
"Dad...."
Plakk...
"Kau memalukan Nicho, kau lihat apa ini."
Tamparan keras Nicholas terima dari ayahnya. Tak lama ia mengambil amplop coklat dari tangan daddy nya dan membukanya. Matanya terbelalak melihat puluhan foto dirinya dan Helena semalam. Wajah nya memerah menahan emosi, ia tau siapa yang melakukannya. Aaron, pria brengsek itu yang melakukan nya.
"Brengsek, kau Aaron.."
Plakk..
"Dad..."
"Jangan berbuat ulah lagi pada pria itu, dia punya salinannya Nicho. Daddy tidak mau nama kita buruk di depan publik. Masih untung tuan Aaron hanya mengirimkan nya pada kita. Bagaimana jika dia mengirimnya di media Nicho."
Teriak ayah Nicholas, dan Nicholas bernafas lega mendengar nya. Benarkah Aaron hanya mengirimkan nya pada ayahnya.
Nicholas menatap punggung ayahnya yang menjauh. Tak lama kemudian telpon rumahnya berdering. Nicholas tak menggubris nya, ia berjalan menuju kamarnya berada dengan langkah lunglai.
"Tuan ada yang ingin bicara dengan anda."
Nicholas mengerutkan keningnya, siapa? lagi pula kenapa harus lewat telepon rumah. Ah ia lupa jika saat ini ponselnya hancur.
Nicholas berbalik lagi melangkahkan kakinya mendekati telepon rumah nya.
"Hallo.."
"Bagaimana dengan kejutan ku tuan Nicho."
"Aaron brengsek..."
"Ya aku brengsek dan bisa saja menghancurkan karir ayahmu dari sini, tapi aku masih kasihan dengan nya. Jangan macam macam denganku jika kau tak ingin aku menyebarkan videonya dan membuat ayahmu malu. Apa kau ingin ayahmu hancur tuan Nicho.? Ya baiklah jika kau diam saja, itu artinya kau setuju. Nathan kirim_"
"Tidak, jangan macam-macam Aaron, jangan pernah kau lakukan itu. Baiklah aku minta maaf, tapi ku mohon jangan lakukan itu. Aku tidak akan mengganggu mu lagi, percaya lah."
Nicholas mengepalkan tangannya, nafasnya memburu menahan emosi yang memuncak. Bagaimana Aaron tau nomor telepon rumah mewahnya.
"Tapi kau mengumpat ku dalam hati, aku tau itu."
Deg...
Jantung Nicholas seperti nya mau berhenti mendengar suara seseorang di belakang nya. Nicholas berbalik dan matanya melotot melihat pria yang menelponnya ada di hadapannya. Bagaimana bisa...?
Aaron sendiri tersenyum lebar melihat wajah Nicholas yang pucat pasi melihat nya. Ia menutup panggilan telepon nya dan menyimpan ponselnya di saku celananya lagi.
"Aaron, bagaimana bisa kau..?"
Nicholas tak percaya bagaimana bisa Aaron mengetahui rumah mewahnya di sini. Sedangkan mereka sama sekali tak pernah mengatakan rumah mewah ini pada siapapun. Yang masyarakat tau rumah mewahnya bukan di sini.
"Jangan terlalu shock dan tegang tuan Nicho."
Tanpa menunggu di persilahkan Aaron duduk di sofa ruang tamu. Ia melirik ke arah pria yang masih berdiri mematung. Tersenyum sinis, melihat wajah bodoh Nicholas.
"Tuan Aaron.."
Nicholas tambah shock mendengar jika ayah nya mengenal Aaron. Ia berbalik melihat ayahnya yang berjalan menghampiri nya.
"Tuan selamat malam, bagaimana kabar anda.?"
Aaron tersenyum pada pria paruh baya yang berjalan ke arah nya.
"Tidak tuan..
Maafkan putra saya, saya janji Nicholas tak akan membuat kesalahan lagi."
Nicholas sendiri yang bingung mendengar ayahnya mengatakan itu, hanya diam. Ia tak tau apa yang mereka bicarakan, dan kenapa ayah nya meminta maaf pada Aaron.
"Maaf tuan, saya tak suka berbasa-basi, jauhkan putra anda dari istriku. Saya tak suka jika keluarga ku di ganggu oleh siapapun, termasuk putra anda."
Aaron melirik ke arah Nicholas, tatapan mereka sama-sama bertemu dan menghunus. Dan Aaron menipiskan bibir setelah nya.
"Maafkan putra saya, Nicholas tak akan mendekati Anda dan istri anda lagi tuan, sekali lagi kami minta maaf."
" Kalau begitu saya pamit undur diri, istri kecil ku menunggu ku di mension. Aku tak pernah meninggalkan nya lama, kasihan Baby kami, permisi."
Aaron melirik ke arah Nicholas dan berbalik pergi. Sedangkan ayah Nicholas sendiri yang melihat punggung Aaron menghilang dari pintu menoleh ke arah putranya.
"Dad bagaimana Aaron bisa tau rumah kita yang ini."
"Dia lebih tau kecurangan kita Nicho, jadi jangan macam macam jika kamu tak ingin melihat daddy mu di pecat tak terhormat. Daddy juga tak tau dari mana Aaron tau, tapi Aaron tau semuanya."
Wajah Nicholas pucat pasi mendengar nya. Aaron tau jika dirinya melakukan kecurangan bersama ayahnya.
"Tapi Aaron tak bisa berbuat macam macam sama kita dad. Daddy jendral dan siapa Aaron, jangan hanya Aaron lebih kaya dari kita. Daddy tak bisa menangkap Aaron dan menembaknya."
Plakk...
"Kenapa kau bodoh Nicholas, sebelum daddy menembaknya kita yang akan hancur terlebih dahulu."
Nicholas diam mematung mendengar nya. Kenapa Aaron bisa mengancam daddy nya, dan kenapa juga daddy nya tak bisa melakukan sesuatu. Siapa Aaron yang sebenarnya, bagaimana pria itu juga tau semua sisi buruk ia dan ayah nya.
"Siapa Aaron..?"
*
Satu bulan berlalu...
Nicholas duduk tenang di kursi kebesaran nya, matanya tak berkedip melihat layar laptop di depannya. Tak lama kemudian Helena masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu.
"Kau tidak sopan Helena, keluar dari sini..."
Gigi Nicholas gemerutuk melihat kelancangan Helena. Sedangkan Helena sendiri menggigit bibir bawahnya sendiri. Gugup bagaimana caranya mengatakan nya pada pria di depannya ini.
"Helena apa kau tuli, kelu_"
Bentak Nicholas pada sekertaris nya, ia sudah muak melihat wajah Helena di depan nya. Semenjak mereka menghabiskan malam bersama. Nicholas menjauhi Helena. Nicholas sama sekali tak tertarik dengan wanita yang lebih tua dua tahun darinya. Dan ia menyesal telah melakukan hal gila dengan Helena.
"Aku hamil.."
Nicholas shock mendengar penuturan sekertaris nya. Helena hamil, kenapa dia mengatakan nya padanya dan apa hubungannya.
Sedangkan Helena, mengangkat wajahnya menatap atasannya. Matanya memelas pada Nicholas yang menatap tajam padanya.
"Aku tak mau menggugurkan kandungan ku. Sudah bertahun tahun lamanya aku menunggu nya. Dan sekarang aku hamil anakmu. Jika kau tak mau mengakuinya aku tak masalah. Aku bisa merawatnya dengan baik, aku hanya ingin memberitahukan mu."
Helena tak lagi memanggil tuan pada Nicholas. Dia juga bicara pada Nicholas seperti bukan atasan dan bawahan. Biarkan saja jika Bos nya marah, apalagi tak mengakuinya. Sudah bertahun tahun lamanya ia ingin menjadi ibu dan sekarang dia hamil dengan bos nya sendiri. Akibat perbuatan mereka satu bulan yang lalu, Nicholas menanamkan benih nya pada Helena.
Brakkk...
"Brengsek..."