaatkan nya."


Desis Nancy yang mendengar ancaman Zoya. Ia sama sekali tak menyangka Zoya akan melawannya. Dari pertama Zoya datang ke perusahaan, sepertinya Zoya adalah wanita yang lemah. Lalu apa ini, hanya karna ia bebas masuk kemari dia akan menyingkirkan dirinya. Apalagi sekarang David memindahkannya ke bagian pemasaran, bukan sebagai sekertaris lagi.


Zoya melangkah masuk ke dalam lift, ia tak ingin berlama lama di hadapan Nancy. Ia takut Almira yang menjadi sasarannya.


"Nona, siapa wanita tadi? Kenapa dia mengancam nona.?"


"Lala, jangan katakan apapun pada tuan David. Aku tidak tau siapa dia?"


"Tapi nona,"


"Tidak apa, dia hanya salah paham saja."


Lala mengangguk, ia sebenarnya tak yakin dia wanita baik. Apalagi kata majikannya dia hanya salah faham. Dan lagi dia mengatai nonanya wanita murahan. Seharusnya dia yang murahan. Memakai baju yang belum jadi, apalagi bra yang di pakainya. Tak bisa menampung dua gunung kembarnya.


.


.


.